Rabu, 03 Juni 2015

KEPADA WAKTU

kepada waktu!
...
aku tak mau
hanya bisa mengirim salam
tanpa perangko
akan kutuliskan akta
lengkap dengan materai
agar waktu
mencatat semua kisahku
kalaupun suatu ketika
aku tiada
namaku ada dalam sejarahmu
(Khairunnas anfa'uhum linnas)


Bireuen, 3 Juni 2015 mukhlis aminullah
(masih dalam edisi Ultahku ke 42)

Selasa, 02 Juni 2015

CATATAN ULANG TAHUN (ke 42)

hidup adalah menulis jejak
setiap langkah adalah catatan

tentang diriku
aku masih mencari laporan

aku merindukan Raqib tersenyum
melihat Atid tanpa tulisan

semoga catatan sebelah kiri
dikalahkan oleh catatan kanan

Bireuen, 2 Juni 2015 mukhlis aminullah

Sabtu, 30 Mei 2015

KISAH BUNGA

bunga setaman
selalu menebar cinta
kepada pemilik rumah
dan sambut pagi dengan ramah
ketika petang disiram
bunga setaman kian merekah
suatu ketika,
setangkai bunga lily
memalingkan muka
sang pemilik rumah!
tidak ada lagi cinta pertama
yang ada hanya prahara
bunga lily menebar racun berbisa
bunga setaman
akhirnya jadi layu
dan mati pelan-pelan
karena tidak ada lagi cinta


Bireuen, 30 Mei 2015 mukhlis aminullah

Minggu, 24 Mei 2015

SEKEJAP CINTA

laksana waktu senja
kamu menjengukku
sesaat saja
padahal rindu itu
belum juga menyapaku
ah, ternyata
perasaan cinta pada manusia
datang dan pergi
begitu saja…


Bireuen, 24 Mei 2015 mukhlis aminullah
Bagi yang belum "menemukan" Cinta, puisi ini rasanya cocok...

Sabtu, 23 Mei 2015

PSK

seperti mentari senja
di ufuk barat dia menunggu
bulan dan bintang
datang membawa cinta
kemudian petang dan malam
menyatu kian syahdu
setiap tarikan nafasnya
tertulis noda dosa


jelang pagi
mentari pucat pasi
tidak ada lagi cinta
tidak ada lagi lipstik merona
yang ada hanyalah
runtuhnya harga diri
perempuan pendosa
dalam pelukan lelaki hina

Bireuen, 23 Mei 2015 mukhlis aminullah

NASIB ROHINGYA

Rohingya, oh Rohingya
kemanakah mereka harus berlabuh?
ternyata orang-orang pemilik daratan
sangat sombong
dan tidak punya peradaban
bahkan Myanmar memusuhi mereka
Malaysia membiarkan mereka
Thailand membiarkan mereka
Indonesia membiarkan mereka
kita membiarkan mereka terluka
oh,
haruskah mereka mati di lautan
hanya karena mereka Rohingya?
haruskah mereka terusir dari negerinya
hanya karena mereka Rohingya?
haruskah ?
padahal Arakan itu tanah pusaka moyangnya
Arakan adalah warisan mereka
Arakan adalah milik mereka
Myanmar tidak punya hak disana
apalagi mengusir Rohingya

Rohingya, oh Rohingya
nasibmu hidup tanpa negara

Bireuen, 21 Mei 2015 mukhlis aminullah

Senin, 11 Mei 2015

ENYAHLAH RASA ITU

enyahlah
enyahlah rasa itu
sepantasnya kau membuang muka
biarkan cinta liarmu merana
jangan hiraukan seribu nafsu
membuatmu terlena
enyahlah
karena cinta bagimu hanya satu
satu-satunya cinta


Banda Aceh, Agustus 1996
(edisi revisi, ini puisi lama saya)

Jumat, 08 Mei 2015

KRITIK KEPADA PRESIDEN

gemulai
langkahmu gontai
sikapmu jablai
dan, kau lalai
(setelah enam bulan, negara seperti tak punya Presiden)


Bireuen, 7 Mei 2015 mukhlis aminullah