Dengan tidak perlu lagi memperdebatkan Hadits atau ayat
Al-Quran yang mengharamkan merokok, dari salah seorang perspektif
ulama terkenal Dalam kitab Min Adhrari-Muskirati wal Mukhaddirat,
Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah, memberikan kiat
bagi para pecandu rokok, agar terlepas dari kebiasaan ini dengan
memberikan terapi :
[1]. Ketahuilah berdasarkan konsesus para dokter,
merokok merupakan salah satu cara penganiayaan anda kepada tubuh anda
yang indah.
[2]. Kenalilah bahaya-bahaya merokok ditinjau dari kesehatan, sosial
dan ekonomi, dan sadarilah, Mulailah memikirkan untuk meninggalkannya,
dan bulatkan tekad disertai tawakal kepada Allah.
[3]. Buatlah satu daftar harian tentang keburukan-keburukan rokok terhadap diri anda dan kawan-kawan anda.
[4]. Jauhilah sebisa mungkin bergaul dengan para perokok dan dari bau
rokok. Usahakan hidup dalam suasana udara yang segar dan sibukkan diri
dengan hal-hal yang bermanfaat.
[5]. Gunakan siwak atau benda untuk menggosok gigi, atau dengan lainnya, jika anda merasakan keinginan kepada rokok.
[6]. Konsumsilah segelas juice lemon, anggur dan jeruk. Karena bisa mengeliminasi hasrat merokok.
[7]. Merokok juga merupakan kebiasaan yang bisa berubah. Artinya, meninggalkan rokok bukan perkara mustahil.
[8]. Bila anda ingin membeli atau mengkonsumsinya, pikirkanlah,
apakah ia halal ataukah haram? Apakah bermanfaat ataukah mengandung
bahaya? Apakah termasuk barang yang baik ataukah keji? Maka anda akan
menjumpai jawaban, bahwa rokok itu haram, berbahaya dan barang yang
keji.
[9]. Kalau anda ragu-ragu untuk meninggalkan rokok, sungguh telah
banyak orang yang telah berhasil memutuskan untuk tidak merokok.
Artinya, putus hubungan dengan rokok bukan kejadian mustahil.
[10]. Anda harus menyadari bahwa rokok sulit untuk dikatakan bukan
barang haram, karena melihat dampak buruknya bagi perokok aktif maupun
pasif.
[11]. Memohon pertolongan kepada Allah agar memudahkan bebas dari jeratan rokok
Semoga bermanfaat.