Sebuah bis datang, dan kau bilang, “Wah…terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja”
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, “Aduh
bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini… nggak mau ah..”
Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
“Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan”. Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat
pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu
langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu
akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya
bukan yang kau tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..
Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang
benar-benar ‘ideal’ untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada
orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kau pun sekali-kali tidak
akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk ‘calon’, tapi tidak
ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan
kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila
ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kau masih bisa
berteriak ‘Kiri !’ dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya
bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri
menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang
yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bis yang
kosong, kau sukai dan bisa kau percayai, dan tentunya sejurusan dengan
tujuanmu, kau dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut
di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kau masuk ke dalamnya. Karena
menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan
sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.
Senin, 26 November 2012
Jumat, 23 November 2012
HUKUM MENABUR DAN MENUAI
Pada suatu hari seorang pemuda yang sedang berjalan di tengah hutan,
tiba-tiba mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda
yang sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin
dia bergerak malah semakin dia terperosok. Pemuda yang pertama dengan sekuat
tenaga memberikan pertolongan. Dengan susah payah, pemuda yang terperosok itu
dapat di selamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda terperosok ini pulang
ke rumahnya.
Ternyata rumah si pemuda sangat bagus, megah, dan mewah. Ayah pemuda ini
sangat berterima kasih atas pertolongan yang dia berikan kepada anaknya, dan
hendak memberikan uang, tapi pemuda yang pertama ini menolak pemberian
tersebut. Ia berkata bahwa selayaknya sesama manusia saling menolong orang lain
yang kesusahan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.
Si pemuda yang pertama dalah seorang yang miskin, sedang si pemuda yang
kedua adalah bangsawan kaya raya. Si pemuda miskin mempunyai cita-cita untuk
menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tapi da seorang
yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda yang bangsawan itu. Ia memberinya
beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.
Tahukah anda nama pemuda miskin yang telah menjadi dokter ini??
Namanya adalah Alexander Fleming, tokoh yang kemudian menemukan obat
penisilin. Si pemuda Bangsawan masuk dinas militer dan dalam satu tugas ke
medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat
tinggikarena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu.
Para dokter mendengar penisilin penemuan Dr.Fleming dan mereka segera
menyuntikan penisilin yang merupakan obat temuan terbaru. Apa yang terjadi?
Berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda bangsawan itu akhirnya
sembuh.
Tahukah anda siapa nama pemuda itu? Namanya Winston Churchil, Perdana
Menteri Inggris yang termasyhur itu. Dalam kisah ini, kita dapat mengambil
pelajaran yaitu Hukum Menabur dan Menuai. Fleming menabur kebaikan, ia menuai
kebaikan pula. Cita-citanya tercapai, ia menjadi Dokter. Fleming menemukan
penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil. Tidak sia-sia bukan Beasiswa
yang di berikan ayah Churchil??
Kamis, 22 November 2012
RAGAM KEMUNAFIKAN
Sikap munafik
(tidak adanya kesesuaian antara ucapan dan hati serta tindakan) banyak
kita temui dalam perjalanan sejarah kemanusiaan, termasuk di dunia
modern dan dunia maya dewasa ini.
Jika hal tersebut berkaitan dengan keimanan dan keyakinan biasanya dikenal dengan istilah Munafik I'tiqadi.
Allah SWT berfirman: "Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata: "Kami mengakui bahwa engkau adalah Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta." (QS. Al-Munafiqun: 1).
Namun jika kemunafikan tersebut berkaitan dengan perbuatan seperti berdusta, berkhianat dan ingkari janji, maka hal tersebut disebut dengan Munafik Ghairu I'tiqadi. Rasulullah SAW bersabda: "Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara berbohong, jika dipercaya berkhianat dan jika berjanji tidak ditepati." (HR. Muslim).
Hukum Munafik 'Amali (Ghairu I'tiqadi) sama dengan hukum fasiq, yang merupakan suatu kemaksiyatan dan pelakunya harus meminta maaf kepada manusia serta bertobat kepada Allah SWT.
Hal tersebut karena kemunafikan menyalahi keimanan serta dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan jiwa dan masyarakat. Lebih dari itu, kemunafikan belum ditemukan obatnya kecuali dengan mengikis habis sifat keburukannya dan menggantinya dengan fikih keimanan.
Kemunafikan memiliki banyak tanda selain tiga yang disebutkan Rasulullah SAW di atas. Di antara tanda-tanda tersebut adalah:
Pertama, orang-orang munafik memiliki sifat gemar merusak, bukan membangun; mengacaukan, bukan memperbaiki; mengganggu, bukan menkondisikan kebaikan. Allah SWT berfirman: "Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di bumi!" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan." Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari." (QS. Al-Baqarah: 11-12).
Kedua, orang munafik memiliki kebiasaan dan perangai menuduh, menghina dan menjelek-jelekkan kaum muslimin. Allah SWT berfirman: "Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!" Mereka menjawab, Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?" Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu." (QS. Al-Baqarah: 13).
Ketiga, orang munafik berpura-pura berperilaku layaknya orang yang beriman, tetapi dengan visi dan misi keburukan. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ingin dipuji di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa': 142).
Keempat, orang munafik selalu berusaha menghalangi orang lain dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dengan cara dan tipu daya apa pun (QS. An-Nisa': 61).
Kelima, orang-orang munafik memiliki visi yang berbeda dengan orang beriman, yaitu menyuruh kemungkaran dan mencegah yang makruf (QS. At-Taubah: 67).
Mudahnya mengidentifikasi kemunafikan dalam dunia ide, tidak semudah mengidentifikasikannya dalam kehidupan, sehingga setiap jiwa harus berhati-hati dengan sikap tersebut, terlebih jika memengaruhi kepribadian jiwa seseorang. Seorang yang berakal harus mendayafungsikan akal dan mengikuti kata hatinya, sehingga ia berjalan di atas cahaya Allah SWT. Wallahu a'lam
Oleh: Dr Muhammad Hariyadi, MA
dimuat di Harian Republika
Jika hal tersebut berkaitan dengan keimanan dan keyakinan biasanya dikenal dengan istilah Munafik I'tiqadi.
Allah SWT berfirman: "Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata: "Kami mengakui bahwa engkau adalah Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta." (QS. Al-Munafiqun: 1).
Namun jika kemunafikan tersebut berkaitan dengan perbuatan seperti berdusta, berkhianat dan ingkari janji, maka hal tersebut disebut dengan Munafik Ghairu I'tiqadi. Rasulullah SAW bersabda: "Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara berbohong, jika dipercaya berkhianat dan jika berjanji tidak ditepati." (HR. Muslim).
Hukum Munafik 'Amali (Ghairu I'tiqadi) sama dengan hukum fasiq, yang merupakan suatu kemaksiyatan dan pelakunya harus meminta maaf kepada manusia serta bertobat kepada Allah SWT.
Hal tersebut karena kemunafikan menyalahi keimanan serta dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan jiwa dan masyarakat. Lebih dari itu, kemunafikan belum ditemukan obatnya kecuali dengan mengikis habis sifat keburukannya dan menggantinya dengan fikih keimanan.
Kemunafikan memiliki banyak tanda selain tiga yang disebutkan Rasulullah SAW di atas. Di antara tanda-tanda tersebut adalah:
Pertama, orang-orang munafik memiliki sifat gemar merusak, bukan membangun; mengacaukan, bukan memperbaiki; mengganggu, bukan menkondisikan kebaikan. Allah SWT berfirman: "Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di bumi!" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan." Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari." (QS. Al-Baqarah: 11-12).
Kedua, orang munafik memiliki kebiasaan dan perangai menuduh, menghina dan menjelek-jelekkan kaum muslimin. Allah SWT berfirman: "Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!" Mereka menjawab, Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?" Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu." (QS. Al-Baqarah: 13).
Ketiga, orang munafik berpura-pura berperilaku layaknya orang yang beriman, tetapi dengan visi dan misi keburukan. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ingin dipuji di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An-Nisa': 142).
Keempat, orang munafik selalu berusaha menghalangi orang lain dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dengan cara dan tipu daya apa pun (QS. An-Nisa': 61).
Kelima, orang-orang munafik memiliki visi yang berbeda dengan orang beriman, yaitu menyuruh kemungkaran dan mencegah yang makruf (QS. At-Taubah: 67).
Mudahnya mengidentifikasi kemunafikan dalam dunia ide, tidak semudah mengidentifikasikannya dalam kehidupan, sehingga setiap jiwa harus berhati-hati dengan sikap tersebut, terlebih jika memengaruhi kepribadian jiwa seseorang. Seorang yang berakal harus mendayafungsikan akal dan mengikuti kata hatinya, sehingga ia berjalan di atas cahaya Allah SWT. Wallahu a'lam
Oleh: Dr Muhammad Hariyadi, MA
dimuat di Harian Republika
Selasa, 20 November 2012
BALASAN AMALAN DALAM KESENDIRIAN
Dinarasikan Abu Hurairah, Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika mencinta seorang hamba, Allah menyeru kepada Jibril, “Sesungguhnya Allah mencinta fulan, maka cintailah ia.” Jibril pun mencintanya, lalu dia menyeru penghuni langit, “Sesungguhnya Allah mencinta si fulan, maka cintailah ia” mereka pun mencintanya, kemudian ia pun diterima di bumi.” [HR. al Bukhari, bab Dzikrul Malâikah, nomor 3037]
Dalam buku Shaidul Khâthir, diary yang berisi catatan-catatan renungannya, Ibnul Jauzi mengingatkan, “Amalan
di tempat sepi memiliki banyak pengaruh di tempat ramai. Tak sedikit
orang yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla memuliakan-Nya di
tempat-tempat yang sepi dan meninggalkan sesuatu yang disenanginya
karena takut pada siksa-Nya, berharap pahala-Nya atau segan
terhadap-Nya.”
Orang yang melakukan amalan di tempat
sepi dan ketika menyendiri, lanjut Ibnul Jauzi, ibarat orang yang
memasukkan kayu gaharu ke dalam perapian, lalu ia menyebarkan aroma
wangi nan mengharumkan, yang tercium oleh banyak orang, meski mereka
sama sekali tidak mengetahui dari mana sumbernya. Wangi atau tidaknya
kayu gaharu itu bergantung dari tingkat kesungguhan dalam meninggalkan
apa-apa yang disenangi dan kuat-lemahnya kemampuan menjauhi hal-hal yang
dicintai.
Itulah keshalihan haqiqi, dan buah dari keikhlasan, serta ta’zhim
(pengagungan) seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Semakin tinggi
kualitas iman dan keikhlasan seorang hamba, semakin besar pula kecintaan
manusia kepadanya, disadari atau tidak, dikehendaki atau tidak. Balasan
yang Allah berikan itu setara, bahkan lebih baik dari amal
hamba-hamba-Nya.
Ada pesan indah yang diucapkan oleh Yahya bin Mu’adz. Katanya, “Manusia
akan segan kepadamu menurut kadar takutmu kepada Allah, dan manusia
akan mencintamu menurut kadar cintamu kepada Allah, dan manusia akan
sibuk menolong urusanmu menurut kadar kesibukanmu untuk Allah.” (Shifatus Shafwah : IV/95, dalam Ensiklopedi Hikmah, nomor 461, hlm. 274-275).Cinta dari langit
Kita mungkin bertanya, apa yang membuat
manusia begitu mencinta mereka-mereka yang beramal dalam kesendirian
padahal mereka tidak mengetahuinya? Jawabannya adalah cinta itu dari
langit; Allah lah yang menebarkan cinta kepada Jibril, penghuni langit
dan juga penduduk bumi sehingga mereka semua mencintanya. Inilah yang
diisyaratkan oleh Rasul mulia, Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam, dalam salah satu sabdanya,
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( إِذَا أَحَبَّ اللهُ الْعَبْدَ نَادَى
جِبْرِيْلَ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحْبِبْهُ فَيُحِبُّهُ
جِبْرِيْلُ فَيُنَادِيْ جِبْرِيْلُ فِيْ أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللهَ
يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوْهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ
يُوْضَعُ لَهُ الْقَبُوْلُ فِي الْأَرْضِ )
Dinarasikan oleh Abu Hurairah, Nabi bersabda, “Jika mencinta seorang hamba, Allah menyeru kepada Jibril, “Sesungguhnya Allah mencinta fulan, maka cintailah ia.” Jibril pun mencintanya, lalu dia menyeru penghuni langit, “Sesungguhnya Allah mencinta si fulan, maka cintailah ia.” Kemudian ia pun diterima di bumi.” [HR. al Bukhari].
Makna, “ia pun diterima di bumi”, menurut DR. Mushthafa Dib al Bugha adalah “al mahabbatu fi qulûbi man ya’rifuhu minal mu’minîna wa yabqa lahu dzikrun shâlihun wa tsanâ’un hasanun, ia dicintai oleh orang-orang mukmin yang mengenalnya, dan disebut serta dipuji dengan sebutan dan pujian yang baik.”
Inilah salah satu kunci dan rahasia
amalan-amalan dalam kesendirian; semakin ikhlas seorang hamba dalam
beramal ketika sepi dan sendiri, maka semakin besar pula cinta Allah
kepadanya. Maka renungkanlah wahai saudaraku, fokuskanlah dirimu untuk
memperbaiki hubunganmu dengan Allah, niscaya Dia akan mendatangkan
keajaiban-keajaiban tak berkesudahan.
Fakta dan realita
menjadi bukti terkuatnya. Betapa banyak mata yang mengagungkannya dan
lisan yang memujinya, padahal mereka tidak mengetahui penyebabnya dan
tidak mampu melukiskannya karena sangat jauhnya mereka dari hakikat
pengetahuannya.
Terkadang keharuman nama orang-orang
yang seperti ini tetap terjaga hingga sesudah kematiannya. Sebagian dari
mereka dibicarakan namanya dalam waktu yang sangat lama, namun kemudian
dilupakan. Sebagian disebut-sebut kebaikannya selama 100 tahun, lalu
nama dan kuburannya tak lagi diingat orang. Sebagian mereka lagi ada
yang menjadi tokoh hingga namanya diingat sepanjang masa, padahal sudah
ribuan tahun ia di kuburkan.
Kegembiraan orang mukmin
Suatu ketika, sebagaimana dinarasikan oleh Abu Dzar Radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah ditanya, “Bagaimana pendapat Anda tentang lelaki yang melakukan sebuah amal kebaikan, lalu manusia memujinya?” beliau menjawab, “Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi orang mukmin.” [HR. Muslim, bab Idzâ atsnâ ‘alash shâlihi fa hiya busyrâ, nomor 2642].
Maksud, “Itu adalah kabar gembira bagi
orang mukmin yang disegerakan”, menurut para ulama sebagaimana dinukil
oleh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi, adalah bahwa ini merupakan bukti ridha
dan cinta Allah Ta’ala kepadanya, sehingga Dia menjadikan manusia
mencintainya. [Qâlal ‘ulamâ ma’nâhu hâdzal busyrâ al mu’ajjalah lahu
bil khair, wa hiya dalilul busyra al muakhkharah ilal âkhirah bi
qaulihi, ‘Busyrâkumul yauma jannâtun…..al âyah.” wa hâdzihil busyrâ al
mu’ajjalah dalîlun ‘ala ridhallâhi Ta’âlâ ‘anhu wa mahabbatihi lahu fa
yuhabbibuhu ilal khalqi].
Pujian ini, sekali lagi, bahkan lebih
baik dari pada amal hamba tersebut. Terlalu sering kita mendapati
pengakuan mereka, orang-orang yang ikhlash dalam beramal, bahwa pujian
manusia terlalu berlebihan; karena amal yang mereka lakukan tidak sebaik
yang diperkirakan pemujinya, keshalihan mereka pun tidak sehebat yang
disangkakan pemujanya. Hingga mereka selalu berdoa dalam munajatnya, “Allahumma lâ tuâkhidnî bi mâ yaqûlûna wa-j’alnî khairan mimmâ yazhunnûn, Duh
Allah, janganlah Engkau memberikan hukuman kepada hamba disebabkan apa
yang mereka ucapkan dan jadikanlah hamba lebih baik dari apa yang mereka
sangkakan.”
Itulah keunikan dan ciri khas
orang-orang ikhlash; semakin dipuji semakin takut dan khawatir amalnya
tidak diterima. Ini tentu karena tingginya pengetahuan mereka terhadap
Allah Ta’ala; betapa maha dermawan dan pemurahnya Allah Ta’ala yang
menutupi aib-aib hambanya, dan mengampuni sebagian besar kesalahan
mereka.
Ah, alangkah bijaknya kekata Malik bin Dinar. Katanya, “Semenjak kenal manusia, aku tidak senang pujian mereka, dan juga tidak benci celaan mereka.” Ada yang bertanya, “Kenapa bisa demikian?” beliau menjawab, “Karena mereka yang memuji itu berlebih-lebihan dan mereka yang mencela itu terlalu meremehkan.” (Shifatus Shafwah : III/276 dalam Ensiklopedi Hikmah nomor 360, hlm. 220).
Keteladanan para salaf
Berbicara tentang gemar menyembunyikan
amal dalam kesendirian, atau menjaga keikhlasan sebelum-saat-sesudah
beramal, maka kita tidak bisa menafikan teladan para salaf yang
mendahului kita. Mereka lah sebaik-baik teladan yang wajib kita ikuti.
Inilah Hassan bin Sinan.
Istrinya pernah bercerita, “Hasan datang, dan masuk ke ranjangku ketika
hendak tidur, lalu ia menipuku sebagaimana seorang ibu menipu anaknya.
Jika ia sudah tahu bahwa aku tidur, ia bangkit kemudian shalat malam.”
Inlah Dawud bin Abu Hind.
Ia berpuasa selam 40 tahun tetapi keluarga dan orang-orang pasar tidak
mengetahuinya, padahal ia adalah seorang pedagang. Ia membawa makan
paginya lalu disedekahkan, sehingga keluarganya mengira bahwa ia
memakannya di pasar, sementara orang-orang pasar menyangka bahwa ia
sudah makan bersama keluarganya.
Inilah Rabi’ bin Khutsaim, tabi’in agung yang pernah dipuji oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud, “Seandainya Rasulullah melihatmu, beliau pasti mencintamu.”
Dinarasikan oleh Bakar bin Ma’iz, sebagaimana diabadikan oleh Ibnul
Jauzi dalam Shifatus Shafwah, bahwa ia berkata, “Rabi’ tidak pernah
terlihat shalat sunah di masjid masyarakat kampungnya kecuali hanya
sekali seumur hidupnya.” Pengakuan lain tentang keikhlasan Rabi’ juga
berasal dari budaknya. Katanya, “Sesungguhnya amal perbuatan Rabi’
seluruhnya dilakukan dengan diam-diam. Bilamana seseorang datang,
sementara dia tengah membaca al Qur’an, dia segera menutupi mushafnya
dengan bajunya.”
Kisah serupa juga dilakukan oleh Ibrahim
an Nakha’i. al A’masy meriwayatkan, “Aku berada di sisi Ibrahim yang
sedang membaca mushhaf, kemudian ada orang yang meminta izin untuk
bertemu, lalu beliau menutup mushhafnya, dan berkata, “Agar dia tidak mengira bahwa saya membaca setiap saat.” (Shifatus Shafwah : III/87 dalam Ensiklopedi Hikmah, nomor 274, hlm. 169)
Yang lebih menakjubkan lagi, tentunya
kisah Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, keponakan shahabat Ali dan
cicit Nabi Muhammad. Syaibah bin Na’amah berkata, “Ali bin Husain dulu
dikenal pelit, tetapi ketika meninggal dunia, manusia mendapati beliau
menghidupi 100 keluarga di Madinah.” (Shifatus Shafwah : II/96 dalam
Ensiklopedi Hikmah nomor 116, hlm. 81).
Dalam ranah intelektualitas, Imam Asy-Syafi’I pernah berkata, “Wadidtu annal khalqa ta’allamû hâdzâ, ‘alâ an lâ yunsaba ilayya harfun minhu, aku ingin semua manusia belajar ini, hanya saja tidak ada satu huruf pun yang dinisbatkan kepadaku.”
Mereka jujur bersama Allah, sehingga ini
membuat Allah mencintainya. Sebagai balasannya, Allah pun membuat
Jibril, penghuni langit dan penduduk bumi mencintainya. Maka kaidah
terpenting dalam masalah ini adalah fokuskanlah dirimu dalam memperbaiki
hubungan dirimu dengan Allah, dan hadapkanlah hatimu hanya kepada-Nya
semata, niscaya Dia akan menghadapkan hati segenap hamba-Nya kepadamu.
Bahkan tidak hanya itu, Allah pun memberikan bonus lagi; Dia akan
memperbaiki hatimu. Hudzaifah bin Qatadah al Mar’asyi berkata, “Jika kamu mentaati Allah dalam kesendirian, Dia akan memperbaiki hatimu, baik kamu berkehendak atau tidak.” (Shifatus Shafwah : IV/270 dalam Ensiklopedi Hikmah nomor 593, hlm. 347).
Sebagian orang kebalikan dari
orang-orang di atas; mereka takut pada makhluk dan tidak memuliakan
Allah kala menyendiri. Sedikit-banyaknya dosa mereka menjadi ukuran
parah-tidaknya kebusukan bau mereka di mata manusia, dan parameter
kebencian mereka kepadanya. Jika dosa yang dilakukannya tidak seberapa,
lisan yang membicarakan kebaikannya juga tidak seberapa, dan yang
tersisa cuma penghormatan kepadanya. Namun kalau dosa yang dikerjakannya
terlalu banyak, yang sering terjadi adalah diamnya orang-orang dalam
menghadapinya; mereka tidak memujinya namun tidak pula mencelanya.
Perbuatan yang dikerjakan di tempat sepi
sangat sering menjerumuskan pelakunya ke jurang kehinaan, kerugian dan
kesengsaraan, di dunia dan di akherat. Kehinaan karena ia akan
melahirkan rasa malu, baik kepada orang shalih maupun kepada Allah, dan
tentunya menjadikan dirinya dibenci oleh orang-orang mukmin, entah
disadari atau tidak. Kerugian karena ia bisa melenyapkan pahala yang
menggunung lantaran sia-sia dan tidak diterima oleh Allah Ta’ala.
Kesengsaraan karena ia mampu merubah pandangan manusia; dikiranya
termasuk penghuni surga karena amalannya tetapi dia ternyata menjadi
penghuni neraka. Adakah yang lebih berat dari ini semua? Maka,
berhati-hatilah, jangan meremehkan kemaksiatan, sekecil apapun itu,
karena timbangan Allah mampu menimbang amalan sebutir pasir, sekalipun.
Tentang kebencian dan efek negatif yang didapatkan oleh orang yang gemar bermaksiat dalam kesendiriannya, Abu Darda’ Radhiyallahu ‘Anhu
pernah mengatakan, “Seorang hamba melakukan dosa di tempat sepi, lalu
Allah menjadikannya dibenci oleh orang-orang yang beriman tanpa ia
sadari.” [baca artikel terkait berjudul; mengeja balasan setiap perbuatan].
Lebih dari itu, kemaksiatan dalam
kesendirian terkadang bisa melenyapkan pahala yang menggunung. Tentang
orang yang shalih dalam keramaian tetapi berhati busuk dalam
kesendirian, Rasulullah pernah mengingatkan,
“Sungguh aku tahu ada sekelompok dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan kebaikan-kebaikan semisal gegunungan Tihamah yang berwarna putih, tetapi Allah menjadikannya debu yang beterbangan (sia-sia).” Tsauban bertanya, “Ya Rasûlallah, sifatkanlah mereka untuk kami, agar kami tidak seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda, “Mereka adalah saudara kalian, dari ras kalian, dan qiyam sebagaimana kalian hanya saja mereka adalah orang-orang yang melanggar larangan-larangan Allah dalam kesendiriannya.” (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani).
Pembahasan tentang hadits ini sudah pernah dipaparkan pada artikel sebelumnya; Tumpukan pahala yang sia-sia.
Yang lebih mengejutkan lagi adalah
kekhawatiran kita bila kemaksiatan yang dilakukan ketika menyendiri itu
menyeret kita kepada su’ul khatimah, dan menempatkan kita ke
seburuk-buruk tempat di akherat. Wal iyadzu billah. Rasulullah bersabda,
فَوَالَّذِيْ لَا إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ
لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ
وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ
بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ
بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا
ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ
الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
“Demi Dzat yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Dia, sesungguhnya salah seorang di antara kalian sungguh ada yang beramal dengan amalan ahli surga hingga tiada jarak antara dia dengan surga kecuali hanya sehasta, tetapi al Kitab telah mendahuluinya (bahwa ia termasuk penghuni neraka) lalu dia beramal dengan amalan penghuni neraka (sebelum matinya) kemudian dia memasukinya. Dan salah seorang di antara kalian sungguh ada yang beramal dengan amalan ahli neraka hingga tiada jarak antara dia dengan neraka kecuali hanya sehasta, tetapi al Kitab telah mendahulinya (bahwa ia termasuk penghuni surga) lalu dia beramal dengan amalan penghuni surga (sebelum matinya) kemudian dia memasukinya.” (HR. Muslim, bab Kaifiyyatul Khalqi al Adami fi Bathni Ummihi, nomor 2643, Juz IV, hlm. 2036)
Sebagai kata penutup, kiranya kita harus
belajar lebih peka lagi dalam mengeja dan membaca balasan atas
amalan-amalan yang kita lakukan, kebaikan dan keburukannya, ketaatan dan
kemaksiatannya, agar kita sadar sesadar-sadarnya bahwa tiada secuil pun
amalan kecuali pasti mendapatkan balasan. Wallahu A’lam bis Shawwab.
Ya Allah, selalu, berikanlah hidayah dan
inayah-Mu kepada kami untuk senantiasa menambah ilmu, kemudian
mengamalkannya agar kami tidak termasuk kaum yang Engkau murkai, dan
tidak pula termasuk kaum yang tersesat. Amin.
sumber : http://www.oaseimani.com
MUSLIMAH DAN TUKANG BESI
Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah setelah
seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si
tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk pada sesosok
wanita cantik yang tak lain adalah tetangganya.
“Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara jiwa, aku tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padaku karena Allah ?” tutur wanita itu.
Ketika itu, memang tengah datang musim paceklik. Sawah dan ladang mengering. Tanah pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput menjadi tandus hingga hewan ternak menjadi kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi langka, maka tak pelak kelaparan melanda sebagian besar penduduk desa itu. Hanya sebagian kecil yang masih bisa bertahan.
“Tidakkah engkau tahu bahwa aku mencintaimu ? Akan kuberi engkau makanan, tetapi engkau harus melayaniku semalam” kata tukang besi itu.
Si tukang besi memang jatuh hati kepada tetangganya itu. Dia merayunya dengan berbagai cara dan taktik, namun tak juga berhasil meluluhkan hati wanita itu.
“Lebih baik mati kelaparan daripada durhaka kepada Allah” ujar wanita itu sambil berlalu menuju rumahnya.
Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan mengatakan hal yang sama. Demikian pula jawaban si tukang besi itu. Ia akan memberi makanan asalkan wanita itu mau menyerahkan dirinya. Mendengar jawaban yang sama, wanita itupun kembali ke rumahnya.
Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu dalam keadaan payah, suaranya parau, matanya sayu, dan punggungnya membungkuk karena menahan lapar yang tiada tara. Ia kembali mengatakan hal serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi, sama dengan yang sudah-sudah. Wanita itu kembali ke rumahnya dengan tangan kosong untuk ketiga kalinya.
Ketika itulah Allah memberikan hidayah-Nya kepada si tukang besi “Sungguh celaka aku ini, seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku terus berlaku dzalim kepadanya, “tutur tukang besi dalam hatinya. “Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tidak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya”.
Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama berselang terlihat pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya, “Apa keperluanmu datang ke rumahku ?”
“Aku bermaksud mengantarkan sedikit makanan yang aku punya. Jangan khawatir, aku memberinya karena Allah” jawab si tukang besi.
“Ya Allah jika benar apa yang dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di dunia dan di akhirat” tutur wanita itu seraya menengadahkan kedua telapak tangannya ke langit.
Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak makanan yang tersisa buat dirinya. Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak terbakar. Bergegas ia menemui wanitu itu lagi.
“Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan doamu” ujar si tukang besi.
Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Allah.
“Ya Allah Engkau telah mewujudkan doaku, maka cabutlah nyawaku saat ini juga”. Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu dalam sujudnya. Allah kembali mendengar doanya. Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan sujud.
Demikianlah kisah seorang wanita yang menjaga kehormatannya meskipun harus menahan rasa lapar yang tiada tara.
Setiap muslimah mestinya dapat mengambil pelajaran berharga dari berbagai kisah wanita shalihah. Merekalah yang harusnya dijadikan suri tauladan dalam kehidupan keseharian, bukan para artis yang menawarkan gaya hidup hedoisme dan materialisme.
“Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara jiwa, aku tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padaku karena Allah ?” tutur wanita itu.
Ketika itu, memang tengah datang musim paceklik. Sawah dan ladang mengering. Tanah pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput menjadi tandus hingga hewan ternak menjadi kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi langka, maka tak pelak kelaparan melanda sebagian besar penduduk desa itu. Hanya sebagian kecil yang masih bisa bertahan.
“Tidakkah engkau tahu bahwa aku mencintaimu ? Akan kuberi engkau makanan, tetapi engkau harus melayaniku semalam” kata tukang besi itu.
Si tukang besi memang jatuh hati kepada tetangganya itu. Dia merayunya dengan berbagai cara dan taktik, namun tak juga berhasil meluluhkan hati wanita itu.
“Lebih baik mati kelaparan daripada durhaka kepada Allah” ujar wanita itu sambil berlalu menuju rumahnya.
Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan mengatakan hal yang sama. Demikian pula jawaban si tukang besi itu. Ia akan memberi makanan asalkan wanita itu mau menyerahkan dirinya. Mendengar jawaban yang sama, wanita itupun kembali ke rumahnya.
Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu dalam keadaan payah, suaranya parau, matanya sayu, dan punggungnya membungkuk karena menahan lapar yang tiada tara. Ia kembali mengatakan hal serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi, sama dengan yang sudah-sudah. Wanita itu kembali ke rumahnya dengan tangan kosong untuk ketiga kalinya.
Ketika itulah Allah memberikan hidayah-Nya kepada si tukang besi “Sungguh celaka aku ini, seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku terus berlaku dzalim kepadanya, “tutur tukang besi dalam hatinya. “Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tidak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya”.
Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama berselang terlihat pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya, “Apa keperluanmu datang ke rumahku ?”
“Aku bermaksud mengantarkan sedikit makanan yang aku punya. Jangan khawatir, aku memberinya karena Allah” jawab si tukang besi.
“Ya Allah jika benar apa yang dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di dunia dan di akhirat” tutur wanita itu seraya menengadahkan kedua telapak tangannya ke langit.
Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak makanan yang tersisa buat dirinya. Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak terbakar. Bergegas ia menemui wanitu itu lagi.
“Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan doamu” ujar si tukang besi.
Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Allah.
“Ya Allah Engkau telah mewujudkan doaku, maka cabutlah nyawaku saat ini juga”. Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu dalam sujudnya. Allah kembali mendengar doanya. Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan sujud.
Demikianlah kisah seorang wanita yang menjaga kehormatannya meskipun harus menahan rasa lapar yang tiada tara.
Setiap muslimah mestinya dapat mengambil pelajaran berharga dari berbagai kisah wanita shalihah. Merekalah yang harusnya dijadikan suri tauladan dalam kehidupan keseharian, bukan para artis yang menawarkan gaya hidup hedoisme dan materialisme.
Sabtu, 17 November 2012
MOTIVASI DARI STALLONE (ROCKY)
Pernahkah anda menonton film Rocky ?
Kalau anda melihat film Rocky, anda akan temui kemiripan dengan kehidupan Stallone yang sebenarnya. Film ini Sangat Menginspirasi kita untuk Menjadi Sukses dan Terus Menerus Bangkit , HADAPI MASALAH dan KEGAGALAN.
Mari kita teruskan kisah Stallone. Saya yakin akan banyak pelajaran yang kita dapatkan.
Keluarga Stallone sangat miskin, bahkan ibunya terpaksa melahirkan dia di tangga pintu sebuah sekolah. Ia mempunyai kelainan saraf di bagian mukanya, sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal. Ia juga terpaksa berbicara dengan gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Dan menjadi lucu karena sesuai dengan namanya “Sylvester” yang diasosiasikan dengan film kartun kucing Looney Tunes. Dengan segala keterbatasannya itu Stallone bermimpi menjadi aktor dan memberi inspirasi bagi berjuta-juta orang melalui film-filmnya.
Stallone pindah dari New York ke Hollywood dengan uang pas pasan untuk mengejar mimpinya menjadi Aktor terkenal. Ketika dia tiba di Hollywood, yang dia lakukan adalah ia mendaftar pada sebuah sekolah akting dan kemudian melakukan audisi. Dapat diduga, dengan aktingnya yang kaku, penampilan yang ”seperti orang tolol” dan gaya bicara yang gagap, Stallone selalu ditolak pada peran apa pun yang diinginkannya.
Pada saat ia ditolak dalam suatu audisi, ia menarik kursi dan duduk di depan kantor, menolak pergi sampai mereka memberinya kesempatan. Sesudah duduk berjam-jam, bahkan sampai menginap, mereka akhirnya tergerak atas keinginannya yang sangat kuat untuk mendapatkan kesempatan, dan memberinya peran. Walaupun ia hanya muncul selama beberapa menit sebagai figuran, ini sudah merupakan terobosan pertama baginya.Pengalaman tersebut membawanya pada kegagalan-kegagalan berikutnya untuk mendapatkan peran lain
Dua minggu kemudian, pada titik terendah dalam hidupnya, ia menonton sebuah pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Webner, seorang petinju lemah yang menurut ramalan banyak orang akan dapat dirobohkan dalam 3 ronde. Yang tidak di duga oleh orang banyak adalah kemantapan dan kekerasan hati Webner. Ia dapat menyelesaikan total 15 ronde melawan Ali.
Stallone sangat terinspirasi dengan tontonan tersebut dan muncul sebuah visi tentang sebuah film yang akan ia tulis naskahnya. Ia mulai menulis selama 3 hari tanpa henti, tanpa tidur, hingga dapat menyelesaikan naskah cerita film “Rocky”. Ia sangat gembira dengan naskahnya tersebut, karena dalam pikirannya ia tahu bahwa naskah cerita tersebut akan menjadi sebuah film yang akan mengubah hidup dan nasibnya. Tangan nya sampai bergetar ketika sambil memandangi naskah itu.
Stallone begitu menikmati pekerjaannya, bahkan sampai tidak berhenti selama beberapa hari, itulah bukti komitmennya.
Lalu Stallone mengajukan tulisannya kepada para produser film. Namun tidak ada yang memberi tanggapan serius atas naskah cerita tsb.
Stallone ditemani anjing kesayangannya bernama Timmy. Ia berusaha keras selama berbulan bulan sampai suatu hari ia sama sekali tidak punya uang. Anjingnya Timmy sangat dekat dengan Stallone, seperti Sahabat, Dengan terpaksa Stallone menjual anjingnya dengan hanya dihargai $25 untuk bisa menyambung hidupnya, karena di betul betul bangkrut, sampai tidak bisa makan, Saat itu Stallone menangis, itu adalah titik terendah dalam hidupnya.
Stallone tidak pernah berhenti berusaha. Ia menawarkan naskah ceritanya dan ditolak lebih dari 600 kali kepada semua produser dan studio film. Sampai suatu hari, ada sebuah studio menawarkan $20,000 dengan tokoh utamanya dibintangi oleh Ryan O’Neal dan Burt Reynolds. Stallone kegirangan mendapat penawaran tsb. Akan tetapi Stallone ngotot ingin tetap membintangi filmnya tersebut. Lalu ia menawarkan diri untuk bermain cuma-cuma. Ia ditolak oleh sang sutradara. Stallone pun menolak penawaran tersebut, walaupun sesungguhnya dia sangat membutuhkan uangnya.
Lalu mereka terus menaikkan tawarannya $80,000, $200.000, $300.000 $330.000, Stallone bersikeras tidak akan mau melihat filmnya dibuat kalau tidak boleh membintangi tokoh utamanya.
Akhirnya mereka setuju Stallone menjadi tokoh utamanya, namun ia hanya dibayar $20.000 untuk naskah ceritanya ditambah $340 per minggu sesuai upah minimal seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia hanya mendapatkan penghasilan bersih sebesar $6,000 bukannya $330,000. Woow, sebuah keputusan yang berani untuk orang yang bangkrut.
Begitu mendapat uang, lalu dia mencari orang yang membeli anjingnya, sahabatnya tsb untuk membeli Timmy kembali. Namun sang pembeli tidak mau melepaskan Timmy begitu saja. Stallone lalu memberi tawaran 2 kali lipat, tetap ia tidak mau. Lalu $100, $200, $500 tetap tidak diberikan. Penawaran terus berlanjut. Stallone tidak menyerah karena Timmy sudah dianggap seperti sahabatnya dan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Akhirnya dia harus mengeluarkan $15.000, ditambah syarat melibatkan sang pembeli sebagai pemeran tambahan dalam filmnya tersebut. Sungguh kisah yang unik.
Namun apa yang terjadi selanjutnya? Dua tahun kemudian, di tahun 1976 Stallone dinominasikan meraih Academy Award sebagai Aktor Terbaik. Film Rocky tersebut memenangkan tiga oscar, Film terbaik, Sutradara terbaik dan Skenario Film terbaik. Serial Rocky (Rocky 1 -5) setelahnya meraih hampir $1 milyar, menjadikan Stallone seorang bintang film internasional
Pada waktu film Rocky diluncurkan dan mencapai box office, film ini mampu menghasilkan uang $171 juta dan dinominasikan untuk sepuluh academy awards. Spontan Sylvester Stallone melesat menjadi terkenal sebagai bintang laga. Tawaran main film segera membanjir, seperti: ”First Blood”, ”Rambo I - IV”, Rocky, I - V, Get Carter”, “Cliffhanger”, “Demolition Man”. “The Specialist. ” “Assassins,” “Daylight”.
Stallone menjadi salah satu Aktor tersukses dengan segala keterbatasannya terjadi karena baginya menjadi aktor adalah sebuah impian dan keharusan. Ia percaya bahwa jika kita betul-betul punya komitmen, maka selalu ada jalan keluar!
Dan kita tahu, siapa Sylvester Stallone sekarang. Mengapa kita harus takut? Mari kita bermimpi dan terus mengasah kemampuan kita untuk mewujudkan impian tersebut.
”Kalau Anda ingin sukses lebih cepat, Anda harus melipatgandakan tingkat kegagalan Anda. Kesuksean terletak di sisi luar kegagalan”
Thomas J. Watson, Sr, pendiri IBM.
”Success adalah kemampuan untuk melewati satu kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat - Sir. Winston Churchill”
Jujur saja, saya baru mengetahui kisah hidup Stallone yang luar biasa, hanya beberapa minggu yang lalu, padahal saya adalah pengemar Film-filmnya yang heroik.
Salam
mukhlis aminullah
Kalau anda melihat film Rocky, anda akan temui kemiripan dengan kehidupan Stallone yang sebenarnya. Film ini Sangat Menginspirasi kita untuk Menjadi Sukses dan Terus Menerus Bangkit , HADAPI MASALAH dan KEGAGALAN.
Mari kita teruskan kisah Stallone. Saya yakin akan banyak pelajaran yang kita dapatkan.
Keluarga Stallone sangat miskin, bahkan ibunya terpaksa melahirkan dia di tangga pintu sebuah sekolah. Ia mempunyai kelainan saraf di bagian mukanya, sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal. Ia juga terpaksa berbicara dengan gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Dan menjadi lucu karena sesuai dengan namanya “Sylvester” yang diasosiasikan dengan film kartun kucing Looney Tunes. Dengan segala keterbatasannya itu Stallone bermimpi menjadi aktor dan memberi inspirasi bagi berjuta-juta orang melalui film-filmnya.
Stallone pindah dari New York ke Hollywood dengan uang pas pasan untuk mengejar mimpinya menjadi Aktor terkenal. Ketika dia tiba di Hollywood, yang dia lakukan adalah ia mendaftar pada sebuah sekolah akting dan kemudian melakukan audisi. Dapat diduga, dengan aktingnya yang kaku, penampilan yang ”seperti orang tolol” dan gaya bicara yang gagap, Stallone selalu ditolak pada peran apa pun yang diinginkannya.
Pada saat ia ditolak dalam suatu audisi, ia menarik kursi dan duduk di depan kantor, menolak pergi sampai mereka memberinya kesempatan. Sesudah duduk berjam-jam, bahkan sampai menginap, mereka akhirnya tergerak atas keinginannya yang sangat kuat untuk mendapatkan kesempatan, dan memberinya peran. Walaupun ia hanya muncul selama beberapa menit sebagai figuran, ini sudah merupakan terobosan pertama baginya.Pengalaman tersebut membawanya pada kegagalan-kegagalan berikutnya untuk mendapatkan peran lain
Dua minggu kemudian, pada titik terendah dalam hidupnya, ia menonton sebuah pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Webner, seorang petinju lemah yang menurut ramalan banyak orang akan dapat dirobohkan dalam 3 ronde. Yang tidak di duga oleh orang banyak adalah kemantapan dan kekerasan hati Webner. Ia dapat menyelesaikan total 15 ronde melawan Ali.
Stallone sangat terinspirasi dengan tontonan tersebut dan muncul sebuah visi tentang sebuah film yang akan ia tulis naskahnya. Ia mulai menulis selama 3 hari tanpa henti, tanpa tidur, hingga dapat menyelesaikan naskah cerita film “Rocky”. Ia sangat gembira dengan naskahnya tersebut, karena dalam pikirannya ia tahu bahwa naskah cerita tersebut akan menjadi sebuah film yang akan mengubah hidup dan nasibnya. Tangan nya sampai bergetar ketika sambil memandangi naskah itu.
Stallone begitu menikmati pekerjaannya, bahkan sampai tidak berhenti selama beberapa hari, itulah bukti komitmennya.
Lalu Stallone mengajukan tulisannya kepada para produser film. Namun tidak ada yang memberi tanggapan serius atas naskah cerita tsb.
Stallone ditemani anjing kesayangannya bernama Timmy. Ia berusaha keras selama berbulan bulan sampai suatu hari ia sama sekali tidak punya uang. Anjingnya Timmy sangat dekat dengan Stallone, seperti Sahabat, Dengan terpaksa Stallone menjual anjingnya dengan hanya dihargai $25 untuk bisa menyambung hidupnya, karena di betul betul bangkrut, sampai tidak bisa makan, Saat itu Stallone menangis, itu adalah titik terendah dalam hidupnya.
Stallone tidak pernah berhenti berusaha. Ia menawarkan naskah ceritanya dan ditolak lebih dari 600 kali kepada semua produser dan studio film. Sampai suatu hari, ada sebuah studio menawarkan $20,000 dengan tokoh utamanya dibintangi oleh Ryan O’Neal dan Burt Reynolds. Stallone kegirangan mendapat penawaran tsb. Akan tetapi Stallone ngotot ingin tetap membintangi filmnya tersebut. Lalu ia menawarkan diri untuk bermain cuma-cuma. Ia ditolak oleh sang sutradara. Stallone pun menolak penawaran tersebut, walaupun sesungguhnya dia sangat membutuhkan uangnya.
Lalu mereka terus menaikkan tawarannya $80,000, $200.000, $300.000 $330.000, Stallone bersikeras tidak akan mau melihat filmnya dibuat kalau tidak boleh membintangi tokoh utamanya.
Akhirnya mereka setuju Stallone menjadi tokoh utamanya, namun ia hanya dibayar $20.000 untuk naskah ceritanya ditambah $340 per minggu sesuai upah minimal seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia hanya mendapatkan penghasilan bersih sebesar $6,000 bukannya $330,000. Woow, sebuah keputusan yang berani untuk orang yang bangkrut.
Begitu mendapat uang, lalu dia mencari orang yang membeli anjingnya, sahabatnya tsb untuk membeli Timmy kembali. Namun sang pembeli tidak mau melepaskan Timmy begitu saja. Stallone lalu memberi tawaran 2 kali lipat, tetap ia tidak mau. Lalu $100, $200, $500 tetap tidak diberikan. Penawaran terus berlanjut. Stallone tidak menyerah karena Timmy sudah dianggap seperti sahabatnya dan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Akhirnya dia harus mengeluarkan $15.000, ditambah syarat melibatkan sang pembeli sebagai pemeran tambahan dalam filmnya tersebut. Sungguh kisah yang unik.
Namun apa yang terjadi selanjutnya? Dua tahun kemudian, di tahun 1976 Stallone dinominasikan meraih Academy Award sebagai Aktor Terbaik. Film Rocky tersebut memenangkan tiga oscar, Film terbaik, Sutradara terbaik dan Skenario Film terbaik. Serial Rocky (Rocky 1 -5) setelahnya meraih hampir $1 milyar, menjadikan Stallone seorang bintang film internasional
Pada waktu film Rocky diluncurkan dan mencapai box office, film ini mampu menghasilkan uang $171 juta dan dinominasikan untuk sepuluh academy awards. Spontan Sylvester Stallone melesat menjadi terkenal sebagai bintang laga. Tawaran main film segera membanjir, seperti: ”First Blood”, ”Rambo I - IV”, Rocky, I - V, Get Carter”, “Cliffhanger”, “Demolition Man”. “The Specialist. ” “Assassins,” “Daylight”.
Stallone menjadi salah satu Aktor tersukses dengan segala keterbatasannya terjadi karena baginya menjadi aktor adalah sebuah impian dan keharusan. Ia percaya bahwa jika kita betul-betul punya komitmen, maka selalu ada jalan keluar!
Dan kita tahu, siapa Sylvester Stallone sekarang. Mengapa kita harus takut? Mari kita bermimpi dan terus mengasah kemampuan kita untuk mewujudkan impian tersebut.
”Kalau Anda ingin sukses lebih cepat, Anda harus melipatgandakan tingkat kegagalan Anda. Kesuksean terletak di sisi luar kegagalan”
Thomas J. Watson, Sr, pendiri IBM.
”Success adalah kemampuan untuk melewati satu kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat - Sir. Winston Churchill”
Jujur saja, saya baru mengetahui kisah hidup Stallone yang luar biasa, hanya beberapa minggu yang lalu, padahal saya adalah pengemar Film-filmnya yang heroik.
Salam
mukhlis aminullah
Senin, 12 November 2012
MALING
suatu siang di Warung CPLUS
aku tertipu oleh senyum manis
dan keramahan seorang lelaki perlente
yang ternyata seorang Maling!
Kota Juang, 12 November 2012
karya mukhlis aminullah
aku tertipu oleh senyum manis
dan keramahan seorang lelaki perlente
yang ternyata seorang Maling!
Kota Juang, 12 November 2012
karya mukhlis aminullah
KERAGUAN
perjalanan terasa kian jauh
untuk menyelesaikan rute ini
dan akupun tidak tau
apakah sampai ke tujuan
dengan selamat?
Kota Juang, 12 November 2012
karya mukhlis aminullah
untuk menyelesaikan rute ini
dan akupun tidak tau
apakah sampai ke tujuan
dengan selamat?
Kota Juang, 12 November 2012
karya mukhlis aminullah
Langganan:
Postingan (Atom)