Sabtu, 16 Agustus 2014

MAKNA MERDEKA (SEBUAH IRONI)

apa makna merdeka bagi tuan-tuan?
mengeja angka enam sembilan bagi tuan-tuan
tidak ada artinya, bukan?

selain ritual di tiang bendera
dan membaca teks proklamasi
dengan nada tinggi
apa makna merdeka bagi tuan-tuan?

tuan-tuan masih melakukan korupsi
kalian tetap saja nepotism dan kolusi
mencuri uang negara demi demokrasi
adalah alasan yang dicari-cari

apa makna merdeka bagi tuan-tuan?
tidak ada maknanya, bukan?
(sama saja dengan kami, makna merdeka
bagi kami adalah menikmati karnaval)

Bireuen, 15 Agustus 2014 mukhlis aminullah

Rabu, 13 Agustus 2014

DUKA (INDONESIA U-19)

seseorang di sudut warung
sedang menyeruput kopi pahit
dengan muka masam
ternyata dia sedang berduka
"INDONESIA U-19 kemasukan tiga gol"
oh,ternyata

Bireuen Partee, 13 Agustus 2014 mukhlis aminullah

Indonesia sudah kemasukan 0-3 lawan Viet Nam

Rabu, 23 Juli 2014

5 (LIMA) INDIKATOR PEMIMPIN IDEAL

Kemarin malam KPU sudah menetapkan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Pendukung pasangan Capres dan Cawapres ini larut dalam euforia yang berlebihan, setidak-tidaknya, menurut saya. Mereka merayakannya dimana-mana, malah ada yang menggunduli habis rambutnya, entah untuk apa? Seakan-akan dengan kemenangan Jokowi-JK, semua persoalan di negeri ini akan dengan mudah terselesaikan. Harapan yang sangat tinggi dibebankan kepada mereka, akan menyiksa mereka berdua. Padahal menggantungkan harapan yang terlalu tinggi malah akan berujung dengan kekecewaan di kemudian hari. Karena, setelah masa Rasulullah kemudian diteruskan pada masa para Sahabat, hampir tidak ada pemimpin ideal yang mampu memanej sebuah negara.
Konon, untuk masa kini dan menghadapi masa yang akan datang, kebutuhan akan lahirnya pemimpin ideal, menjadi harapan semua rakyat Indonesia.

Apakah Jokowi-JK akan mampu menjawab kebutuhan tersebut? Mari kita lihat, dengan membuat 5 (lima) katagori (saja), antara lain sebagai berikut :

Kesatu: Profesional.
Memiliki kualitas intelektual, integritas moral yang memadai dan visioner serta profesional. Pemimpin ideal harus bisa mengambil segala kebijakan secara profesional. Tidak masanya lagi seorang pemimpin hanya mempunyai standar kepemimpinan yang amatir dan berintelektual rendah. Pemimpin tidak bertanggung-jawab kepada kelompok atau partai pengusungnya, tetapi bertanggung-jawab langsung kepada rakyat Indonesia. Pemimpin masa depan Indonesia tidak menjadi "boneka" dari orang-orang di sekelilinya (yang lebih pintar dan lebih berkuasa secara politis).

Kedua: Clean Government.
Kepemimpinan yang bersih dan berwibawa ini dimulai dari kepemimpinan yang jujur dan bersih dari cacat moral yang fatal. Pepatah asing mengatakan bahwa "Honesty is The Best Policy"
Kejujuran adalah kebijakan yang paling baik. Pemimpin itu harus jujur kepada dirinya, kepada masyarakatnya, dan yang terpenting adalah kejujuran kepada Allah SWT. Pemimpin yang tidak jujur akan mudah terjatuh pada perangkap korupsi, kolusi dan nepoteisme, dan kemunafikan.

Ketiga: Berdedikasi Tinggi.
Pemimpin adalah orang yang bersedia melakukan pengorbanan atas kepentingan pribadinya untuk kepentingan yang lebih besar. Yaitu kepentingan bangsa dan Negara. Kalau pemimpin mengorbankan kepentingan bangsa untuk kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, partai, dan familinya maka akan fatal akibatnya.
Pemimpin itu harus punya jiwa melayani, mengabdi.
Dedikasi adalah merupakan tolak ukur keberhasilan dalam memikul tugas dan tanggungjawab.

Keempat: Berjiwa Besar
Gaya kepemimpinan yang dewasa. Bisa menampung berbagai macam karakter. Seorang pemimpin yang reaktif, emosional, tentu akan menjadi pemimpin yang buruk. Tidak dapat memecahkan masalah-masalah dengan kepala dingin dan pikiran yang jernih, canggih, dan stamina jiwa yang prima. Seorang pemimpin yang grusa-grusu (gegabah) hanya akan mengikuti panggilan emosinya. Padahal pemimpin itu orang yang pandai memaafkan kesalahan orang lain, bahkan ia memohonkan ampun atas kesalahan rakyatnya kepada Allah SWT.

Kelima: Menerapkan Kepemimpinan Kolektif.
Pemimpin ke depan harus menyadari bahwa ia tidak tahu segala-galanya dan tidak menguasai segala-galanya. Kepemimpinan kolektif harus menjadi alternatif model kepemimpinan masa depan.
Hal ini sejalan dengan ciri yang menonjol dalam masyarakat globalisasi yaitu masyarakat jaringan. Kekuatannya terletak pada ketrampilannya dalam menjalin komunikasi lintas kelompok, lintas partai, lintas agama, bahkan lintas Negara. Dengan catatan bahwa kepemimpinan kolektif harus kuat dan berkarakter. Kalau tidak kuat, malah dikhawatirkan akan timbul ketergantungan kepada kolektif kolegial, seperti layaknya semua lembaga Negara berbentuk Komisi. Sementara, Presiden dan Wakil Presiden bukan sebuah lembaga kolektif kelegial.

Tulisan saya, tidak bermaksud meragukan kemampuan Jokowi, terlebih lagi JK. Hanya sebagai pembanding saja. Atau bolehlah sebagai indikator sederhana, agar kita memiliki semangat mendukung pemerintahan Jokowi-JK di masa yang akan datang.

salam hangat,
@mukhlisleubu (twitter)
— bersama Ismail Adam dan 2 lainnya di LEPOEMAT.Center.

Sabtu, 19 Juli 2014

KISAH NYATA : KEAJAIBAN KESABARAN DAN KEKUATAN DO'A SEORANG ISTRI

Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya. Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh.

Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada dirumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.

Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam.
Do'a "Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin" mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya.

Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.

Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri kerumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana dikamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak disudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik.

Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. “Ya bagaimanapun yang dihadapi Alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban.”

Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. “Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku.” Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, “Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini didunia ini.” Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya.

Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushallanya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.

Sang suami menuturkan,

“Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur dikamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar ditengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada diperaduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk dimalam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri dihadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku”

Seusai shalat ia memandang kearah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya.

Masya Allah, SubhanAllah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati.

Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdo'a. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdo'a sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap ditaman kenikmatan, dihadapan Rabbnya.

Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.

Inilah buah dari do'a wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.

Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar dikota Madinah.

Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan “bukan permata biasa”. (Ummu Asyrof dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)

Diambil dan diketik ulang oleh Redaksi dari: Majalah Elfata edisi 08 volume 07 tahun 2007.

Sumber : Dipublikasi ulang dari http://jilbab.or.id/archives/299-bukan-permata-biasa/#more-299

Minggu, 13 Juli 2014

PETA PALESTINA 1917 (DIAKUI OLEH NEGARA BRITANIA=INGGRIS)

Palestina terletak di bagian barat benua Asia yang membentang antara garis lintang meridian 15-34 dan 40-35 ke arah timur, dan antara garis lintang meridian 30-29 dan 15-33 ke arah utara.

Palestina membentuk bagian tenggara dari kesatuan geografis yang besar di belahan timur dunia Arab yang disebut dengan negeri Syam. Selain Palestina, negeri Syam terdiri dari Lebanon, Suriah dan Yordania. Pada awalnya negara-negara ini punya perbatasan yang kolektif di luar perbatasannya dengan Mesir.

Perbatasan Palestina dimulai dari Lebanon di Ras El-Nakoura di wilayah Laut Tengah (Laut Mediterania) dan dengan garis lurus mengarah ke timur sampai ke daerah di dekat kota kecil Lebanon yaitu kota Bent Jubayel, di mana garis pemisah antara kedua negara ini miring ke Utara dengan sudut yang hampir lurus. Pada titik ini, perbatasan berada mengitari mata air Sungai Yordan yang menjadi bagian dari Palestina dalam jalan kecil yang membatasinya dari wilayah Timur dengan wilayah Suriah dan danau Al Hola, Lout dan Tabariyya.

Perbatasan dengan Yordania dimulai di wilayah selatan danau Tabariyya pada pembuangan sungai Al Yarmouk. Terus sepanjang Sungai Yordan. Dari mata air Sungai Yordan, perbatasan ini ke arah Selatan membelah pertengahan Laut Mati secara geometrikal dan lembah Araba, hingga sampai pada daerah Aqaba.

Perbatasan dengan Mesir dapat digambarkan dengan garis yang hampir membentuk garis lurus yang membelah antara daerah semi-pulau Seena dan padang pasir Al Naqab. Perbatasan ini dimulai di Rafah di Laut Tengah hingga sampai ke daerah Taba di Teluk Aqaba.

Di bagian Barat, Palestina terletak di sebelah perairan lepas internasional dari Laut Tengah dengan jarak sekitar 250 km dari Ras El-Nakoura di belah selatan hingga Rafah di bagian selatan.

Karena lokasinya terletak di pertengahan negara-negara Arab, Palestina membentuk kombinasi geografis yang natural dan humanistik bagi medan terestrial yang luas yang memuat kehidupan orang-orang asli Badui di wilayah selatan dan gaya pendudukan yang sudah lama di bagian utara. Tanah Palestina punya keistimewaan dibanding dengan daerah lain karena merupakan bagian dari tempat diturunkannya semua agama samawi, tempat di mana peradaban kuno muncul, menjadi jembatan aktivitas komersial dan tempat penyusupan ekspedisi militer di sepanjang era bersejarah yang berbeda. Lokasi strategis yang dinikmati Palestina memungkinkannya untuk menjadi faktor penghubung antara berbagai benua bagi dunia kuno Asia, Afrika dan Eropa. Palestina juga menjadi tempat yang dijadikan pintu masuk bagi perjalanan ke negara-negara tetangga. Ia menjadi jembatan penghubung bagi manusia sejak dahulu kala, sebagaimana ia juga menikmati lokasi sentral (Pusat) yang memikat sebagian orang yang mau bermukim dan hidup dalam kemakmuran.

sumber: wikipedia

SEJARAH BERDIRINYA NEGARA ISRAEL (versi umum)

Pengusiran besar-besaran Yahudi atau yang biasa disebut Diaspora Yahudi, menyebabkan tersebarnya Yahudi ke berbagai negara. Pada permulaan abad ke-12, penindasan Yahudi oleh Katolik mendorong perpindahan orang-orang Yahudi Eropa kembali ke Tanah Suci. Dan perpindahan itu meningkatkan jumlah populasi Yahudi setelah pengusiran orang Yahudi dari Spanyol pada tahun 1492.

Selama abad ke-16, komunitas-komunitas besar Yahudi kebanyakan berpusat pada Empat Kota Suci Yahudi, yaitu Yerusalem, Hebron, Tiberias, dan Safed.

Pada pertengahan kedua abad ke-18, keseluruhan komunitas Hasidut yang berasal dari Eropa Timur telah berpindah ke Tanah Suci. Imigrasi dalam skala besar, atau dikenal sebagai Aliyah Pertama (עלייה), di mulai pada tahun 1881, yaitu pada saat orang-orang Yahudi melarikan diri dari pogrom di Eropa Timur.

Pada tahun 1896, Theodor Herzl menerbitkan buku Der Judenstaat (Negara Yahudi), dan memaparkan visinya tentang negara masa depan Yahudi, Tahun berikutnya ia kemudian mengetuai Kongres Zionis Dunia pertama.

Aliyah Kedua (1904–1914) dimulai setelah terjadinya pogram Kishinev. Sekitar 40.000 orang Yahudi kemudian berpindah ke Palestina.
Selama Perang Dunia I, Menteri Luar Negeri Britania Arthur Balfour mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang mendukung pendirian negara Yahudi di tanah Palestina.

Atas permintaan Edwin Samuel Montagu dan Lord Curzon, disisipkan pula pernyataan “it being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country“.

Legiun Yahudi, batalion yang terdiri dari sukarelawan-sukarelawan Zionis, kemudian membantu Britania menaklukkan Palestina. Oposisi Arab terhadap rencana ini berujung pada Kerusuhan Palestina 1920 dan pembentukan organisasi Yahudi yang dikenal sebagai Haganah (Bahasa Ibrani : Pertahanan).

Pada tahun 1922, Liga Bangsa-Bangsa mempercayakan mandat atas Palestina kepada Britania Raya. Populasi wilayah ini pada saat itu secara dominan merupakan Arab muslim, sedangkan pada wilayah perkotaan seperti Yerusalem, secara dominan merupakan Yahudi.

Aliyah Ketiga (1919–1923) dan Aliyah Keempat (1924–1929), secara keseluruhan membawa 100.000 orang Yahudi ke Palestina. Setelah terjadinya kerusuhan Jaffa, Britania membatasi imigrasi Yahudi, dan wilayah yang ditujukan sebagai negara Yahudi dialokasikan di Transyordania.

Gerakan Nazi pada tahun 1930 menyebabkan Aliyah kelima (1929-1939) dengan masukknya seperempat juta orang Yahudi ke Palestina. Gelombang masuknya Yahudi secara besar-besaran ini menimbulkan Pemberontakan Arab di Palestina 1936-1939, memaksa Britania membatasi imigrasi dengan mengeluarkan Buku Putih 1939.

Sebagai reaksi atas penolakan negara-negara di dunia yang menolak menerima pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari Holocaust, dibentuklah gerakan bawah tanah yang dikenal sebagai Aliyah Bet yang bertujuan untuk membawa orang-orang Yahudi ke Palestina.

Pada akhir Perang Dunia II, jumlah populasi orang Yahudi telah mencapai 33% populasi Palestina, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya 11% pada tahun 1922.

Setelah 1945, Britania Raya menjadi terlibat dalam konflik kekerasan dengan Yahudi. Pada tahun 1947, pemerintah Britania menarik diri dari Mandat Palestina, menyatakan bahwa Britania tidak dapat mencapai solusi yang diterima baik oleh orang Arab maupun Yahudi.

Badan PBB yang baru saja dibentuk kemudian menyetujui Rencana Pembagian PBB (Resolusi Majelis Umum PBB 18) pada 29 November 1947. Rencana pembagian ini membagi Palestina menjadi dua negara, satu negara Arab, dan satu negara Yahudi. Yerusalem ditujukan sebagai kota Internasional – corpus separatum – yang diadministrasi oleh PBB untuk menghindari konflik status kota tersebut.

Komunitas Yahudi menerima rencana tersebut, tetapi Liga Arab dan Komite Tinggi Arab menolaknya atas alasan kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Pada 1 Desember 1947, Komite Tinggi Arab mendeklarasikan pemogokan selama 3 hari, dan kelompok-kelompok Arab mulai menyerang target-target Yahudi.
Perang saudara dimulai ketika kaum Yahudi yang mula-mulanya bersifat defensif perlahan-lahan menjadi ofensif. Ekonomi warga Arab-Palestina runtuh dan sekitar 250.000 warga Arab-Palestina diusir ataupun melarikan diri.

Pada 14 Mei 1948, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai “Israel“. Sehari kemudian, gabungan lima negara Arab – Mesir, Suriah, Yordania, Lebanon dan Irak –menyerang Israel, menimbulkan Perang Arab-Israel 1948. Maroko, Sudan, Yemen dan Arab Saudi juga membantu mengirimkan pasukan.

Setelah satu tahun pertempuran, genjatan senjata dideklarasikan dan batas wilayah sementara yang dikenal sebagai Garis Hijau ditentukan. Yordania kemudian menganeksasi wilayah yang dikenal sebagai Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sedangkan Mesir mengontrol Jalur Gaza. Israel kemudian diterima sebagai anggota PBB pada tanggal 11 Mei 1949. Selama konflik ini, sekitar 711.000 orang Arab Palestina (80% populasi Arab) mengungsi keluar Palestina.

Pada masa-masa awal kemerdekannya, gerakan Zionisme buruh yang dipimpin oleh Perdana Menteri David Ben-Gurion mendominasi politik Israel. Tahun-tahun ini ditandai dengan imigrasi massal para korban yang selamat dari Holocaust dan orang-orang Yahudi yang diusir dari tanah Arab.
Populasi Israel meningkat dari 800.000 menjadi 2.000.000 dalam jangka waktu sepuluh tahun antara 1948 sampai dengan 1958. Kebanyakan pengungsi tersebut ditempatkan di perkemahan-perkemahan yang dikenal sebagai ma’abarot. Sampai tahun 1952, 200.000 imigran bertempat tingal di kota kemah ini.
Selama tahun 1950-an, Israel terus menerus diserang oleh militan Palestina yang kebanyakan berasal dari Jalur Gaza yang diduduki oleh Mesir.

Pada tahun 1956, Israel bergabung ke dalam sebuah aliansi rahasiaBritania Raya bersama dengan dan Perancis, yang betujuan untuk merebut kembali Terusan Suez yang sebelumnya telah dinasionalisasi oleh Mesir. Walaupun berhasil merebut Semenanjung Sinai, Israel dipaksa untuk mundur atas tekanan dari Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai ganti atas jaminan hak pelayaran Israel di Laut Merah dan Terusan Suez.

Pada tahun 1967, Mesir, Suriah, dan Yordania menutup perbatasannya dengan Israel dan mengusir pasukan perdamaian PBB keluar dari wilayah tersebut serta memblokade akses Israel terhadap Laut Merah.

Israel kemudian melancarkan serangan terhadap pangkalan angkatan udara Mesir karena takut akan terjadinya invasi oleh Mesir. Hal ini kemudian berujung pada Perang Enam Hari yang kemudian dimenangkan oleh Israel. Pada perang ini, Israel berhasil merebut Tepi Barat, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, dan Dataran Tinggi Golan.

Garis Hijau menjadi penanda batas antara wilayah administrasi Israel dengan Wilayah pendudukan Israel. Batas wilayah Yerusalem juga diperluas dengan memasukkan wilayah Yerusalem Timur. Sebuah undang-undang yang mengesahkan pemasukan wilayah ini kemudian ditetapkan. Hal ini kemudian berujung pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 478 yang menyatakan bahwa penetapan ini tidak sah dan melanggar hukum internasional.

Kegagalan negara-negara Arab pada perang tahun 1967 kemudian menyebabkan tumbuhnya gerakan kemerdekaan Palestina oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, beberapa kelompok militer Palestina melancarkan berbagai gelombang serangan terhadap warga-warga Israel di seluruh dunia, termasuk pula pembunuhan atlet-atlet Israel pada Olimpiade München 1972. Israel membalas aksi tersebut dengan melancarkan Operasi Wrath of God (Kemarahan Tuhan). Pada operasi ini, orang-orang yang bertanggung jawab terhadap peristiwa München ini dilacak dan dibunuh.

Pada hari Yom Kippur 6 Oktober 1973 yang merupakan hari suci Yahudi, pasukan Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak terhadap Israel. Perang tersebut berakhir pada tanggal 26 Oktober dengan Israel berhasil memukul balik pasukan Mesir dan Suriah. Walaupun demikian perang ini dianggap sebagai kekalahan Israel.

Pemilihan Knesset 1977 menandai terjadinya titik balik dalam sejarah perpolitikan Israel. Pada pemilihan ini, Menachem Begin yang berasal dari partai Likud mengambil alih kontrol pemerintahan dari Partai Buruh Israel. Pada tahun itu pula, Presiden Mesir Anwar El Sadat melakukan kunjungan ke Israel dan mengucapkan pidato di depan Knesset. Aksi ini dilihat sebagai pengakuan kedaulatan Israel yang pertama oleh negara Arab.

Dua tahun kemudian, Sadat dan Menachem Begin menandatangani Persetujuan Camp David dan Perjanjian Damai Israel-Mesir. Israel menarik mundur pasukannya dari semenanjung Sinai dan setuju untuk bernegosiasi membahas otonomi warga Palestina yang berada di luar Garis Hijau. Namun, rencana tersebut tidak pernah diimplementasi.

Pemerintahan Begin mendukung warga Israel untuk bermukim di Tepi Barat, mengakibatkan konflik dengan warga Palestina di daerah tersebut.
Pada tanggal 7 Juni 1981, Israel membom bardir reaktor nuklir Osirak milik Irak pada Operasi Opera. Badan intelijen Israel, Mossad, mencurigai reaktor nuklir tersebut akan digunakan Irak untuk mengembangkan senjata nuklir.

Pada tahun 1982, Israel melakukan intervensi pada Perang Saudara Lebanon untuk menghancurkan basis-basis serangan Organisasi Pembebasan Palestina di Israel Utara. Intervensi ini kemudian berkembang menjadi Perang Lebanon Pertama. Israel menarik pasukannya dari Lebanon pada tahun 1986. Intifada Pertama yang merupakan perlawanan rakyat Palestina terhadap pemerintahan Israel terjadi pada tahun 1987, menyebabkan terjadinya kekerasan di daerah pendudukan Israel.
Selama Perang Teluk 1991, PLO dan kebanyakan warga Palestina mendukung Saddam Hussein dan Irak dalam melancarkan serangan misil terhadap Israel.

Pada tahun 1992, Yitzhak Rabin menjadi Perdana Menteri Israel setelah memangkan pemilihan umum legislatif Israel 1992. Yitzhak Rabin dan partainya mendukung adanya kompromi dengan tetangga-tetangga Israel.

Tahun 1993, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas, sebagai wakil Israel dan PLO, menandatangani Persetujuan Oslo. Persetujuan ini memberikan Otoritas Nasional Palestina hak untuk memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, juga dinyatakan pula pengakuan hak Israel untuk berdiri dan menyerukan berakhirnya terorisme.

Pada tahun 1994, Perjanjian Damai Israel-Yordania ditandatangani, membuat Yordania menjadi negara Arab kedua yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Dukungan publik Arab terhadap persetujuan ini menurun setelah terjadinya peristiwa pembantaian umat muslim yang sedang bersembahyang di Masjid Ibrahimi oleh sekelompok ekstremis gerakan Kach. Selain itu, pemukiman warga Israel di daerah pendudukan yang masih berlanjut, serta menurunnya kondisi ekonomi Palestina juga menurunkan dukungan publik Arab.

Dukungan publik Israel terhadap persetujuan ini juga berkurang setelah terjadinya rentetan kasus bom bunuh diri yang dilakukan oleh Hamas. Pembunuhan Yitzhak Rabin yang dilakukan oleh esktremis Yahudi ketika ia sedang meninggalkan sebuah pawai yang mendukung perdamaian dengan Palestina mengejutkan seluruh negeri.

Pada akhir 1990-an, Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu menarik mundur pasukannya dari Hebron dan menandatangai Memorandum Sungai Wye. Memorandum tersebut memberikan Otoritas Nasional Palestina kontrol yang lebih luas.

sumber: wikipedia

Saya posting tulisan ini bukan untuk mengakui legalitas negara Israel, tetapi sebagai bahan bacaan dan kajian, untuk mendorong kita mempelajari lebih lanjut tentang Israel, musuh abadi ummat Islam sedunia. Kebenaran sejarah ada pada masing-masing pihak.

Jumat, 11 Juli 2014

DETIK-DETIK AKHIRI ISRAEL

Stalin dan Truman
 

Negara bernama Israel muncul pada Mei 1948 sesuai dengan keputusan Majlis Umum PBB pada November 1987.
Resolusi ini sangat berbau formalitas belaka.Sebab pendirian negara yahudi buatan di jantung dunia Arab hanya mungkin dilakukan dengan niat-niat strategis elit Amerika Serikat dan Uni Soviet saat itu yang merupakan negara terkuat pasca perang dunia.

Faktor spirit dan emosi terkait nasib yahudi di Eropa setelah penjajahan Nazi beperan dalam diri Stalin dan Truman.
Tujuan terpentingnya berbeda. Uni Soviet dan Amerika melihat bahwa negara yahudi ke depan bersifat sebagai alat efektif merealisasikan kepentingan mereka jangka panjang di Timteng.

Usai perang dunia II,mulai dilakukan pembagian wilayah-wilayah kekuasaan antara dua kekuatan baru di dunia.Wilayah terpenting bagi para politisi adalah di Timur Tengah.Tak spontan bila Stalin ingin Libia di bawah penjagaan Uni Soviet.
Namun kawasan Timteng sekitarnya masih dalam kekuasaan negara-negara imperialisme saat itu Inggris dan Perancis.Padahal Paris dan London saat keluar dari perang dunia II dalam kondisi lemah namun melepaskan kawasan Timteng yang kaya minyak adalah hal yang tidak pernah mereka diprediksi.

Rencananya,Israel akan menjadi buldoser dengan remot control yang bisa membantu membuka jalan ke kawasan baik bagi Uni Soviet (seperti yang diinginkan Stalin) atau Amerika (seperti yang diinginkan Truman).Namun yang salah perkiraan adalah Stalin.
Ia mengirim ke Palestina (saat wilayah ini masih dikuasai oleh mandat Inggris) ribuan komandan pasukan dan intel yang dia yakini masih dipercaya dari kalangan yahudi komunis yang akan membantu Israel “sosialis”.Namun buktinya “seruan darah yahudi” lebih kuat ketimbang idelogi komunis. Dalam waktu cepat Stalin dibuang keluar.

Kegagalan bersahabat dengan Israel inilah yang membuat Stalin benci bukan kepalang kepada Israel dalam kehidupan politiknya.
Suatu ketika di tahun 1917,Stalin mengusulkan agar melakukan aksi “pembersihan” besar-besaran di kalangan partainya dari kekuasaan unsur yahudi.Akhirnya Stalin pun terbunuh. Namun kecenderungan memusuhi Israel masih kuat mengakar di kalangan penerusnya bahkan hingga Gorbacev.
Namun situasi itu tidak bersih dari hubungan Amerika dan negara yahudi.Pemimpin Israel generasi awal lebih memilih bergantung kepada hubungan tradisional dengan Eropa,tempat pusat-pusat zionisme dunia.
Apalagi pasca perang dunia II Amerika ramai gerakan anti semit,bukan hanya di kalangan rakyat namun juga elit politik.
Karenanya,Israel bersanding dengan Inggris dan Perancis dalam perang segitiga terhadap Mesir tahun 1956 setelah Jamal Abdul Nasher menguasai terusan Suez.
Ini pertama kalinya negara Israel ikut perang dengan tetangga Arabnya tanpa persetujuan dari Washington.

Moskow mendukung Mesir saat itu.Elit Uni Soviet menegaskan bahwa jika perang tidak dihentikan langsung,300 ribu kaum muslim Soviet akan berbondong membantu saaudara mereka di Mesir.
London dan Paris minta tolong Amerika.Koalisi segitiga pun bubar dan sejak itu Israel sadar pentingnya fokus bersahabat dengan Mesir.
Koalisi jangka panjang Amerika dan Israel,selain untuk kepentingan Amerika juga untuk kepentingan struktur zionisme dunia yang berkembang cepat.

Kelompok kanan ekstrim Amerika melihat bahwa operasi yang berujung pembentukan sistem penjajahan zionis sementara di Amerika mulai menguat di pertengahan tahun 50an,terutama ketika Partai Demokrat berkuasa.
Para pendukung zionisme di Amerika menggunakan trend Israel saat itu untuk menatukan masyarakat yahudi dan modal mereka untuk menguatkan sikap politiknya di sana.
Maka dibentuklah ratusan ribu organisasi dan lembaga pendudukung – mobilisasi - Israel dari semua lini.
Di antara lobi yahudi,desain politik SDM untuk bidang keuangan dan media,dukungan fasilitas untuk penentu kebijakan politik Amerika.SDM media dan politik digerakkan secara massiv untuk mendukung koalisi Amerika Israel dan dibuat kampanye ideologi dan propagandis khusus.

Periode tahun 1967 – 2006 adalah era keemasan koalisi Amerika Israel.

Sampai-sampai Iran Syah dan Turki bergabung dalam anggota NATO.Israel mengkoordinir operasi militer terhadap Arab dengan Pantagon langsung.
Bahwa Washington membekali Israel dengan senjata nuklir.Amerika pun menjadi hegemonis di era tahun 1990an di dunia Arab pasca hancurnya Uni Soviet.
Ini berlangsung hingga era Bush senior dan junior.Di masyarakat Amerika terbentuk koalisi-koalisi sosial politik yang luas antara zionis dan zionis protestan (kristen) hingga membentuk satu poros “neo konservatif” yang memiliki pandangan ; apa yang baik bagi Amerika baik pula bagi Israel dan sebaliknya.
Sebagian elit Amerika juga yang merancang aksi 11 September sebagai alasan perang atas dunia Islam,kompetitor utama
Israel,menurut pandangan zionisme internasional.

Dialegtik Polemik

Namun sejarah ibarat jiwa berwatak ganda.Sejarah bergerak tanpa diprediksi manusia.
Pada saat Israel menjadi alat penting bagi politik Amerika di Timteng,pada saat itu pula,negara zionis ini berubah menjadi faktor utama tumbuhnya radikalisme di Timteng.
Disaat Israel ia menjadi pangkalang kuat bagi peradaban barat di kawasan Timteng,demokrasi dan sekularisme.Namun keberadaan Israel sendiri menjadi pemicu utama kebangkitan Islam yang di dunia.Lebih dari itu, kalau bukan karena Israel maka tidak akan terjadi kemunduran cepat bagi ideologi liberal sekuler dan partai yang mengusungnya di dunia Arab.

Israel Amerika kini menjadi simbol kezhaliman mutlak bagi jutaan kaum muslimin.
Israel dan Amerika menjadi simbol kezhaliman amoral,imperialis,dan musuh tanpa rasa kasih sayang yang tidak pahak kecuali dengan bahasa kekuatan.
Israel menjajah tanah milik Palestina yang sudah dihuni ribuan tahun dengan alasan bodoh ;
bahwa yahudi pernah tinggal di sana dan kemudian mereka diusir.Seakan dengan faktor ini saja mereka memiliki hak historis menguasai tanah Palestina.Namun hari ini bahkan pakar Israel sendiri membuktikan bahwa yahudi sebenarnya tidak pernah diusir oleh Romawi dari tanah Yahuda saat itu.

Namun yang menentukan sebenarnya juga adalah cita-cita politik Stalin dan Truman.

Perjuangan bangsa Palestina selama tujuh dekade melawan Israel membuahkan hasil berkembangnya kesadaran nasional,sosial dan politik Palestina.
Bangsa Palestina kini menjadi bangsa paling “maju” dan pemberani di dunia.Misalnya,prosentase jumlah pelajar Palestina dari 1000 penduduk melebihi prosentase pelajar di Rusia.
Jumlah syuhada Palestina selalu menjadi kebanggaan bagi setiap penduduk Palestina.Sementara Israel justru menyebutkan kematian sebagai hal yang menakutkan.

Kalau tidak ada Israel, barangkali Jalur Gaza sudah digabungkan dengan Mesir dan Tepi Barat digabungkan ke Jordania.

Anda perlu tahu,perjuangan melawan Israel pulalah yang menjadi motivasi munculnya revolusi Iran tahun 1979-1978.
Sebab Shah Iran adalah teman dekat Israel.Keberadaan Israel di Timur Tengah pulalah yang menjadi penyebab penting naiknya kekuatan Islam fundamental moderat ke kekuasaan di Iran dan Turki.
Akibatnya,kini terjadi perubahan mengakar dalam perimbangan kekuatan di Timur Tengah.
Belakangan,revolusi Arab yang meletus sangat terasa aroma kebencian terhadap Israel.
Politik yang diterapkan Israel secara alami akan meningkatkan gelombang anti semit dunia.
Bahkan inilah yang ditengarai oleh pusat-pusat studi yahudi termasuk konferensi yahudi Rusia.

Militer atau Zionisme, Siapa Menang?
 

Langsung setelah setahun setengah perang Amerika ke Irak tahun 2003,Israel menjadi penyebab konfrontasi baru di internal lembaga politik tingkat tinggi Amerika ;
antara poros militer dan poros pendukung loyal Israel.

Hingga awal tahun 2005,Departemen Pertahanan Amerika menyimpulkan bahwa mengalahkan “kelompok pemberontak” dan mengendalikan Irak secara efektif adalah hal mustahil.Perang Irak secara esensial telah menjadi kesyirikan geopolitik Amerika sebab Irak yang terjajah menjadi titik pengguncang stabilitas seluruh kawasan Timur Tengah sebagai lumbung kepentingan Amerika.Perang Irak menyebabkan ketergantungan Amerika kepada Iran semakin besar.
Akibatnya,muncul polemik panas di kalangan elit politik Amerika soal siapa yang bertanggungjawab atas spekulasi perang Irak yang merugikan ini? Digelar puluhan sidang,workshop khusus,ratusan artikel ditulis dan sejumlah buku dikarang untuk menganalisis kekalahan ini.

Poros militer AS itu menudukung politik neo konservatif dan pemerintahan Bush junior telah membuang Cuma-Cuma aset termahal Amerika dalam perang Afganistan dan Irak.
Kesimpulan akhirnya,pemeran utama dalam memicu perang adalah lembaga-lembaga Israel dan lobi yahudi pendukung Israel.

Desember 2006, Menhan baru Amerika dipilih,Robert Gets, seorang elit Amerika dan ketua lobi militer Amerika. Pemilihannya diperkirakan akan merevisi banyak kebijakan politik luar negeri Amerika.Pemilihannya ditentang oleh wakil presiden Dick Cheney,pimpinan sesungguhnya dari aliran Neo Konservatif.

Tahun 2008,di kota Philadelpia di bulan Juni digelar sidang rahasia perwakilan elit Amerika dengan Barack Obama dan Hillary Clinton.
Dengan tekanan lobi militer,mereka sepakat presiden mendatang adalah Barack Obama.
Namun Hillary Clinton yang diandalkan oleh zionisme internasional harus mendapat gantinya sebagai Menlu AS.

Pasca Pilpres,konflik di level elit tinggi Amerika tidak berhenti.Lobi Israel tidak akan memberikan peluang kepada Obama dan orang di belakangnya dari elit militer AS untuk memilih kandidat mereka yang dituding memiliki gaya pemikiran anti Israel.
Konfrontasi dingin di internal elit AS semakin panas bersamaan dengan meningkatnya program nuklir Iran.
Pihak poros militer Amerika menuding Israel bersama penggembalanya dari organisasi-organsasi zionis internasional berusaha menyulut perang langsung antara Amerika dan Iran.Militer manapun yang berakal dan berfikir logis akan menyadari bahwa perang semacam ini akan mengakibat kondisi yang berada di luar kendali dan akan menyulut perang besar di kawasan bahkan menjadi perang internasional.

Pertanyaan penting ; kenapa elit Israel yang hegemoni sekarang,terutama gerakan zionisme internasional membutuhkan perang antara Iran dan Amerika yang bisa menyebabkan akibat sangat buruk,bahkan bagi bangsa yahudi sendiri?

Masalahnya sangat krusial hingga Zbigniew Brzezinsk yang terkenal itu terpaksa mengumumkan bahwa jika pesawat tempur Israel menggempur Iran,maka Amerika akan terpaksa menghalanginya di atas udara Irak agar Israel kembali ke pangkalan mereka.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah,Badan Intelijen Amerika merilis prediksinya yang meragukan peluang Israel bisa bertahan hingga tahun 2025.

Setelah itu jenderal David Petraeus sebagai panglima pasukan angkatan darat Pusat Amerika mengeluarkan statemen resmi soal prediksi ini dan menyusul komandan pasukan Amerika di Afganistan.Statemen ini menjadi pertanda meningkatnya ketegangan dalam hubungan militer Amerika dan lobi loyalis Israel.

Di balik format diplomasi realita,tersembunyi pesan tegas kepada elit Israel bahwa politik Israel akan menciptakan masalah-masalah baru bagi Amerika di dunia Islam.
Amerika akan membayar harga ketidaklogisan langkah Israel dengan darah pasukan Amerika bahkan kerugian dana yang amat besar serta melemahkan sikapnya di Timteng.
Ini terjadi pada saat kemampuan politik dan ekonomi Amerika di seluruh dunia menurun dan Cina berubah menjadi penantang serius bagi strategi Washington.

Berbeda dengan sikap Amerika dan Eropa,mayoritas elit Israel sekarang ini tidak ingin kesepakatan hakiki dengan Palestina.Mereka tidak akan pernah sepakat dalam kondisi apapun dengan berdirinya negara Palestina merdeka.
Negara Israel saat ini berdiri di atas prinsip yang tidak mungkin hidup (bertahan) kecuali dalam kondisi “tidak perang dan tidak damai”, dan Israel tidak akan melepaskan wilayah jajahannya.

Kesimpulannya,Israel tidak akan mampu (tidak sudi) masuk (berbaur) dalam rezim kawasan Timteng.Padahal sejarah membutikan bahwa negara-negara yang tidak mampu membaur di kawasan sekitar (misalnya imperium kaum Salib) pasti akan hilang dari peta dunia.

Konfrontasi antara poros militer Amerika dan Lobi loyalis Israel menyebabkan semakin tajamnya perbedaan di internal gerakan zionisme internasional. Kedua poros ini berada dalam Israel sendiri.

Pertama ; poros “zionis nasionalis” pendukung fanatik tanpa syarat kepada Israel sebagai negara yahudi kebangsaan,apapun harga dan risikonya.Mereka saat ini masih menguasai internal gerakan zionisme internasional,namun sikap-sikap mereka banyak mengalami kemunduran secara bertahap.
Ada banyak faktor di antaranya karena daya tarik image Israel sebagai negeri bangsa yahudis seluruh dunia sudah terkoyak dengan keras. Antara masyarakat Israel dan elit sendiri terurai.
Tidak rahasia,runtuhnya moral politik dan sosial di kalangan Israel sudah menjadi fenomena seperti gunung es terutama sejak 20 tahun terakhir.Sebagai contoh Menlu Israel Avigdor Lieberman dicurigai melakukan korupsi, skandal cuci uang dan lain-lain.
Sudah bukan asing bahwa jumlah yahudi yang eksodus ke luar negeri lebih banyak di banding eksodus yang datang ke “tanah yang dijanjikan”.

Poros kedua ; di gerakan zionisme internasional yang dikenal dengan imperialisme zionisme yang berkeyakinan bahwa masa depan zionisme bukanlah di Israel namun masa depan ada pada koalisi strategi dengan salah satu sentra kekuatan dunia.
Karenanya,mereka menganggap bahwa tidak wajib mengorbankan masa depan masyarakat yahudi dan modal yahudi di Amerika untuk Israel,tapi juga bukan Cina atau Eropa karena sejumlah sebab, yang bisa menjadi koalisi jangka panjang bagi zionisme internasional. Maka yang tersisa hanya dua pilihan : Amerika atau Rusia.
Tidak spontan ketika Netanyahu,Lieberman dan pimpinan-pimpinan organisasi zionisme Rusia bertemu dan berbicara secara intens soal koalisi strategi jangka panjang antara Israel dan Rusia.

Sejarah Israel secara formal saat ini secara obyektif harus dikatakan bahwa ia sedang dalam perjalanan menuju kehancuran dan redup.
Masalahnya bukan karena pasukan Arab yang secara mengagetkan menguasai wilayah yang dijajah Israel atau karena sebagian kelompok ‘ekstrim’ Palestina mampu secara mendadak melumpuhkan kehidupan ekonomi dan politik secara utuh di negara yahudi.Ini tidak akan terjadi.

Israel adalah negara boneka oleh kekuatan asing untuk menyelesaikan sejumlah masalah dan problema.Tugas Israel sebagai negara boneka ini tidak lagi mampu dijalankan.Sehingga Israel tidak lagi dibutuhkan

Oleh : Dr. Shamel Sultanov (Ketua Pusat Kajian Strategi Rusia dan Dunia Islam)
[Dimuat di harian Zavtara Rusia, edisi 29 Juni 2011. Sumber: InfoPalestina] 

SEBAB ISRAEL BERPERANG MELAWAN PALESTINA

Semua itu bisa di jelaskan kalau kamu tahu sejarah Kaum Yahudi dan sejarah berdirinya,konflik ini adalah konflik berkepanjangan y telah berlangsung selam 60 tahun lebih.Di tilik dari awal mula penyebab konflik, intinya adalah perebutan wilayah Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Israel adalah negara yg didirikan untuk kaum Yahudi.Kaum Yahudi adalah kaum yang tidak memiliki tanah air dan tersebar d seluruh penjuru dunia.Karena kasus Holocoust y dialami kaum yahudi oleh Nazi Jerman, diputuskan memberikan tempat bagi kaum yahudi untuk bertempat tinggal.

Setelah melalui proses yang amat panjang akhirnya pada 1948, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri, tercapai. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan ARGENTINA, UGANDA, atau PALESTINA untuk ditempati tapi mereka lebih memilih Palestina.
Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong2 datang ke Palestina.

mengapa Palestina? sebenarnya konflik ini sangat berkaitan dgn unsur Agama, para Yahudi, sangat ingin mengambil atau menempati Bukit Zion dan sekitarnya (daerah palestin, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerussalem timur) yg dikeramatkan dan d percaya oleh mereka bahwa tempat itu tempat suci tuhan mereka.

Dgn datangannya bangsa Yahudi ke Palestina scr besar2an,Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi.
Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.Berdasarkan perjanjian Sykes Picot tahun 1915 yang secara rahasia dan sepihak telah menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris. Dengan berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu lebar-lebar untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bangsa Palestina.

Aksi Inggris selanjutnya memberikan persetujuannya melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina.
Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes keras dari penduduk Palestina. Mereka menggelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini. Bantuan dari beberapa negara Arab dalam bentuk persenjataan perang mengalir ke Palestina.

Apa yang dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidaklah terlepas dari dukungan Inggris dan Amerika. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit. Sejak 1918 hingga 1948, sekitar 600.000 orang Yahudi diperbolehkan menempati wilayah Palestina.
Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam di kawasan Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi, dan Yusuf Thol’at yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh rezim Mesir. Dan pada tahun 1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel. Peristiwa itu terjadi setelah penggempuran terhadap Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum Yahudi. Tahun 1977, terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir.

Akhirnya, terbentuklah HAMAS sebagai bentuk organisasi dari rakyat palestina yang ingin melepaskan wilayahnya dari kependudukan Israel dengan garis keras (mata d balas mata).
Jadi, pendek kata, Israel menyerang palestina untuk memperluas wilayahnya dan mendapatkan wilayah2 y d inginkannya, termasuk Jalur Gaza.Dengan alasan rohani (mengambil kembali daerah2 suci mrk) mereka menghalalkan segala cara biarpun harus membunuh orang2 tdk bersalah.

Padahal, Yerussalem pun adalah kota suci bagi 3 agama, yakni Islam, Kristen dan Yahudi.Oleh para elite yahudi israel, kota suci ini dijadikan bagian dari negaranya.
Padahal menurut PBB kota ini adalah Kota International karena memiliki kepentingan thdp beberapa agama.
Saat ini, bila kita ingin mengunjungi Yerusalem, sangat sulit karena d jaga ketat oleh Israel yg Merasa memilikinya.


dari berbagai sumber