Jumat, 30 Desember 2011



SEKUNTUM SENYUM

pada langit tengah malam
ku kirim sekuntum asa
semoga saja dapat melihat
senyum mu besok pagi
dan menyapa ku
seperti biasanya
mari, mari,...
datanglah dalam mimpi

Kota Juang,30 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza

Senin, 26 Desember 2011

CUKUP SUDAH

Selesai sudah,
sajak demi sajak
ku titip lewat angin...
dan
aku tak akan lagi
mengirimi kamu bunga
cukup sudah..!!
semakin lama
puisi demi puisi
kian terasa usang...
tidak ada kata perpisahan
karena kita sesungguhnya
baru saja memulai
dan
aku tak akan lagi
mengirimi kamu salam
cukup sudah..!!
aku tak sanggup lagi
membaca episode demi episode
asa yang kian kabur
sementara
rasa di hati ku kian hilang
cukup sudah..!!

selesai sudah,
lakon telah tamat
dan tetaplah tersenyum..!!

Kota Juang, 26 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza

(inspirasi dari seorang teman yang sedang putus cinta..., hei sobat! berharaplah pada cinta yang lain, jangan bicara pada pohon, jangan marah pada tiang listrik, dan tetap lah tersenyum...!!!)

Sabtu, 24 Desember 2011

TERSIPU MALU

Pada senja nan sayu
sebuah senyum merekah
tersipu malu...
ketika kabut sore hantarkan
sepenggal sajak
bahwa
kamu lah yang membuat
degub kencang jantung ku
menderu
berhari-hari lamanya...

Kota Juang, 24 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza

Jumat, 23 Desember 2011

RINDU BURAM

Akan kemanakah angin melayang
Pada malam pekat nan kelam
Pada siapa ku titip kangen
Karena rindu ku tak bermuara...
Pada engkau kah...?

Kota juang, 22 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza

Kamis, 22 Desember 2011

BETAPA CINTA PADA MU, IBU

Hening
Sendu senyap
Desah nafas pelan
Larut dalam diam
Mengeja kata demi kata
Menghitung satu per satu dalam hati
Betapa mulianya keikhlasan seorang Ibu

Hening
Kenangan terus saja
merajut masa silam
Saat senandung untuk Rasul menina bobokkan
Dua nyawa dalam pelukan

Bila kah.
Waktu menembus ruang masa depan
Siapkan diri
Mengabdi pada mu
Dengan sejuta cinta
Untukmu, ibu

Kota juang. 22 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
(untuk para Ibu semua, khususnya Ibunda saya Aisyah Umar di Leubu, yang telah menjadikan ku seperti ini)

Keterangan: Dua Nyawa dalam pelukan = saat balita, saya cuma berdua dengan adik saya Tuty Liana, sebelum 9 tahun kemudian lahir adik kami Evi, Eva dan Asyrifal Mirza.

Selasa, 20 Desember 2011

KABAR DUKA

Sepi pagi di luar jendela
Bunga di taman layu
Belukar kering
Angin seakan berhenti
Sambut selaksa kesedihan...
Sepi di luar jendela
Mentari seakan enggan bersinar
Ketika pagi kirimkan berita dukacita
Dari sebuah sms...
Bahwa sang penerus Nabi itu telah pergi
Satu persatu...
Sepi di luar jendela
Pilu
Innalillahi wainnailaihi raji'un

Kota Juang. 20 Des 2011 karya mukhlis abi fildza
(mengiringi kepergian para Ulama, Abu Karimuddin Alue Bilie yang telah berpulang ke Rahmatullah dua hari lalu dan Tgk.Sulaiman Alfashimi di Bireuen, kemarin selepas waktu Magrib)

Minggu, 18 Desember 2011

SAJAK GALAU DARI PINGGIR DUSUN

dingin..!
mentari belum juga mengintip
pagi laksana lampu buram
hujan semalam tak hantarkan aku
mimpi
hati masih kering kerontang
tak jua gerimismu
mampu basahi jiwaku yang resah
aku bahkan tak mampu lagi mengutip
ayat demi ayat
tuk selesaikan
sebuah sajak galau dari pinggir dusun

dingin..!
risau kian ganas
menunggu petang kian lama
embun pun tak sisakan pesan
pada siapa sesungguhnya rindu ku tuju
selain padamu...?

kota juang, 18 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
(pada sebuah pagi yang dingin di pinggir dusun Selatan, Cot Gapu, Bireuen)

Sabtu, 17 Desember 2011

SAJAK UNGU (Cinta dalam sebuah gugatan)

wahai,
sebuah hati yang gelisah..
kenapa kau biarkan rasa mu membatu
kenapa kau bunuh angan itu tanpa alasan
yang seharusnya kau ungkapkan
kenapa..?
bukankah rasa itu adalah anugerah
yang diberikanNya kepada mu
yang harus di jaga
di beri pupuk dan dipelihara...
kenapa kau biarkan ia mengering
padahal ia tumbuh di musim hujan...

kenapa kau biarkan rasa itu membeku
yang seharusnya kau utarakan
dan
menjadikan sebuah sajak ungu
pelampiasan rindu dendam...
kenapa...?

bukankah kau tahu,
bahwa hati kita tidak dapat bersembunyi
seperti mencoba membunuh bayangan sendiri
saat terik matahari...?
bukankah aku sudah tahu,
tatapan mata mu adalah suatu jawaban...

wahai,
marilah kita sambut hari-hari kita
yang mengharu biru
dengan kesimpulan yang sama
dan tidak ada yang disembunyikan

Kota Juang, 17 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
(kepada seseorang, yang mencoba menyiksa perasaan sendiri)

Rabu, 14 Desember 2011

JADILAH BINTANG

Harusnya kau pun tahu
bahwa malam akan selalu pekat
sepi dan dingin...
Jika kau tak mau jadi bintang,
Bagaimana malam ku bisa menembus pagi...?

kota juang, 14 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza

Selasa, 13 Desember 2011

SAJAK PERPISAHAN

Andai bintang-bintang di langit
tidak dapat lagi menemani
biarlah ku nikmati kesunyian ini...
Andai puisi indah di hati
tidak dapat lagi mewakili
biarlah ku nikmati kehampaan ini...

Dalamnya sepi jadi ukuran
tentang sebuah keputusan
bahwa kita sendiri yang memilih:
untuk memulai masing-masing
dalam kesendirian...

pada hujan gerimis menjelang pagi
mari kita ucapkan salam....
Semoga kerinduan akan segera berakhir
dan marilah sambut harapan yang lain...

kota juang, 13 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza

Senin, 12 Desember 2011

PUTUS 2

Ketika ku bersandar di kaki langit
Bayanganmu lewat berlalu
Saat sepi seperti ini
Aku hanya diam gagu
Tak tau lagi...??
pada siapa lagi rindu ini harus ku tuju
sedangkan
sejarah kita telah putus tadi sore
manjelang azan magrib...

kota juang, 11 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
(dari sebuah cerita imajiner --khayalan)

Minggu, 11 Desember 2011

5 POIN PENTING PRAKTIK KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)

Menjadi pemimpin bukanlah sebuah ego pribadi, karena menjadi pemimpin artinya kita harus bersama dengan orang lain untuk maju.

Seorang pemimpin yang tidak memperhatikan orang yang dia pimpin tidak akan mempunyai siapapun untuk dipimpin. Jika Anda gagal untuk menghargai orang lain, maka mereka akan gagal untuk menghargai Anda. Sayangnya, tidak banyak orang yang terlatih untuk mengontrol orang lain.

Kisah sukses para pemimpin dunia selalu dipenuhi juga dengan kisah keberhasilan mereka untuk memikat orang-orang yang menjadi pengikutnya. Begitulah hakikat pemimpin, berhasil mendorong orang lain yang dia pimpin untuk mencapai visi bersama.

Untuk mengetahui bagaimana menjadi pemimpin yang berhasil, berbagai penelitian dan kajian telah dilakukan untuk dapat mengintisarikan keberhasilan pemimpin tersebut dalam mendorong orang-orang yang mereka pimpin. Dalam buku yang berjudul ‘Leadership Challenge’, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner menuliskan betapa berat tugas seorang pemimpin.

‘The Leadership Challenge is about how leaders mobilize others to want to get extraordinary things done in an organization. Its about the practice leaders use to transform values into actions, visions into realities, obstacles into innovation, separateness into solidarity, and risks into rewards. It’s about leadership that creates the climate in which people turn challenging opportunities into remarkable successes.’

Untuk membentuk iklim yang mendukung seluruh anggota organisasi memperoleh kesuksesan adalah tugas seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang ingin disebut pemimpin harus mempunyai pondasi kepemimpinan yang kuat. Pondasi itulah yang membangun kepercayaan orang-orang yang dia pimpin. Pondasi –pondasi tersebut adalah sikap jujur, berorientasi ke depan, kompeten, dan membangun semangat. Keempat pondasi tersebut harus menancap kuat dalam diri seorang pemimpin. Beruntunglah karena kesemuanya bisa dipelajari dan dilatih. Selain pondasi tersebut, Kouzes dan Posner juga telah membuat ramuan best practice untuk menjadi pemimpin dalam 5 poin penting praktik kepemimpinan yang bisa kita coba.

Mencontohkan karyanya

Seorang pemimpin yang just talk no do akan menjadi cibiran orang-orang yang dia pimpin. Bagaimana mungkin kepercayaan bawahan akan tumbuh jika atasannya tidak pernah menunjukkan performa yang bisa mereka contoh. Itu hanya akan menjadi boomerang bagi pemimpin, meminta orang lain melakukan lebih, padahal dia sendiri tidak mempunyai karya yang bisa ditampilkan.

Untuk itu, seorang pemimpin harus mampu menilai dirinya sendiri, dia berada di titik mana dan bagaimana perbandingannya dengan bawahan. Bukan berarti seorang pemimpin harus menguasai segalanya, tetapi pemimpin harus bisa mendeklarasikan diri sebagai orang yang mempunyai nilai. Dengan begitu, bawahan pun akan merasa yakin terhadap atasannya. Selain itu, pemimpin juga harus mengekspresikan dirinya kepada bawahan. Bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk memupuk kepercayaan bawahan.

Menantang proses

Melalui sebuah tantangan dengan melibatkan banyak orang tentu saja membutuhkan keahlian khusus. Contohnya, untuk melalui badai yang kencang nahkoda kapal harus mengkoordinasikan seluruh awaknya, pada saat itu para awak mungkin saja dalam keadaan yang sangat bervariatif, ada yang kehausan, ada yang kelaparan, ada yang masih bersemangat, namun kesemuanya harus mempunyai satu tujuan, menyelamatkan kapal dari badai. Di saat-saat seperti ini seorang pemimpin harus mengambil inisiatif, membuat tantangan menjadi berarti, berinovasi dan menciptakan ide-ide segar untuk membuat seluruh awak kapal optimis.

Pemimpin yang tidak mempunyai insiatif apapun tidak akan pernah mendapat kepercayaan bawahan. Mereka akan berpikir bahwa pemimpin tidak tanggap terhadap keadaan dan tidak mampu menghadapinya. Menantang proses adalah langkah yang harus diambil untuk menunjukkan bahwa Andalah pemimpinnya.

Menginspirasikan visi bersama

Visi organisasi diibaratkan sebagai tujuan akhir dari sebuah perjalanan. Visi yang menginspirasi dapat diibaratkan sebagai sebuah tempat tujuan yang menarik bagi seluruh rombongan perjalanan. Visi tidak akan tercapai jika ada terlalu banyak perbedaan tempat tujuan, ini yang harus dihindari oleh seorang pemimpin. Untuk memutuskan tempat tujuan, seorang pemimpin harus melihat berbagai probabilitas dan melibatkan orang-orang yang akan diajak untuk mencapai visi tersebut. Visi organisasi yang tidak merangkum visi para bawahannya hanya akan menjadi sebuah tulisan di atas kertas.

Memungkinkan orang lain bertindak

Untuk menempuh tujuan yang telah ditetapkan bersama, seorang pemimpin harus membagi step-step pencapaian untuk masing-masing bawahan sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Anda bukan seorang pemimpin jika melakukan segalanya sendiri, sehebat apapun Anda, menghargai bawahan dengan mengapresiasi kemampuannya adalah cara terbaik untuk memikat mereka. Oleh karena itu, beri kesempatan untuk mereka menunjukkan kemampuan. Ajak mereka memecahkan tantangan-tantangan bersama, bangun kesolidan mereka dengan menghadapi tantangan bersama. Pemimpin yang terlalu kaku dalam memperlakukan bawahan, membatasi gerak tanpa memberi kesempatan untuk bertindak akan segera ditinggalkan, tekanannya terlalu berat, padahal setiap orang butuh diakui eksistensinya.

Seluruh bawahan adalah amunisi yang seharusnya diberdayakan oleh pimpinan untuk menembak sasaran, sesuai dengan strategi yang telah dibuat bersama. Jangan menyia-nyiakan kekuatan yang kita miliki hanya karena kita tidak melihat kekuatan mereka untuk mendukung kesuksesan organisasi.

Menyemangati jiwa

Dalam perjalanan mencapai tujuan, tantangan dan proses yang dilalui tidak selalu bisa mempertahankan semangat orang-orang yang kita pimpin, pun terkadang kita sendiri sebagai pemimpin menemui kejenuhan. Pemimpin terbaik selalu melihat sinyal ini dan melakukan berbagai cara untuk mengobarkan optimisme di dada para bawahan.

Semangat pegawai bisa menurun karena banyak faktor, kondisi kerja yang tidak nyaman, sistem kerja yang tidak jelas, tidak adanya pengakuan atas prestasi, pemimpin yang acuh tak acuh, kesemuanya bisa mengurangi semangat bahkan sampai titik yang sangat kritis, bawahan memilih keluar. Masih beruntung jika yang memilih keluar adalah pegawai yang tidak mempunyai performa bagus. organisasi akan menderita kerugian yang sangat besar jika ternyata yang memutuskan untuk keluar adalah pegawai yang menjadi aset organisasi, mempunyai kompetensi tinggi serta etos kerja terjaga namun akhirnya menyerah karena tidak ada motivasi.

Untuk menghindari keadaan seperti ini seorang pemimpin harus segera mengambil sikap.
Pertama, membuat standar yang jelas. Standar kerja yang jelas akan menjadi acuan bagi bawahan untuk mengatur strategi terbaik yang bisa mereka lakukan. Hal ini akan meningkatkan daya juang mereka untuk mencapai target sesuai stndar. Reward dan punishment akan menjadi faktor yang cukup berpengaruh. Karena seperti halnya manusia biasa, setiap bawahan kita selalu menyukai reward dan menghindari punishment. Hal tersebut akan menjaga mereka untuk menepati standar yang telah ditentukan, untuk itu, standarnya harus jelas.

Kedua, mengharapkan yang terbaik dari bawahan. Dengan memperlihatkan harapan kita kepada para bawahan, itu akan membuat para bawahan merasa dihargai dan diperlukan. Orang yang merasa dihargai dan diperlukan akan melakukan apapun yang diminta oleh yang mengharapkan, apalagi jika kita juga memberi harapan atas hasil kerja mereka, gaji yang lebih baik, fasilitas yang lebih banyak, atau kenaikan pangkat jika memungkinkan.

Ketiga, seorang pemimpin harus memberikan perhatian kepada bawahannya. Perhatian ini bisa berkaitan dengan pekerjaan ataupun kehidupan pribadi bawahan. Namun, tentu saja untuk hal pribadi harus masih dalam batas kewajaran. Perhatian akan menumbuhkan semangat bagi bawahan untuk memberikan yang terbaik, tidak bisa tidak karena seorang bawahan hakikatnya mengharapkan pimpinan percaya terhadap kemampuannya dan mengharapkan hasil terbaik atas pekerjaannya.

Keempat, seorang pemimpin harus mempersonalisasi pengakuan. Pada berbagai organisasi besar, pengakuan terhadap pegawai terbaik dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pemilihan pegawai teladan. Transjakarta Busway melakukannya setiap bulan, foto-foto pegawai terbaik dipajang di seluruh shelter. Bagi pegawai Transjakarta, hal tersebut merupakan pengalaman tak terlupakan yang akan selalu membekas dan memotivasi. Tentu ada banyak cara untuk mempersonalisasi pengakuan, tidak harus seperti Transjakarta. Yang jelas, dengan mempersonalisasi pengakuan, pegawai menjadi terpicu untuk menduduki posisi terbaik di organisasi. Persaingan yang sehat tentu juga harus dibangun agar tidak terjadi perpecahan hanya karena sikap iri yang antar pegawai.

Akhirnya, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner pun menyimpulkan dalam pengantar buku mereka ini mengenai konteks ‘The Leadership Challenge’.

‘What we have discovered and rediscovered, is that the leadership is not the private reserve of a few charismatic men and women. It is a process ordinary people use when they are bringing forth the best from themselves and others. What we’ve discovered is that people make extraordinary things happen by liberating the leader within everyone.’

Pemimpin dimanapun, pada era apapun adalah orang biasa. Namun mereka adalah orang biasa yang mampu menggali yang terbaik dari dirinya dan orang-orang di sekitarnya untuk memperoleh extraordinary thing that they are wanted. Lima best practice untuk pemimpin di atas adalah sarana kita untuk terus belajar menjadi pemimpin yang terbaik dimanapun kita berada yang diintasarikan dari pengalaman pemimpin-pemimpin dari berbagai tempat dan era. (Reference : Kouzes , James M dan Posner, Barry Z. The Leadership Challenge, third edition. Jossey-Bass : 2002)

sumber: Kompasiana

5 Leadership’s Best Practice

Menjadi pemimpin bukanlah sebuah ego pribadi, karena menjadi pemimpin artinya kita harus bersama dengan orang lain untuk maju.

Seorang pemimpin yang tidak memperhatikan orang yang dia pimpin tidak akan mempunyai siapapun untuk dipimpin. Jika Anda gagal untuk menghargai orang lain, maka mereka akan gagal untuk menghargai Anda. Sayangnya, tidak banyak orang yang terlatih untuk mengontrol orang lain.

Kisah sukses para pemimpin dunia selalu dipenuhi juga dengan kisah keberhasilan mereka untuk memikat orang-orang yang menjadi pengikutnya. Begitulah hakikat pemimpin, berhasil mendorong orang lain yang dia pimpin untuk mencapai visi bersama.

Untuk mengetahui bagaimana menjadi pemimpin yang berhasil, berbagai penelitian dan kajian telah dilakukan untuk dapat mengintisarikan keberhasilan pemimpin tersebut dalam mendorong orang-orang yang mereka pimpin. Dalam buku yang berjudul ‘Leadership Challenge’, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner menuliskan betapa berat tugas seorang pemimpin.

‘The Leadership Challenge is about how leaders mobilize others to want to get extraordinary things done in an organization. Its about the practice leaders use to transform values into actions, visions into realities, obstacles into innovation, separateness into solidarity, and risks into rewards. It’s about leadership that creates the climate in which people turn challenging opportunities into remarkable successes.’

Untuk membentuk iklim yang mendukung seluruh anggota organisasi memperoleh kesuksesan adalah tugas seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang ingin disebut pemimpin harus mempunyai pondasi kepemimpinan yang kuat. Pondasi itulah yang membangun kepercayaan orang-orang yang dia pimpin. Pondasi –pondasi tersebut adalah sikap jujur, berorientasi ke depan, kompeten, dan membangun semangat. Keempat pondasi tersebut harus menancap kuat dalam diri seorang pemimpin. Beruntunglah karena kesemuanya bisa dipelajari dan dilatih. Selain pondasi tersebut, Kouzes dan Posner juga telah membuat ramuan best practice untuk menjadi pemimpin dalam 5 poin penting praktik kepemimpinan yang bisa kita coba.

Mencontohkan karyanya

Seorang pemimpin yang just talk no do akan menjadi cibiran orang-orang yang dia pimpin. Bagaimana mungkin kepercayaan bawahan akan tumbuh jika atasannya tidak pernah menunjukkan performa yang bisa mereka contoh. Itu hanya akan menjadi boomerang bagi pemimpin, meminta orang lain melakukan lebih, padahal dia sendiri tidak mempunyai karya yang bisa ditampilkan.

Untuk itu, seorang pemimpin harus mampu menilai dirinya sendiri, dia berada di titik mana dan bagaimana perbandingannya dengan bawahan. Bukan berarti seorang pemimpin harus menguasai segalanya, tetapi pemimpin harus bisa mendeklarasikan diri sebagai orang yang mempunyai nilai. Dengan begitu, bawahan pun akan merasa yakin terhadap atasannya. Selain itu, pemimpin juga harus mengekspresikan dirinya kepada bawahan. Bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk memupuk kepercayaan bawahan.

Menantang proses

Melalui sebuah tantangan dengan melibatkan banyak orang tentu saja membutuhkan keahlian khusus. Contohnya, untuk melalui badai yang kencang nahkoda kapal harus mengkoordinasikan seluruh awaknya, pada saat itu para awak mungkin saja dalam keadaan yang sangat bervariatif, ada yang kehausan, ada yang kelaparan, ada yang masih bersemangat, namun kesemuanya harus mempunyai satu tujuan, menyelamatkan kapal dari badai. Di saat-saat seperti ini seorang pemimpin harus mengambil inisiatif, membuat tantangan menjadi berarti, berinovasi dan menciptakan ide-ide segar untuk membuat seluruh awak kapal optimis.

Pemimpin yang tidak mempunyai insiatif apapun tidak akan pernah mendapat kepercayaan bawahan. Mereka akan berpikir bahwa pemimpin tidak tanggap terhadap keadaan dan tidak mampu menghadapinya. Menantang proses adalah langkah yang harus diambil untuk menunjukkan bahwa Andalah pemimpinnya.

Menginspirasikan visi bersama

Visi organisasi diibaratkan sebagai tujuan akhir dari sebuah perjalanan. Visi yang menginspirasi dapat diibaratkan sebagai sebuah tempat tujuan yang menarik bagi seluruh rombongan perjalanan. Visi tidak akan tercapai jika ada terlalu banyak perbedaan tempat tujuan, ini yang harus dihindari oleh seorang pemimpin. Untuk memutuskan tempat tujuan, seorang pemimpin harus melihat berbagai probabilitas dan melibatkan orang-orang yang akan diajak untuk mencapai visi tersebut. Visi organisasi yang tidak merangkum visi para bawahannya hanya akan menjadi sebuah tulisan di atas kertas.

Memungkinkan orang lain bertindak

Untuk menempuh tujuan yang telah ditetapkan bersama, seorang pemimpin harus membagi step-step pencapaian untuk masing-masing bawahan sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Anda bukan seorang pemimpin jika melakukan segalanya sendiri, sehebat apapun Anda, menghargai bawahan dengan mengapresiasi kemampuannya adalah cara terbaik untuk memikat mereka. Oleh karena itu, beri kesempatan untuk mereka menunjukkan kemampuan. Ajak mereka memecahkan tantangan-tantangan bersama, bangun kesolidan mereka dengan menghadapi tantangan bersama. Pemimpin yang terlalu kaku dalam memperlakukan bawahan, membatasi gerak tanpa memberi kesempatan untuk bertindak akan segera ditinggalkan, tekanannya terlalu berat, padahal setiap orang butuh diakui eksistensinya.

Seluruh bawahan adalah amunisi yang seharusnya diberdayakan oleh pimpinan untuk menembak sasaran, sesuai dengan strategi yang telah dibuat bersama. Jangan menyia-nyiakan kekuatan yang kita miliki hanya karena kita tidak melihat kekuatan mereka untuk mendukung kesuksesan organisasi.

Menyemangati jiwa

Dalam perjalanan mencapai tujuan, tantangan dan proses yang dilalui tidak selalu bisa mempertahankan semangat orang-orang yang kita pimpin, pun terkadang kita sendiri sebagai pemimpin menemui kejenuhan. Pemimpin terbaik selalu melihat sinyal ini dan melakukan berbagai cara untuk mengobarkan optimisme di dada para bawahan.

Semangat pegawai bisa menurun karena banyak faktor, kondisi kerja yang tidak nyaman, sistem kerja yang tidak jelas, tidak adanya pengakuan atas prestasi, pemimpin yang acuh tak acuh, kesemuanya bisa mengurangi semangat bahkan sampai titik yang sangat kritis, bawahan memilih keluar. Masih beruntung jika yang memilih keluar adalah pegawai yang tidak mempunyai performa bagus. organisasi akan menderita kerugian yang sangat besar jika ternyata yang memutuskan untuk keluar adalah pegawai yang menjadi aset organisasi, mempunyai kompetensi tinggi serta etos kerja terjaga namun akhirnya menyerah karena tidak ada motivasi. Untuk menghindari keadaan seperti ini seorang pemimpin harus segera mengambil sikap. Pertama, membuat standar yang jelas. Standar kerja yang jelas akan menjadi acuan bagi bawahan untuk mengatur strategi terbaik yang bisa mereka lakukan. Hal ini akan meningkatkan daya juang mereka untuk mencapai target sesuai stndar. Reward dan punishment akan menjadi faktor yang cukup berpengaruh. Karena seperti halnya manusia biasa, setiap bawahan kita selalu menyukai reward dan menghindari punishment. Hal tersebut akan menjaga mereka untuk menepati standar yang telah ditentukan, untuk itu, standarnya harus jelas.

Kedua, mengharapkan yang terbaik dari bawahan. Dengan memperlihatkan harapan kita kepada para bawahan, itu akan membuat para bawahan merasa dihargai dan diperlukan. Orang yang merasa dihargai dan diperlukan akan melakukan apapun yang diminta oleh yang mengharapkan, apalagi jika kita juga memberi harapan atas hasil kerja mereka, gaji yang lebih baik, fasilitas yang lebih banyak, atau kenaikan pangkat jika memungkinkan.

Ketiga, seorang pemimpin harus memberikan perhatian kepada bawahannya. Perhatian ini bisa berkaitan dengan pekerjaan ataupun kehidupan pribadi bawahan. Namun, tentu saja untuk hal pribadi harus masih dalam batas kewajaran. Perhatian akan menumbuhkan semangat bagi bawahan untuk memberikan yang terbaik, tidak bisa tidak karena seorang bawahan hakikatnya mengharapkan pimpinan percaya terhadap kemampuannya dan mengharapkan hasil terbaik atas pekerjaannya.

Keempat dan terakhir, seorang pemimpin harus mempersonalisasi pengakuan. Pada berbagai organisasi besar, pengakuan terhadap pegawai terbaik dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pemilihan pegawai teladan. Transjakarta Busway melakukannya setiap bulan, foto-foto pegawai terbaik dipajang di seluruh shelter. Bagi pegawai Transjakarta, hal tersebut merupakan pengalaman tak terlupakan yang akan selalu membekas dan memotivasi. Tentu ada banyak cara untuk mempersonalisasi pengakuan, tidak harus seperti Transjakarta. Yang jelas, dengan mempersonalisasi pengakuan, pegawai menjadi terpicu untuk menduduki posisi terbaik di organisasi. Persaingan yang sehat tentu juga harus dibangun agar tidak terjadi perpecahan hanya karena sikap iri yang antar pegawai.

Akhirnya, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner pun menyimpulkan dalam pengantar buku mereka ini mengenai konteks ‘The Leadership Challenge’.

‘What we have discovered and rediscovered, is that the leadership is not the private reserve of a few charismatic men and women. It is a process ordinary people use when they are bringing forth the best from themselves and others. What we’ve discovered is that people make extraordinary things happen by liberating the leader within everyone.’

Pemimpin dimanapun, pada era apapun adalah orang biasa. Namun mereka adalah orang biasa yang mampu menggali yang terbaik dari dirinya dan orang-orang di sekitarnya untuk memperoleh extraordinary thing that they are wanted. Lima best practice untuk pemimpin di atas adalah sarana kita untuk terus belajar menjadi pemimpin yang terbaik dimanapun kita berada yang diintasarikan dari pengalaman pemimpin-pemimpin dari berbagai tempat dan era. (Reference : Kouzes , James M dan Posner, Barry Z. The Leadership Challenge, third edition. Jossey-Bass : 2002)

sumber: Kompasiana

Jumat, 02 Desember 2011

5 HAL YANG MEMBUAT RAMBUT CEPAT BERUBAN..!

Uban memang merupakan salah satu gejala penuaan. Namun saat ini, anak SMA pun sudah banyak yang beruban. Bahkan, si uban tersebut dengan pedenya sudah menjulur-julur keluar dari antara rambut hitamnya. Bila tak lebih dari 10 lembar sih, Anda mungkin akan langsung mencabutnya. Tetapi bila uban Anda sudah mulai menyemak meski usia Anda baru awal 30-an, tentu Anda hanya bisa pasrah.

Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa kita sekarang lebih cepat beruban. Ada faktor-faktor yang tak dapat dicegah, namun ada pula yang masih bisa diatasi. Anda mungkin tahu beberapa di antaranya:

Usia.

Faktor "U" memang tidak bisa ditolak; maka jangan menunjukkan sikap denial bila Anda mengalaminya. Siklus pertumbuhan rambut terjadi setiap 3-6 tahun, kata Paradi Mirmirani, MD, seorang ahli dermatologi di Vallejo, CA. Ketika rambut Anda tumbuh dalam setiap siklus, cenderung semakin ada yang salah dengan pigmennya. Sebagian orang bisa saja melalui tujuh atau delapan siklus sebelum mereka mengamati ada uban yang muncul. Menurut Mirmirani, pasiennya kebanyakan sudah mulai beruban di usia 30-an, namun ada juga yang sudah beruban di usia 8 atau 9 tahun! Nah, keuntungannya, meskipun uban merupakan salah satu tanda penuaan, Anda masih bisa menutupinya dengan mengecat rambut.

Genetik.

Fenomena tubuh Anda sebagian Anda dapatkan dari orangtua, termasuk dalam hal warna rambut. Jika salah satu dari orangtua Anda cepat beruban, maka Anda pun cenderung mengalami hal yang sama. Faktor genetik memang memegang peran penting mengenai kapan Anda akan kehilangan pigmen. “Kalau kedua orangtua Anda mendapatkan uban secara prematur, maka Anda pun bisa lebih cepat beruban daripada teman-teman (seusia) Anda," papar Carolyn Jacob, MD, ahli bedah kosmetik dan dermatologis di Chicago. Dan, orang yang rambutnya hitam legam cenderung lebih cepat beruban daripada yang warna rambutnya kecoklatan atau pirang.

Merokok.

Beberapa studi observasi dalam skala kecil menemukan hubungan antara merokok dan tumbuhnya uban, demikian menurut Mirmirani. Penyebabnya kemungkinan adalah radikal bebas yang diproduksi ketika seseorang merokok. Seperti kita tahu, asap rokok juga bisa menyebabkan tumbuhnya keriput dan gigi yang menguning. "Begitu banyak pengaruh membahayakan dari merokok, saya yakin uban juga salah satu di antaranya," katanya.

Stres.

Stres yang dialami dari hari ke hari mungkin tidak mempengaruhi warna rambut Anda, tetapi rasa gelisah atau tegang yang sangat kuat bisa menyebabkannya. Belum ada penjelasan dari ilmu pasti mengenai hal ini, namun Mirmirani mengatakan bahwa peristiwa besar yang stressful bisa memberikan pengaruh fisiologis. Hal ini kemudian bisa saja menimbulkan perubahan dalam pigmentasi dan siklus rambut.

Kondisi medis.

Kasusnya mungkin terbilang jarang, namun kondisi metabolik tertentu, kekurangan beberapa zat nutrisi, dan kelainan genetik juga bisa menyebabkan rambut beruban. Selain itu juga ada beberapa pengobatan kemoterapi untuk pasien kanker yang dapat mempengaruhi mekanisme pembuatan pigmen. Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir. Setelah pengobatan usai, rambut Anda akan kembali ke warna aslinya.

Sumber: Prevention

7 TANDA AWAL SERANGAN STRES

Stres tak selalu ditandai dengan wajah yang muram, kosong, menangis terus-menerus, cepat marah, atau frustrasi. Benar, gejala tersebut memang dialami oleh beberapa orang yang sedang stres. Namun sebelum mencapai tahap tersebut ada gejala yang menjadi pertanda awal dari serangan stres.

1.Sulit tidur.

Berhati-hatilah jika Anda merasa sulit tidur tanpa alasan yang tepat. Banyak orang yang kesulitan tidur di malam hari karena mereka terus-menerus memikirkan berbagai hal yang mungkin tidak berjalan sempurna, dan terus menyesalinya. Tak jarang juga mereka terbangun di tengah malam, dan sulit untuk kembali tertidur.

2.Nyeri dan sakit.

Penelitian membuktikan bahwa satu pikiran stres dapat menyebabkan perubahan pada semua proses yang terjadi dalam tubuh manusia. Rasa sakit dan nyeri yang dialami sebenarnya merupakan reaksi dari tubuh terhadap rasa lelah yang dihadapi. Jika sudah merasakan hal ini, sebaiknya Anda berhati-hati agar tidak stres dan jatuh sakit.

3.Tak bersemangat.

Semangat merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas. Stres tak hanya mempengaruhi proses dalam tubuh manusia, tapi juga pada sistem regenerasi sel tubuh. Sel yang terhambat regenerasinya, akan membutuhkan lebih banyak energi untuk meregenerasi sel baru. Akibatnya, energi untuk beraktivitas fisik pun menjadi lebih sedikit.

4.Tidak fokus.

Stres sangat mempengaruhi pikiran Anda, termasuk dalam berfokus pada sesuatu hal. Pernahkah Anda merasa memikirkan banyak hal sekaligus dalam satu waktu? Misalnya, Anda sedang memikirkan sebuah pekerjaan baru, dan 2 menit kemudian Anda sudah memikirkan hal lain lagi sebelum menyelesaikan perkerjaan pertama. Perilaku ini tidak hanya akan membuat Anda stres karena pekerjaan Anda belum selesai, tetapi juga akan memecahkan konsentrasi banyak pekerjaan yang menumpuk. Jika tak diatasi, bisa menyebabkan tingkat stres yang tinggi.

5.Berpikir tidak jernih.

Pernahkan Anda kebingungan untuk mengungkapkan suatu hal dalam kata-kata atau menuliskan laporan? Atau sering bingung untuk memulai suatu pekerjaan? Hal ini merupakan suatu pertanda bahwa Anda terserang stres. Kadar adrenalin dan kortisol dalam aliran sistem otak Anda berada pada tingkat yang berlebihan, atau disebut inhibisi kortisol, yang berarti kita tidak bisa mengakses bagian otak yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan berpikir kreatif.

6.Kehilangan selera humor.

Ketika Anda berada dalam gejala stres, Anda menjadi terlalu memikirkan segala sesuatunya dengan serius. Ingatlah saat-saat Anda bisa menertawakan semua kesalahan yang Anda lakukan, dan ketika Anda bisa tersenyum dengan spontan karena berbagai hal yang menggembirakan. Ketika sedang stres, sudut pandang kita mulai menyempit dan kita mulai melihat segala sesuatunya dari sisi serius.

7.Berpikir negatif.

Bisakah Anda melihat berbagai kebaikan dalam diri orang lain? Jika Anda lebih sering menilai seseorang dari sisi negatifnya, maka berhati-hatilah. Banyak orang tak menyadari bahwa kecenderungan ini sebenarnya merupakan gejala awal stres. Ketika stres, pikiran kita menjadi tidak jernih dan cenderung berpikir tentang segala sesuatu yang buruk tentang orang lain.

Ada baiknya, kenali tanda-tanda ini agar Anda segera menyadari bahwa Anda sedang mengalami stres. Jika sudah terlanjur mengalami stres, tariklah nafas dalam-dalam, dan rehat sejenak dari aktivitas yang Anda lakukan sekarang. Setelah pikiran kembali jernih, kembalilah ke aktivitas Anda sebelumnya.

sumber : Kompas

Kamis, 01 Desember 2011

SETIA 3

Hatimu laksana telaga bening
air mengalir menyuburkan rasa
tiada henti...
dan dari lubuk-lubuknya dalam
disanalah bersemayam cinta
untuk dua jiwa yang tenang
aku akan terus setia
menyelam di dasarnya

kota juang, 1 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza

SETIA 2

Adalah kamu
sebuah kuas cantik
menari-nari di atas kanvas putih
semoga menjadi sebuah lukisan
yang indah dan sedap dipandang

setiap tarikan nafas pelukis
ada sebuah goresan
dan kamu adalah
satu-satunya lukisan yang aku punya
selamanya....

kota juang, 1 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza

Selasa, 22 November 2011

TENTANG KITA 2

tentang kita
adalah tentang lukisan
dari pigura bening tak bernoda
hiasi ruang-ruang bathin,
tentang kita
adalah tentang musim bunga
dari taman penuh warna
yang selalu tersenyum,
tentang kita
adalah dua hal sederhana:
hati ku selalu bergetar berada di dekatmu
dan...
tatapan mu memandang ku dengan penuh rindu

tentang kita
apa juga yang harus disembunyikan?
karena di matamu ada semua jawaban

kota juang, 25 Nov 2011 karya mukhlis abi fildza

Jumat, 18 November 2011

PENJELASAN TENTANG PUISI DAN SAJAK SAYA

Assalamu'alaikum,

Mulanya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua teman dan sahabat yang telah mengunjungi blog saya ini. Saya sangat berbahagia, bila ada diantara tulisan atau puisi atau sajak (saya) yang terposting di sini disenangi oleh teman-teman. Dan saya juga akan berterima kasih pada teman-teman yang sudah bersedia mengkritik... kritik itu adalah asset yang tidak ternilai.

Berhubungan dengan puisi dan sajak yang ada di halaman ini, 98 persen adalah murni hasil karya saya. Kalaupun ada puisi, milik orang lain, pastilah saya tulis dengan lengkap siapa pengarangnya.

Sebagai penjelasan lebih lanjut, bahwa TIDAK SEMUA puisi dan sajak adalah isi hati saya. Ada benarnya, memang, lebih mudah "menulis" bila isi dari puisi dan sajak tsb adalah isi hati kita. TETAPI, pada saat yang lain, sumber inspirasi-lah yang menggerakkan jemari langsung menulis. Artinya puisi adalah BUKAN isi hati saya...
Inspirasi bisa datang dari persoalan pribadi seorang teman, sahabat atau mitra kerja, atau bawahan. Dan juga dari "pengamatan" sekeliling....

Ini perlu saya jelaskan untuk tidak syak sangka atau menduga-duga, terutama terkait puisi-puisi bertemakan cinta...

Terima kasih, kepada semua yang telah mengunjungi.

Salam,
Mukhlis Aminullah, berdomisili di Cot Gapu, Bireuen, Aceh.

TENTANG RASA

Dingin, bisu...
entah berapa lama waktuku habis
merayapi sisi dermaga ini...?
menemani mu dengan lidah kelu
dan muka manis membatu

Wahai, lanskap petang
jangan biarkan,
mentari cepat mengubur warna
sementara gundah gelisah ku
belum berakhir...!
mari jabat erat jemari
dengan kesungguhan
karena
ikrar bersama adalah impian kita

Pada siapa.. rasa ini harus ku labuh..?
selain padamu

kota juang, 18 November 2011 karya mukhlis abi fildza
(pada sebuah sore, terinspirasi dari lagu Ari Lasso; Diriku Dirimu)

Sabtu, 05 November 2011

BULAN PERAWAN

kemanakah bulan perawan
dan malam bergelimang bintang...?

dalam keremangan sepi
aku gelisah
pada siapa harus mengadu
saat hati terbelenggu rindu
teringat
sosok anggun semampai menawan

kemanakah bulan perawan
ketika mata menerawang
dan hati menyanyam bimbang...?
sambut ribuan imajinasi
tentang
kelembutan seorang rupawan

kemanakah bulan perawan
masihkah bersembunyi dalam sepi..?
saat hati menuai resah
menunggu waktu demi waktu
kumpulkan tekad
untuk pernyataan cinta ku
besok pagi..?

kota juang, 5 November 2011 karya mukhlis abi fildza

Jumat, 04 November 2011

ASA CINTA

ketika angin menerpa ombak
adakah laut mengharu biru..?
karena
mencintai mu adalah anugerah
yang tiada terkira
ku ingin
membawa mu terbang tinggi,
raih bintang gemintang

ketika angin menerpa ombak,
apatah mungkin
kita adalah sepasang kekasih..?

kota juang, 4 November 2011 karya mukhlis abi fildza

Sabtu, 29 Oktober 2011

KEMBANG

kembang di taman,
oh, indahnya...
bergetar hatiku
ingin memetik setangkai
jadikan hiasan
taman masa depan

banda aceh, april 1993 karya mukhlis abi fildza
(sebuah catatan yg tercecer 18 th silam)

Jumat, 21 Oktober 2011

KERENDAHAN HATI ADALAH GURU PARA GURU

Kerendah Hatian bisa melampaui
segala pendakian tahap demi tahap! Ia adalah
pintu yang tak terkunci, karena semua
telah diserahkan kepadanya!
Adalah kotor, dia yang memperturutkan
kedirian. Dan sucilah ia yang mengikuti akal.
Sedang kerendah hatian berarti mendirikan
sebuah tenda di sisi lain dari keduanya.
Hati para pencinta Tuhan telah membentuk
sebuah lingkaran kerendah hatian,
maka kerendah hatian adalah guru
dari para guru. Dimana seluruh hati
adalah muridnya.

Jalaluddin Rumi
(9326-9328)

DIA YANG ASING

Dia mengaku Allah Tuhan yang Esa
tapi bacaan syahadat dia lupa
mushaf alqur'an menjadi pajangan dalam rak sempit
sedangkan koran dan majalah menjadi bacaan wajib

Dia mengaku Islam
Walau Sholat jarang dia tegakkan
kesibukan menjadi sebuah alasan
sibuk main, sibuk kerja, atau sibuk fesbukan

dia mengaku iman
walau puasa ramadhan sering dia tinggalkan
saat saudaranya kehausan dan kelaparan
dia asyik nongkrong di warung makan

dia mengaku ihsan
tapi zakat tak pernah dia tunaikan
ibadah haji dianggapnya jalan-jalan
hanya mengharapkan penghormatan dari kawan

jika dia itu adalah kita semua
ingatlah, saat nanti kita meregang nyawa
takkan ada bekal dibawa
kecuali amal sholih selama hidup di dunia
kala Mungkar dan Nakir mengajukan tanya
hanya iman dan taqwa yang mampu menjawabnya

sebelum saat itu menghampiri
mari kita perbaiki diri
berusaha mensucikan hati
hingga ajal menjemput kita nanti

karya; saiful (by dudung.net)

HIBURAN SEJATI, BAGAIMANA MEMILIKINYA?

Syarat bagi ketenangan hati ialah keperluan asasinya diisi yaitu iman. Orang yang beriman akan mendapat kepuasan dengan hiburan yang berbekas di hati.

Hiburan yang sejati puncaknya adalah hati yang tenang. Syarat bagi ketenangan hati ialah keperluan asasinya diisi, yaitu iman. Orang beriman akan mendapat kepuasan dengan hiburan yang berbekas pada hati. Artinya, jika hati benar-benar disuburkan dengan iman, maka hati pun akan terhibur. Inilah hiburan sejati bagi orang-orang beriman:

1. Berhubungan dengan Allah dengan sholat dan mendengar lantunan azan.

Rasulullah saw bersabda, " Wahai Bilal, tenangkan kami dengan azanmu." Hanya dengan sholat , hati orang yang bertaqwa sudah terhibur sebagaimana sabda Rasulullah saw: "Sejuk mataku di dunia dengan solat." Hati orang-orang bertaqwa terhibur dengan sholatnya karena mereka merasa seolah-olah sedang berbisik-bisik, bermesra, mengadu dan merintih dengan kekasih hatinya. Siapa yang tidak merasa terhibur kalau sudah bersama kekasih?

2. Melaksanakan perintah Allah.

Apabila melaksanakan perintah Allah, orang-orang beriman akan terhibur kerana merasakan perintah itu datangnya dari kekasih hati. Bila yang memerintahnya adalah kekasih, apa lagi yang ingin disusah-susahkan? Kalau sudah cinta, lautan api akan diseberangi. Puncak Himalaya akan sanggup didaki. Orang yang tidak tahu menyangka mereka menderita tetapi sebenarnya mereka bahagia.

3. Bergaul dengan banyak orang.

Orang yang telah mendapat hibuan sejati, sikapnya tenang. Bila bergaul dengan manusia, mereka terhibur dan menghibur. Kasih sayang terpancar pada wajah, sikap dan tutur katanya. Bagi orang beriman, kasih sayang dalam pergaulan memberi hiburan yang sangat bernilai. Dia menyayangi dan disayangi. Sebaliknya, manusia yang tidak mendapat hiburan sejati menjadi seorang pemarah, pendendam dan emosional. Mereka tidak terhibur dan tidak dapat menghibur. Dalam pergaulan, mereka selalu menyakiti orang lain karena mereka mencoba mendapatkan 'hiburan' dengan melepaskan keresahan yang ada dalam hatinya.

4. Menerima ketentuan hidup dari Allah.

Orang mukmin juga merasa terhibur dengan warna kehidupan yang diberikan Allah. Hatinya senantiasa bersangka baik dengan Allah. Hal itu yang membuatnya tidak pernah merasa resah. Bila diberi nikmat, mereka terhibur lalu mereka bersyukur. Diberi kesusahan mereka juga terhibur lalu mereka bersabar. Bila sakit, terasa diberi kesempatan untuk mendapat ampunan. Hanya badan yang sakit, tetapi hati tetap kuat dan sehat untuk mengingat Allah. Bila sehat, terasa diberi rahmat.

5. Melihat dan merenungi ciptaan Allah.

Orang yang beriman juga akan terhibur dengan melihat alam ciptaan Allah. Timbul rasa tenang, gembira dan bahagia melihat pantai-pantai yang bersih, bukit yang menghijau, laut yang berombak dan sebagainya. Melihat, mendengar dan berfikir itu sudah cukup untuk merasakan keindahan Penciptanya.

Sebaliknya mereka yang tidak beriman atau lemah imannya memerlukan hiburan luar yang sangat banyak. Walaupun sudah bermacam-macam jenis hiburan yang dinikmati, tetapi hidup masih menjemukan. Mereka tidak pernah puas karena apa yang mereka nikmati hanya hiburan palsu. Jika iman sudah disuburkan di dalam hati, manusia tidak memerlukan hiburan yang banyak seperti sekarang ini. Mereka cukup terhibur dengan membaca al-quran, nasyid, lagu-lagu tanpa musik yang melalaikan, bershalawat dan ibadah-ibadah yang lain. Semua itu sudah cukup untuk memuaskan hati. Namun ini tidaklah berarti orang beriman menolak langsung hiburan-hiburan dari luar diri.

Bagi mereka, hiburan luar itu boleh saja untuk lebih menyuburkan lagi hiburan dari dalam diri, yakni iman, dengan syarat ia mematuhi syariat. Alunan ayat suci al-Quran, nasyid yang mengagungkan Allah, shalawat yang memuji nabi, puisi yang menghaluskan rasa kehambaan kepada Allah, pasti akan semakin menyuburkan iman, sumber hiburan utama di dalam hati orang yang beriman.

Inilah garis pemisah antara hiburan sejati yang dinikmati oleh orang beriman dengan hiburan palsu yang melalaikan orang yang tidak beriman. Inilah hakikat yang masih belum tersurat di mata masyarakat. Masih banyak yang menganggap, jika Islam diterapkan, maka kehidupan akan berubah menjadi suram dan murung. Tidak ada keceriaannya karena mereka beranggapan bahwa Islam menolak hiburan. Tetapi kini, hal itu sudah terjawab bahwa Allah swt telah menyediakan satu hiburan sejati kepada para hamba-Nya.Hiburan yang dapat dirasakan di dunia lagi sebelum hamba-Nya menikmati hiburan yang hakiki di akhirat.

sumber; dudung.net

SAKIT

seminggu sudah
jiwaku resah
hati pun pilu belum berlalu
sungguh,
lara, nestapa...
aku tak sanggup menatap mu
terbaring lemah
dengan mata kecut pandangi langit-langit kamar
dan jarum suntik

seminggu sudah
jiwa ku gundah
hati sedih mata basah...
(memandang tubuh cekingmu
adalah bukan kebiasaanku selama 38 tahun)

Ibu,
teriring do'a selalu untukmu
agar engkau segera sembuh

Kota Juang, 20 Oktober 2011 karya mukhlis abi fildza
(untuk ibu tercinta)

Minggu, 09 Oktober 2011

BUNGA LUKISAN

laksana indah kelopak bunga
warnanya cerah tenteramkan mata
harumnya tebar pesona
jadikan undangan tumbuhkan asa

jiwamu tenang
seperti bulan
mengintip pelan malam purnama
jadikan mimpi memagut rasa

perangaimu lembut
kayak lukisan
hati tak bosan sambut ceria

dalamnya laut
bukan alasan
takut menyelam raih permata

wahai,
angin sepoi sore...
izinkan aku menjaga taman
sampai usia senja

kota juang, 9 Oktober 2011 karya mukhlis abi fildza.

NODA

apa yang mesti ku baca
pada raut wajahmu yang bening...?
selain kebodohanku,
yang telah khianati kesucian cinta kita

kini saatnya melangkah pergi
menjauh,
dari cinta yang bukan aku punya
sebelum noda itu membunuhku
dan
merusak jiwa membabi buta

kota juang, 9 Okotober 2011 karya mukhlis abi fildza,
(sebuah refleksi untuk sahabat yang mencoba bermain-main dengan cinta---yang lain)

"PERSAHABATAN"

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia? menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam? persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika? kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

by Kahlil Gibran

RASULULLAH S.A.W & PENGEMIS BUTA

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata:

“Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya.”

Namun setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Rasulullah SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha (salah satu istri Rasulullah SAW). Beliau bertanya kepada anaknya,

“Anakku adakah sunnah kekasihku (Muhammad) yang belum aku kerjakan?”.

Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya,

“Wahai Ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”.

“Apakah itu?”, tanya Abu Bakar r.a.

“Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.

Sebagaimana kita ketahui bersama Abu Bakar r.a adalah sebagai Amirul Mu’minin (Khalifah/Raja/Presiden seluruh ummat Islam pada waktu itu.

Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak,

“Siapakah kamu?”.

Abu Bakar r.a menjawab,

“Aku orang yang biasa”.

“Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu,

“Ketika ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku dengan lembut”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,

“Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a. ia pun ikut menangis, kemudian berkata,

“Benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…”

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya mengucapkan “Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh..” dihadapan Abu Bakar r.a.

SHADAQAH (SEDEKAH) YANG PALING UTAMA

Shadaqah adalah baik seluruhnya, namun antara satu dengan yang lain berbeda keutamaan dan nilainya, tergantung kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan proyek atau sasaran shadaqah tersebut. Di antara shadaqah yang utama menurut Islam adalah sebagai berikut:

1. Shadaqah Sirriyah

Yaitu shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Shadaqah ini sangat utama karena lebih medekati ikhlas dan selamat dari sifat pamer. Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:271)

Yang perlu kita perhatikan di dalam ayat di atas adalah, bahwa yang utama untuk disembunyikan terbatas pada shadaqah kepada fakir miskin secara khusus. Hal ini dikarenakan ada banyak jenis shadaqah yang mau tidak mau harus tampak, seperti membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan lain sebagainya.

Di antara hikmah menyembunyikan shadaqah kepada fakir miskin adalah untuk menutup aib saudara yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah, bahwa dia orang papa yang tak punya sesuatu apa pun.Ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam ihsan terhadap orang fakir.

Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alihi wasallam memuji shadaqah sirriyah ini, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk dalam tujuh golongan yang dinaungi Allah nanti pada hari Kiamat. (Thariqul Hijratain)

2. Shadaqah Dalam Kondisi Sehat

Bersedekah dalam kondisi sehat dan kuat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan tipis harapan kesembuhannya. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Shadaqah yang paling utama adalah engkau bershadaqah ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian." (HR.al-Bukhari dan Muslim)

3. Shadaqah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. 2:219)

Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Tidak ada shadaqah kecuali setelah kebutuhan (wajib) terpenuhi." Dan dalam riwayat yang lain, "Sebaik-baik shadaqah adalah jika kebutuhan yang wajib terpenuhi." (Kedua riwayat ada dalam al-Bukhari)

4. Shadaqah dengan Kemampuan Maksimal

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alihi wasallam,
"Shadaqah yang paling utama adalah (infak) maksimal orang yang tak punya. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu." (HR. Abu Dawud)

Beliau juga bersabda,
"Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham." Para sahabat bertanya," Bagaimana itu (wahai Rasululullah)? Beliau menjawab, "Ada seseorang yang hanya mempunyai dua dirham lalu dia bersedakah dengan salah satu dari dua dirham itu. Dan ada seseorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya." (HR. an-Nasai, Shahihul Jami')

Al-Imam al-Baghawi rahimahullah berkata, "Hendaknya seseorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan untuk dirinya kecukupan karena khawatir terhadap fitnah fakir. Sebab boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan infak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Shadaqah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasululllah shallallahu ‘alihi wasallam tidak mengingkari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuyang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga beliau tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Nabi khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak hutang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar hutang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meski sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan juga itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin.” (Syarhus Sunnah)

5. Menafkahi Anak Istri

Berkenaan dengan ini Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Seseorang apabila menafkahi keluarganya dengan mengharapkan pahalanya maka dia mendapatkan pahala sedekah." ( HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda,
"Ada empat dinar; Satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar engkau berikan untuk memerdekakan budak, satu dinar engkau infakkan fi sabilillah, satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu. Dinar yang paling utama adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu." (HR. Muslim).

6. Bersedekah Kepada Kerabat

Diriwayatkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha'. Ketika turun ayat,
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai." (QS. 3:92)

Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah dan mengatakan bahwa Bairuha' diserahkan kepada beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak beliau. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam menyarankan agar ia dibagikan kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi tersebut dan membaginya untuk kerabat dan keponakannya.(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alihi wasallam juga bersabda,
"Bersedakah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat maka ada dua (kebaikan), sedekah dan silaturrahim." (HR. Ahmad, an-Nasa'i, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan, adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok, yaitu:

Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,
”(Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” (QS. 90:13-16)
Kerabat yang memendam permusuhan, sebagaimana sabda Nabi,
"Shadaqah yang paling utama adalah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzai, Shahihul jami')

7. Bersedekah Kepada Tetangga

Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam surat an-Nisa' ayat 36, di antaranya berisikan perintah agar berbuat baik kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. Dan Nabi juga telah bersabda memberikan wasiat kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,
"Jika engkau memasak sop maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu." (HR. Muslim)

8. Bersedekah Kepada Teman di Jalan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang untuk keluarganya, dinar yang dinafkahkan seseorang untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang diinfakkan seseorang kepada temannya fi sabilillah Azza wa Jalla." (HR. Muslim)

9. Berinfak Untuk Perjuangan (Jihad) di Jalam Allah

Amat banyak firman Allah subhanahu wata’ala yang menjelaskan masalah ini, di antaranya,
“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah.” (QS. 9:41)

Dan juga firman Allah subhanahu wata’ala,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. 49:15)

Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Barang siapa mempersiapkan (membekali dan mempersenjatai) seorang yang berperang maka dia telah ikut berperang." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Namun perlu diketahui bahwa bersedekah untuk kepentingan jihad yang utama adalah dalam waktu yang memang dibutuhkan dan mendesak, sebagaimana yang terjadi pada sebagian negri kaum Muslimin. Ada pun dalam kondisi mencukupi dan kaum Muslimin dalam kemenangan maka itu juga baik akan tetapi tidak seutama dibanding kondisi yang pertama.

10. Shadaqah Jariyah

Yaitu shadaqah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaat dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim).

Di antara yang termasuk proyek shadaqah jariyah adalah pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih dan proyek-proyek lain yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sumber: Buletin “Ash-Shadaqah fadhailuha wa anwa’uha”, Ali bin Muhammad al-Dihami.

Senin, 27 Juni 2011

SETIA

terima kasih, kekasih
perahu telah tertambat utuh
semoga dermaga tetap kokoh
dalam genggaman ombak
buih laut adalah semangat
memelihara cinta
sampai umur kita renta

kota juang, 27 Juni 2011 karya mukhlis abi fildza.
NB: saya persembahkan khusus isteri tercinta

Minggu, 19 Juni 2011

SESAL3

dalam keremangan sepi
hatiku lunglai sudah
tak sanggup menatap diri
dan aku malu...
bahwa
masih belum sepenuhnya
dalam keagunganMu
(bimbinglah hati kami ya Rabbi)

bireuen, 19 Juni 2011 karya mukhlis abi fildza

Sabtu, 04 Juni 2011

PERPISAHAN

kita hentikan langkah dan berpaling
tiada lagi saling memberi
apalagi saling memberi rasa
langit bukan lagi milik bersama
malam lewat tanpa mimpi
cita-cita ku terkubur sudah
tinggalkan luka dihati
mengiringi hari-hari sepi

Banda Aceh, September 1990 karya Idrus K.Rani

"PUTUS"

malam ini kita lalui dengan sepi
tanpa pelita, tanpa hati
angin berlalu tanpa bekas
saat asa dan rindu
kita penggal begitu saja

mengapa...?
mengapa sebuah babak kita lepaskan
dengan hati sangar.
apa salah ku?
apa salah mu?
padahal kita memimpikan
sebuah mahligai nan indah
penuh warna...!

Banda Aceh, 23 Agustus 1992 karya mukhlis abi fildza.

LEUBU

masih terkenang
sawah luas pematang tanah
tempat aku bermain
dan menangkap belalang

masih terasa
senyum ikhlas warga yang ramah
terus saja tebarkan cinta
dan saling berbagi

disini lah
asa ku genggam,
rebut langkah torehkan sejarah
raih cita anak kampung

Leubu, 3 Juni 2011 karya mukhlis abi fildza.

NB: LEUBU adalah sebuah kampung di Kecamatan Makmur, Bireuen, tempat aku
menghabiskan masa kecil, bermain sambil belajar.
sesekali pulang kampung, terasa seperti kembali ke masa kecil.... amboiiiiii....

Rabu, 01 Juni 2011

MENGAPA MEROKOK DILARANG?

Mengharamkan rokok adalah suatu keputusan besar yang berdampak besar pula. Dampak manfaat sangat besar bila hal tersebut terlaksana dengan baik karena lebih mangutamakan manfaat daripada mudharatnya. Untuk menentukan keputusan yang besar itu para ulama harus mempertimbangkan banyak dalil dalam agama islam dan digabungkan dengan informasi dan data kesehatan tentang bahaya dan mudharatnya merokok baik untuk diri sendiri dan orang lain di sekitarnya. Keputusan besar tersebut pasti akan menimbulkan kontroversi yang sangat besar pula mengingat, kenikmatan rokok tersebut sulit untuk dihilangkan. Bagi kelompok pendukung haram rokok pasti akan mahfum karena demkian ganasnya bahaya rokok bagi umat manusia. Bagi penentangnya banyak faktor yang menjadi alasan karena selain sulit menghilangkan rokok, alasan klasik ruginya menutup pabrik rokok, alasan dalil agama dan berbagai alasan yang perlu perdebatan lama. Sedangkan data ilmiah kerugian merokok sudah nyata mengganggu perokok dan manusia di sekitarnya. Tetapi yang pasti berbagai ulama di berbagai negara Islam dunia sudah mulai mengharamkan rokok bagi umatnya.

Meski tidak ada ayat Alquran, hadits Nabi Muhammad SAW dan pendapat ulama empat mazhab yang menyatakan rokok sebagai barang haram, ulama Quraish Shihab punya alasan yang menguatkan pendapatnya bahwa rokok cenderung haram. Rokok, menurut Quraish, memiliki dampak yang teramat buruk untuk kesehatan dan hal itu tidak sesuai dengan tujuan keberagamaan. Padahal tujuan keberagamaan adalah memelihara kesehatan, akal, harta benda, dan kehormatan. “Hukum Islam bisa ditetapkan sesuai zaman. Kalau ada yang dampaknya buruk, jelas dilarang. Jika tidak terlalu, istilahnya makruh atau tidak disenangi,” kata dia.

Dalam perkembangan dewasa ini, kata dia, sudah banyak pakar dan dokter yang menyatakan, merokok bisa mengganggu kesehatan. “Bahkan perusahaan-perusahaan rokok pun mengakuinya. Kalau tidak tentu tidak akan dibuat pernyataan di (kemasan) rokok,” kata dia. Selain itu, rokok menyebabkan pemborosan. Biaya untuk mengobati penyakit yang diakibatkan rokok jauh lebih besar dibandingkan keuntungan pajak yang diperoleh pemerintah. Merokok, juga mengantarkan orang pada kecanduan dan agama tidak merestui adanya kecanduan. “Berdasarkan pertimbangan itulah ulama kontemporer banyak yang menyatakan merokok haram. Saya sendiri menilai cenderung haram. Hanya pemborosan, menyebabkan penyakit, dan itu diakui sendiri oleh pabrik rokok,” ujarnya. Karena itu, sudah saatnya pemerintah menggiatkan kembali kampanye anti rokok yang melibatkan semua pihak. “Media harus terlibat, ulama terlibat, pemerintah juga,” kata dia. Selain itu, aturan merokok juga harus makin diperketat. “Sanksi juga harus diperketat, selama ini tidak terlalu tegas,” kata Quraish. Ulama-ulama kontemporer telah jauh-jauh hari menilai rokok sebagai barang haram. Imam terbesar Al-Azhar Mesir pada tahun 1960-an, Syaikh Mahmud Syaltut menilai pendapat yang menyatakan bahwa merokok adalah makruh bahkan haram, lebih dekat pada kebenaran dan lebih kuat argumentasinya. Syaikh Muhammad Al-Kuttani menyebut 17 dalil/alasan tentang keharaman merokok.

Bahaya Rokok bagi kesehatan

Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun dan bahan-bahan yang dapat menimbulkan kanker (karsinogen). Bahkan bahan berbahaya dan racun dalam rokok tidak hanya mengakibatkan gangguan kesehatan pada orang yang merokok, namun juga kepada orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok yang sebagian besar adalah bayi, anak-anak dan ibu-ibu yang terpaksa menjadi perokok pasif oleh karena ayah atau suami mereka merokok di rumah. Padahal perokok pasif mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru dan penyakit jantung ishkemia. Sedangkan pada janin, bayi dan anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita kejadian berat badan lahir rendah, bronchitis dan pneumonia, infeksi rongga telinga dan asthma.

Mengingat besarnya masalah rokok, seluruh masyarakat bersama pemerintah harus elalu berupaya menjalankan cara-cara penanggulangan rokok secara sistematis dan terus menerus yaitu meningkatkan penyuluhan dan pemberian informasi kepada masyarakat, memperluas dan mengefektifkan kawasan bebas rokok, secara bertahap mengurangi iklan dan promosi rokok, mengefektifkan fungsi label, menggunakan mekanisme harga dan cukai untuk menurunkan demand merokok dan memperbaiki hukum dan perundang-undangan tentang penanggulangan masalah rokok. Menurut Menkes, kemiskinan dan merokok terutama bagi penduduk miskin merupakan dua hal yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Seseorang yang membakar rokok tiap hari berarti telah kehilangan kesempatan untuk membelikan susu atau makanan lain yang bergizi bagi anak dan keluarganya. Akibat dari itu anaknya tidak dapat tumbuh dengan baik dan kecerdasanya juga tidak cukup berkembang, sehingga kapasitasnya untuk hidup lebih baik di usia dewasa menjadi sangat terbatas. Selain itu, kemungkinan besar sang ayah juga meninggal oleh karena penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok. Demikian seterusnya, sehingga merokok dan kemiskinan merupakan sebuah lingkaran setan.Menkes menambahkan, kebiasaan merokok di Indonesia cenderung meningkat. Berdasarkan data Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) penduduk Indonesia usia dewasa yang mempunyai kebiasaan merokok sebanyak 31,6%. Dengan besarnya jumlah dan tingginya presentase penduduk yang mempunyai kebiasaan merokok, Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi kelima di dunia dengan jumlah rokok yang dikonsumsi (dibakar) pada tahun 2002 sebanyak 182 milyar batang rokok setiap tahunnya setelah Republik Rakyat China (1.697.291milyar), Amerika Serikat (463,504 milyar), Rusia (375.000 milyar) dan Jepang (299.085 milyar). Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dr. Frits Reijsenbach de Haan menyatakan, masyarakat miskin adalah kelompok masyarakat yang paling menjadi korban dari industri tembakau karena menggunakan penghasilannya untuk membeli sesuatu (rokok) yang justru membahayakan kesehatan mereka.

Dalam laporan yang baru saja dikeluarkan WHO berjudul “Tobacco and Poverty : A Vicious Cycle atau Tembakau dan Kemiskinan : Sebuah Lingkaran Setan” dalam rangka peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei 2004, membuktikan bahwa perokok yang paling banyak adalah kelompok masyarakat miskin. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, jumlah perokok terbanyak berasal dari kelompok masyarakat bawah. Mereka pula yang memiliki beban ekonomi dan kesehatan yang terberat akibat kecanduan rokok. Dari sekitar 1,3 milyar perokok di seluruh dunia, 84% diantaranya di negara-negara berkembang.

Hasil penelitian itu juga menemukan bahwa jumlah perokok terbanyak di Madras India justru berasal dari kelompok masyarakat buta huruf. Kemudian riset lain membuktikan bahwa kelompok masyarakat termiskin di Bangladesh menghabiskan hampir 10 kali lipat penghasilannya untuk tembakau dibandingkan untuk kebutuhan pendidikan. Lalu penelitian di 3 provinsi Vietnam menemukan, perokok menghabiskan 3,6 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan untuk pendidikan, 2,5 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan dengan pakaian dan 1,9 kali lebih banyak untuk tembakau dibandingkan untuk biaya kesehatan. Menurut WHO, merokok akan menciptakan beban ganda, karena merokok akan menganggu kesehatan sehingga lebih banyak biaya harus dikeluarkan untuk mengobati penyakitnya. Disamping itu meropok juga menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk membeli makanan yang bergizi.

Untuk menghentikan kebiasaan merokok Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana mengeluarkan fatwa larangan merokok. Fatwa haram merokok yang akan diberlakukan secara nasional ini saat masih dalam pembahasan intensif di kalangan ulama. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas soal kemungkinan dikeluarkannya fatwa haram atas merokok. Disela menerima Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Ikatan Ahli Kesehatan, Amidhan mengatakan fatwa haram ini sebenarnya bukan hal baru bagi MUI. Namun ketetapannya masih akan dibicarakan dengan sejumlah ulama. Sementara itu Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Ikatan Ahli Kesehatan mendesak MUI segera menetapkan fatwa haram bagi rokok. Komnas akan memastikan lintingan rokok yang diproduksi dari tembakau menganggu kesehatan. Maka dengan ditetapkannya fatwa haram rokok ini tentunya diharapkan dapat menekan angka perokok di kalangan anak-anak.

MUI DAN PP Muhamadiyah Mengharamkan Rokok

Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa haram merokok. Ini didukung kemudian dengan fatwa sama yang dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majlis Tarjih dan Tajdid. “Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan,” jelas Pimpinan PP Muhammadiyah Bidang Tarjih Yunahar Ilyas di Jakarta, Rabu (10/3), mengenai latar belakang lahirnya fatwa itu. Saat ini kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok rendah. Begitu pula perihal larangan merokok di tempat umum. Dari sinilah lahir Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara

Sementara MUI berpendapat fatwa haram merokok tak harus diberlakukan seketika. “Al Quran ketika mengharamkan sesuatu yang sudah membudaya dalam masyarakat, itu ditempuh cara yang bertahap,” kata Wakil Ketua Fatwa MUI Ali Mustafa Ya`qub. Ketika masih menjadi pro dan kontra, ada satu yang sudah pasti menolak. Yakni industri rokok dan buruhnya. Sebagai salah satu negara penghasil tembakau, ribuan buruh menggantungkan hidupnya dari rokok. Ini diiringi dengan meningkatnya perokok Indonesia dari tahun ke tahun

Mengapa Rokok Haram

Berbagai dalil menunjukkan mengapa rokok haram karena merusak diri sendiri dan orang lain:

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al Baqarah:195]
Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.” [Al ‘Ankabuut:36]
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya” [Al A’raaf:56]
“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan” [Asy Syu’araa:183]
Dari Sa’id Sa’d bin Malik bin ra, bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Dilarang segala yang berbahaya dan menimpakan bahaya.” (Hadits hasan diriwayatkan Ibnu Majah, Daruquthni, dan Malik dalam Al-Muwatha’)
Allah dan Rasulnya menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan semua yang buruk: “Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” [Al A’raaf:157]
Sering orang merokok di tempat umum sehingga mengganggu orang lain. Bau dan asap rokok mengganggu orang lain. Ini adalah dosa besar. Jangankan rokok yang haram, orang yang makan bawang putih yang halal karena baunya mengganggu dilarang masuk ke dalam masjid:
Ibnu Umar ra. berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. dalam perang Khaibar pernah bersabda: Barang siapa makan buah ini (bawang putih), maka janganlah ia memasuki mesjid. (Shahih Muslim No.870)
Anas ra.: Bahwa Dia pernah ditanya tentang bawang putih. Anas menjawab: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda: Barang siapa yang makan pohon ini (bawang putih), maka janganlah ia dekat-dekat kami dan jangan ia ikut salat bersama kami. (Shahih Muslim No.872)
Jabir ra. berkata: Rasulullah saw. melarang makan bawang merah dan bawang bakung. Suatu saat kami butuh sekali sehingga kami memakannya. Beliau bersabda: Barang siapa yang makan pohon tidak sedap ini, janganlah ia mendekati mesjid kami. Sesungguhnya para malaikat akan merasa sakit (karena aromanya) seperti halnya manusia. (Shahih Muslim No.874)
Rokok haram karena merupakan pemborosan. Jika sebungkus rokok Rp 8.000, maka sebulan orang tersebut harus mengeluarkan Rp 240 ribu untuk hal yang justru merusak dirinya sendiri dan orang lain. Padahal uang tersebut bisa digunakan untuk menyekolahkan 2 orang anaknya. Allah melarang sifat boros yang merusak seperti itu: ”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]

Merokok haram karena bukan hanya tidak berguna, tapi justru merusak:
Abu Hurairoh ra berkata: “Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya) Kalau mengerjakan hal yang tidak berguna saja berarti ke-Islamannya tidak baik, apalagi orang yang mengerjakan hal yang merusak. Orang yang merokok paling tidak menghabiskan 10 menit untuk setiap batang rokok yang dia hisap. Jadi kalau 12 batang sehari, dia menghabiskan 120 menit setiap hari untuk hal-hal yang merusak. Mayoritas ulama berpendapat jika tidak makruh, maka rokok itu adalah haram. Oleh sebab itu, sudah saatnya ummat Islam meninggalkan rokok. Tidak pantas ummat Islam menghamburkan uang untuk sesuatu yang merusak dirinya dan dibenci oleh Allah SWT.
MUI harus mengeluarkan Fatwa Haram Merokok. Apalagi ulama di Saudi, Malaysia, dan Iran sudah mengharamkannya.
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Al Baqarah:195]
Ternyata penelitian membuktikan perokok pasif (istri, anak, dan orang yang berada dekat perokok) justru mendapat bahaya lebih banyak. Kenapa? Karena para perokok tidak menghirup asap rokoknya. Tapi menghembuskan asap rokoknya sehingga terhisap orang lain (perokok pasif) “Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan” [Asy Syu’araa:183]
Dari Sa’id Sa’d bin Malik bin ra, bahwa Rasululloh SAW bersabda, “Dilarang segala yang berbahaya dan menimpakan bahaya.” (Hadits hasan diriwayatkan Ibnu Majah, Daruquthni, dan Malik dalam Al-Muwatha’)
Merokok haram karena selain membahayakan diri dan orang lain juga merupakan pemborosan. Allah menyebut pemboros sebagai saudara syaitan ”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]
Merokok haram karena bukan hanya tidak berguna, tapi justru merusak: Abu Hurairoh ra berkata: “Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)
Jika pabrik rokok ditutup kan para buruh akan menganggur? Pemerintah harus mengantisipasi hal ini. Diperkirakan ada sekitar 400 ribu buruh rokok di Indonesia yang menghidupi 1,6 juta orang (0,7%). Pemerintah harus menyediakan anggaran untuk memberi buruh tersebut modal berupa lahan untuk bertani/beternak, uang untuk usaha, atau pabrik untuk bekerja. Jika tiap buruh dapat bantuan Rp 50 juta, maka harus dianggarkan Rp 20 trilyun berupa pinjaman lunak tanpa agunan agar tidak terjadi gejolak. Dengan menaikan cukai rokok sebesar 100% setahun sebelum penutupan pabrik (ini jika pabrik ditutup). Dari sini bisa didapat sekitar Rp 70 Trilyun. Uang Rp 184 trilyun/tahun yang biasa dibelanjakan untuk rokok tetap akan ada. Bahkan dengan tidak merokok, kesehatan dan produktivitas orang tersebut bisa meningkat sehingga dia bisa mendapat lebih misalnya Rp 250 trilyun/tahun. Uang tersebut bisa dia belikan susu, makanan, biaya berobat, dan sekolah bagi anaknya. Industri rokok memang tutup, tapi industri lain seperti peternakan susu, pabrik susu, pedagang susu, klinik kesehatan, sekolah akan berkembang dan menyerap tenaga kerja baru. Toh sebelum ada pabrik rokok orang juga tetap bisa hidup dan bekerja.
Tidak usah takut dengan mengharamkan rokok maka karyawan pabrik rokok akan dirugukan. Kalau argumen ini diterima, maka minuman keras dan narkoba juga jangan diharamkan karena banyak orang bisa bekerja di pabrik minuman keras/narkoba atau jadi pedagang minuman keras/narkoba. Tapi karena berbahaya, pemerintah melarang narkoba. Meski banyak menyerap pekerja, toh Nabi Muhammad tidak ragu-ragu menyampaikan bahwa babi dan minuman keras itu haram kepada ummatnya. Begitu mendengar fatwa ummat Islam segera menumpahkan arak yang ada di rumah-rumah ke jalan sehingga ketika itu jalan jadi berbau arak. Sesuatu yang merusak meski ada manfaatnya haram jika kerusakannya lebih besar dari manfaatnya. ”Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya…” [Al Baqarah:219]

Mengapa Dahulu Para Ulama hanya memakruhkan dan tidak mengharamkan rokok

Dulu teknologi kesehatan belum semaju sekarang dan belum menemukan bukti kuat bahwa rokok mengganggu kesehatan. Rokok dianggap tidak berbahaya dan hanya sekedar mubazir. Oleh karena itu mayoritas ulama hanya memakruhkannya saja.
Sekarang para ilmuwan sudah membuktikan rokok berbahaya dan menyebabkan lebih dari 400 ribu orang meninggal tiap tahun di Indonesia sehingga di bungkus rokok ditempel label bahaya itu. Oleh karena itu sudah selayaknya para ulama Indonesia menetapkan rokok sebagai barang haram. Apalagi Majelis Ulama di Arab Saudi, Iran, dan Malaysia telah menetapkan bahwa rokok itu haram.
Merokok tidak haram karena tidak ada dalil yang mengatakan rokok itu haram. Memang saat itu tidak ada dalilnya karena Nabi Muhammad hidup pada tahun 600-an masehi sementara rokok baru dikenal tahun 1500-an ketika bangsa Eropa melihat penduduk asli Amerika menghisap tembakau yang dibakar dalam pipa. Hingga tahun 1940-an manusia menganggap rokok tidak berbahaya. Tahun 1962 pemerintah AS menunjuk 10 ilmuwan terkemuka untuk meneliti bahaya rokok. Tahun 1964 kesimpulannya dimuat di Laporan Surgeon General yang menyatakan bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan dan meminta pemerintah melakukan tindakan. Pada tahun 1965 penggunaan rokok turun 40% sejak diterbitkannya laporan tersebut (MS Encarta). Rokok mengandung 4000 zat kimia di mana 43 di antaranya merupakan penyebab kanker. 90% kanker paru-paru disebabkan oleh merokok sementara sisanya merupakan perokok pasif. Sekitar 442 ribu orang di AS tewas setiap tahun karena merokok. Rokok menyebabkan kanker paru2, tenggorokan, kandung kemih, ginjal, dsb. Di bungkus rokok jelas disebut bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan kesehatan janin, dan impotensi.
Segala yang berbahaya meski namanya tidak disebut dalam Al Qur’an dan Hadits tetap haram karena Nabi sudah mengatakan: “Dilarang segala yang berbahaya dan menimpakan bahaya.” (Hadits hasan diriwayatkan Ibnu Majah, Daruquthni, dan Malik dalam Al-Muwatha’)
Di AS iklan rokok sudah dilarang tampil di TV-TV dan Radio. Orang-orang dilarang merokok di kantor-kantor pemerintah dan gedung-gedung di mana ada anak-anak (misalnya sekolah).
Jika Rokok haram, kenapa sebagian ulama merokok? Rokok sebagaimana narkoba memang menyebabkan pemakainya ketagihan sehingga sulit untuk berhenti. Tidak sepantasnya ulama yang merupakan pewaris Nabi melakukan perbuatan yang dibenci Allah atau haram. Tidak pantas juga ulama membiarkan para santrinya yang masih tingkat Ibtida’iyah (SD), Tsanawiyah (SMP) atau ’Aliyah (SMU) untuk merokok. Ulama sebagai teladan masyarakat harusnya memberi contoh ummatnya dengan mengerjakan hal yang wajib atau sunnah. Bukan justru rajin mengerjakan hal yang makruh atau dibenci Allah. Apalagi jika haram. Ummat Islam termasuk ulama harus meninggalkan hal yang syubhat/tidak jelas.
An-Nu’man bin Basyir berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.’” (HR. Bukhori) Dari dalil-dalil di atas, sebagaimana Narkoba, maka rokok sama haramnya. Jangan takut miskin dan tawakkallah kepada Allah SWT

Fatwa merokok itu HARAM:

Muzakarah Jawatan kuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Hal Ehwan Islam Malaysia kali ke 37 yang bersidang pada 23 Mac 1995 di Kuala Lumpur.
Fatwa yang termasyur di seluruh dunia iaitu Al-Marhum Mufti Saudi, Syeikh Abdul Aziz bin Baaz
Fatwa Al-Azhar terdahulu iaitu Syeikh Abdullah Al-Masyd (Ketua Lembaga Fatwa Azhar), Dr. Ahmad ‘Umar Hashim’ (Naib Canselor Al-Azhar) dan lain lain.

Ulama yang menganggap merokok itu haram:

Dr. Yusof al-Qardhawi lebih cenderung kepada hukum haram merokok..
Para ulama Hijaz juga cenderung kepada hukum haram merokok.
Syeikh Mahmud Syaltut cenderung kepada hukum haram merokok.

sumber; http://thetruthislamicreligion.wordpress.com/

SEPI

Sepi...
Sepi laksana mimpi,
Memuntahkan dosa-dosa
dalam hening
Adakah malamMu masih tersisa?
Untuk hamba
agar segera dapat bertahajud

Sepi...
Adakah angin tidak lagi saling menyapa
Sehingga malam menjadi asing dan gelap
Siapakah yang akan Izrail datangi?
Menjemput ajal

Sepi...
Bukan berarti sendiri,
mari lanjutkan dzikir
dan
meraih keridhaan dari Mu...

kota juang, 28 Mei 2011 jam 00.47 karya mukhlis abi fildza

Selasa, 31 Mei 2011

SECERAH PAGI MENANTI HARI

Segelas kopi, sepotong timphan
mentari pagi cerahkan hari,
adalah waktu menanti diri...
saat almanak kian dekatkan aku
pada angka tiga delapan

adakah umur berguna sudah
ciptakan selaksa asa
bagi masa depan...?
atau umur berlalu begitu saja,
laksana angin berembus tanpa pesan
atau
seperti fatamorgana,
memberi mimpi tanpa arti...
(semoga ini bukan mimpi buruk)

segelas kopi di pagi ini,
kabarkan sukacita
seorang anak manusia tetap tegar
dalam jalanNya....
semoga......
(ampuni hamba ya Rabbi, atas kekurangan
selama tiga puluh tujuh tahun)

Cafe 88 bireuen, 31 Mei 2011 karya mukhlis abi fildza.
(refleksi umur saya)

Senin, 11 April 2011

JAGALAH ANAK DARI PERGAULAN

Melihat fenomena pergaulan remaja sekarang sungguh sangat mengkhawatirkan. Banyak diantara remaja yang salah pergaulan. Kita bisa dengan gampang melihat fenomena itu, tanpa perlu harus kita amati dengan sebuah pengamatan yang sangat serius. Di jalan-jalan sepanjang kota Bireuen dan sekitarnya, kita sudah terbiasa disuguhkan pergaulan tanpa norma yang diperankan oleh remaja kita. Sungguh sangat ironis, dengan prediket bahwa Provinsi Aceh adalah provinsi yang menerapkan Syariat Islam sebagai landasannya.

Pergaulan nyata yang kita lihat, dapat dibuktikan dengan berita-berita di media setiap harinya. Kalau kita mau baca media lokal semacam Serambi Indonesia atau Prohaba, ataupun Metro Aceh, dengan vulgar disuguhkan kejadian-kejadian "aneh" yang terjadi pada generasi muda kita.

Apakah saya sangat pesimis dan tidak percaya pada generasi muda kita? Kalau iya, jangan salahkan saya, karena saya hanya menyampaikan apa yang saya lihat. Untuk membenahi itu semua, marilah kita bersatu padu. Mulailah kita mendidik anak kita dengan ajaran agama dengan baik, di rumah masing-masing. Jangan lupa! Didiklah dengan memberi contoh teladan. Setelah itu, barangkali kita juga harus memperhatikan, dimana seharusnya kita menyekolahkannya. Selanjutnya kita harus menjaga pergaulannya... Jangan biarkan anak kita bergaul dengan sembarang teman. Mudah-mudahan dengan begitu ia akan menjadi anak remaja yang shalih atau shalihah, menjadi kebanggaan bagi orangtua maupun kebanggaan bagi lingkugannya.

Tiba saatnya dia beranjak dewasa, saatnya kita "mengamati" siapa calon pasangan hidupnya. Tentu saja kita tidak ingin anak kita, baik laki-laki maupun perempuan, memperoleh jodoh yang tidak baik. Maksudnya adalah baik dari sisi akhlaknya, baik agamanya, baik keluarganya, dsb seperti tuntunan Islam dalam memilih jodoh...

Untuk itu, jangan biarkan anak anda BERAPACARAN...! karena berpacaran itu tidak ada dalam Islam. Jangan takut dikatakan KOLOT, dengan menjaga pergaulan anak anda. Yakinlah, bahwa anak anda adalah permata yang harus kita jaga..

Apakah anda khawatir anak anda akan memperoleh jodoh yang kurang "sreg" dengan anda, karena pelarangan BERPACARAN...? Jangan khawatir..
Coba perhatikanlah resep yang Allah SWT, sesuai firmannya:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita yang jelek untuk laki-laki yang jelek, lelaki yang jelek untuk wanita yang jelek, begitu pula dengan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.” (QS. An Nur : 26)

Kata para ulama’ : “Balasan itu sejenis dengan amal perbuatannya.”

Akan menjadi sebuah mimpi disiang bolong kalau kita menginginkan menantu seperti Fathimah binti Abdul Malik kalau anak laki-laki kita sendiri tidak bisa menjadi Umar bin Abdul Aziz.

Jangan pula mimpi punya mantu Ali bin Abi Tholib kalau anak perempuan kita tidak menjadi Fathimah binti Muhammad.

Para orangtua sekalian yang saya cintai. Sebagai sesama muslim, tidak salah bila kita saling mengingatkan. Bahwa perlu diingat beberapa hal dalam persoalan yang sedang kita perbincangkan.

Jangan sekali-kali memberi keleluasaan bagi remaja anda untuk memberi alasan. Seringkali dia akan memberi alasan seperti ini;

“Aku berpacaran kan untuk tahap penjajagan, biar saling memahami karakter masing-masing, sehingga tidak akan terjadi penyesalan setelah memasuki maghligai pernikahan, karena bagaimanapun juga kegagalan dalan berpacaran jauh lebih ringan daripada kegagalan dalam pernikahan.”

Jangan sampai dia katakan itu padamu, wahai orangtua yang saya sayangi...! Kalau kalimat itu meluncur dari anak lelaki maupun anak perempuan kita, berarti wibawa kita sebagai orangtua perlu digugat kembali.

Semua yang ia katakan padamu seperti kalimat di atas adalah BOHONG...! Ataukah yang ia lakukan adalah berusaha menjadi baik saat berada dekat sang pacar? Bukankah ini sebuah penipuan kepribadian ??? persis kayak penjual yang takut ditinggal pembeli, yang mana ia harus berusaha untuk tampil lebih baik dari yang sebenarnya.

Lalu apa yang anak kita sisakan nanti kalau memasuki dunia pernikahan, bukankah semuanya sudah dirasakan sekarang, saat pergaulan bebasnya tidak ada yang larang ? saling memadu rasa kasih sayang, mengungkapkan rasa cinta, berjalan bareng, nonton bareng, rekreasi bareng, bahkan mungkin hubungan suami istripun sudah dilakukan.
MENGERIKAN SEKALI...!

Wahai saudaraku seiman, para orangtua yang dirahmati Allah!!! Jangan takut bahwa apa yang kamu lakukan akan dianggap ketinggalan zaman. Jangan pula kamu takut, bahwa laranganmu itu terlalu keras untuk zaman serba canggih ini. Jangan sampai ada dibenakmu bahwa saya mengajak anda berpikiran KOLOT...! Tidak, saudara-saudara saya sekalian. Ajakan saya adalah sesuai dengan perintah agama kita. Tidak keras.
Kalau kita mau, sebenarnya "sangat mudah" mewujudkan generasi yang Qur'ani...

Bukankah Rasulullah SAW bersabda :

“Saya diutus untuk membawa syariat yang lurus dan mudah.” (Bukhari Muslim)

Subhanallah, semoga tulisan ini ada manfaatnya, terutama bagi saya sendiri. Terima kasih bagi teman-teman yang sudi tidak menganggap remeh ajakan saya.

Mukhlis Aminullah, orangtua dari 3 (tiga) akhwat. berdomisili di Pulo Kiton, Bireuen.

MESIN WAKTU

Suara adzan berkumandang di saat pukul 05.00 menandakan waktu shalat shubuh telah masuk, sebagian kaum muslim bergegas bangun untuk melakukan shalat baik itu di rumah atau di masjid, tetapi ada juga masih molor sampai siang hari bahkan sore hari dan belum melakukan aktivitasnya sama sekali karena kesibukannya baru dimulai di malam hari di lokasi remang-remang, atau pada saat kita pulang kantor ke rumah di malam hari dapat dilihat sekelompok anak muda yang nongkrong di pigir jalan sambil bermain gitar sampai larut malam, hal-hal seperti itu dapat kita jumpai setiap malam. Kadang kita bertanya begitu mudahnya orang-orang dan mungkin juga kita termasuk di dalamnya telah menyianyiakan waktu yang terbuang percuma begitu saja dan tidak memberikan magna sama sekali. Hidup ini penuh dengan warna yang di dalamnya penuh dengan tantangan, cobaan, dan godaan dunia dengan segala pernak-perniknya yang membutuhkan sikap yang bijak untuk menjalaninya dan harus dibekali dengan ilmu yang memadai.

"Penderitaan-penderitaan mewarnai hidup anda, tetapi anda yang memilih warnanya." (John Maxwell)

Kita bertanya-tanya dalam hati apakah kehidupan atau waktu yang kita lalui ini sudah kita pergunakan sebaik mungkin atau tidak.? Alangkah ruginya saya di saat menjalani sesuatu yang berharga kemudian di sia-siakan. Orang yang merugi jika diberikan modal tetapi modalnya tidak dipergunakan pada tempatnya atau dihamburkan begitu saja dengan sia-sia. Begitu juga kalau kita diberi modal waktu, kemudian waktu itu di sia-siakan maka kita juga termasuk orang yang merugi. Karena pentingnya waktu itu maka Allah SWT sampai berfirman dengan "bersumpah demi waktu"

"Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan menjalankan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran" (QS. Al-Ashr 1-3)

Yang termasuk orang yang beruntung merupakan orang yang mempergunakan waktunya untuk mencari kebenaran, orang yang mengamalkan kebenaran, orang yang mensyiarkan kebenaran dan orang yang sabar dalam menegakkan kebenaran. Adapun manusia telah diberikan kebebasan untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan, potensi baik dan potensi buruk telah diberikan oleh Allah SWT tinggal memilih mana yang akan dipilih.

Kadang kala jika kita sedang ngobrol atau berbincang-bincang dengan teman-teman, kadang berfikir apakah yang kita bicarakan ini bukan pembicaraan yang sia -sia, apakah hanya cerita-cerita yang bisa menimbulkan dosa saja. ? Mungkin ada juga baiknya kalau bersikap "diam bermanfaat" yang memberikan keutamaan dalam bersikap diam yang merupakan hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa dengan bersikap menahan diri atau diam maka akan menjadi maslahat lebih besar dibanding dengan "berbicara yang tidak bermanfaat", sehingga bebas dari masalah, bebas dari dosa dan bebas dari perkataan yang sia-sia sehingga waktu tidak terbuang percuma begitu saja.

Ada satu hal yang cukup menarik buat kita untuk direnungkan, jika melihat sepasang ayam jantan dan betinanya ada hal-hal tertentu yang bisa kita ambil sebagai bahan pelajaran dari kehidupannya, dimana ayam tersebut begitu pintar mengatur dan memanfaatkan waktunya dengan baik, mengapa di dikatakan demikian.? Lihat saja sekitar menjelang senja hari sudah mengumpulkan dan menuntun anak-anaknya untuk masuk kekandangnya lalu dengan mengepakkan dua sayapnya untuk melindungi anaknya sambil beristirahat, dan menjelang terbit matahari di pagi harinya sudah berkokok yang secara tidak langsung telah membangunkan kita atau orang-orang dan seakan-akan mengisyaratkan kepada kita "hai manusia bergegaslah bangun dari tidurmu dan janganlah kamu bermalas malasan dan bergegaslah agar bersiap-siap berangkat untuk mencari rezeki di atas bumi ini untuk keluargamu sehingga waktumu tidak terbuang dengan percuma"

Sungguh besar Rahmat Allah SWT yang telah memberikan waktu kepada kita secara gratis, tidak usah dibayar dan dicari tapi sudah tersedia. Persis dengan udara yang saya hirup untuk bernapas. Sama dengan penjelasan bahwa Allah SWT telah menurunkan semua rejeki manusia, tinggal bagaimana kita memanfaatkan dengan lebih baik, dan produktif sehingga dapat memberikan kesejahteraan buat kita. Kalau boleh saya ingin berandai-andai, jika kalau saya bertemu dengan Malaikat dan malaikat itu berdialog dengan saya dan mengatakan :

"Hai manusia apakah yang membuat kamu termenung.? sehingga kamu tidak bersemangat sama sekali adakah hal yang mengganggu pikiranmu, yah jawab saya. Apa itu.? Tanya Malaikat, selama ini banyak waktu saya terbuang dengan percuma sehingga saya tidak menghasilkan apa-apa yang saya inginkan. Maukah kamu saya berikan dua penawaran dan kamu harus memilih salah satunya tanya Malaikat, mau jawab saya. Yang mana yang akan kau pilih antara "Mesin Uang" atau "Mesin Waktu" .? mesin waktu jawab saya, mengapa kamu memilih mesin waktu.? Karena dengan mesin penghitung waktu maka saya akan kembali ke masa lampau dengan tujuan agar saya dapat memperbaiki segala hal-hal yang tidak baik menjadi lebih baik sehingga waktu saya dapat menjadi produktif dan menghasilkan kesejahteraan buat saya untuk di dunia maupun di akhirat nanti, tetapi kalau mesin uang hanya memberikan kesejahteraan yang bersifat sementara saja. Malaikat termanggut-manggut, sambil berkata kepada saya : satu hal yang tidak boleh kamu lupakan, kamu juga harus mengetahui dan merencanakan waktumu dengan cara memilah-milah mana yang wajib kamu kerjakan, mana yang sunnah dan mana yang mubah, agar kamu tidak merugi. Saya tertegun mendengarnya sambil menghentikan khayalan saya."

Kalau sang waktu sudah begitu berarti dan bernilai, alasan apa lagi yang bisa untuk menunda melaksanakan atau merealisasikan rencana-rencana akan datang, untuk apa kalau hanya di atas kertas saja.

"Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan dan mencoba lagi dalam suatu cara yang berbeda." (Dale Carnegie)

Hidup ini hanya satu kali dan sebentar saja untuk itu dibutuhkan suatu kesungguhan di dalam meniti karier kehidupan kita, agar menjadi orang yang memiliki penghargaan terhadap waktu yang telah diberikan secara gratis oleh Allah SWT sehingga bisa lebih bermagna untuk dunia dan akhirat kita. Amin

Oleh : Amin / lenteraqalbu.blogspot.com

Ada Sepuluh Alasan Mengatasi Bisikan Iblis

Ada sepuluh cara setidaknya, agar kita bisa menjawab godaan setan yang selalu ingin menjerumuskan kita ke jurang neraka. Cara praktis mengusir iblis dan bala tentaranya itu tertuang nasihat seorang ulama dalam dialog antara manusia dan iblis:

1.Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Anakmu mati," katakan kepadanya : Sesungguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan mdariku(putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku bahagia".

2.Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Hartamu musnah," katakan kepadanya : "Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat."

3.Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorangpun." maka katakan kepadanya : "Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan (Mukhsinin)".

4.Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Betapa banyak kebaikanmu," dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri(Ujub). Maka katakan kepadanya: "Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku".

5.Dan jika ia datang kepadamu dan berkata:"Alangkah banyaknya shalatmu". Maka katakan : "Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku".

6.Dan jika ia datang dan berkata: "Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang". Maka katakan kepadanya: "Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan".

7.Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak orang yang menzalimimu". Maka katakan kepadanya : "Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak".

8.Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak amalmu". Maka katakan kepadanya: "Betapa seringnya aku bermaksiat".

9.Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Minumlah minuman-minuman keras!". Maka katakan : "Saya tidak akan mengerjakan maksiat".

10.Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Mengapa kamu tidak mencintai dunia?". Maka katakan : "Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya".

Mukhlis Aminullah, disarikan dari berbagai sumber.