seperti tumpah secangkir teh
membasahi puisi
basah semua kisah, dan
belum sempat kubaca padamu
tapi kuyakin, rindu sekolam bunga
tidak pernah dibatalkan
seperti kertas-kertas itu
bisa dijemur ulang dan dikeringkan
Bireuen, 4 Agustus 2019 mukhlis aminullah
Minggu, 04 Agustus 2019
Senin, 15 Juli 2019
SISA SENJA
sisa senja yang kau tinggalkan
tidak cukup untuk melamar bulan
satu hari saja tanpamu, dik
bintang di langit malam kesepian
Bireuen, 14 Juli 2019 Mukhlis Aminullah
(cepat pulang mamak, kata dek Aya)
tidak cukup untuk melamar bulan
satu hari saja tanpamu, dik
bintang di langit malam kesepian
Bireuen, 14 Juli 2019 Mukhlis Aminullah
(cepat pulang mamak, kata dek Aya)
Kamis, 11 Juli 2019
MERINDUKANMU
tiba-tiba kesedihan membara
merindukanmu
buku tentang kesabaran telah tamat
enam tahun lalu
entah dimana kami dapat membaca lagi
(Allahummaghfirlahu warhamhuu)
Bireuen, 11 Juli 2019 mukhlis aminullah
Kamis, 04 Juli 2019
EPISODE ANAK KITA
anak kesatu lahir
usia kita masih muda
hari-hari kita bahagia
walaupun harta tiada
anak kedua lahir
usia kita beranjak dewasa
hari-hari kita bahagia juga
rezeki anak melalui kita
anak ketiga lahir
usia kita setengah baya
hari-hari kita tetap bahagia
rumah kecil milik kita
anak keempat lahir
usia kita beranjak tua
hari-hari kita penuh cinta
semua anak kita adalah harta kita
Bireuen, 4 Juli 2019 mukhlis aminullah
Fadhilah Adam
usia kita masih muda
hari-hari kita bahagia
walaupun harta tiada
anak kedua lahir
usia kita beranjak dewasa
hari-hari kita bahagia juga
rezeki anak melalui kita
anak ketiga lahir
usia kita setengah baya
hari-hari kita tetap bahagia
rumah kecil milik kita
anak keempat lahir
usia kita beranjak tua
hari-hari kita penuh cinta
semua anak kita adalah harta kita
Bireuen, 4 Juli 2019 mukhlis aminullah
Fadhilah Adam
JANGAN TANYAKAN
jangan tanyakan
kenapa puisi-puisi ini
masih kutulis untukmu
karena semua jawaban
ada pada selembar kertas
yang pernah kamu terima
dua puluh tahun silam
sajak itupun pernah basah
kamu gosok lagi dan keringkan
kemudian kamu simpan
bertahun-tahun
bagaimana perasaanmu padaku
begitupun perasaanku padamu
Bireuen, 4 Juli 2019 mukhlis aminullah
Walau sudah tua, boleh dong aku mengirim puisi kepadamu, dik Fadhilah Adam...
kenapa puisi-puisi ini
masih kutulis untukmu
karena semua jawaban
ada pada selembar kertas
yang pernah kamu terima
dua puluh tahun silam
sajak itupun pernah basah
kamu gosok lagi dan keringkan
kemudian kamu simpan
bertahun-tahun
bagaimana perasaanmu padaku
begitupun perasaanku padamu
Bireuen, 4 Juli 2019 mukhlis aminullah
Walau sudah tua, boleh dong aku mengirim puisi kepadamu, dik Fadhilah Adam...
MENULIS RINDU
setiap bulan purnama
aku telah menulis rindu
pada kertas-kertas
dan, melewati dua puluh tahun
telah kuhabiskan tinta
pada dua ratus empat puluh lembar
ketika puteri sulung kita
merayakan ulang tahun ke 19 nanti
aku berharap puisi-puisiku
tidak pernah selesai
sampai kita berdua menjadi kakek dan nenek
aku telah menulis rindu
pada kertas-kertas
dan, melewati dua puluh tahun
telah kuhabiskan tinta
pada dua ratus empat puluh lembar
ketika puteri sulung kita
merayakan ulang tahun ke 19 nanti
aku berharap puisi-puisiku
tidak pernah selesai
sampai kita berdua menjadi kakek dan nenek
Sabtu, 23 Maret 2019
RINDU MASA, RINDU IBU
Seperti gemercik air danau
Mendengar dengan tekun
Kau ajarkanku Alif, Ba, Ta dan Sa
Dalam keremangan petromak
Kisah malam berlajut pada pe-er bahasa
Hari berganti, malam menghilang
Berbilang bulan, bertahun-tahun
Kami tumbuh, tumbuh, dan terus tumbuh
Menjadi remaja, dewasa
Kami setengah baya, engkau jadi tua
Kami menjadi tua, engkau renta
Malam berganti, matahari tenggelam
Dhuha berganti, matahari kian tinggi
Demi masa, masa muda, masa tua
Kami merindukan mendengar lagi
Alif, Ba, Ta dan Sa bernada
Seperti gemercik air danau
Yang keluar dari kerongkonganmu
Rindu belaianmu, Ibu!
Bireuen, 23 Maret 2019 mukhlis aminullah
(Semalaman memimpikanmu)
Kamis, 14 Maret 2019
KAMPANYE STUNTING
Rekan2 Pendamping yml
Salah satu tugas kita adalah menyampaikan (men-sosialisasikan) Permendesa PDTT No 16 Tahun 2018 kepada semua masyarakat, semua stakeholder terkait, khususnya Pemerintah Desa (Gampong).
Itu salah satu tugas wajib....
Dan, terkait Pecegahan Stunting, menjadi prioritas utama, selain 4 prioritas lain yaitu Embung, Prukades, Bumdes dan Sarana Olahraga Desa.
Terkait Pecegahan Stunting, malah dibahas khusus dalam Pasal 6 dan Lampiran II.
Tugas lainnya,menyampaikan prioritas Kabupaten (seperti rumah sehat untuk fakir miskin--rumah dhuafa) yg sudah diatur dalam Perbup Bireuen.
Sambil menunggu kita dapatkan Perbup, teruslah bergerak.... Gelorakan Pencegahan Stunting! Karena itu perintah Kalibata 18.
Salam
Salah satu tugas kita adalah menyampaikan (men-sosialisasikan) Permendesa PDTT No 16 Tahun 2018 kepada semua masyarakat, semua stakeholder terkait, khususnya Pemerintah Desa (Gampong).
Itu salah satu tugas wajib....
Dan, terkait Pecegahan Stunting, menjadi prioritas utama, selain 4 prioritas lain yaitu Embung, Prukades, Bumdes dan Sarana Olahraga Desa.
Terkait Pecegahan Stunting, malah dibahas khusus dalam Pasal 6 dan Lampiran II.
Tugas lainnya,menyampaikan prioritas Kabupaten (seperti rumah sehat untuk fakir miskin--rumah dhuafa) yg sudah diatur dalam Perbup Bireuen.
Sambil menunggu kita dapatkan Perbup, teruslah bergerak.... Gelorakan Pencegahan Stunting! Karena itu perintah Kalibata 18.
Salam
Langganan:
Postingan (Atom)
