Selasa, 10 November 2020

SEJARAH HUJAN

sejarah hujan dari rahim langit
setelah dikandung mega berhari-hari
kemudian berkembang menjadi mendung
kemudian gerimis
dan seterusnya, kadang menjadi derasnya hujan
catatan alam menjadi apa hujan itu kemudian
bagi tanaman, hujan adalah harapan
sejarahnya adalah melimpahnya hasil tanam
bagi matahari, hujan aalah keniscayaan
sejarahnya bisa menjadi kawan atau lawan
bagi pencinta, hujan adalah magnet rayuan
sejarahnya dicatat dengan perkawinan
bagi penyair, hujan adalah inspirasi
sejarahnya ditulis menjadi sajak dan puisi
sejarah hujan, kita punya catatan masing-masing

Bireuen, 10 November 2020 mukhlis aminullah



Minggu, 08 November 2020

RINDU ALMARHUMAH IBU

saat-saat seperti ini
kurindukan panggilan telefen
"jangan lupa pulang, besok iya, ajak anak-anak!"

seperti basa, sepasang ayam muda
jauh hari dipersiapkan ibuku
untuk kebersamaan Maulidur Rasul
dan, kami larut dalam kegembiraan 

saat-sat seperti ini
rindu dendam hanya untukmu, ibu

Bireuen 8 November 2020 mukhlis aminullah

Senin, 02 November 2020

SYAIR BULAN NOVEMBER

setelah bulan Oktober kusemai dua syair kelahiran
bulan November kusemai satu syair kehilangan
tentang cinta kepada ayah-bunda
tentang rindu kepada ayah-bunda mertua
tentang kenangan saat masa kecil
tentang sanak famili yang berjauhan
tentang kampung halaman yang sudah asing
dan tentang semua hal yang tidak lagi jadi milikku

bulan November adalah bulan kerinduan
aku hanya bisa merindukan
tapi tak mampu lagi mendekap, memeluk
bahkan memiliki masa lalu

Bireuen 1 November 2020 Mukhlis Aminullah

 


Jumat, 30 Oktober 2020

PEPATAH TUA

pepatah tua tidak pernah tua
selalu bisa menasehati
menasehati sajak dan puisi
menasehati kisah dan cerita
menasehati Didong dan Saman
menasehati tanah dan tanaman
pepatah tua tidak pernah tua
kalaupun usia sudah tua
semangatnya selalu muda

Bireuen, Oktober 2020 Mukhlis Aminullah

 


Jumat, 28 Agustus 2020

PUISI TANPA NAMA

puisi tanpa nama
pengirim tanpa nama
kemudian, kamu duduk berhayal
ini dari siapa?

puisi tanpa nama
pengirim tanpa nama, kedua kalinya
kemudian, kamu termenung
beberapa nama dalam pikiranmu
ada si ganteng dari Medan
senyum ramah Uda dari Pariaman
ah, bukan, katamu kemudian

sampai basah sepucuk puisi
yang ketiga, juga tanpa nama
dan, ikrar kemudian lahir
akulah puisi tanpa nama itu:
pemuda tetanggamu

Banda Aceh, Januari 1995 mukhlis aminullah

PUISI BAHAGIA


bila seniman ditanya istrinya
"apa yang membuatmu bahagia, abang sayang?"

jawabnya tentu saja mudah
"menulis puisi-puisi bahagia kepadamu, sayang!"

dan segera saja air laut menjadi tenang
kutub utara mencair
dunia seperti tanpa Amerika dan Israel
adem, adem, adem, dan adem sekali

Bireuen, 28 Agustus 2020 mukhlis aminullah

DIPLOMASI MEJA MAKAN

meja makan adalah tempat makan
tempat orang-orang membalas dendam pada kelelahan
kadang saja, makan juga tidak terkendalikan

meja makan adalah tempat menyatakan cinta
kepada pujaan dan kekasih hati
baik untuk cinta pertama kalinya
maupun cinta kedua kali, dan seterusnya

meja makan bagi sebagian orang
bisa menjadi ruang politik
keputusan mendukung si Ana dan si Anu
dan atau menjegal si Fulan dan si Fulen
diputuskan di meja makan, yang juga
meja politik

meja makan adalah tempat membiacarakan kebijakan
baik itu kebijakan yang populer
dan menguntungkan rakyat
maupun kebijakan-kebijakan yang menguntungkan kerabat

"Seseorang tidak akan bisa berpikir jernih, mencintai dengan tulus,
juga tidur nyenyak, bila perut kosong" kata Virginia Wolf, filsuf Amerika

betapa pentingnya meja makan
kecuali bagi si fakir dan si miskin
jangankan meja makan
sehari-hari saja susah dapat makan
barangkali, disebabkan oleh kebijakan-kebijakan
meja makan bagi kami adalah tempat berkumpul
membicarakan sekolah, membincangkan pendidikan
dan merancang masa depan
dan juga membicarakan cicilan meja makan
(yang masih terhutang)

Bireuen 24 Agustus 2020 mukhlis aminullah

Sabtu, 15 Agustus 2020

PUISI SAMPAH

sampah
bisa diartikan sampah sebenarnya
dan bisa juga secara harfiah
berbicara tentang sampah bisa membuat resah
para koruptor bisa saja disebut sampah
sampah bagi keadilan, sampah bagi kejujuran
para wanita tuna susila, dan pelanggannya
sah saja disebut sebagai sampah
sampah bagi agama, sampah bagi moral
dan, sampah bagi kesusilaan
para penjahat dan pemerkosa adalah sampah
sampah bagi ketenangan, dan sampah bagi kenyamanan
para pemberontak sangat layak disebut sampah
sampah bagi persatuan, sampah bagi kesatuan
para penjajah adalah sampah
mereka adalah sampah bagi kemerdekaan
semua yang berlawanan dengan norma
adalah sampah
termasuk para politisi dan penguasa
yang mencari keuntungan dengan politisasi sampah

Takengon, 20  Januari 2014 mukhlis aminullah
(puisi ini saya tulis saat bertugas di Aceh Tengah, 2014)