Kamis, 16 Oktober 2008
"MENYIKAPI MUSIBAH"
Sebagian Perampok menggunakan moment Lebaran untuk mencari mangsanya. Begitu juga dengan Maling, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Paman saya kehilangan sepeda motornya di teras rumahnya. Padahal ybs hanya sebentar masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaian. Begitu juga tetangga saya di Pulo Kiton, kehilangan 2 (dua) sepeda motor sekaligus. Benar-benar mereka tidak bernasib baik.
Sebagai saudara dan tetangga, kami hanya bisa menghibur dan menganjurkan agar mereka sgera melapor kepada aparat yang berwajib.
Namun disatu sisi, mereka (dan kita) harus mengambil hikmah dari kejadian itu. Mungkin sepeda motor tersebut bukannya rezeki mereka. Dan anggaplah hal itu suatu musibah dan merupakan "peringatan" dari Allah SWT kapada kita
Bencana atau musibah pada hakikatnya adalah cobaan dan ujian dari Allah kepada manusia. Hampir tak ada manusia yang terbebas dari ujian itu. Rasulullah Muhammad SAW sebagai manusia yang maksum juga mengalaminya. Khalifah Umar bin Khattab mengiaskan musibah sebagai gelombang di tengah lautan yang tidak mungkin dihilangkan. Manusia wajib berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri dan bahteranya dari gelombang yang mengintai setiap saat.
'Setiap musibah menimpaku, terdapat tiga kenikmatan” kata Khalifah Umar.
Pertama, musibah itu tidak menggoyahkan iman dan agamaku.
Kedua, musibah itu tidak lebih besar daripada apa yang memang telah ditentukan Allah.
Ketiga, Allah menjanjikan pahala besar bagi yang sabar tatkala tertimpa musibah.
Dalam setiap musibah (jiwa/harta) selalu terselip nikmat dan hikmah. Bila mau berpikir dan hati dekat dengan petunjuk Allah, maka kita akan selalu berprasangka baik terhadap Sang Pencipta. Musibah yang harus dihindari adalah bila menyangkut urusan agama. Terhadap yang satu ini tiada pelipur lara dan ucapan belasungkawa. Hanya satu jalan keluarnya yaitu bertobat dan kembali kepada Allah.
Ibnul Qayyim memberikan kiat agar kita merasa ringan ketika mengalami musibah yaitu mempercayai qadha dan qadar (keputusan dan ketentuan Allah), meyakini bahwa musibah yang menimpa tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dan terakhir menghibur diri dengan mengkaji musibah orang lain yang mungkin lebih berat. Hanya sabar dan mengembalikan segalanya kepada Allah-lah yang bakal menguatkan lahir-batin seseorang manakala tertimpa musibah. Tiada Tuhan selain Allah, Esa, tidak bersekutu, bagi-Nya kerajaan dan segala puji, Dia-lah Zat yang menghidupkan dan yang mematikan serta yang berkuasa atas segala sesuatu, demikian wirid yang dianjurkan untuk diamalkan oleh setiap muslim yang tertimpa musibah.
Allah mendidik hati hamba-Nya dengan musibah, agar terpacu kadar ketakwaan kepada-Nya. Musibah itu bisa saja menimpa diri kita, saudara kita, tetangga kita, dan seterusnya. Dan bila musibah itu menimpa orang lain, maka apakah kita mau mengulurkan tangan untuk membantu saudara-saudara kita atau tidak, itu juga merupakan ujian bagi kita, barometer buat mengukur ketakwaan dan keimanan kita
Sabtu, 11 Oktober 2008
Dr. HASAN TIRO

Topik yang ingin saya tulis kali ini adalah soal Dr.Hasan Tiro. Sepertinya kita semua orang Aceh sudah mengetahui bahwa pada hari ini, tepatnya tadi pagi jam 10.30 Wib, Dr.Hasan Tiro dan rombongannya dari Malaysia telah mendarat dengan mulus di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Dan dari berbagai informasi yang kita terima bahwa agenda beliau yang pertama adalah bersilaturrahmi di Meligou Gubernur, baru kemudian dilanjutkan dengan orasi di Mesjid Raya Baiturrahman. Hal ini karena hari ini beliau merupakan tamu Pemerintahan Aceh dan rakyat Aceh secara keseluruhan.
Nah, ketika melewati Jalan Ramai tadi jam 13.00 wib saya melewati beberapa warung kopi yng dipadati pengunjung yang sedang menonton TV. Biasanya pemandangan seperti itu dikeranakan orang2 menonton sepakbola, biasanya Liga Primier, malam Minggu atau malam Senin. Tapi kali ini orang2 bukan menonton sepakbola, tapi menonton Siarang Langsung ACEH TV terkait kegiatan Dr.Hasan Tiro yang baru saja tiba di Banda Aceh. Betapa antusiasnya masyarakat Aceh. Seakan-akan kedatangan Dr.Hasan Tiro seperti kedatangan seorang tamu Negara yang sangat penting atau kedatangan seorang Presiden RI. Bagi saya sendiri, fenomena seperti ini hanya saya lihat ketika kedatangan Presiden Soeharto ke Banda Aceh tahun 1992, ketika saya masih menjadi Mahasiswa dan berdomisili di Banda Aceh. Dan ini adalah kali kedua, walaupun saya hanya menyimak melalui berita koran dan TV.
Ada apa gerangan dengan Dr.Hasan Tiro…? Saya rasa semua orang Aceh sudah mahfum… beliau adalah seorang “pejuang” kemerdekaan Aceh selama 29 tahun. Beliau adalah seorang Deklarator GAM, wadah perjuangan kemerdekaan bagi sebagian orang Aceh.
Walau tidak semua orang Aceh setuju dengan perjuangan kemerdekaan untuk memisahkan diri dari Indonesia, konon lagi menjdi Anggota GAM, namun kedatangan Dr.Hasan Tiro kembali ke Aceh seperti kembalinya Pahlawan yang hilang. Fenomena yang tampak hari ini adalah bukti sahih beliau sangat punya kharisma di mata orang Aceh (mendukung GAM atau tidak..) Bahwa hampir lima ratus ribuan orang Aceh dari berbagai Kabupaten/Kota hari ini tumpah ruah ke Banda Aceh, menjemput kepulangan Dr.Hasan Tiro dari luar negeri. Yang hadir ke Banda Aceh bisa dipastikan tidak semua merupakan Anggota KPA (atau simpatisan perjuangan lainnya), namun banyak juga dari kalangan pelajar dan pemuda yang selama ini tidak larut dalam ‘perjuangan’. Eforia seperti ini bisa dipastikan akan membangkitkan lagi rasa ke-aceh-an yang selama ini terkikis era Globalisasi.
Info dari KPA bahwa kepulangan Wali Nanggroe kali ini tidak ada agenda politik tertentu. Tidak juga terkait dengan agenda Pemilu 2009. Namun kepulangan beliau semata-mata karena rindu kampung halaman. Bagi kita warga masyarakat Aceh yang tidak berkecimpung dalam dunia politik, tidak mempedulikan apakah kepulangan beliau terkait Pemilu 2009 atau tidak…
Yang kita inginkan adalah perdamaian Aceh tetap abadi. Dan dengan kedatangan Dr.Hasan Tiro kita harapkan kesadaran semua pihak untuk terus memelihara perdamaian. Khususnya menjelang Pemilu 2009, agar berlangsung aman dan tertib serta berikan kebebasan bagi rakyat memilih sesuai dengan kehendak nuraninya.
Salam,
mukhlis aminullah
Ketua LSM LEPOE-MAT
Rabu, 17 September 2008
Penyebab melemahnya keimanan kepada Allah
Tanpa terasa Ramadhan sudah berlalu selama 16 hari. Dan tiba-tiba saja kita sudah dihadapkan pada malam Nuzulul Qur'an yaitu suatu malam dimana permulaan turunnya ayat-ayat Al Qur'an..... Semoga amal ibadah Ramadhan yang sudah kita lakukan menjadi perisai diri kita menyongsong kehidupan yang lebih baik setelah Ramadhan nanti...
Sudah diketahui umum bahwa hidup di era globalisasi seperti sekarang merupakan tantangan yang luar biasa, apalagi dengan kondisi kehidupan di Indonesia yang hampir sama dengan kehidupan di Amerika. Maksud saya bukan dalam hal kesejahteraan, tetapi dalam hal banyaknya kemungkaran......
Bagi yang menyadari, sebenarnya sangat "menyedihkan" hidup di Indonesia.... tetapi umumnya sedikit sekali yang peduli dengan kondisi moral keseharian bangsa ini. Ada yang peduli korupsi, tapi hanya segelintir....
sementara korupsi jalan terus...! Begitu juga dengan praktek pengdangkalan akidah melalui media, jalan terus..., MUI & Ulama2 lainnya hanya diam sejuta bahasa.
Dan banyak contoh2 lainnya yang memang harus kita akui bahwa begitu banyak kemungkaran terjadi di tanah air kita.....di sekeliling kita....(yang konon 90 persen penduduknya beragama Islam).
Tanpa kita sadari, kita pun kadang terbawa arus dalam kehidupan yang "tak jelas" seperti sekarang. Berbahagialah rekan2 dan sahabat2 yang masih menyadarinya....Dan kita harus selalu berusaha menjaga kehidupan kita agar bersih dan selalu di jalan Allah.
Berikut ini ada beberapa catatan yang mungkin bisa menjadi peringatan bagi kita semua, agar bisa menjauhinya demi kesempurnaan iman kepada Allah SWT.
1. Terkotori oleh kemaksiatanKemaksiatan,
Sekecil apapun kemaksiatan adalah berbahaya, bukankah Nabi SAW bersabda: “Apabila seorang hamba berbuat dosa, maka diberikan noda hitam dalam hatinya.”
Maka janganlah melihat kecilnya sebuah maksiat, tapi lihat kepada siapa maksiat itu diarahkan?! Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa makna hajrul-qur’an (meninggalkan al-Qur’an) dalam surat al-Furqan bukan hanya berarti tidak membaca, melainkan juga tidak mau menghafal & mengamalkan al-Qur’an. Maka saat ditimpa musibah berat, jangan sedih, mungkin sedemikian banyaklah dosa kita. Tapi kita tak perlu putus asa, karena jika bertaubat insya Allah akan dihapus dosa tersebut oleh Allah SWT, sebagaimana kata para ulama : La Kaba’ir ma’al Istighfar, wala Shagha’ir ma’al Istimrar.
2. Berlebih-lebihan dalam hal yang mubah
Memang mubah adalah boleh, tapi jika berlebihan maka dapat merusak amal, minimal menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Kitab at-Tauhid, Imam Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa pintu masuk syetan yang terakhir adalah pintu ini, setelah pintu murtad, pintu syirik, pintu bid’ah, pintu kufur, pintu maksiat dan pintu makruh.
3. Tidak sadar akan nilai nikmat Allah
Dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 34 [1] disebutkan tentang demikian banyaknya limpahan nikmat-Nya pada diri kita. Juga surat QS al-Kautsar [2]. Maka nikmat RABB-mu yang mana lagi yang akan kamu dustakan (dengan tidak bersyukur/beribadah)? Sampai-sampai kita masuk jannah-pun karena nikmat-Nya dan bukan karena amal kita (HR Bukhari Muslim).
4. Lalai terhadap kebutuhan kita terhadap amal-amal tersebut.
Di antara manfaat istighfar adalah menambah kekuatan fisik, rizki, dsb [3]. Jika ingin diingat-Nya maka kita dulu harus ingat pada-Nya (Fadzkuruni adzkurkum…). Fenomena yang ada di antaranya ialah banyak menyia-nyiakan waktu, menunda-nunda atau bahkan sampai tak tahu apa yang akan dikerjakan lagi.
5. Lemahnya pemahaman yang benar tentang hakikat pahala yang berlipatganda.
Di antara amal yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu walau sedikit. Nabi SAW, jika ada waktu istirahat maka istirahat beliau SAW adalah melakukan shalat (Arihna ya Bilal bish Shalat…).
6. Melupakan kematian & apa yang menanti setelahnya.
Allah mengingatkan kita untuk senantiasa mempersiapkan bekal untuk setelah mati [4]. Kata Ali ra: “Shalatlah kalian seperti shalatnya seorang yang akan meninggalkan dunia.” Pesan Abubakar pada Aisyah ra: “… dan jika aku sudah meninggal, maka kafanilah aku dengan kain yang paling murah, karena ia hanya akan menjadi wadah nanah & darah…”
7. Mengira amalnya sudah cukupDicela oleh Allah SWT.
Nabi SAW saat turun surat Hud, Waqi’ah, An Naba’ & Takwir sampai beruban rambutnya.
8. Terlalu banyak tugas & pekerjaan
Maka harus tawazun, ingat kisah Salman & Abu Dzar ra. Nabi SAW membagi waktunya dalam 3 bagian: 1/3 untuk Rabb-nya, 1/3 untuk keluarganya & 1/3 untuk ummatnya.
9. Ditunda-tunda & dinanti-nanti
Sabda nabi SAW: “Persiapkanlah yang 5 sebelum datang yang 5: Masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum masa matimu.” Orang yang kuat menurut Umar ra adalah orang bersegera dalam setiap amal.
10. Menyaksikan sebagian panutan dalam kondisi pengabaian
Imam Ghazali menyebutkan bahwa salah satu dosa kecil yang bisa menjadi dosa besar adalah dosa kecil yang dilakukan oleh ulama, karena dapat mengakibatkan ditiru orang lain. Oleh karenanya maka Nabi SAW demikian menekankan disiplin pada keluarganya (Fathimah ra, Ali ra, Hasan & Husein ra) sebelum orang lain.
Demikianlah sedikit catatan, semoga kita jadi hamba Allah yang tetap terpelihara iman.
Saleum dari kamoe bandum, seulamat puasa.
Minggu, 07 September 2008
UJI BACA AL QUR'AN
Sudah seminggu saya tidak menyapa rekan2 semua.... maklum saja, bulan puasa, aktivitas agak saya kurangi. Namun hari ini ada topik menarik yang ingin saya sampaikan, yaitu persoalan baca Al Qur'an bagi para Caleg di Aceh.
Seperti sudah kita ketahui, bahwa Qanun Aceh No.3 Tahun 2008 mensyaratkan bagi setiap Caleg di Provinsi Aceh harus bisa baca Al Qur'an, sesuai dengan labelnya bahwa kita adalah daerah Serambi Mekkah dan satu-satunya Provinsi yang menerapkan Syariat Islam di Indonesia. Pasal mengenai wajib bisa baca Al Qur'an itu sendiri sempat mendapat kritikan tajam dari beberapa kalangan, termasuk Gubernur Irwandi, beberapa waktu yang lalu. Mendagri juga sempat "menolak" pasal tersebut dengan alasan bertentangan dengan Peraturan di atasnya, termasuk UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu.
Namun seiiring waktu yang terus bergulir, akhirnya Pemda Aceh & DPRA tetap sepakat pada wacana semula yaitu tetap mempertahankan pasal Uji Baca Al Qur'an bagi Caleg di Aceh.
Kita sebagai ummat Islam, wajib mendukung agar pasal tersebut benar2 diterapkan.....
Toh, kita sudah berpengalaman dengan Tes Uji Baca Al Qur'an bagi Calon Gubernur/Wakil Gubernur maupun Calon Bupati/Wakil Bupati tahun 2006 yang lalu...
Nah, persoalan tidak berhenti sampai disitu. KIP harus membuat juk-lak nya agar proses Uji Baca Al Qur'an benar2 dapat menjadi ajang seleksi bagi para Caleg...
Ternyata dalam prakteknya tidak semudah yang dibayangkan. KIP Aceh sendiri harus menguji 500-an Caleg. Begitu juga di beberapa Kabupaten/Kota, rata2 200 s/d 300-an Caleg yang harus di uji oleh KIP Kabupaten/Kota.
Permasalahan yang muncul sekarang adalah tidak adanya standarisasi terhadap kemampuan "bisa" membaca Al Qur'an seperti yang diterapkan pada Pilkada yang lalu. Yang cukup fatal adalah pernyataan salah seorang Anggota KIP Aceh bahwa KIP tidak terlalu ketat dalam hal Uji Baca Al Qur'an ini. Terkesan Uji Baca Al Qur'an hanya sekedar formalitas belaka.
Sangat disayangkan....!
Disamping itu KIP Kabupaten/Kota juga bingung dengan tidak adanya standarisasi tersebut. Belum lagi siapa yang berhak melakukan tes....? Tempatnya juga tidak jelas, apakah harus ditempat terbuka atau tidak..?
Makanya, rekan2 sekalian tidak perlu heran...
Di Aceh Barat, tes dilaksanakan oleh Ramaja Mesjid dan ditempat terbuka. Sementara di Abdya dilakukan di tempat tertutup. Belum lagi di beberapa tempat lainnya.
Intinya adalah tidak adanya keseragaman dalam hal Uji Baca Al Qur'an disetiap Kabupaten/Kota. Apa yang terjadi kemudian...? Bisa ditebak. Akan banyak muncul protes dari para Caleg dan partai terhadap hasil tes "mengaji" tersebut.
Seharusnya KIP Aceh harus membuat aturan yang tegas soal ini. Harus ada Peraturan KIP Aceh yang komprehenship agar tidak timbul masalah dikemudian hari. Tidak diragukan lagi, orang2 yang duduk sebagai Anggota KIP Aceh (pengambil kebijakan di KIP) adalah orang2 pilihan. Beberapa orang diantaranya adalah mantan Anggota KPU Kabupaten/Kota.
Kalaupun mereka sudah "lupa" mendesain bagaimana tes Uji Baca Al Qur'an, toh mereka masih bisa membuka arsip di Sekretariat KIP Aceh tentang tes Uji Baca Al Qur'an saat Pilkada yang lalu. Tidak ada salahnya mengadopsi, toh Anggota DPRA/K yang terpilih nantinya juga merupakan Pemimpin rakyat.
Rekan2 yang terhormat...
Mari kita tunggu, lakon selanjutnya, mudah2an semua Caleg di Aceh bisa membaca Al Qur'an...
Semoga..!
Minggu, 31 Agustus 2008
HATI-HATI DENGAN MENU BERBUKA PUASA ANDA..!
| Apa kabar Saudara2 ku... apakah Anda sudah mempersiapkan diri menyambut Ramadhan..? Tentu saja kita semua sudah mempersiapkan diri. Selain mempersiapkan diri dari sisi rohani, kita tentu juga mempersiapkan diri dari sisi jasmani. Karena kesehatan fisik juga sangat penting dalam menjalankan ibadah puasa. Puasa seharian menahan lapar kadang membuat Anda kalap saat berbuka. Jangan pernah tunda waktu berbuka puasa, tapi waspadai menu berbuka Anda bisa-bisa jadi racun tubuh!Selama berpuasa, saluran pencernaan Anda kosong sekitar 12 hingga 14 jam. Ketika tiba-tiba makanan masuk dengan bertubi-tubi, tubuh akan kaget. Hati-hati ini akan berakibat buruk pada lambung Anda. Sebenarnya walau tidak terisi makanan dalam waktu yang relatif lama, lambung tak akan teriritasi begitu saja. Namun kebiasaan makan yang tidak teraturlah yang membuat lambung terluka. Sebaiknya makan perlahan dari yang ringan dulu supaya pertambahan kapasitas dan asam lambung meningkat perlahan. Penelitian membuktikan bahwa bahan-bahan makanan seperti santan kelapa, gula aren, pisang, ubi dan waluh parang memiliki khasiat yang baik. Namun disaran- kan untuk tidak berlebihan. Cukup sebagai hidangan pembuka. Hindari juga mengkonsumsi goreng-gorengan yang berlebihan juga makanan yang banyak mengandung es dan margarin. Gorengan dan margarin mengandung lemak tinggi yang membuat tubuh rentan terserang batuk dan memperlambat pengosongan lambung. Sementara minum es dapat menahan rasa lapar karena menimbulkan efek kenyang. Awali menu Anda dengan minuman manis. Namun jangan juga terlalu berlebihan. Cari makanan yang mudah dicerna dan mengandung karbohidrat sederhana seperti jus mangga atau jambu biji, kurma, kolak, minuman buah-buahan, cendol dengan santan encer. Selama berpuasa, kadar gula menurun, untuk mengembalikannya lagi konsumsi makanan manis namun cukup sekitar 10% saja dari total kebutuhan kalori sehari. Setelah berbuka ada baiknya Anda tinggalkan sejenak makanan untuk salat. Selain agar tidak melewatkan waktu shalat, hal ini juga baik untuk tubuh. Tujuannya untuk mengistirahatkan sejenak perut dari asupan makanan sebelum akhirnya diisi makanan berat. Jangan lupa selingi dengan air mineral. Selama berpuasa, cairan tubuh Anda terkuras habis. Siang hari Anda berkeringat, apalagi jika bekerja maka cairan tubuh akan terserap habis-habisan. Minumlah yang banyak untuk menghindarkan tubuh dari dehidrasi. Batasi diri mengkonsumsi makanan dengan bumbu yang terlalu merangsang. Tambahkan juga buah dan sayuran yang cukup sebagai sumber vitamin, mineral dan serat yang cukup. Oke, semoga bermanfaat bagi rekan2 sekalian. sumber : http://www.detikhot.com/ |
KHUTBAH RASULULLAH SAW MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
Assalamu’alaikum wr wb…..
|
Sabtu, 30 Agustus 2008
ZAKAT & PEMBERDAYAAN UMMAT
Kata khudz yang berarti ambillah menyiratkan sebuah tindakan proaktif, bukan pasif menunggu. Ini membutuhkan sebuah kerja professional karena berkaitan dengan pengelolaan dana umat. Itulah sebabnya badan atau Lembaga Amil Zakat menjadi sangat berperan. Secara ideal zakat harus mampu menjadi solusi bagi masalah umat, khususnya masalah ekonomi.
Zakat memiliki potensi untuk itu. Potensi zakat nasional mencapai 19,3 triliun (Studi Pusat Bahasa dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah dan Ford Foundation, 2004). Versi lain, seperti yang pernah diungkap Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mencapai Rp 17 triliun. Jelas kedua data itu menggambarkan betapa besarnya potensi zakat. Kendati demikian, realitasnya masih jauh api dari panggang.
Dana umat yang berhasil dihimpun melalui badan dan Lembaga Amil Zakat tidak lebih dari lima persen. Sisanya belum jelas terhimpun dan tersalur melalui apa. Secara umum, ada dua alasan mengapa potensi zakat yang besar demikian belum optimal. Pertama, pemahaman seputar zakat belum lengkap. Ada sebagian masyarakat yang hanya mengetahui zakat itu sekadar zakat fitrah, yang besarnya hanya 2,5 kg beras atau senilai lima belas ribu rupiah. Ada juga yang memahami zakat itu hanya dibayarkan sepanjang Ramadhan sehingga dibatasi waktu satu bulan Ramadhan.
Pemahaman itu jelas membuat potensi zakat tidak terhimpun optimal. Bila hanya zakat fitrah, bagaimana mungkin potensinya mencapai triliunan rupiah? Begitu juga bila masa pembayarannya hanya pada Ramadhan, tentu membatasi para muzakki. Padahal, rezeki setiap orang tidak terbatas Ramadhan.Kedua, kebiasaan masyarakat memberikan zakat langsung kepada mustahik tanpa melalui badan atau lembaga amil zakat. Kebiasaan ini sah-sah saja selama tepat sasaran.
Tetapi, model distribusi gaya ini tetap menyisakan sejumlah kekurangan. Secara psikologis, mustahik akan merasa inferior, khususnya bila bertemu pemberi zakat. Belum lagi tentang keakuratan data dan kesinambungan program. Tentu sulit bila dilakukan oleh individu atau kelompok yang tidak memiliki kompetensi dalam pengelolaan dana zakat. Ini menjadi nilai lebih bagi badan atau lembaga amil zakat profesional. Mereka lebih mampu menjaga psikologis mustahik, memiliki data yang akurat, serta adanya perencanaan dan kesinambungan program.
Distribusi merata atau prioritasInilah salah satu pertanyaan yang sering muncul. Contoh, bila terkumpul dana zakat Rp 5 juta dan ada 50 mustahik di sebuah wilayah. Mana yang lebih baik, mendistribusikan dana itu secara merata kepada 50 orang mustahik, masing-masing 100 ribu, atau fokus pada 2-3 orang mustahik yang dinilai prioritas dan layak diberi dana untuk memberdayakan mereka? Semisal untuk modal usaha?
Tanpa mencoba menafikan satu dengan lainnya, tentu (semestinya) kita pilih yang dapat secara signifikan memberdayakan mustahik meskipun yang menerima sedikit. Artinya, ada prioritas. Tentu membutuhkan seleksi yang jelas prosedurnya agar tidak menimbulkan fitnah. Di sinilah keberadaan lembaga amil zakat yang profesional menemukan korelasi positifnya, menjadi sebuah kebutuhan. Bisa kita bayangkan bila yang mengurus pendistribusian dana tadi lembaga yang tidak profesional. Tentu fitnah akan bertebaran.
Sekadar perbandingan, pada zaman Rasulullah dan para sahabat, zakat diberikan kepada mustahik sampai mencukupi kebutuhan primernya sehingga mereka berdaya. Idealnya, pendistribusian yang merata, tapi memberdayakan. Akan tetapi, kondisi aktual kita berbicara lain. Mengingat jumlah orang miskin dan layak jadi mustahik sangatlah banyak, tidak sebanding dengan jumlah dana zakat yang siap didistribusikan sehingga membutuhkan waktu untuk proses pengentasannya.
Ubah mindsetAda hal yang terkadang kita lupakan dalam konteks pemberdayaan umat, mengubah mindset . Mengubah cara berpikir dari negatif menjadi positif. Dari mindset miskin menjadi mindset kaya.
Menurut hemat saya, kemiskinan yang paling mendasar adalah miskin pola pikir dan mental. Harta dan kekayaan sangat mungkin didapat bila pola pikir kita tidak miskin. Pengemis kini menjadi salah satu profesi yang menggiurkan. Meski harus menjual harga diri, secara nyata mengemis mendatangkan banyak penghasilan. Bahkan, di sebuah daerah di Jawa Timur terdapat sebuah kampung pengemis yang terdapat rumah-rumah yang bagus dan layak.
Dari mana didapat? Ternyata hasil mengemis. Pernah dalam suatu kesempatan saya mengorek informasi dari seorang pengemis cilik yang mengaku seluruh anggota keluarganya pengemis. Menurutnya, penghasilan total keluarganya yang berjumlah lima orang dari mengemis lebih dari Rp 70 ribu per hari.
Itu jumlah yang tidak sedikit. Mentalitas ala pengemis yang lebih berpikir cari gampangnya saja jelas merupakan masalah pelik yang dihadapi bangsa kita. Oleh sebab itu, bicara tentang pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh siapa pun, termasuk lembaga amil zakat, haruslah mampu mengubah mindset miskin tadi. Bila mindset tersebut tidak berubah, mustahil membuat para mustahik berdaya.
Yang ada hanya membuat mereka menikmati hidup sebagai mustahik. Selamanya menerima, bahkan meminta-minta. Padahal, Rasulullah bersabda: ”Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah”.Potensi zakat nasional di atas kertas sangatlah besar. Bila realitasnya masih belum mampu membuat umat ini berdaya, berarti ada yang salah.
Badan atau lembaga amil zakat yang ada memiliki PR superberat, yaitu menjadikan zakat sebagai solusi problematika umat. Memperbaiki kinerja, membangun, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap LAZ menjadi bagian dari agenda besar tersebut. Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab badan atau lembaga amil zakat. Sinergi dari pemerintah dan masyarakat jelas dibutuhkan.
oleh ; Wahyu Novyan
Alumnus Ilmu Komunikasi FISIP Unair
( dipublikasikan di Hr.Republika, 9 Agustus 2008 )
Kamis, 28 Agustus 2008
PINTU-PINTU MASUKNYA SYETAN
Hati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga/menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati. Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tsb. Melindungi hati dari gangguan syetan adalah wajib oleh karena itu mengetahui pintu masuknya syetan itu merupakan syarat untuk melindungi hati kita maka kita diwajibkan untuk mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan jalan untuk menguasi hati manusia.
Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Berarti pintu yang akan dimasuki syetan sebenrnya sangat banyak, Namun kita akan membahas pintu-pintu utama yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia. Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah:
1. Marah
Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.
2. Hasad
Manusia bila hasud dan tamak menginginkan sesuatu dar orang lain maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda:” Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli” Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.
3. Perut kenyang
Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat pada syetan beberapa belenggu dan gantungan pemberat untuk segala sesuatu seraya bertanya. Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini? Syetan menjawab: Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.Yahya bertanya: Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ? Syetan menjawab: Bila kamu kenyang maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir. Yahya bertanya lagi: Apa lainnya? Tidak ada! Jawab syetan. Kemudian Nabi Yahya berkata:
Demi Allah aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.
Iblis berkata. Demi Allah saya tidak akan memberi nasehat pada orang muslim selamanya.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela:
・ Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.
・ Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk sama kenyangnya dengan dirinya.
・ Mengganggu ketaatan kepada Allah
・ Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan
・ Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
・ Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani
4. Cinta perhiasan dan perabotan rumah tangga
Bila syetan melihat hati orang yang sangat mencintai perhiasan dan perabotan rumah tangga maka iblis bertelur dan beranak dan menggodanya untuk terus berusaha melengkapi dan membaguskan semua perabotan rumahnya, menghiasi temboknya, langit-langitnya dst. Akibatnya umurnya habis disibukkan dengan perabotan rumah tangga dan melupakan dzikir kepada Allah.
5. Tergesa-gesa dan tidak melakukan receck
Rasulullah pernah bersabda: Tergesa-gesa termasuk perbuatan syetan dan hati-hati adalah dari Allah SWT. Allah berfirman: ”Manusia diciptakan tergesa-gesa” dalam ayat lain dditegaskan: “Sesungguhnya manusia itu sangat tergesa-gesa. Mengapa kita edilarang tergesa-gesa? Semua perbuatan harus dilakukan dengan pengetahuan dan penglihatan mata hati. Penglihatan hata hati membutuhkan perenungan dan ketenangan. Sedangkan tergesa-gesa menghalangi itu semua. Ketika manusia tergesa-gesa dalam melakukan kewajiban maka syetan menebarkan kejahatannya dalam diri manusia tanpa disadari.
6. Mencintai harta
Kecintaan terhadap uang dan semua bentuk harta akan menjadi alat hebat bagi syetan. Bila orang memiliki kecintaan kuat terhadap harta maka hatinya akan kosong. Kalau dia mendapatkan uang sebanyak satu juta di jalan maka akan muncul dari harta itu sepuluh syahwat dan setiap syahwat membutuhkan satu juta. Demikianlah orang yang punya harta akan merasa kurang dan menginginkan tambahan lebih banyak lagi.
7. Ta’assub bermadzhab dan meremehkan kelompok lain.
Orang yang ta’assub dan memiliki anggapan bahwa kelompok lain salah sangat berbahaya. Orang yang demikian akan banyak mencaci maki orang lain.
Meremehkan dan mencaci maki termasuk sifat binatang buas. Bila syetan menghiasi pada manusia bahwa taassub itu seakan-akan baik dan hak dalam diri orang itu maka ia semakin senang untuk menyalahkan orang lain dan menjelekkannya.
8. Kikir dan takut miskin.
Sifat kikir ini mencegah seseorang untuk memberikan infaq atau sedekah dan selalu menyeru untuk menumpuk harta kekayaan dan siksa yang pedih adalah janji orang yang menumpuk harta kekayaan tanpa memberikan haknya kepada fakir miskin. Khaitsamah bin Abdur Rahman pernah berkata: Sesungguhnya syaitan berkata: Anak cucu Adam tidak akan mengalahkanku dalama tiga hal perintahku: Aku perintahkan untuk mengambil harta dengan tanpa hak, menginfakkannya dengan tanpa hak dan menghalanginya dar hak kewajibannya (zakat).
Sufyan berkata: Syetan tidak mempunyai senjata sehebat senjata rasa takutnya manusia dari kemiskinan. Apabila ia menerima sifat ini maka ia mengambil harta tanpa hak dan menghalanginya dari kewajiban zakatnya.
9. Memikirkan Dzat Allah
Orang yang memikirkan dzat Allah tidak akan sampai kepada apa yang diinginkannya ia akan tersesat karena akal manusia tidak akan sampai kesana. Ketika memikirkan dzat Allah ia akan terpeleset pada kesyirikan.
10. Suudzon terhadap orang Islam ghibah.
Allah berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 sbb.:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Rasulullah pernah bersabda: Jauhillah tempat-tempat yang bisa memunculkan prasangka buruk.
Kalau ada orang yang selalu suudzdzon dan selalu mencari cela orang lain maka sebenarnya ia adalah orang yang batinnya rusak. Orang mukmin senantiasa mencari maaf dan ampunan atetpi orang munafik selalu mencari cela orang lain.
Itulah sebagian pintu-pintu masuknya syetan untuk menguasai benteng hatinya.
Kalau kita teliti secara mendetail kita pasti tidak akan mempu menghitus semua pintu masuknya syetan ke dalam hati manusia
Sekarang bagiamana solusi dari hal ini? Apakah cukup dengan zikrullah dan mengucapkan “Laa haula wa laa quwwata illa billah”? ketahuilah bahwa upaya untuk membentengi hati dari masuknya serbuan syetaan adalah dengan menutup semua pintu masuknya syetan dengan membersihkan hati kita dari sifat-sifat tercela yang disebutkan di atas. Bila kita bisa memutuskan akar semua sifat tercela maka syetan mendapatkan berbagai halangan untuk memasukinya ia tidak bisa menembus ke dalam karena zikrullah. Namun perlu diketahui bahwa zikir tidak akan kokh di hati selagi hati belum dipenuhi dengan ketakwaan dan dijauhkan dari sifat-sifat tercela. Bila orang yang hatinya mamsih diliputi oleh akhlak tercela maka zikrullah hanyalah omongan jiwa yang tidak menguasai hati dan tidak akan mampu menolak kehadiran syetan. Oleh sebab itu Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ( Al A’raaf 201)
Perumpamaan syetan adalah bagaikan anjing lapar yang mendekati anda. Bila anda tidak memiliki roti atau daging pasti ia akan meninggalkanmu walaupun Cuma menghardiknya dengan ucapan kaita. Tapi bila di tangan kita ada daging maka ia tidak akan pergi dari kita walaupun kita sudah berteriak ia ingin merebut daging dari kita. Demikian juga hati bila tidak memiliki makanan syetan akan pergi hanya dengan dzikrullah. Syahwat bila menguasi hati maka ia akan mengusir dzikrullah dari hati ke pinggirnya saja dan tidak bisa merasuk dalam relung hati. Sedangkan orang-orang muttaqin yang terlepas dari hawa nafsu dan sifat-sifat tercela maka ia akan dimasuki syetan bukan karena syahwat tapi karena kelalaian daari dzikrullah apabila ia kembali berdzikir maka syetan langsusng. Inilah yang ditegaskan firman Allah dalam ayat sebelumnya:
Artinya: Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al A’roof ayat 200)
Dalam ayat lain disebutkan:
Artinya: Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (An Nahl 98-100)
Mengapa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Bila Umar ra. Melewati suatu lereng maka syetan mengambil lereng selain yang dilewati Umar.”? Karena Umar memiliki hati yang bersih dari sifat-sifat tercela sehingga syetan tidak bisa mendekat. Kendatipun hati berusaha menjauhkan diri dari syetan dengan dzikrullah tapi mustahil syetan akan menjauh dari kita bila kita belum membersihkan diri dari tempat yang disukai syetan yaitu syahwat, seperti orang yang meminum obat sebelum melindungi dir dari penyakit dan perut masih disibukkan dengan makanan yang kerasa dicerna. Taqwa adalah perlindungan hati dari syahwat dan nafsu apabila zikrullah masuk kedalam hati yang kosong dari zikir maka syetan mendesak mamsuk seperti masuknya penyakit bersamaan dengan dimakannya obat dalam perut yang masih kosong.
Allab SWT berfirman :
Artinya: Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qoof 37)
Oleh Dr.H. Achmad Satori