Minggu, 02 Februari 2025

AKU ADALAH MIMPI

kalaulah mimpimu itu indah
yakinlah itu kiranya diriku
yang selalu datang mengirim puisi
lewat angin
walau mimpimu saat ini kau abaikan
suatu saat kuyakin puisi-puisi
akan kau bingkai khusus dalam hatimu

Bireuen, 2 Februari 2025 Mukhlis Aminullah

WAJAH LAUT

ada senyum laut pada wajahmu
manis dan biru
jangan biarkan ia terlalu lama sendirian
nanti burung camar menjauh
memilih terbang ke danau

Bireuen, 2 Februari 2025 Mukhlis Aminullah
puisi ini untukmu

Minggu, 26 Januari 2025

SENYUM SENJA

senja adalah puisi bagi para penyair
ia seperti buku bagi pustakawan
senja seperti nyanyian bagi biduan
ia juga musik yang mengiringi tarian
senja bagiku seperti melihatmu tersenyum
aku selalu menunggu senja

Kuala Jangka, 25 Januari 2025 Mukhlis Aminullah
(puisi saya tulis saat menunggu senja ❤😊)

SENYUM RANUM

segera saja ruh-mu terkulai
selimut mengantarmu ke kesunyian
aku berharap dapat melihatmu
mengirim senyum ranum besok pagi
yakinlah aku satu-satunya
yang memperlakukanmu sebagai bidadari

Takengon, 26 Januari 2025 Mukhlis Aminullah

Rabu, 02 Februari 2022

ELEGI SATU FEBRUARI

pada tanggal satu Februari
dua rindu terkapar
setelah saling berkelahi
cinta kalian ternyata
tidak sepakat untuk dibawa mati
 
Pondok Baru 1 Februari 2022 Mukhlis Aminullah

Rabu, 12 Januari 2022

KAMUS KECIL

Saya dibesarkan oleh bahasa Indonesia yang pintar dan lucu
Walau kadang rumit dan membingungkan
Ia mengajari saya cara mengarang ilmu
Sehingga saya tahu
Bahwa sumber segala kisah adalah kasih
Bahwa ingin berawal dari angan
Bahwa ibu tak pernah kehilangan iba
Bahwa segala yang baik akan berbiak
Bahwa orang ramah tidak mudah marah
Bahwa untuk menjadi gagah kau harus menjadi gigih
Bahwa seorang bintang harus tahan banting
Bahwa orang lebih takut kepada hantu ketimbang kepada Tuhan
Bahwa pemurung tidak pernah merasa gembira
Sedangkan pemulung tidak pelnah merasa gembila
Bahwa orang putus asa suka memanggil asu
Bahwa lidah memang pandai berdalih
Bahwa kelewat paham bisa berakibat hampa
Bahwa amin yang terbuat dari iman menjadikan kau merasa aman

Bahasa Indonesiaku yang gundah
Membawaku ke sebuah paragraf yang merindukan bau tubuhmu
Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk yang hangat
Dimana kau induk kalimat dan aku anak kalimat
Ketika induk kalimat bilang pulang
Anak kalimat paham
Bahwa pulang adalah masuk ke dalam palung
Ruang penuh raung
Segala kenang tertidur di dalam kening
Ketika akhirnya matamu mati
Kita sudah menjadi kalimat tunggal
Yang ingin tinggal
Dan berharap tak ada yang bakal tanggal

Joko Pinurbo
 
 

OMBAK

laksana ombak
itulah kiranya hatiku
deburannya mengguncang jantung
aku akan merindukan senyummu
mengalirkan buih ke dekatku
 
Ujung Batee, 11 Februari 1994 Mukhlis Aminullah
(puisi ini pernah kutuliskan kepada perempuan jilbab lebar yang sekarang jadi istriku tercinta)

KUYAKIN CINTA

kutelanjangi sepasang mata
merah merona wajahmu
hati kita bergetar bersamaan
kemudian tenang
yakinlah, akulah pasanganmu
 
Banda Aceh, 12 Januari 1994 Mukhlis Aminullah
(puisi ini pernah kutuliskan kepada perempuan jilbab lebar yang sekarang jadi istriku tercinta)