Minggu, 26 Januari 2025

SENYUM SENJA

senja adalah puisi bagi para penyair
ia seperti buku bagi pustakawan
senja seperti nyanyian bagi biduan
ia juga musik yang mengiringi tarian
senja bagiku seperti melihatmu tersenyum
aku selalu menunggu senja

Kuala Jangka, 25 Januari 2025 Mukhlis Aminullah
(puisi saya tulis saat menunggu senja ❤😊)

SENYUM RANUM

segera saja ruh-mu terkulai
selimut mengantarmu ke kesunyian
aku berharap dapat melihatmu
mengirim senyum ranum besok pagi
yakinlah aku satu-satunya
yang memperlakukanmu sebagai bidadari

Takengon, 26 Januari 2025 Mukhlis Aminullah

Rabu, 02 Februari 2022

ELEGI SATU FEBRUARI

pada tanggal satu Februari
dua rindu terkapar
setelah saling berkelahi
cinta kalian ternyata
tidak sepakat untuk dibawa mati
 
Pondok Baru 1 Februari 2022 Mukhlis Aminullah

Rabu, 12 Januari 2022

KAMUS KECIL

Saya dibesarkan oleh bahasa Indonesia yang pintar dan lucu
Walau kadang rumit dan membingungkan
Ia mengajari saya cara mengarang ilmu
Sehingga saya tahu
Bahwa sumber segala kisah adalah kasih
Bahwa ingin berawal dari angan
Bahwa ibu tak pernah kehilangan iba
Bahwa segala yang baik akan berbiak
Bahwa orang ramah tidak mudah marah
Bahwa untuk menjadi gagah kau harus menjadi gigih
Bahwa seorang bintang harus tahan banting
Bahwa orang lebih takut kepada hantu ketimbang kepada Tuhan
Bahwa pemurung tidak pernah merasa gembira
Sedangkan pemulung tidak pelnah merasa gembila
Bahwa orang putus asa suka memanggil asu
Bahwa lidah memang pandai berdalih
Bahwa kelewat paham bisa berakibat hampa
Bahwa amin yang terbuat dari iman menjadikan kau merasa aman

Bahasa Indonesiaku yang gundah
Membawaku ke sebuah paragraf yang merindukan bau tubuhmu
Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk yang hangat
Dimana kau induk kalimat dan aku anak kalimat
Ketika induk kalimat bilang pulang
Anak kalimat paham
Bahwa pulang adalah masuk ke dalam palung
Ruang penuh raung
Segala kenang tertidur di dalam kening
Ketika akhirnya matamu mati
Kita sudah menjadi kalimat tunggal
Yang ingin tinggal
Dan berharap tak ada yang bakal tanggal

Joko Pinurbo
 
 

OMBAK

laksana ombak
itulah kiranya hatiku
deburannya mengguncang jantung
aku akan merindukan senyummu
mengalirkan buih ke dekatku
 
Ujung Batee, 11 Februari 1994 Mukhlis Aminullah
(puisi ini pernah kutuliskan kepada perempuan jilbab lebar yang sekarang jadi istriku tercinta)

KUYAKIN CINTA

kutelanjangi sepasang mata
merah merona wajahmu
hati kita bergetar bersamaan
kemudian tenang
yakinlah, akulah pasanganmu
 
Banda Aceh, 12 Januari 1994 Mukhlis Aminullah
(puisi ini pernah kutuliskan kepada perempuan jilbab lebar yang sekarang jadi istriku tercinta)

Selasa, 10 November 2020

SEJARAH HUJAN

sejarah hujan dari rahim langit
setelah dikandung mega berhari-hari
kemudian berkembang menjadi mendung
kemudian gerimis
dan seterusnya, kadang menjadi derasnya hujan
catatan alam menjadi apa hujan itu kemudian
bagi tanaman, hujan adalah harapan
sejarahnya adalah melimpahnya hasil tanam
bagi matahari, hujan aalah keniscayaan
sejarahnya bisa menjadi kawan atau lawan
bagi pencinta, hujan adalah magnet rayuan
sejarahnya dicatat dengan perkawinan
bagi penyair, hujan adalah inspirasi
sejarahnya ditulis menjadi sajak dan puisi
sejarah hujan, kita punya catatan masing-masing

Bireuen, 10 November 2020 mukhlis aminullah



Minggu, 08 November 2020

RINDU ALMARHUMAH IBU

saat-saat seperti ini
kurindukan panggilan telefen
"jangan lupa pulang, besok iya, ajak anak-anak!"

seperti basa, sepasang ayam muda
jauh hari dipersiapkan ibuku
untuk kebersamaan Maulidur Rasul
dan, kami larut dalam kegembiraan 

saat-sat seperti ini
rindu dendam hanya untukmu, ibu

Bireuen 8 November 2020 mukhlis aminullah