Minggu, 02 Februari 2025

MALAM SEPULUH DESEMBER

pada malam sepuluh Desember
bulan pucat
sepotong ruh telah menemui Tuhannya
menyusul Bapak, Mamak dan Kakaknya
pada malam sepuluh Desember 
angin berhenti
sangaja memberi damai untuk suara tahlil
untuk adikku tercinta

Bireuen, 10 Desember 2024 Mukhlis Aminullah
untuk adikku Asyrifal Mirza

SENJA YANG TAK DIRINDUKAN

jika Tuhan memberi liburan untuk matahari
sehari saja
rembulan akan cemburu
seperti aku cemburu padamu
yang selalu mendapatkan rindu senja
bahkan sebagai senja, aku tidak kau rindukan

Bireuen, 02 Februari 2025 Mukhlis Aminullah


KEMBANG MALAM

wajahku tumbang
pikiran jatuh
keduanya seperti tak berfungsi lagi
saat aku dimabukkan aroma kembang malam
pada sunyi dinihari seperti ini
aku ingin kamu tidak lagi membiusku

Bireuen, 2 Februari 2025 (dinihari) Mukhlis Aminullah 

AKU ADALAH MIMPI

kalaulah mimpimu itu indah
yakinlah itu kiranya diriku
yang selalu datang mengirim puisi
lewat angin
walau mimpimu saat ini kau abaikan
suatu saat kuyakin puisi-puisi
akan kau bingkai khusus dalam hatimu

Bireuen, 2 Februari 2025 Mukhlis Aminullah

WAJAH LAUT

ada senyum laut pada wajahmu
manis dan biru
jangan biarkan ia terlalu lama sendirian
nanti burung camar menjauh
memilih terbang ke danau

Bireuen, 2 Februari 2025 Mukhlis Aminullah
puisi ini untukmu

Minggu, 26 Januari 2025

SENYUM SENJA

senja adalah puisi bagi para penyair
ia seperti buku bagi pustakawan
senja seperti nyanyian bagi biduan
ia juga musik yang mengiringi tarian
senja bagiku seperti melihatmu tersenyum
aku selalu menunggu senja

Kuala Jangka, 25 Januari 2025 Mukhlis Aminullah
(puisi saya tulis saat menunggu senja ❤😊)

SENYUM RANUM

segera saja ruh-mu terkulai
selimut mengantarmu ke kesunyian
aku berharap dapat melihatmu
mengirim senyum ranum besok pagi
yakinlah aku satu-satunya
yang memperlakukanmu sebagai bidadari

Takengon, 26 Januari 2025 Mukhlis Aminullah

Rabu, 02 Februari 2022

ELEGI SATU FEBRUARI

pada tanggal satu Februari
dua rindu terkapar
setelah saling berkelahi
cinta kalian ternyata
tidak sepakat untuk dibawa mati
 
Pondok Baru 1 Februari 2022 Mukhlis Aminullah