Sabtu, 20 September 2014

TENTANG ROKOK (LAGI)

Dengan tidak perlu lagi memperdebatkan Hadits atau ayat Al-Quran yang mengharamkan merokok, dari salah seorang perspektif ulama terkenal Dalam kitab Min Adhrari-Muskirati wal Mukhaddirat, Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah, memberikan kiat bagi para pecandu rokok, agar terlepas dari kebiasaan ini dengan memberikan terapi :

[1]. Ketahuilah berdasarkan konsesus para dokter, merokok merupakan salah satu cara penganiayaan anda kepada tubuh anda yang indah.

[2]. Kenalilah bahaya-bahaya merokok ditinjau dari kesehatan, sosial dan ekonomi, dan sadarilah, Mulailah memikirkan untuk meninggalkannya, dan bulatkan tekad disertai tawakal kepada Allah.

[3]. Buatlah satu daftar harian tentang keburukan-keburukan rokok terhadap diri anda dan kawan-kawan anda.

[4]. Jauhilah sebisa mungkin bergaul dengan para perokok dan dari bau rokok. Usahakan hidup dalam suasana udara yang segar dan sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat.

[5]. Gunakan siwak atau benda untuk menggosok gigi, atau dengan lainnya, jika anda merasakan keinginan kepada rokok.

[6]. Konsumsilah segelas juice lemon, anggur dan jeruk. Karena bisa mengeliminasi hasrat merokok.

[7]. Merokok juga merupakan kebiasaan yang bisa berubah. Artinya, meninggalkan rokok bukan perkara mustahil.

[8]. Bila anda ingin membeli atau mengkonsumsinya, pikirkanlah, apakah ia halal ataukah haram? Apakah bermanfaat ataukah mengandung bahaya? Apakah termasuk barang yang baik ataukah keji? Maka anda akan menjumpai jawaban, bahwa rokok itu haram, berbahaya dan barang yang keji.

[9]. Kalau anda ragu-ragu untuk meninggalkan rokok, sungguh telah banyak orang yang telah berhasil memutuskan untuk tidak merokok. Artinya, putus hubungan dengan rokok bukan kejadian mustahil.

[10]. Anda harus menyadari bahwa rokok sulit untuk dikatakan bukan barang haram, karena melihat dampak buruknya bagi perokok aktif maupun pasif.

[11]. Memohon pertolongan kepada Allah agar memudahkan bebas dari jeratan rokok

Semoga bermanfaat.

Senin, 15 September 2014

LELAKI PENGIKAT WARIS!

rentang waktu
yang kautinggalkan
telah ditangisi oleh orang-orang
yang mencintaimu
serasa tidak ada lagi rembulan
di rumah ibu
orang-orang menganggapnya
purnama telah padam
sebagai lelaki pengikat waris
aku menerima tantangan itu
mencoba menulisi waktu
menggores lukisan rembulan
di dinding kayu rumah ibu
walau tidak sama seperti aslinya
aku adalah lelaki pengikat waris
bekerja, berfikir, bertindak
atas nama purnama gemilang
dan aku telah menggenggam erat
jemari tangan seorang lelaki
"kunikahkan adikku Evi Saputri denganmu, dst"

rentang waktu
yang kautinggalkan
aku ambil alih dan kusemayamkan
cita-cita menikahkan
anak perempuanmu yang lain
akan kulakukan dengan khidmat
"saya nikahkan adikku Eva Erlina denganmu, dst"

takkan lama lagi

dan aku adalah lelaki pengikat waris, ayah!

Bireuen, 07 September 2014 mukhlis aminullah
(spesial kpd alm ayahanda Aminullah Amin)

Sabtu, 13 September 2014

IRONI DEMOKRASI

kemudian, datanglah
segerombolan petualang politik
yang akan merampas hak-hak!
kalian hanya bisa tercengang!
hidupmu, hakmu, kewenanganmu
akan diatur dari gedung menjulang:
Gedung DPRRI Senayan

Bireuen, 13 September 2014 mukhlis aminullah

(Menyikapi huru-hara RUU Pilkada, spesial kepada Bang Mustafa Ismail, na pendapat droneuh??)

SAKIT

ternyata
kesehatanku
adalah Rajaku
aku harus menghormati
menyayangi sepenuh hati
ternyata
sakit itu belenggu
merampas kesehatanku

Bireuen, 12 September 2014 mukhlis aminullah

Kamis, 04 September 2014

RINDU TERTUTUP KABUT

rindu tak bermuara
tertutup kabut
di laut cinta tenggelam
ke dasarnya

Bireuen, 4 September 2014 mukhlis aminullah
(kepada seniman Mutia Agustisa yg statusnya sedang galau)

Rabu, 27 Agustus 2014

KISAH TUNAWISMA

kelam dan kumuh
kau mengais rezeki di tong sampah
mengambil bungkusan sisa
memakan dengan lahap
ditemani lalat-lalat
dan kaupun bersaing dengan kucing
ah, kotor dan jorok! begitukah
begitukah kisah seorang lelaki tua
kata orang, kau lelaki gila
atau setengah gila

kau mengais-ngais sampah
sementara di seberang jalan
penumpang mobil membuang makanan
(ternyata dari sebuah mobil plat merah)
begitukah kisah seorang setengah gila
hidupnya sia-sia, "tuna" kata orang
tunalaras, tunailmu, tunawisma
tiada yang peduli, apatis semua
padahal hampir semua pejabat negara
hafal pasal tiga puluh empat UUD 45
di luar kepala

(mari berdoa, bisa saja tahun 2018 si tunawisma sembuh, sehat dan menjadi pejabat negara)

Bireuen, 27 Agustus 2014 mukhlis aminullah

MENYIKAPI KRITIK: MENERIMA ATAU MEMUSUHI

Sungguh malang pemimpin yang hidupnya dikelilingi oleh uncritical lovers and unloving critics

Uncritical lovers adalah orang yang selalu taat secara mutlak kepada si pemimpin tanpa berpikir dan bertanya. Dia senantiasa nrimo dan manut, kata orang Jawa. Hal ini muncul karena identifikasi diri yang sangat kuat antara dirinya dan si pemimpin. Kekagumannya terhadap si pemimpin mengikis kapasitasnya untuk mencermati dan menilai segala keputusan dan pandangan pemimpin. Segala aksi (dan non-aksi) pemimpin dia terima mentah-mentah sebagai sesuatu yang pasti benar, cocok, dan berdaya guna. Dia pengikut fanatik yang membabi buta.

Sebaliknya, unloving critics adalah orang yang selalu melancarkan kritik-kritik yang pedas dan tajam, dengan tujuan untuk mendiskreditkan atau menjatuhkan si pemimpin. Dia senantiasa mengambil posisi sebagai oposisi. Setiap pandangan, keputusan, dan tindakan pemimpin ditentangnya, hanya karena ia ingin menentangnya, tanpa ada alasan yang jelas dan mendasar. Dia pengkritik sadis yang dipenuhi kebencian.

AKSI & REAKSI
Baik pengikut fanatik buta (uncritical lovers) maupun pengkritik sadis (unloving critics) keduanya melumpuhkan efektivitas pemimpin. Meski reaksi pemimpin terhadap aksi kedua kelompok ini sangat berbeda.

Kelompok kedua, para tukang kritik, biasanya tidak disukai oleh pemimpin. Tidak heran kalau mereka sering di-anak-tiri-kan, dijauhi, dimusuhi, atau dikucilkan dengan sistematis oleh para pemimpin yang merasa terusik dan terancam oleh berbagai ulah mereka.

Sebaliknya, pemimpin suka dikelilingi pengikut fanatik yang tidak kritis. Mereka menyenangkan hati pemimpin, bahkan memberi rasa aman dan percaya diri pada pemimpin, khususnya pemimpin yang egonya rapuh. Banyak pemimpin yang lalu berusaha keras untuk menjadikan setiap orang disekelilingnya pengikut fanatiknya.

Tentu pengikut fanatik lebih fatal dan laten ketimbang pengkritik sadis. Karena pengkritik sadis, meskipun memakai cara-cara yang menyakitkan hati, mungkin memberi kritikan yang substansial dan benar adanya sesuai fakta. Sementara pengikut fanatik hanya menyampaikan hal-hal yang enak didengar di telinga pemimpin. Dan membuat pemimpin menjadi delusional.

Observasi psikiater Normal Vincent Peale berikut sangat relevan khususnya bagi pemimpin: "The trouble with most of us is that we'd rather be ruined by praise than loved by criticism." 

MANFAAT KRITIK BAGI PEMIMPIN
Dikritik dan ditegur memang tidak enak. Banyak pemimpin yang berkata, "Tolong saya diberitahu kalau ada hal-hal yang salah yang saya lakukan dan saya tidak menyadarinya." Namun ketika ada seseorang yang mencoba melakukan itu, si pemimpin biasanya menjadi tersinggung, lalu menjadi defensif, membela diri dan marah-marah. Siapa sih yang suka dikritik?

Menerima kritik dan teguran memang bagaikan mandi pagi-pagi buta di musim dingin dengan air sedingin es. Kadang bahkan seperti tamparan keras di pipi kita. Namun pemimpin butuh kritik. Selama pemimpin masih bisa salah (fallible), dia masih perlu teguran. Yang dibutuhkan adalah kritik yang positif-konstruktif. Paling tidak ada tiga alasan yang saya bisa pikirkan, tentu ada lagi yang lain.

Pertama, kritik mencegah sesuatu yang destruktif terjadi pada diri si pemimpin. Misalnya godaan seks, kuasa, dan uang yang dapat membuat pemimpin tergelincir ke dalam lubang dosa. Kritik akan lebih bermanfaat apabila diberikan sebelum si pemimpin jatuh ke dalam lubang. Sedangkan teguran diberikan untuk menolong pemimpin tidak terus-menerus berada dalam lubang tersebut.

Kedua, kritik menolong pemimpin untuk menyadari 'blind spots' dalam dirinya. Setiap pengendara mobil perlu menoleh ke samping sebelum pindah lajur dijalan raya karena kaca spion tidak dapat memberitahukan apakah ada mobil yang sedang melaju persis di sebelah mobil kita. Diakui atau tidak, pemimpin tidak mungkin dapat mengenali setiap kelemahan dalam dirinya.

Ketiga, kritik membuat pemimpin tetap tajam dalam kesaksian hidup dan efektivitas pekerjaan pelayanannya. Sebagaimana besi mempertajam besi, demikian pula manusia menajamkan sesamanya, tulis pengamsal. Pemimpin yang anti-kritik akan segera menjadi tumpul (kehilangan integritas diri dan rasa percaya dari orang lain).

MEMBEDAKAN KRITIK
Memang tidak semua kritik memiliki tiga manfaat seperti diatas, apalagi kalau disampaikan dengan surat kaleng atau gosip dibelakang punggung. Yang perlu digarisbawahi disini adalah sikap dan kerendahan hati pemimpin untuk menerima masukan yang ia terima.

Namun bagaimana pemimpin dapat membedakan teguran yang murni dan teguran yang menjatuhkan?

Teguran yang otentik, riil, dan biblikal berisi kebenaran yang disampaikan dengan kasih. Truth in love. Kebenaran yang disampaikan mungkin menyakitkan, namun motivasi dan tujuannya dilandasi kasih. Teguran tersebut juga didahului oleh pertimbangan yang matang dan doa. Jadi tidak impulsif dan emosional. Bahkan dengan cucuran air mata. Kalau sebuah kritik atau teguran datang dari seorang yang menganggap enteng dan sembarangan, hampir pasti kritik dan teguran tersebut tidak perlu dihiraukan.

LOVING CRITICS
Yang paling menyedihkan bagi pemimpin adalah oleh tukang kritik. Visinya dikritik, strrateginya dikritik, metodenya dikritik, gaya bicaranya dikritik, cara berpakaiannya dikritik, dan seterusnya. Tidak ada yang lebih menyedihkan dari itu.

Namun yang paling berbahaya bagi pemimpin adalah pengikut fanatik yang tidak pernah mengkritik. Karena interaksi pemimpin-pengikut yang sedemikian akan segera menjadi sebuah vicious cycle, bagaikan si buta menuntun si buta.

Pemimpin yang berbahagia adalah pemimpin yang dikelilingi orang-orang yang mengasihinya sedemikian rupa sehingga mereka rela memberikan kritik dan teguran yang positif-konstruktif baginya, meski ada resiko di salah mengerti oleh pemimpin. Dengan demikian, pemimpin tetap tajam dan efektif. Itu sebab mengapa pemimpin yang bijak melakukan upaya sadar untuk memberdayakan setiap orang disekelilingnya bukan menjadi uncritical lovers, tetapi loving critics.


Wallahu 'alam,
salam hangat dari tukang kritik

(sebahagian tulisan ini bersumber dr rekan Sendjaya yang berdomisili di Meulborne)

Senin, 25 Agustus 2014

30 SITUS / WEB POPULER

Anda seorang muslim yang suka berselancar di internet untuk mencari referensi Islam atau kabar dunia Islam? Berikut ini 30 situs Islam terpopuler di Indonesia berdasarkan ranking alexa pada 1 April 2013, yang bisa Anda pertimbangkan untuk menjadi referensi online:

1. republika.co.id (60)
2. dakwatuna.com (279)
3. arrahmah.com (321)
4. voa-islam.com (388 )
5. pkspiyungan.org (391)
6. eramuslim.com (433)
7. hidayatullah.com (731)
8. uii.ac.id (849)
9. syariahmandiri.co.id (875)
10. fimadani.com (878)
11. uin-malang.ac.id (897)
12. umm.ac.id (1.024)
13. islampos.com (1.030)
14. uad.ac.id (1.077 )
15. muslim.or.id (1.078)
16. nu.or.id (1.126)
17. konsultasisyariah.com (1.130)
18. umy.ac.id (1.143)
19. hizbut-tahrir.or.id (1.422)
20. islamedia.web.id (1.449)
21. bersamadakwah.com (1.602)
22. myquran.org (1.618)
23. muamalatbank.com (1.630)
24. pengusahamuslim.com (1.693)
25. nahimunkar.com (1.765)
26. rumaysho.com (1.861)
27. radiorodja.com (2.145)
28. asysyariah.com (2.510)
29. mizan.com (2.656)
30. suara-islam.com (2.892)