perempuan-perempuan hebat
pencari kerang dan tiram
separuh menyelam, basah
tak menghiraukan suaminya
sepanjang hari hanya duduk di pos ronda
para pencari tiram perempuan hebat
yang hanya kalah oleh asap rokok
para suami penganggur
para pencari kerang perempuan kuat
yang rela tinggalkan rumah
bekerja penuh tidak pernah libur
para pencari kerang dan tiram
sesungguhnya telah menikam
muka para lelaki yang tidak bermuka
Ujong Blang, 19 Juli 2020 Mukhlis Aminullah
Minggu, 19 Juli 2020
PERKENALKAN
perkenalkan, nama saya proposal
saya ditulis oleh tangan-tangan cerdas
bukan oleh penulis lepas
pada media tak ada redakturnya
saya adalah proposal
bukan dari kalangan warga miskin
tapi dari penguasa serakah
perkenankan, kalau saya hadir
yang lain mohon minggir
Bireuen, 19 Juli 2020 Mukhlis Aminullah
saya ditulis oleh tangan-tangan cerdas
bukan oleh penulis lepas
pada media tak ada redakturnya
saya adalah proposal
bukan dari kalangan warga miskin
tapi dari penguasa serakah
perkenankan, kalau saya hadir
yang lain mohon minggir
Bireuen, 19 Juli 2020 Mukhlis Aminullah
TIBA-TIBA
tiba-tiba datang gerombolan harimau
membawa proposal
para kerbau tidak berani menolak
para sapi takut dipalak
kambing juga tak berontak
semua takut pada proposal
yang berbentuk harimau
Bireuen, 19 Juli 2020 Mukhlis Aminullah
membawa proposal
para kerbau tidak berani menolak
para sapi takut dipalak
kambing juga tak berontak
semua takut pada proposal
yang berbentuk harimau
Bireuen, 19 Juli 2020 Mukhlis Aminullah
Sabtu, 18 Juli 2020
WEWANGIAN
setelah dua puluh satu tahun
aku tak mungkin lupa
dimana kutaruh wangi malam
dan aroma pagi
karena setiap wewangian
adalah kamu, dik!
Dee Paya, 18 Juli 2020 Mukhlis Aminullah
aku tak mungkin lupa
dimana kutaruh wangi malam
dan aroma pagi
karena setiap wewangian
adalah kamu, dik!
Dee Paya, 18 Juli 2020 Mukhlis Aminullah
Rabu, 15 Juli 2020
BANGSA PAPUA
senyum hangat dan muka cerah
memutarbalikkan semua kisah
ternyata rakyat Papua sangat ramah
bahkan terlalu ramah
Papua, Juni 2001 Mukhlis Aminullah
KENANGAN KAMPUNG
kaki-kaki telanjang melintas pematang
berjalan menuju ke sebuah bangunan tua
setiap hari, bertahun-tahun
sepasang pakaian lusuh jahitan ibu
pada akhirnya kehilangan warna
dipakai setiap hari, dicuci, dijemur, dipakai lagi
setiap hari, bertahun-tahun
potret kami seperti Mahar, Lintang dan Ikal
dalam cerita film Laskar Pelangi
ibu Muslimah adalah ibu Nurul Hayati
pak Harfan adalah pak Hamid yang baik hati
kaki-kaki telanjang main bola di bantaran
Krueng Leubu penuh kenangan
Kamal kecil, Nurdin kecil dan Mukhlis kecil
terus tumbuh dan mengejar impian
meninggalkan cerita kampung halaman
kaki-kaki telanjang melintas pematang
hanya tinggal kenangan lama
bu Muslimah dan pak Harfan akhirnya berpulang
Mahar, Lintang dan Ikal entah merantau kemana
sesekali ketika pulang kesini, rindu kami membumi
Leubu, 4 Juli 2020 Mukhlis Aminullah
MENATAP INDONESIA TAHUN 2045
menatap pagi dari luar jendela
tampak masa depan Indonesia yang megah
sebuah negara adil makmur sentosa
memimpikan dirgahayu-nya yang ke 100
pada tahun 2045, adalah sebuah upacara negara maju
pertumbuhan ekonomi-nya tujuh persen per tahun
angka Stunting hanya dua persen,
kematian anak dan ibu hamil tidak ada
menatap pagi dari luar jendela
muncullah bayangan Indonesia yang ramah
tidak ada lagi begal, tidak juga rampok, tidak juga narkoba
melihat anak-anak Indonesia tampil kelas dunia
Olimpiade Fisika, olimpiade kimia bahkan
Piala Dunia Sepakbola, kita adalah Juara-nya
pada tahun 2045 kita mengungguli Amerika
mengalahkan negara-negara Asia, bahkan China
kita adalah sebuah negara berdaulah ekonomi-nya
Indonesia tidak lagi mengandalkan TKW
sebagai andalan meraih devisa
menatappagi dari luar jendela
yang terlihat adalah anak-anak sedang menghafal Alqur'an
anak-anak yang rajin belajar di pondok pesantren
mereka adalah asset masa depan yang harus dijaga talentanya
menatap pagi dari luar jendela
hari ini, besok, lusa dan seterusnya
kami selalu memelihara harapan kebaikan bangsa
walaupun kami tahu, perampokan negara terus merajalela
setelah kasus BLBI, muncul kasus Century, kini kasus Jiwasraya
padahal kasus Garuda belum juga reda
negara dirampok dengan rapi, bukan oleh perampok biasa
tapi dengan jas stelan mahal dan berdasi,
nama mereka adalah begal korporasi
koruptor menjadi bintang iklan, dengan senyum ramahnya
muncul keren di teve
sepertinya tidak juga membuatnya malu dan jera
menatappagi dari luar jendela
dengan puisi dan pot-vas bunga menjadi saksi
harapan kami sebagai rakyat Indonesia, selalu Indonesia berjaya
untuk masa depan dan anak-anak kita, tahun 2045
Bireuen 28 Desember 2019 Mukhlis Aminullah
TAHUN BARU 2020
di sebuah kota tua,
Tahun Baru diawali dengan sholawatan di sebuah gereja
katanya, itulah bentuk toleransi Pancasila
di sebuah desa Pulau Sumatera
Tahun Baru diperingati dengan tuak dan dansa-dansa
bercampur baur semua kalangan antar agama
di sebuah pelabuhan kepulauan timur Indonesia
Tahun Baru, semua PSK dibooking pelaut manca-negara
untuk menambah angka AIDS-HIV bagi para remaja
tentang Tahun Baru itu hanya sedikit saja cerita
seolah pergantian tahun tidak bermakna kalau tanpa pesta
semua media mengabarkannya, berita di halaman muka
semua berita tentang pesta, sedikit saja berita tentang bencana
berapa orang-kah yang peduli dengan banjir di Jakarta?
kecuali berita olok-olok atas ketidakmampuan Gubernur-nya
baik Gubernur sekarang, maupun Gubernur-Gubernur sebelumnya
berapa media yang memberitakan banjir bandang di Labura?
kecuali beberapa media di Medan Sumatera Utara, itupun karena
pemiliknya adalah orang yang sangat peduli pada kaum miskin dan dhuafa
kami di Aceh tidak merayakan Tahun Baru
karena kami yakin, itu adalah dosa, menurut agama
tapi kami masih melakukan dosa yang lain,
menyunat rumah bantuan untuk kaum dhuafa, hal itu biasa
menjual dan membeli ganja
menjadi terkenal karena shabu-shabu, hal itu biasa
dan, banyak dosa lainnya, yang seolah-olah menjadi hal biasa
kami di Aceh adalah negeri syariat Islam
kalaupun ada yang merayakan Tahun Baru,
itu-pun dilakukan secara diam-diam
Bireuen, 1 Januari 2020 Mukhlis Aminullah
Langganan:
Postingan (Atom)