Kamis, 04 Desember 2014

ZIARAH EMPAT DESEMBER

jangan! jangan kau basahi lagi
darah mereka sudah beku dan kering
perjuangan kita sudah lelah
bendera sudah kita lipat bersama-sama
sejarah kita hanya ada di pusara
para syuhada tidak meminta gelar Pahlawan
mari berziarah!


Bireuen, 04 Desember 2014 mukhlis aminullah
(kepada para saudara kami yang telah berguguran saat perjuangan, kami do'akan, semoga Allah menempatkan kalian semua dalam surga-Nya)

Rabu, 03 Desember 2014

TANAH GAYO

seseorang bertanya kepadaku tentang kopi
kujawab, datanglah kau ke tanah gayo!
seseorang bertanya kepadaku tentang depik
kujawab, berkunjunglah kau ke tanah gayo
seseorang bertanya kepadaku tentang didong
kujawab, belajarlah kau ke tanah gayo
sesorang bertanya kepadaku tentang pacuan kuda
kujawab, tontonlah acaranya ke tanah gayo
seseorang bertanya kepadaku tentang gayo
aku kehabisan kata untuk menjawabnya!
datanglah, datanglah ke tanah kami
kami akan berkisah tentang gayo kami!!

Takengon, 03 Desember 2014 mukhlis aminullah

Selasa, 02 Desember 2014

PENGANTIN ANGIN

pengantin angin
berdualah kalian menikmati semilir angin
sepoi basah angin pengantin
oh, bahagianya
abadilah cinta seperti angin


Takengon, 1 Desember 2014 mukhlis aminullah
kepada Yudi Wbc, semoga berbahagia.

Kamis, 27 November 2014

SETANGKAI BUNGA KOPI

melalui desah hujan
kukirimkan setangkai bunga kopi
pada malam-malam seperti ini
kalian sedang apa?
oh, rindu, dekaplah
agar anak-anakku hangat
dalam pelukan ibunya

Takengon, 27 November 2014 mukhlis aminullah
(kepada anak-anaku)

Minggu, 23 November 2014

SUATU PAGI DI TAKENGON

kepak sayap pagi
mentari indah di tepi danau
petani berangkat ke kebun
memetik kopi
nelayan memberi makan ikan depik
di keramba
rekanan sibuk menulis penawaran
perusahaan fiktif tanpa kantor
pedagang pasar pagi siap menjaja sayur
dan menjual daun kol
sebagian ibu rumah tangga sedang menonton teve
gossip selebriti lalaikan jiwa
ada pengangguran di warung kopi
menanam kentang di atas meja


suatu pagi di takengon
masing-masing dengan lakonnya

Takengon, 20 November 2014 mukhlis aminullah

SUBUH

embun menyambut pagi
membasuh subuh
tubuh-tubuh malas
masih saja mendengkur
meneruskan sisa mimpi


Bireuen, 23 November 2014 mukhlis aminullah

Selasa, 18 November 2014

TENTANG BUNGA

aku menulis puisi ini dua puluh tahun lalu
saat kita belum pernah bertegur sapa

sekuntum bunga datang kepadaku
pada suatu sore memerah jingga, dan berkata
"pergilah ke lembah, temukan sebuah taman, rawatlah!"
aku terkesima
aku adalah lelaki yang tak percaya mimpi
apalagi mimpi tentang mahligai bunga
entahlah, kemudian hati menggerakkan kaki
dan benar! taman indah tersenyum merona
laksana petani, aku menyiram
aku terus saja memupuk dan memelihara
berharap akulah pemilik bunga itu
pada suatu ketika...
duhai, sang pemuja cinta
akhirnya bunga jadi obat penawar duka
selalu saja ia-nya jadi teman setia
menuliskan tentangnya aku kehabisan kata

kuakhiri puisi ini dengan enam kata
"akan kujaga bunga sampai usia tua"

Takengon, 18 November 2014 mukhlis aminullah, edisi revisi
(kepada isteriku)

RINDU ISTERIKU

menulisi sore di tepi danau
aku merindukanmu
sepanjang waktu
senyum depik tak mampu juga
menyingkirkan bayangmu
(ketika tiba waktu petang seperti ini, pasti kau sedang bersantai di bangku dekat jendela bersama anak-anak kita)


Takengon, 17 November 2014 mukhlis aminullah
Depik= sejenis ikan khas Danau Laut Tawar