Rabu, 25 Desember 2013

PELAJARAN DARI BENCANA TSUNAMI

entah!
entah pada siapa lagi Allah harus memberi teguran
kalau tsunami saja tidak menjadi pelajaran
bumi Aceh yang kalian katakan milik para aulia
ternyata kian terpuruk oleh tingkah polah para durjana

semoga peringatan tsunami bukan hanya linangan air mata
sementara kita masih terus berpesta ria dengan dunia
semoga Allah tidak mengirim bencana itu lagi ke rumah kita
setelah itu mari berdo'a...!!
entahlah!

Bireuen, 25 Desember 2013 mukhlis aminullah

“Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash, 28 : 59)

Senin, 23 Desember 2013

PERJANJIAN

waktu kian lusuh
tidak ada yang tahu
kapan perjanjian berakhir
tidak juga dengan firasat
atau dengan mimpi

Bireuen 23 Desember 2013 mukhlis aminullah

HIDUP ADALAH MENUNGGU AJAL

hidup adalah menunggu ajal
laksana menunggu sebuah bis kota
apakah mau menunggu di halte
menunggu di terminal yang berisik, atau
menunggu di pinggir jalan berdebu
manusialah yang memilih opsinya
hidup adalah pilihan

Bireuen 23 Desember 2013 mukhlis aminullah

Minggu, 22 Desember 2013

BERSYUKUR PADA KODRAT

aku teringat dialogku dengan seorang perempuan
"beruntunglah laki-laki" katamu suatu hari
"sebenarnya yang paling beruntung itu perempuan" aku menimpali

kau tidak pernah berikan alasan kepadaku
tidak juga ada kelanjutan setelah itu. terlupakan
yang ku ketahui bahwa setiap Allah menciptakan sesuatu
pasti ada alasan yang kuat, dan aku tidak berani protes!
aku yakin kau seharusnya bersyukur menjadi perempuan
dan aku harus bersyukur menjadi laki-laki
tidak ada gunanya membandingkan peranmu
dengan peranku.kehidupan punya nilai masing-masing
kau ditakdirkan menjadi seorang isteri dan seorang ibu
itu adalah peran terhebat! bersyukurlah
kami, laki-laki ditakdirkan menjadi seorang suami
dan menjadi ayah. kami harus menjadi pelindung kalian!
mempertanyakan dan membandingkan peran
itu sama saja kita menggugat Tuhan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu!
tidak ada yang diuntungkan dan tidak ada yang dirugikan
Allah Maha Adil. termasuk dalam memberi peran

makanya, kau seharusnya bersyukur menjadi perempuan
dan aku harus bersyukur menjadi laki-laki
walaupun aku sebenarnya layak cemburu padamu
kenapa yang selalu diperingati hanya Hari Ibu....?
kami, laki-laki juga sangat layak untuk dihargai
kenapa tidk ada Hari Ayah ?

Bireuen, 22 Desember 2013 mukhlis aminullah

SELAMAT HARI IBU KEPADA SELURUH PEREMPUAN INDONESIA
spesial kepada Ibuku, Isteriku dan mertuaku. Kalian perempuan hebat!

Jumat, 20 Desember 2013

SEHARI DI SARAH SIRONG

hidup sehari saja di gampong Sarah Sirong
aku mengeluh

ketika semua orang menikmati era digital
warga Sarah Sirong masih tanpa sinyal
saat semua orang menikmati jalan aspal
anak-anak Sarah Sirong lewati jalan berbatu dan terjal
aku dengan gampang memesan makanan siap saji
warga Sarah Sirong sedang menunggu janji elpiji
ketika orang-orang kota mudah saja bisa baca koran
warga Sarah Sirong masih susah mengirim pesan

bagaimana mungkin orang-orang
tidak pernah mengeluh
hidup sehari di gampong Sarah Sirong
seperti dalam mimpi

Sarah Sirong Jaya, 18 Desember 2013 mukhlis aminullah

Sarah Sirong Jaya adalah salah satu gampong (desa) yang sangat tertinggal di Bireuen. Sarana prasarana masih sangat minim, padahal desa itu menghasilkan hasil kebun dan hasil tani yang melimpah.

Rabu, 18 Desember 2013

DOSA MENINGGALKAN SHALAT

Rekan -rekan yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Ta’ala. Kita semua pasti tahu bahwa shalat adalah perkara yang amat penting. Bahkan shalat termasuk salah satu rukun Islam yang utama yang bisa membuat bangunan Islam tegak. Namun, realita yang ada di tengah umat ini sungguh sangat berbeda. Kalau kita melirik sekeliling kita, ada saja orang yang dalam KTP-nya mengaku Islam, namun biasa meninggalkan rukun Islam yang satu ini. Mungkin di antara mereka, ada yang hanya melaksanakan shalat sekali sehari, itu pun kalau ingat. Mungkin ada pula yang hanya melaksanakan shalat sekali dalam seminggu yaitu shalat Jum’at. Yang lebih parah lagi, tidak sedikit yang hanya ingat dan melaksanakan shalat dalam setahun dua kali yaitu ketika Idul Fithri dan Idul Adha saja.

Memang sungguh prihatin dengan kondisi umat saat ini. Banyak yang mengaku Islam di KTP, namun kelakuannya semacam ini. Oleh karena itu, pada tulisan yang singkat ini kami akan mengangkat pembahasan mengenai hukum meninggalkan shalat. Semoga Allah memudahkannya dan memberi taufik kepada setiap orang yang membaca tulisan ini.

Para ulama sepakat bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa besar lainnya

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan,
“Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)
Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir, Ibnu Hazm –rahimahullah- berkata, “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” (Al Kaba’ir, hal. 25)
Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).” (Al Kaba’ir, hal. 26-27)

Apakah orang yang meninggalkan shalat, kafir alias bukan muslim?

Dalam point sebelumnya telah dijelaskan, para ulama bersepakat bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar bahkan lebih besar dari dosa berzina dan mencuri. Mereka tidak berselisih pendapat dalam masalah ini. Namun, yang menjadi masalah selanjutnya, apakah orang yang meninggalkan shalat masih muslim ataukah telah kafir?
Asy Syaukani -rahimahullah- mengatakan bahwa tidak ada beda pendapat di antara kaum muslimin tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya. Namun apabila meninggalkan shalat karena malas dan tetap meyakini shalat lima waktu itu wajib -sebagaimana kondisi sebagian besar kaum muslimin saat ini-, maka dalam hal ini ada perbedaan pendapat (Lihat Nailul Author, 1/369). Mengenai meninggalkan shalat karena malas-malasan dan tetap meyakini shalat itu wajib, ada tiga pendapat di antara para ulama mengenai hal ini.
Pendapat pertama mengatakan bahwa orang yang meninggalkanshalat harus dibunuh karena dianggap telah murtad (keluar dari Islam). Pendapat ini adalah pendapat Imam Ahmad, Sa’id bin Jubair, ‘Amir Asy Sya’bi, Ibrohim An Nakho’i, Abu ‘Amr, Al Auza’i, Ayyub As Sakhtiyani, ‘Abdullah bin Al Mubarrok, Ishaq bin Rohuwyah, ‘Abdul Malik bin Habib (ulama Malikiyyah), pendapat sebagian ulama Syafi’iyah, pendapat Imam Syafi’i (sebagaimana dikatakan oleh Ath Thohawiy), pendapat Umar bin Al Khothob (sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hazm), Mu’adz bin Jabal, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Abu Hurairah, dan sahabat lainnya.
Pendapat kedua mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dibunuh dengan hukuman had, namun tidak dihukumi kafir. Inilah pendapat Malik, Syafi’i, dan salah salah satu pendapat Imam Ahmad.
Pendapat ketiga mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas-malasan adalah fasiq (telah berbuat dosa besar) dan dia harus dipenjara sampai dia mau menunaikan shalat. Inilah pendapat Hanafiyyah. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 22/186-187)
Jadi, intinya ada perbedaan pendapat dalam masalah ini di antara para ulama termasuk pula ulama madzhab. Bagaimana hukum meninggalkan shalat menurut Al Qur’an dan As Sunnah? Silakan simak pembahasan selanjutnya.

Pembicaraan orang yang meninggalkan shalat dalam Al Qur’an

Banyak ayat yang membicarakan hal ini dalam Al Qur’an, namun yang kami bawakan adalah dua ayat saja.
Allah Ta’ala berfirman,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam: 59-60)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam. (Ash Sholah, hal. 31)
Dalam ayat ini, Allah menjadikan tempat ini –yaitu sungai di Jahannam- sebagai tempat bagi orang yang menyiakan shalat dan mengikuti syahwat (hawa nafsu). Seandainya orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang hanya bermaksiat biasa, tentu dia akan berada di neraka paling atas, sebagaimana tempat orang muslim yang berdosa. Tempat ini (ghoyya) yang merupakan bagian neraka paling bawah, bukanlah tempat orang muslim, namun tempat orang-orang kafir.
Pada ayat selanjutnya juga, Allah telah mengatakan,

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

“kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” Maka seandainya orang yang menyiakan shalat adalah mukmin, tentu dia tidak dimintai taubat untuk beriman.

Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (QS. At Taubah [9]: 11). Dalam ayat ini, Allah Ta’ala mengaitkan persaudaraan seiman dengan mengerjakan shalat. Berarti jika shalat tidak dikerjakan, bukanlah saudara seiman. Konsekuensinya orang yang meninggalkan shalat bukanlah mukmin karena orang mukmin itu bersaudara sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (QS. Al Hujurat [49]: 10)

Pembicaraan orang yang meninggalkan shalat dalam Hadits

Terdapat beberapa hadits yang membicarakan masalah ini.
Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257)

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu -bekas budak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ

“Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib no. 566).

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

“Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2825. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi). Dalam hadits ini, dikatakan bahwa shalat dalam agama Islam ini adalah seperti penopang (tiang) yang menegakkan kemah. Kemah tersebut bisa roboh (ambruk) dengan patahnya tiangnya. Begitu juga dengan islam, bisa ambruk dengan hilangnya shalat.

Para sahabat ber-ijma’ (bersepakat) bahwa meninggalkan shalat adalah kafir

Umar mengatakan,

لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

“Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat.”
Dari jalan yang lain, Umar berkata,

ولاَحَظَّ فِي الاِسْلاَمِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

“Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” (Dikeluarkan oleh Malik. Begitu juga diriwayatkan oleh Sa’ad di Ath Thobaqot, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman. Diriwayatkan pula oleh Ad Daruquthniy dalam kitab Sunan-nya, juga Ibnu ‘Asakir. Hadits ini shohih, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 209). Saat Umar mengatakan perkataan di atas tatkala menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya. Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’ (kesepakatan) sahabat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab Ash Sholah.
Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir sebagaimana dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq. Beliau mengatakan,

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ

“Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. (Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52)
Dari pembahasan terakhir ini terlihat bahwasanya Al Qur’an, hadits dan perkataan sahabat bahkan ini adalah ijma’ (kesepakatan) mereka menyatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir (keluar dari Islam). Itulah pendapat yang terkuat dari pendapat para ulama yang ada.
Ibnul Qayyim mengatakan, “Tidakkah seseorang itu malu dengan mengingkari pendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir, padahal hal ini telah dipersaksikan oleh Al Kitab (Al Qur’an), As Sunnah dan kesepakatan sahabat. Wallahul Muwaffiq (Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik).” (Ash Sholah, hal. 56)

Berbagai kasus orang yang meninggalkan shalat

[Kasus Pertama] Kasus ini adalah meninggalkan shalat dengan mengingkari kewajibannya sebagaimana mungkin perkataan sebagian orang, “Sholat oleh, ora sholat oleh.” [Kalau mau shalat boleh-boleh saja, tidak shalat juga tidak apa-apa]. Jika hal ini dilakukan dalam rangka mengingkari hukum wajibnya shalat, orang semacam ini dihukumi kafir tanpa ada perselisihan di antara para ulama.
[Kasus Kedua] Kasus kali ini adalah meninggalkan shalat dengan menganggap gampang dan tidak pernah melaksanakannya. Bahkan ketika diajak untuk melaksanakannya, malah enggan. Maka orang semacam ini berlaku hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan kafirnya orang yang meninggalkan shalat. Inilah pendapat Imam Ahmad, Ishaq, mayoritas ulama salaf dari shahabat dan tabi’in.
[Kasus Ketiga] Kasus ini yang sering dilakukan kaum muslimin yaitu tidak rutin dalam melaksanakan shalat yaitu kadang shalat dan kadang tidak. Maka dia masih dihukumi muslim secara zhohir (yang nampak pada dirinya) dan tidak kafir. Inilah pendapat Ishaq bin Rohuwyah yaitu hendaklah bersikap lemah lembut terhadap orang semacam ini hingga dia kembali ke jalan yang benar. Wal ‘ibroh bilkhotimah [Hukuman baginya dilihat dari keadaan akhir hidupnya].
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Jika seorang hamba melakukan sebagian perintah dan meninggalkan sebagian, maka baginya keimanan sesuai dengan perintah yang dilakukannya. Iman itu bertambah dan berkurang. Dan bisa jadi pada seorang hamba ada iman dan nifak sekaligus. …Sesungguhnya sebagian besar manusia bahkan mayoritasnya di banyak negeri, tidaklah selalu menjaga shalat lima waktu. Dan mereka tidak meninggalkan secara total. Mereka terkadang shalat dan terkadang meninggalkannya. Orang-orang semacam ini ada pada diri mereka iman dan nifak sekaligus. Berlaku bagi mereka hukum Islam secara zhohir seperti pada masalah warisan dan semacamnya. Hukum ini (warisan) bisa berlaku bagi orang munafik tulen. Maka lebih pantas lagi berlaku bagi orang yang kadang shalat dan kadang tidak.” (Majmu’ Al Fatawa, 7/617)
[Kasus Keempat] Kasus ini adalah bagi orang yang meninggalkan shalat dan tidak mengetahui bahwa meninggalkan shalat membuat orang kafir. Maka hukum bagi orang semacam ini adalah sebagaimana orang jahil (bodoh). Orang ini tidaklah dikafirkan disebabkan adanya kejahilan pada dirinya yang dinilai sebagai faktor penghalang untuk mendapatkan hukuman.
[Kasus Kelima] Kasus ini adalah untuk orang yang mengerjakan shalat hingga keluar waktunya. Dia selalu rutin dalam melaksanakannya, namun sering mengerjakan di luar waktunya. Maka orang semacam ini tidaklah kafir, namun dia berdosa dan perbuatan ini sangat tercela sebagaimana Allah berfirman,

وَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5)

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Maa’un [107]: 4-5) (Lihat Al Manhajus Salafi ‘inda Syaikh Nashiruddin Al Albani, 189-190)

Penutup

Sudah sepatutnya kita menjaga shalat lima waktu. Barangsiapa yang selalu menjaganya, berarti telah menjaga agamanya. Barangsiapa yang sering menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi.
Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan,

“Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agama. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat.”

Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.” (Lihat Ash Sholah, hal. 12)

Oleh karena itu, seseorang bukanlah hanya meyakini (membenarkan) bahwa shalat lima waktu itu wajib. Namun haruslah disertai dengan melaksanakannya (inqiyad). Karena iman bukanlah hanya dengan tashdiq (membenarkan), namun harus pula disertai dengan inqiyad (melaksanakannya dengan anggota badan).

Ibnul Qoyyim mengatakan, “Iman adalah dengan membenarkan (tashdiq). Namun bukan hanya sekedar membenarkan (meyakini) saja, tanpa melaksanakannya (inqiyad). Kalau iman hanyalah membenarkan (tashdiq) saja, tentu iblis, Fir’aun dan kaumnya, kaum sholeh, dan orang Yahudi yang membenarkan bahwa Muhammad adalah utusan Allah (mereka meyakini hal ini sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka), tentu mereka semua akan disebut orang yang beriman (mu’min-mushoddiq).”
Al Hasan mengatakan, “Iman bukanlah hanya dengan angan-angan (tanpa ada amalan). Namun iman adalah sesuatu yang menancap dalam hati dan dibenarkan dengan amal perbuatan.” (Lihat Ash Sholah, 35-36)
Semoga tulisan yang singkat ini bermanfaat bagi kaum muslimin.
Semoga tidak pernah meninggalkan shalat dan dapat mengingatkan anggota keluarga, kerabat, saudara dan sahabat kita mengenai bahaya meninggalkan shalat lima waktu. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
***
Selesai disusun di Panggang, Gunung Kidul, 22 Jumadil Ula 1430 H Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal Dimuroja’ah oleh: Ustadz Aris Munandar Artikel www.muslim.or.id

Senin, 16 Desember 2013

SPIRIT KEHIDUPAN

aku menerawang
bemimpi
asa tinggi menjulang
terbang
terbang
terbang melayang
rebutlah kesempatan
jadi pemilik kehidupan
(berhasil di dunia dan akhirat)

Bireuen, 16 Desember 2013 mukhlis aminullah

SEJUTA D'O'A

embunpun bermunajat
semalam suntuk
mengirim sejuta do'a
hanya kepadamu, ayahanda!

Bireuen, 16 Desember 2013 mukhlis aminullah

Minggu, 15 Desember 2013

ANGKUH! PENYAKIT HATI

angkuh oh angkuh
nampak dimata kau seperti penghibur
tanpa kami sadari kau ialah penyakit
kami tak suka padamu
kami benci padamu
kami ingin membunuhmu
kami ingin membinasakanmu

angkuh oh angkuh
jangan pernah mendekat pada kami
berlalulah dari hati kami
karena melihatmu
kami benci dan tak sudi

Bireuen, 15 Desember 2013 mukhlis aminullah
Mari kita berdo'a agar Allah menjaga hati kita dari sifat angkuh

Sabtu, 14 Desember 2013

PUISI KECIL KEPADA ANAK-ANAKKU

senyum seindah rembulan
purnama menari-nari
tiga permata berkilauan
dalam keremangan malam
segeralah mendekat, nak!
ayah ingin mendekap kalian
mari kita lewati malam
sambut harapan esok pagi

Bireuen, 14 Desember 2013 mukhlis aminullah

JANJI

aku sudah berjanji!
menjaga dan merawat
sekolam senyuman
akan selalu kulakukan
tiada batas waktu

Bireuen, 14 Desember 2014 mukhlis aminullah

MARI KITA RENUNGKAN!

wahai jiwa yang rapuh!
mari renungkan

bagaimana mungkin
mensyukuri kenikmatan
kalau melihat dunia
dengan kacamata buram
apakah kita ditakdirkan
sombong dan angkuh
padahal semua milik Tuhan
hidup kita milik Tuhan
nyawa kita milik Tuhan
harta kita milik Tuhan
keluarga kita milik Tuhan
semua milik Tuhan

bagaimana mungkin
merasakan kedamaian
kalau hati dikuasai syetan
dan dinding jiwa kian kusam
apakah kita sudah dilalaikan
oleh semua perhiasan dunia
padahal semua hanya titipan
seluruhnya milik Tuhan
keindahan milik Tuhan
kenyamanan milik Tuhan
kedamaian milik Tuhan
seluruhnya milik Tuhan

bagaimana mungkin
mata hati kita dibutakan?
mari kita renungkan! dan
segeralah temukan jawaban
agar hidup kita damai tenteram

Bireuen, 14 Desember 2013 mukhlis aminullah

Rabu, 11 Desember 2013

RINDU TUA

kepada siapakah rindu tua ini
kukirimkan
kalau bukan untukmu, ibu

Bireuen, 11 Desember 2013 mukhlis aminullah
(rindu ibuku)

Selasa, 10 Desember 2013

MENGGUGAT VONIS PIDANA

kepada tuan hakim yang mulia
haruskah kami rakyat jelata berduka, atau
haruskah kami bersorak sorai bergembira
ketika dua toga terhormat diam seribu bahasa
dua hakim tak berdaya, tiga lagi berjaya
ada apakah gerangan hai hakim yang mulia
haruskah kami curiga?
kami bukan pembela para koruptor
walaupun terpaksa tengah malam sepi
kami harus menulis pledoi ini

kepada tuan hakim yang mulia
bagaimana mungkin hukum jadi panglima
bila vonis pidana menurut selera anda
bukankah semua terdakwa sama haknya
apakah tuan hakim yang mulia punya nurani
menghukum maling 200 M 10 Tahun
menghukum terduga 1 M 16 Tahun
bagaimana mungkin wahai yang mulia?
putusan pidana seperti memilih Raja
suara terbanyak itulah pemenangnya
bagaimana mungkin semua kesaksian
tiada gunanya
haruskah semua pembelaan
ditumpahkan dalam tong sampah

kepada tuan hakim yang mulia
dimana keadilan yang kami cari?
haruskah kami rakyat jelata menggugat
kezhaliman anda dengan kesabaran?
ataukah kami harus turun ke jalan
menyumpah serapah kebiadaban
kepada tuan hakim yang mulia
kami juga anti korupsi seperti anda
tetapi tidak mengalahkan kejahatan
dengan super power kejahatan

kepada tuan hakim yang mulia
jangan katakan vonis pidana ini
adalah pesanan istana!
(kami yakin itu bukan pesanan)

Bireuen, 11 Desember 2013 mukhlis aminullah

Gugatan ini tidak semata-mata bermaksud membela LHI.
INDONESIA negeri aneh. Vonis Angelina Sondakh atau Angie yang dijerat 4 tahun (diperberat kasasi MA menjadi 14 tahun) di Pengadilan Tipikor terkait korupsi Rp 30 miliar. Lalu vonis Nazaruddin 4 tahun terkait korupsi Rp 37 miliar. Irjen Djoko Susilo divonis 10 tahun terkait korupsi Rp 32 miliar. Selain itu, politikus Partai Amanat Nasional Wa Ode Nurhayati yang divonis 6 tahun penjara karena suap sebesar Rp 6,25 miliar.
Sementara, vonis untuk LHI justru sangat janggal. Pasalnya uang suap yang dituduhkan diberikan oleh Fathanah belum sama sekali diterima oleh Luthfi, justru divonis 16 tahun & semua hartanya disita untuk negara.
Saatnya Komisi Yudisial memeriksa Hakim Tipikor, terutama yang 3 orang. Dua orang lagi Desenting Opinion (pendapat berbeda---tdk sepakat menghukum LHI)

PUISI TENTANG NEGERI KAMI

inilah Nanggroe kami
warisan endatu sangat Islami
nenek moyang kami Pahlawan
tak pernah kalah dalam perang
sejarah ditulis dengan tinta emas
penjajah kalah mengaku kalah
kami adalah Nanggroe
kami berdaulat atas syariat
kami merdeka atas peradaban
kami bebas dari kolonialism
kami adalah Nanggroe
yang menjunjung tinggi norma
kami membangun negeri
demokrasi tanpa korupsi
inilah Nanggroe kami

itulah proklamasi mimpi
yang pernah kami kumandangkan
di lembah Panton Peuerelak

kini
semua angan sudah tergadai
sungguh ironi!
syariat Islam hanya dalam Qanun
Nanggroe tidak bebas korupsi
penjajahan bukan dengan senjata
kami dijajah dengan media
demokrasi hanya mimpi
berbeda pendapat itu khianat
pemimpin mudah berjanji
dan mudah pula melupakan
(kecuali janji membangun kroni)

kini,
semua sungguh ironi!
aku malu
aku sungguh malu

(membaca lagi proklamasi mimpi terpaksa
kulakukan di kamar mandi, sendiri)

Bireuen, 9 Desember 2013 mukhlis aminullah
SEALAMAT MEMPERINGATI HARI ANTI KORUPSI

Senin, 09 Desember 2013

RINDU SUARAMU

semua terdiam
aku tak menemukan suaramu
yang biasanya menyapaku
aku rindu
datanglah sesekali
walau hanya dalam mimpi

Bireuen, 8 Desember 2013 mukhlis aminullah

Selasa, 03 Desember 2013

MELAYANG

melayang bersama hujan
basah kuyup
ada yang tersenyum
lalui sepertiga malam

Bireuen, 3 Desember 2013 mukhlis aminullah

MEMAAFKAN

akulah kulit yang kau cubit
berkali-kali
dan sakit hati bukan lagi
jadi pemicu dendam
bilapun kau mencubit (lagi)
aku sudah memaafkannya

Bireuen, 2 Desember 2013 mukhlis aminullah
(Semoga Allah memaafkan orang-orang yang mendhalimi orang lain)

BERMIMPI MEMELUK MALAM

suasana sepi
bermimpi mendekap bulan
tersenyum sendiri
sesaat aku lupa ingatan
terbuai lalai
malampun mencium pagi
hmmm......hmmm

Bireuen, 3 Desember 2013 mukhlis aminullah

Selasa, 26 November 2013

BERMIMPI TENTANG RAQIB & 'ATID

kami sembunyi di balik pekatnya malam
memandang ruh-ruh yang gentayangan
kesurupan dalam badan si pemangku maksiat
mereka terus saja menikmati malam
dalam hidup penuh kegelapan
biarkan kami mencatat diary ini
tentang semua dosa manusia durjana
yang suka menjual ayat-ayat agama
yang suka mengkonsumsi narkoba
yang suka memainkan perasaan wanita
yang sibuk korupsi uang negara

kami bersembunyi di balik gelapnya malam
melihat tingkah polah para penikmat dosa
mereka menghabiskan uangnya
dalam kobaran keringat di diskotek
bernyanyi ria dan berdansa hura-hura
kami mencatat dosa-dosa mereka
dosa mencuri harta negara
dosa menghabiskan uangnya di jalan neraka

kami bersembunyi disini di tempat sunyi
mencatat tingkah anak manusia
yang sibuk dengan dunia fana
bila waktu terlewati tanpa cahaya
rugilah kalian wahai penikmat dunia!
segeralah ke sajadahmu
agar kami segera bisa mengisi buku
tanpa catatan dosa

(aku berusaha berteriak tapi tak bisa bersuara
ternyata aku bermimpi tentang Raqib dan 'Atid
yang sedang menulis dosa-dosaku)

Bireuen, 26 November 2013 mukhlis aminullah
(ini hanya catatan imajiner tentang kisah dosa anak manusia, mohon maaf kalau ini salah!)

DUNIA MELALAIKAN

langit di kotaku mulai gelap
siang segera mencumbui malam
anak manusia masih sibuk
ternyata dunia melalaikan
apa jawaban ketika dalam kubur
ditanyakan waktumu kemana
kau gunakan...?
mari kita persiapkan jawaban!
masing-masing
agar gelap mendung dosa cukup
di dunia saja
menuju akhirat bersih dari dosa

Bireuen, 26 November 2013 mukhlis aminullah

Senin, 25 November 2013

TERHEMPAS KE JURANG

aku terhempas ke jurang
ke dalam mata indahmu
senyummu menerkam
dan mencabik-cabik perasaan
masih seperti dulu
empat belas tahun lalu
aku gemetar saat
mengucapkan Ijab Kabul

Bireuen 25 November 2013 mukhlis aminullah

(kepada Ummi Fildza)

TOPENG

topengmu sungguh menarik
berwarna-warni hiasannya
semua orang memuji
"Bapak Fulan orang baik...!"
aku tersenyum kecut
karena aku yakin, topeng itu
pinjaman dari Akil Mukhtar

Bireuen, 25 November 2013 mukhlis aminullah
(puisi ini saya persembahkan kepada kalian; para koruptor yang berlindung dibalik yayasan sosial, termasuk para koruptor yang sok suci dengan berlagak bersih di hadapan para pegiat anti korupsi)

Senin, 18 November 2013

RIWAYAT PENA

inilah riwayat pena
yang ingin kusampaikan kepadamu
agar semua orang mengerti
dan memahami bahwa pentingnya
keberadaanku delapan tahun lalu

akulah sang pena
penulis sejarah negerimu
setelah kalian bertengkar, berkelahi
saling hina, kemudian berperang
akhirnya kalian mencariku
mengajakku pergi bertahun-tahun
dalam saku baju jasmu
dan aku menjadi temanmu
menjadi sahabat setia dalam buku notes
kau ajak aku keliling dunia
mulai dari Stochklom sampai ke Genewa
di Aceh kau paksa aku bungkam
hanya bisa menonton perang
di Tokyo kau minta aku hanya diam
perundingan hanya jadi bumerang
kata damai masih impian
tiba-tiba bumi Allah diguncangkan
tsunami hentikan perang
aku tahu jantung kalian bergetar
hati menangis mata berbinar
akhirnya kalian sadar
apa untungnya kau ajak aku terus
keliling dunia dalam saku jasmu?
aku datang lagi ke Swedia
singgah di Genewa tak ada guna
akhirnya dunia benar-benar terpana
akulah sang pena paling berjasa
dua kutub bersatu warna
jabat tangan dua saudara
Mr.Martii menggoyang pena
Dr.Zaini menulis berita sukacita
akulah sang pena paling berjasa

masih ingatkah kalian pada sang pena?
aku tidak butuh bintang tanda jasa
aku tidak butuh lagi keliling dunia
aku hanya mengingatkan
jagalah damai dengan ikhlas
karena sangat ngeri bayangkan perang

cukup disini riwayat jasaku
semoga Aceh damai selalu
terima kasih, akulah pena damai

Bireuen, 18 November 2013 mukhlis aminullah
(kepersembahkan kepada para elite yang masih cinta damai)

Kamis, 14 November 2013

TINGGALKAN PEKERJAAN SIA-SIA (MARI BERSYUKUR)

ada yang menjala angin
ada pula yang meniup badai
seseorang sedang mencoba
memadamkan matahari
sambil berdiri dekat sebatang lilin
sia-sia sepanjang tahun
begitulah kita,
manusia yang sangat ingkar
asyik melawan Yang Maha Agung
sesungguhnya mudah saja:
mari bersyukur...!

Bireuen, 14 November 2013 mukhlis aminullah

AKIBAT MENYEPELEKAN SESUATU

Dikisahkan suatu sore disebuah kota besar saat jam pulang kantor tiba, jalanan yang semula lengang kini menjadi ramai karena banyak orang-orang yang hendak pulangngantor. Banyak dari mereka yang menaiki kendaraan pribadi dan banyak juga yang pulang dengan kendaraan umum.

Dan sore ini, seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta hendak pulang. Ia biasa pulang dengan menggunakan angkutan umum. Pria ini sering sekali menyepelekan sesuatu. Semua hal dianggapnya remeh. Dan kini, saat jam pulang kantor tiba, saat banyak pegawai-pegawai lain berebutan naik kedalam bus, ia hanya diam dan menunggu bus yang sepi datang.

Menjelang pukul 18.00, antrean bus mulai ramai. Setiap kali rekan kerjanya mengajak ia pulang, pria ini selalu saja berkilah dengan berujar nanti saja. Ia pun memutuskan untuk menunggu di halte sambil membeli jajanan yang dijajakan di sekitar halte tersebut. Sambil makan ia juga menyetel lagu lewat handphone-nya melalui headset.

Tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 18.45. Pria yang semula duduk santai kini sudah berdiri diujung halte menanti setiap bus yang tiba. Saat sebuah bus tiba didepannya, ia berfikir sejenak lalu meninggalkannya karena bus itu terlihat tidak bagus dan begitupun seterusnya. Kini, ketika hari telah semakin malam, ia pun mengeluh karena bus sepi yang ingin ia naiki tidak kunjung tiba. Pria ini tidak menyadari bahwa sedari tadi sudah banyak bus yang ia abaikan.

Sepuluh menit kemudian melintaslah bus dengan jurusan arah pulangnya dengan kondisi yang lebih buruk dari bus-bus sebelumnya. Dengan hati yang kesal ia menaiki bus tersebut. Bus itu benar-benar terlihat sudah tua. Suara mesinnya kasar, kaca jendelanya rusak dan tempat duduknya sudah reot. Dan terpaksa pria itu pun menaiki bus tersebut karena waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam.

Sobat, mungkin kisah diatas terlihat sederhana, tapi dapatkah Anda menangkap makna dalam yang tersirat dari cerita tersebut? Ya, dalam hidup ini selalu banyak pilihan yang tersedia dan tentu saja pilihan tersebut mempunya kelebihan dan kekuarangannya sendiri. Kisah diatas menggambarkan kepada kita bahwa dalam hidup ini kita tidak boleh menyepelekan hal apapun.

Bus-bus yang dikisahkan tadi adalah serentetan kesempatan yang datang dihadapan kita dan yang disepelekan begitu saja dengan berbagai alasan. Dan pada akhirnya justru mendapat bus dengan kondisi yang jauh lebih jelek. Nah, pernakah Anda berlaku seperti demikian? Saya pernah. Dan inilah pelajaran yang sangat berharga yang saya dapat akibat menyepelekan sesuatu.

Ketika sebuah kesempatan lewat dihadapan kita, kita sering mengabaikannya, menganggap sepele, membanding-bandingkan dan berfokus pada kekurangan. Ya, kita memang berhak memilih, tapi bukan berarti kita berhak merendahkan, membanding-bandingkan dan menilai kekurangannya. Kita tetap bisa memilih tanpa harus merendahkan, membandingkan atau menilai kekurangan dari sebuah kesempatan itu sendiri. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna. Jadi untuk apa kita bersikap layaknya manusia yang sempurna? Justru kelemahan dan kekurangan itulah yang menjadikan kita sempurna karena saling mengisi.

sumber: gemintang.com

KIAT MEMPERLAKUKAN ANAK SECARA ADIL

Memperlakukan anak tanpa disadari bisa berbeda satu sama lain. Meskipun merasa tidak ada maksud untuk membeda-bedakan antara anak yang satu dengan yang lainnya tapi terkadang perilaku atau perhatian yang diberikan bagi anak-anak dianggap tidak adil. Lantas perlakuan atau perhatian seperti apa yang bisa diberikan agar anak-anak tidak merasa diperlakukan seperti itu? Berikut adalah beberapa kiatnya.

Tidak membandingkan

Terkadang orang tua sering membandingkan kelebihan atau kekurangan yang dimiliki masing-masing anaknya baik melalui perkataan atau perlakuan yang diberikan. Agar anak tidak merasa kalau orang tuanya membandingkan dirinya, ada baiknya mencoba untuk mengingat dan menerima bahwa tiap anak memiliki kelebihan atau kekurangannya masing-masing.

Tidak memihak

Perilaku memihak dari orang tua juga akan mempengaruhi perasaan anak akan makna sebuah keadilan yang nantinya akan berdampak pada kehidupan anak di kemudian hari. Oleh karena itu, mulailah untuk tidak memihak pada satu anak karena apa yang sudah diberikan oleh anak tersebut pada keluarga. Usahakan untuk tetap memperlakukan anak secara adil dan anak pun bisa belajar bagaimana nantinya jika mereka menjadi orang tua.

Bersama dalam melakukan kegiatan keluarga

Cobalah untuk melakukan kegiatan bersama-sama dengan anak tanpa lebih dominan dengan satu anak. Dengan kebersamaan yang dilakukan maka rasa saling memiliki akan dirasakan oleh anak. Lakukan permainan yang akan membuat anak bisa saling menunjukkan kelebihan atau kekurangannya. Kegiatan seperti ini akan membuat anak merasa kalau orang tua mereka bisa menerima mereka apa adanya.

Berusaha menjadi contoh yang baik bagi anak

Untuk menjadi teladan memang tidak harus selalu dilakukan oleh orang yang lebih tua tetapi alangkah baiknya jika contoh itu diberikan oleh orang yang kita hargai. Ketika orang tua sudah menjadi sosok yang dihargai karena bisa menjadi teladan bagi anaknya dalam hal keadilan, maka anak pun akan meniru bagaimana seharusnya memperlakukan saudara atau orang lain nantinya.

Terbuka dengan anak

Cobalah untuk menanamkan rasa terbuka dengan anak. Dengan adanya forum seperti ini, tidak hanya anak yang akan terbuka pemikirannya tapi orang tua juga. Orang tua bisa mendengarkan isi hati anak begitu juga sebaliknya. Dengan keterbukaan yang ada, maka anak tidak akan berspekulasi dengan sendiri dan orang tua pun jadi tahu apa yang dirasakan oleh anaknya dengan perkataan atau perilaku orang tuanya.

sumber: gemintang.com

BIJAK DENGAN KESEMPATAN

Disuatu siang di hari sabtu, seorang kakek tua berdiri di sebuah taman dan terdapat dua ekor anjing liar di taman tersebut. Anjing yang satu berwarna coklat dan anjing yang kedua berwarna putih kotor. Kedua anjing ini terlihat kurus seperti anjing yang kurang makan. Namun anjing yang berwarna coklat bisa di katakana lebih gemuk di bandingkan dengan anjing yang berwarna putih ini. Siang itu keduanya sedang mengaduk-aduk tong sampah yang ada di taman untuk mencari makanan. Si anjing coklat nampak semangat dan ceria sekali ketika mencari makanan, namun tidak dengan anjing yang satunya. Sesekali si anjing coklat ini berlari-lari kecil dan melompat-lompat di tempatnya berpijak saat itu. Kakek yang berdiri di taman tadi pun melihat kedua anjing itu lalu memberi remah-remah rotinya ke masing-masing anjing liar ini. Si coklat sangat girang dan melahapnya dengan semangat, namun reaksi berbeda justru di tunjukkan oleh si anjing putih dekil. Ia hanya melihat saja remahan roti yang dilempar ke hadapannya.

Ketika si anjing coklat telah melahap habis rotinya, si kakek memberi lagi remahan roti tersebut. Lagi-lagi si anjing coklat makan dengan semangat dan si anjing putih ini hanya diam melihat remahan roti. Ia baru memakannya ketika si anjing coklat selesai makan. Tak banyak yang anjing putih ini makan, hanya bagian roti yang ia anggap enak saja yang dimakannya. Dan setelah anjing putih meninggalkan makanannya, si anjing coklat memakan habis sisa makanan milik si anjing putih. Pantas saja terdapat perbedaan yang cukup mencolok dari segi tubuh di antara kedua anjing ini.

Bagaimana dengan cerita diatas? Jelas sekali ada banyak pelajaran yang dapat kita petik dari cerita ini. Kebanyakan manusia di dunia ini bersikap seperti si anjing putih. Mereka menjalani hidup tanpa semangat, bahkan ketika kesempatan ada di depan mereka. Banyak dari kita yang melewatkan kesempatan dan baru bergerak ketika kesempatan kedua datang. Itu kalau kesempatan kedua datang, kalau tidak? Tidak ada yang bisa menjamin.

Hanya sedikit orang yang menjalani hidupnya dengan semangat penuh walau ia hidup dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Mereka selalu menangkap setiap kesempatan yang datang karena mereka tahu bahwa tidak ada yang tahu kapan kesempatan akan datang kembali. Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Oleh karena itu buka hati dan mata kita untuk melihat dan peka terhadap setiap kesempatan yang ada. Sekecil apapun kesempatan yang datang pada diri Anda, jangan pernah sia-siakan itu, Tuhan memberikan kesempatan karena ia tahu ada rencana indah yang disediakanNya untuk Anda.

Jangan salah, kesempatan-kesempatan yang Anda anggap kecil sering kali menjadi permulaan terjadinya kesempatan besar. Ketika Anda menerima kesempatan kecil itu maka kesempatan besar telah menanti di depan Anda. Orang yang sukses pun banyak ditemui hidup dari kesempatan yang telah orang lain buang. Jangan sampai kata-kata “Seandainya kesempatan itu tidak saya lewatkan….” No. No. No. Bukan waktunya lagi mengatakan hal seperti itu ketika Anda telah melewati kesempatan yang ada.

Mari bersikap bijaksana pada hidup, hargai setiap kesempatan yang ada di hidup Anda. Bila kita mulai setia pada hal yang kecil, maka kita akan mendapatkan hal yang lebih besar setelah itu. Jalani hari-hari ini dengan lebih bersemangat dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Karena di saat sulit selalu ada kesempatan untuk menemukan jalan yang mudah. Di setiap kesedihan selalu ada kesempatan untuk bersukacita, dan saat keterpurukan melanda Anda yakinlah selalu bahwa ada kesempatan untuk bangkit kembali.

sumber: gemintang.com

TERINGAT MATI

tiba-tiba aku teringat mati
aku sangat takut!
membayangkan panasnya nerakaMu
aku tak akan mampu
apalagi harus menjalaninya
tadi malam aku teringat mati
hari ini aku teringat mati
sekarang aku teringat mati
badan bergetar jantung berdebar
aku sangat takut!
ternyata hidupku sekarang
kesempatan kedua

tiba-tiba aku teringat mati
karena aku pernah mati suri

Bireuen, 14 November 2013 mukhlis aminullah
(teringat mati juga, setelah melepas kepergianmu tadi pagi, sahabat)

Selasa, 05 November 2013

MUHARRAM

datanglah kemari
wahai bulan Muharram
menemaniku dalam mimpi
aku ingin separuh malam
menjadi pelecut diri
agar bisa meraih firdausMu

Bireuen, 1 Muharram 1435 H mukhlis aminullah

Senin, 04 November 2013

MEMELIHARA DENDAM

sudah lama sekali aku tak pulang ke kampung ini
walaupun untuk sekedar menjenguk rumah tua
peninggalan almarhum orang tuaku

entah mengapa bathinku tak jua mampu mengajakku
padahal aku terlahir sebagai lelaki kampung ini
beberapa bekas luka di kakiku masih bisa bercerita
bagaimana aku menghabiskan masa kecil sampai remaja
di lapangan sepakbola dekat sebuah kebun tebu tua
banyak kenangan tentang kampungku terekam abadi
dalam sanubari
seharusnya aku lebih sering kesini

kata orang kampung, tidak patut aku memelihara dendam
karena perang gerilya tidak mengenal siapa lawan siapa kawan
biarkan sejarah kampung ini berlalu dalam damai
dan semua orang seharusnya berjabat tangan
dan tidak lagi memelihara dendam
aku tidak membantah nasehat orang kampung
karena dendam tentu saja akan merusak iman!

mengunjungi kampung halaman tak juga kulakukan
sampai pada hari yang cerah ini
kematian seseorang mengantarku kembali
dan mengantarnya ke pemakaman
mengirim doa kepadanya dan memaafkan
membuang jauh sifat dendam di pikiranku
kematian orang tak berdosa yang ditembaknya
biar menjadi hak Tuhan untuk menghukum atau
memaafkannya

aku ingin kampung halaman damai tenteram
tak seharusnya aku memelihara dendam
tak seharusnya kita memelihara dendam

Bireuen, 3 November 2013 mukhlis aminullah

Bireuen dan Aceh sebagai bekas daerah konflik, memelihara
banyak dendam....antara anak cucu yang jadi korban "perang"
dan......mari tinggalkan dendam!

BEGADANG (LAGI)

ketika mata memelas
tubuhku memohon
dan jiwaku bersimpuh dilutut
kau malah tertawa dan
melupakan jarum infus
pernah menjadi sahabat setia
selama dua minggu

ah! aku ingat! selama dua minggu
kau berjanji setiap hari
setiap hari setiap saat
kau tidak akan menganiayaku
kau tidak akan membunuhku

ternyata kau ingkar janji
dan masih suka begadang

Bireuen 1 November 2013 mukhlis aminullah

Senin, 28 Oktober 2013

BUKAN PEMABUK

kalau ada lelaki pemabuk
yang sedang menakar embun
di perempatan
itu kiranya bukanlah diriku
bilapun aku harus mabuk
aku akan mabuk dengan mata pena
tuk terus bisa menulis tentangmu
hai perempuan pelukis cinta!

Bireuen, 28 Oktober 2013 mukhlis aminullah

SUMPAH PEMUDA

Sumpah Pemuda
seharusnya dijaga
dirawat dan dipelihara
bukan sekedar dipuja
di bawah tiang bendera
Sumpah Pemuda
mari kita jaga nilainya !

Bireuen 28 Oktober 2013 mukhlis aminullah

Jumat, 25 Oktober 2013

LIMA BULAN SEPULUH HARI (KEPERGIAN AYAH)

malam ini
akhirnya gumpalan awan pecah
memang tak ada guna juga
menyesali kepergianmu
setelah lima bulan sepuluh hari
mari kita mengirim berjuta do'a
semoga Allah melapangkan makamnya
malam ini
biarkan hujan membasahi pipi
setidaknya jadi pelajaran
untuk senantiasa mengingat mati

Bireuen 26 Oktober 2013 mukhlis aminullah

(seharian dan semalaman terus teringat alm ayahanda)

KENANGAN BIRU

andai saja
laut yang pernah kulayari dulu
masih menyimpan kenangan
dia akan menceritakan pada nelayan
tentang seorang pemuda kampung
yang selalu duduk menyendiri
selalu mengisi halaman diarynya
dengan kalimat-kalimat cinta
dan dermaga menjadi saksi
bahwa impiannya menjadi nyata
kemudian hari...

andai saja
waktu bisa kuraih kembali
ingin mengulang kenangan itu
dalam suasana biru
tentu saja masih bersama-sama
denganmu

Bireuen, 26 Oktober 2013 mukhlis aminullah

NEGERIKU GELAP

gelap pekat
dalam sebuah rumah tanpa cahaya
Komandan Cicak menggelar perkara
para Buaya hebat kian bergaya
entah hukum yang mana lagi
yang bisa ku percaya?
hari ini Kucing meneriaki Harimau
gara-gara sms dari seorang Presiden
entahlah, siapa yang benar
dan siapa juga yang salah (sebenarnya)

gelap pekat
benar-benar gelap situasi negeri ini
laksana rumah tak ada lampu

Bireuen 25 Oktober 2013 mukhlis aminullah

LELAKI ANEH

mungkin saja aku orang aneh itu
yang pernah kau tulis dalam sebuah cerpen
memeluk malam kala mata orang lain terpejam
adalah kehidupan keseharian
aku menulis dongeng kala mata pena mengering
aku berhenti bercerita ketika kalian mau mendengar
aku menangis bila kalian semua tertawa
aku bersukacita saat kalian sedang berduka
aku datang saat kalian akan pulang

begitulah hidup seorang lelaki asing
dan mungkin engkau benar?
bahwa akulah lelaki aneh yang pernah
kau tulis dalam sebuah cerpen, dan berdo’alah
kalau kalian masuk neraka biarlah aku masuk surga
untuk melengkapi semua keanehan milikku

Bireuen, 25 Oktober 2013 mukhlis aminullah

Rabu, 23 Oktober 2013

BILA IZRAIL DATANG MEMANGGIL

Tibalah saatnya Izrail berkunjung ke rumah atau menunggu di jalanan
Sudah siap mengambil nyawa-nyawa hamba
Kita tentu tidak tahu, kepada siapa Izrail akan menghampiri

Bisa saja saat kemarin Izrail menghampiri saudaramu
Tidak salah bila malam ini menghampiri saudaraku
Dan akupun tak tahu kapan yang bersangkutan mendatangimu
Kapan juga Sang Pencabut nyawa mengunjungiku
Ada yang dicabut nyawanya dengan cara sangat tenang
Ada pula orang yang harus diambil dengan cara tegang
Sang Malaikat hanya tahu perintah Allah harus dijalankan
Tidak ada dispensasi dan penundaan, limit hanya milik Tuhan
Ketika prosesi dilakukan, setiap waktu berburu
Selesai mendatangi yang satu, nyawa orang lain sudah menunggu

Begitulah Izrail, datang tanpa mengetuk pintu
Pergipun tanpa wassalam, sekejap saja berlalu
Setelah Teungku memberi khutbah kematian
Segera jenazahpun dibawa ke pemakaman

“Innalillahi wa inna ILAIHI raaji’uun” sms duka bertebaran
Tak ada orang yang mengambil hikmah dan pelajaran
Setelah kematian saudara seiman maksiat terus berjalan
Itulah kisah kita manusia, hanya mengejar kenikmatan

Bila Izrail datang memanggil, terbujur badan di pembaringan
Bila Izrail datang memanggil, sekujur tubuh kan kedinginan
(Teringat lagu lama)

Bireuen, 23 Oktober 2013 mukhlis aminullah

Sajak ini kutuliskan setelah mendapat berita bahwa salah seorang saudaraku, meninggal dunia, tadi Magreb. Sekilas almarhum Bpk Muhammad Mahmudi sehat wal afiat, sakitnya pasti ada sebagai sebab kematian dan hanya Allah Yang Maha Kuasa yang mengetahui penyebabnya.

Sabtu, 19 Oktober 2013

PESAN KEPADA BUNDA PUTRI

wahai,
dimanakah bersembunyi seorang perempuan anggun
hadir sekejap, menghilang dan menjadi bintang
menyebut namamu, berseteru dua Presiden
mereka saling bantah, muka murka kemudian marah
engkaukah perempuan hebat dengan senyum sesat?
padahal biasanya senyum seorang perempuan selalu renyah
engkaukah perempuan pencuri hati para penguasa negeri?
mereka terpedaya, jatuh, kemudian harga diri mati
dan kacaulah sebuah negeri antah berantah, karena kau
tuan puteri perusuh tatanan negeri

wahai,
kutitip salam kepada angin malam untuk disampaikan padamu
keluarlah dari bersemedi hai Bunda Putri, jabatlah erat
dan ciumlah tangan dua Presiden dalam dua jeruji yang terpisah

Bireuen, 18 Oktober 2013 mukhlis aminullah

Selasa, 08 Oktober 2013

SIKAP SOMBONG

hei, dimanakah engkau bersembunyi
ketika kucari kau tak pernah kutemui
kadang kau muncul, sekejap saja engkau hilang
aku penasaran padamu..! dimanakah
aku hanya penasaran, mengapa kau
selalu hadir pada jiwa-jiwa yang resah
kau hinggap pada iman-iman yang goyah
kau menjauh dari pemilik akhlak indah
selalu saja,.. kau adalah Raja diraja

dimanakah engkau bersembunyi
aku cari kau di hati para pemilik ilmu
tapi kau lari pada para pemilik kekuasaan
aku kejar kau ke rumah Teungku pemilik iman
kau ternyata lari pada para pemilik kekuasaan
akhirnya aku menitip pesan kepada
orang-orang yang berteman baik denganmu
"Singkirkan dia, karena dia menajuhkan kalian
dari bau Surga dan mendekatkan ke neraka"

dimanapun engkau bersembunyi, silahkan!
dan jangan pernah diriku kau dekati
sungguh, aku begitu takut padamu!
menjauhlah....menjauh,...menjauh...!!!

Bireuen, 7 Oktober 2013 mukhlis aminullah

Kamis, 03 Oktober 2013

KEPADA BUNG AKIL

ada apa denganmu, Kil...?
tidak cukupkah Al Qur'an kau usung di kepalamu
kau mengikuti penyumpah "Demi Allah saya bersumpah"

ada apa denganmu, Kil...?
sikapmu memalukan, tingkahmu menjijikkan
kenapa jua kami para rakyat memberi amanah
kepada wakil kami untuk memilihmu, Kil...?
entah siapa yang salah, entah siapa yang benar
mungkin wakil rakyat yang memilih, mungkin saja
kau yang terpilih
kami tak pernah menitipkan keadilan kepadamu
karena kami yakin tidak ada keadilan padamu
kalaupun kau menjadi penguasa dengan toga
dan kitab di tangan, itu bukan pilihan kami
kau hanya pilihan dari wakil-wakil kami,
dan hanya tiang-tiang MK yang menjadi saksi
kasus demi kasus menari-nari di atas meja kerjamu
kemudian tergelincir dan masuk laci
kasus demi kasus terjerembab karena licin
mungkin karena ada uang pelicin, mungkin saja

ada apa denganmu, Kil...?
siapa lagi yang bisa kami percayai hari ini
dunia ternyata tempatnya para pembohong
sumpah palsu, pasal palsu, wajah palsu, toga palsu
hidup tidak berarti lagi kalau hanya untuk keadilan
kalian para pembaca ayat belum tentu semua bohong
tetapi sebahagian besar terbukti penipu dan pembohong
kasihan kau, Kil...! makanlah uang haram
dengan jampi-jampi agar kau selamat sampai tujuan
ke Rutan Guntur

Bireuen, 3 Oktober 2013 mukhlis aminullah

Rabu, 25 September 2013

KOMPETENSI DASAR FASILITASI

Pada bab ini dibahas tentang kompetensi atau kemampuan dasar yang minimal harus dimiliki oleh seorang fasilitator atau trainer. Kompetensi ini diharapkan dapat membawanya pada beberapa kemudahan atau perubahan selama proses fasilitasi. Kemudahan dalam penyampaian pesan, sehingga mudah dipahami peserta. Artinya, secara teknis materi sudah disiapkan dengan memperhatikan karakteristik peserta. Kesiapan mental dan fisik dalam menempatkan diri selaku fasilitator atau trainer. Serta kemampuan psikologis yang dapat membawanya sebagai ‘teman diskusi’ dan bukan terjebak menjadikan dirinya ‘penceramah’.

Sikap Dasar Fasilitator

Minat
Para fasilitator dalam menyampaikan pesan tentang penyakit tropis (Demam Berdarah atau TBC), hendaknya memiliki minat besar pada materi yang akan disampaikannya. Terlebih lagi, jika fasilitator tersebut selain memahami teori juga memiliki pengalaman pada materi terebut. Pengalaman sebagai petugas penyuluh, ketua RT/RW, konsultan, atau pengamat dari persoalan yang akan didesiminasikannya.
Hal ini akan membedakannya dengan pemateri atau fasillitator yang hanya memiliki pemahaman teoritis saja.  Pengalamannya di ’lapangan’ akan membantunya menemu-kenali dan memberikan solusi atas persoalan yang kerap dijumpai peserta. Suasana lokakarya atau pelatihan akan lebih ’membumi’ dengan cerita dan tips seputar pengalaman sang fasilitator maupun peserta itu sendiri.
Jadi perwujudan minat besar fasilitator pada materi yang sedang digagas, akan dapat terlihat. Pertanyaaan peserta seputar permasalahan yang dihadapinya, akan dapat dijawab fasilitator berdasarkan ’jam terbangnya’ menggeluti permasalahan yang ditanyakan peserta tersebut.  Penguasaan substansi pembicaraan baik spesifik maupun umum, serta referensi pengetahuan yang selalu up to date, juga akan memancarkan minat besar fasilitator/trainer pada persoalan yang sedang dibicarakan.


Jadi narasumber lebih bersifat sebagai motivator. Dengan demikian peserta pelatihan akan lebih berpartisipasi dalam pelatihan. Jadi pengetahuan yang ada diangkat dari peserta lalu didiskusikan bersama. Hasilnya, peserta akan lebih termotivasi untuk mengetahui lebih banyak materi yang telah didapatkannya.
Mengapa pola ini bisa Anda terapkan?  Pertama, setiap orang ingin diapresiasi. Kedua, setiap orang memiliki inner potential dalam diri mereka masing-masing. Ketiga, setiap orang memiliki pengalaman yang patut di dengarkan.
Setiap peserta perlu mendapat apresiasi yang baik dari pelatih, fasilitator, narasumber maupun dari sesama peserta. Dengan memberikan apresiasi terhadap setiap pendapat yang disampaikan peserta maka peserta tersebut akan merasa mendapat ruang untuk berekspresi. Dengan sendirinya, peserta itu akan terus termotivasi untuk menyampaikan pikiran-pikirannya apakah dengan cara berbicara dalam forum atau dengan menuliskannya di kertas plano lalu disampaikan di depan forum lokakarya/pelatihan. 

Empati
Sebagai fasilitator anda haruslah mampu menempatkan diri dalam situasi yang dihadapi orang lain guna memahami perspektif yang mereka miliki terhadap isu-isu tertentu.
Salah satu cara untuk menunjukkan sikap empati, bisa dengan meminta peserta menyampaikan pengalaman, keluh-kesah, atau perasaannya pada satu persoalan tertentu. Metode ‘memancing cerita’ dari peserta ini bisa diterapkan di awal lokakarya. Baik ketika pesertanya homogen maupun heterogen. Perlu sikap empati dan sedikit hati-hati, kalau menghadapi peserta yang beragam. Apalagi jika ada dua pihak peserta yang berseberangan, dan potensial bisa saling menghujat sikap ‘lawannya’. 
Ketika memfasilitasi masyarakat yang sulit sekali untuk diajak melakukan kegiatan bersama-sama, dibutuhkan seorang fasilitator yang mampu memberikan motivasi tersendiri untuk melakukan kegiatan secara bersama. Anda bisa mempersiapkan instrumen yang memberikan jaminan pendekatan partisipatif. Langkah berikutnya, merancang kegiatan fasilitasi yang efektif dalam kelompok masyarakat. Dan hasilnya, benar-benar menakjubkan. Peserta sangat senang ketika harus bermain, menyanyi, tertawa, disamping dari sisi materi (content) lokakarya mereka juga mendapatkannya.
Empati yang dibangun seperti ini, bertolak pada pengalaman memfasilitasi melalui pendekatan andragogy. Orang dewasa pada dasarnya lebih menyukai hal-hal yang menyenangkan, meriah seperti halnya kanak – kanak ketika bermain. Sehingga media yang dipilih seputar gambar-gambar dan berbagai macam warna yang menarik sekaligus mudah untuk diingat

Berpikir Positif
Pentingnya sikap berpikir positip bagi fasilitator, bisa dilakukan dalam setiap lokakarya dengan terlebih dahulu menjajaki harapan peserta terkait dengan materi pelatihan, lalu disandingkan dengan arah global dan output yang diharapkan dari setiap bagian materi utama.
Ketika berhadapan dengan anggota masyarakat yang terkesan arogan dan ‘sok pintar’, perlu trik untuk menghadapinya. Misalnya berusaha untuk tidak menjadi emosional. Sebagai narasumber hendaknya menghargai semua pendapat yang disampaikan peserta meskipun pendapat itu kurang tepat. Penyampaian materi dengan penuturan yang sopan biasanya menjadi kunci luluhnya ego anggota masyarakat seperti ini.
Anda bisa sampaikan kepada peserta lokakarya, “Saya tidak lebih pintar dari bapak/ibu/saudara, karena sesungguhnya andalah yang telah mengalami persoalan ini. Jadi kehadiran saya sesungguhnya bukanlah sebagai narasumber melainkan sebagai teman diskusi untuk saling bertukar pendapat. Jadi saya juga hanya sebagai fasilitator, bukan nara sumber serba bisa.

Percaya pada Kekuatan Kelompok
Hal ini berarti sebagai fasilitator Anda harus mempercayai potensi kelompok yang Anda fasilitasi untuk mempunyai kemampuan dalam menemukan jalan atau solusi atas permasalahannya sendiri. Hal ini berarti, apapun komposisi kelompok itu, Anda selalu percaya bahwa jawaban atas permasalahan adalah ada pada kelompok itu sendiri. Sebagai fasilitator anda tinggal mendorong proses bagi kelompok tersebut untuk menemukan permasalahannya sendiri.
Dalam melakukan fasilitasi, pendekatan pembelajaran orang dewasa menjadi landasan utama bagi dirinya. Strategi dan teknik yang mengacu kepada pendidikan orang dewasa senantiasa dilandasi oleh konsep diri, pengalaman pribadi, serta kesiapan dan orientasi belajar dari setiap warga belajar. Dalam hal ini, ada tuntutan pokok sebagai implikasi dari landasan tersebut dalam melaksanakan proses fasilitasi bagi orang dewasa, yaitu keterlibatan atau peranserta dari setiap warga belajar.
Fasilitasi adalah proses untuk membuat semua hal menjadi mudah, proses sadar dan sepenuh hati yang dapat membantu suatu kelompok supaya sukses mencapai tujuan kelompok dengan cara taat pada prinsip-prinsip partisipasi dimana kelompok benar-benar berfungsi sebagai kelompok.

Kemampuan Komunikasi
Secara ideal, tujuan komunikasi bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama terhadap ide atau pesan yang disampaikan.  Proses mencapai kesepakatan, lazimnya berlangsung secara bertahap. Tentu tidaklah mudah untuk membuat sebuah aktivitas komunikasi berjalan dengan menghasilkan kesepakatan secara utuh sesuai tujuannya. Karena, ada seperangkat kesulitan yang akan muncul dalam pencapaian tujuan berkomunikasi.

dari berbagai sumber

Selasa, 24 September 2013

PEMAHAMAN MENULIS

Menulis adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang dalam rangka mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada orang lain agar mudah dipahami. Dari kegiatan menulis ini kita akan mendapatkan hasil yaitu berupa tulisan. Menulis yang baik adalah menulis yang bisa dipahami oleh orang lain.

Nurhadi (1995: 343) mendefinisikan menulis sebagai suatu proses penuangan ide atau gagasan dalam bentuk paparan bahasa tulis berupa rangkaian simbol-simbol bahasa. Kegiatan menulis bukanlah sebuah kegiatan yang sulit untuk dilakukan karena hampir setiap orang pernah melakukan kegiatan menulis. Kegiatan menulis tidak hanya terbatas pada menulis buku dan karya-karya tulis ilmiah tetapi setiap kegiatan menuangkan ide atau pikiran dalam bentuk tulisan sudah dapat disebut menulis. Seperti yang diungkapkan Hakim (2005: 15) bahwa hakikat menulis adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Pesan, memo, surat, buku harian, laporan, opini, naskah, buku, dan lain -ain merupakakan hasil dari kegiatan menulis.

Lado (1979: 143) juga menyatakan bahwa menulis merupakan suatu representasi bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa. Menulis yang merupakan proses penurunan atau pelukisan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membacanya, menjadi terbatas pada kesatuan-kesatuan bahasa. Berdasarkan pemahaman ini, kita dapat menyimpulkan bahwa gambar atau lukisan yang merupakan penuangan ide atau gagasan seseorang bukan termasuk dari hasil menulis. Hal tersebut karena gambar atau lukisan bukan merupakan satuan bahasa. Begitu pula ketika seseorang menyusun atau menyalin huruf-huruf atau satuan bahasa yang tidak dipahaminya, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan menulis.

Pada dasarnya menulis merupakan suatu kegiatan berpikir. Salah satu tugas penting seorang penulis adalah menguasai unsur-unsur pokok menulis dan berpikir yang akan membantu dalam usaha mencapai tujuan menulis. Hal yang paling penting diantara unsur-unsur menulis ialah penemuan, penataan, dan gaya (Enre 1988: 7).

Penemuan adalah proses mendapatkan ide yang akan dibicarakan atau ditulis. Bagi sebagian banyak penulis, proses ini merupakan proses intuitif, tetapi cara mengarahkanya dapat dipelajari dengan jalan menggunakan prosedur formal dengan menganalisis dan meneliti. Dalam proses penemuan ini, pengalaman dan pengetahuan seorang penulis memegang peran yang sangat penting. Semakin banyak pengalaman dan pengetahuan seorang penulis maka ide yang ditemukan semakin kompleks.

Penataan merupakan proses pengorganisasian hasil penemuan atau ide agar mudah dipahami dan dipercayai oleh pembaca. Dengan penataan yang baik, sebuah tulisan akan mudah dipahami oleh pembaca. Keefektifan dan keefisienan tulisan akan sangat bergantung pada penataan tulisan yang dilakukan oleh penulisnya. Kemampuan dan kepekaan bahasa penulis adalah modal untuk dapat mengorganisasikan ide dalam tulisan.

Gaya adalah proses penentuan pilihan mengenai struktur kalimat dan diksi yang akan dipakai dalam tulisan yang hendak disusun. Kemampuan dan kepekaan terhadap bahasa disertai kekayaan kosa kata adalah hal yang sangat mendukung dalam proses ini. Dalam proses menulis, ketiga unsur di atas bukanlah kegiatan yang dilakukan secara terpisah. Ketiga proses tersebut merupakan proses mental yang berlangsung secara serempak bukan bertahap.

Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat kita simpulkan bahwa menulis merupakan serangkaian kegiatan yang menghasilkan simbol-simbol bahasa yang mewakili apa yang menjadi kehendak pelakunya. Maksud dari kehendak pelaku di sini adalah ide, pikiran, atau apapun yang diketahui oleh penulis. Jadi dapat dikatakan bahwa menulis merupakan kegiatan yang sangat umum yang dapat dilakukan oleh hampir setiap orang. Hasil dari kegiatan menulis disebut tulisan.

sumber :    http://www.situsbahasa.info

SAJAK TENTANG IBU

memandang pipi kurusmu yang kian tua
aku seperti kehilangan sejarah
aku tidak bisa kembali ke masa lalu
saat itu melihat seorang perempuan muda
dengan tubuh gemuk berisi dan pipi tembem
menyuapi makanan kepada seorang lelaki kecil
dan tiga perempuan kecil berambut lurus halus
tidak ada lagi perempuan itu disini
yang ada disini adalah seorang perempuan yang
kulitnya kian keriput dan berperawakan kurus

aku harus melupakan seorang perempuan tegar
yang selalu menjahit sendiri baju untuk anak-anaknya
karena suaminya tidak punya uang membeli baju
di pasar dekat kampungku!
aku harus melupakan semua sejarah itu!
tidak ada lagi perempuan itu disini
yang ada disini adalah seorang perempuan lemah
terbaring dengan infus dan transfusi darah

kini, ketika membuka memori dalam album tua
aku seperti melihat orang asing yang kebetulan lewat
tanpa bisa mengidentifikasi siapa
foto yang tidak buram semuanya menjadi buram
aku kian bingung ketika anakku lugu bertanya
"ini foto siapa, ayah...?"
aku gemetar dan tak kuasa menjawab hal itu
lidahku kelu, matapun sayu
ingin berteriak dan mengadu
bahwa aku telah kehilangan perempuan hebat itu!

tidak ada lagi perempuan kuat itu
di depan mataku adalah seorang perempuan
yang setiap hari diberi resep dokter, aku amat sedih
dan aku tak sanggup lagi melukis kata tentangmu
cukup sampai disini kutulis sajak ini
"kami hanya ingin selalu menjagamu, Ibu......!"

Bireuen, 24 September 2013 mukhlis aminullah

BERKACALAH WAHAI RAJA

jangan salahkan kami
bila mengirim cermin kepadamu
berkacalah wahai Raja!
sambil berharap wajahmu
bukan milik Teori Darwin

Bireuen 24 September 2013 mukhlis aminullah

Sabtu, 21 September 2013

PASCA HUJAN

gerimis di luar jendela akhirnya gemulai
kepada siapa para kodok meneriakkan kemerdekaan?
sedangkan para tetanggaku sudah lebih dulu terlelap
ataupun mereka sedang bersilaturrahim ke bulan
gerimis perlahan-lahan menguap
siapa peduli? biarkan para kodok bernyanyi
semoga pasangan suami isteri mendapat rahmat
wassalam,...

Bireuen, 11 September 2013 mukhlis aminullah

SENYUM SUMRINGAH

aku melihat senyum sumringah di bibirmu
selalu saja menyejukkan
dan seperti menyeruput segelas es krim
manis dan menyegarkan tenggorokan
segala yang ada di sekelilingku
terlupakan!
sore ini matamu berbinar-binar
menunggu puisi ini kukirimkan
"aku berjanji akan selalu setia kepadamu...."

Bireuen, 20 September 2013 mukhlis aminullah
kepada: ummi fildza

Kamis, 05 September 2013

SIFAT ORANG JEPANG YANG PATUT DITIRU

JEPANG adalah sebuah negara maju pada awal abadd ke 20. Bom di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 telah meruntuhkan segalanya bagi masyarakat Jepang. Bukan hanya meruntuhkan perekonomian Jepang, tapi lebih dari itu yaitu terkait dengan martabat orang Jepang di mata Internasional. Namun orang Jepang tidak mau larut dalam duka. Mereka terus berupaya untuk bangkit dan melupakan masa lalu. Beberapa faktor yang membuat mereka cepat bangkit adalah budaya mereka. Mereka mempunya beberapa trik, yang sebenarnya umum saja dan dapat dilakukan oleh bangsa manapun. 

KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.
 
MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun”, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
 
HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di Jepang, para ibu rumah tangga rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.
 
LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
 
INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Contohnya saja Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman, Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.
 
PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kemudian Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).
 
BUDAYA BACA
Tidak peduli dimana saja duduk atau berdiri, banyak orang yang memanfaatkan waktu untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat manga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah. Buku pengetahuan disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb).
 
KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja” yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang.
 
MANDIRI
Sejak usia dini anak” dilatih untuk mandiri. Di Yochien (gak tau nama apa) setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Mahasiswa mengandalkan kerja part time untuk biaya kuliah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka meminjam uang ke orang tua yang nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
 
JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang” yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
 
mukhlis aminullah, dari berbagai sumber di internet

Sabtu, 31 Agustus 2013

RINDU BUKAN MILIKU (LAGI)

menyelami dasar lautan
rindu menjala cinta
dan sesaat aku tertegun
aku hampir lupa
lautmu bukan milikku lagi

Bireuen, 31 Agustus 2013 mukhlis aminullah

PENGEMIS

kau hanya mengais harapan
dari amplop ke amplop
wajah populis
dari para pengemis
ramaikan taman kota
mereka hanya pikirkan
hidup hari ini saja

Bireuen, 28 Agustus 2013 mukhlis aminullah

Rabu, 28 Agustus 2013

TERKIKIS USIA

mengalir pelan
terkikis oleh waktu
tanpa kita sadari
usia terus berjalan
menjurus ke kematian

Bireuen, 27 Agustus 2013 mukhlis aminullah

Kamis, 22 Agustus 2013

PURNAMA KEHILANGAN CERIA

tak biasanya purnama
kehilangan ceria
kalaupun pernah kecewa
itu hanya karena bulan
tertutup mega
ada apa dengan purnama?
silahkan Tuan karang cerita

Bireuen, 22 Agustus 2013 mukhlis aminullah

SAJAK TUA (CATATAN WARISAN)

sudah sangat lama kusimpan sajak ini
terbungkus rapi dalam lemari kusam
tanpa pembersih debu
kertas buram semakin buram
dulu aku sangat takut ! amat takut !
berbahaya mengeluarkan catatan ini
disinilah tertulis kisah sejati
sebuah kisah tentang Nanggoe
siapa pewaris Tahta setelah beliau pergi
sajak ini adalah milik Wali
aku hanya menyimpannya saja
Pewaris Nanggroe tercatat disini
siapa dia? entahlah

Bireuen, 22 Agustus 2013 mukhlis aminullah

LALAI

kita sibuk dengan lembaran waktu
helai demi helai terlewati begitu saja
kita lalai! bukunya tak pernah tamat

Kota Juang, 22 Agustus 2013 mukhlis aminullah

Selasa, 20 Agustus 2013

ALUE LIMENG

sabda alam tak cukup untuk suarakan
kekurangan pembangunan
merintih dan menangis veteran perang
tidak ada juga kemerdekaan
di Alue Limeng, sungguh menyedihkan !

Alue Limeng, 19 Agustus 2013 mukhlis aminullah

Keterangan :
(Alue Limeng, sebuah desa terisolir di Kec.Jeumpa. menuju kesana harus memutar jalan melalui Kec.Juli, karena tidak akses jalan yang memadai yg tembus dr Kec.Jeumpa)

MAKNA MERDEKA

karnaval di kotaku segera dimulai
anak-anak segera beraksi
beragam warna hiasi hari merdeka
karnaval itulah nasionalisme mereka
tanpa tahu makna merdeka
salah siapa? bila mereka mencintai
bangsa dan negaranya hari ini saja

Bireuen, 18 Agustus 2013 mukhlis aminullah

PENJAJA CINTA

dini hari menjelang subuh
Sutini masih menjual tubuh
dan menjaja cinta
si hidung belang tersenyum
uang belanja isterinya
segera berpindah tangan

phuihhh! dasar manusia bejat
(pada preman mana kau minta izin, telah mengotori negeri Syariat?)

Bireuen, 13 Agustus 2013 mukhlis aminullah
(maaf, Sutini hanya nama fiktif, tdk maksud kepada seseorang)

Senin, 12 Agustus 2013

WAFATNYA HATI NURANI

apa lagi yang harus ku tampilkan
seribu kata protes yang pernah ku kirim
kepadamu sebelumnya
ternyata tidak kau hiraukan
dan kau masih asyik dengan kesombonganmu
aku ingin mengirim kain kafan kepadamu
atas wafatnya hati nurani

Bireuen, 12 Agustus 2013 mukhlis aminullah
kepada: Patih MAJAPAHIT

INDAHNYA BERHARI RAYA

mendung memanjakan kota
sejuk sepoi udara memeluk jiwa
para penghuni kota sibuk berhari raya
ah, indahnya

Kota Juang, 10 Agustus 2013 mukhlis aminullah