Senin, 28 April 2014

SIAPAKAH BANI ISRAIL ITU?


Bani Israil secara spesifik adalah suatu kaum, ras yang sekarang dikenal menghuni negara Israel. Sekalipun keturunan bani israil/yahudi sebenarnya telah tersebar di setiap penjuru dunia. Mengapa istilah tentang bani Israil ini sangat banyak diungkapkan oleh Al-Qur’an? Adakah pelajaran yang dapat kita ambil?

Al-Qur’an tidak menggunakan kata-kata Bani Ya’qub untuk menyandingkan kaum Yahudi dan Nasrani. Akan tetapi Al-Qur’an menggunakan istilah Bani Israil. Kata Israil sendiri memiliki makna “hamba Allah” atau “manusia pilihan”. Seakan Allah hendak memanggil mereka dengan kata-kata “Bani Abdullah” atau “Bani Shafwatullah”, yang keduanya mengandung peringatan agar mereka meniru nenek moyang mereka yang saleh (lihat: The Unity of Al-Qur’an, Amir Faishol Fath). Sekalipun dalam kenyataannya, Bani Israil adalah kaum yang sering melanggar perintah dan janji serta membuat pusing pimpinannya yakni Nabi Musa as.

Terminologi Bani Israil sangat banyak diungkapkan di dalam Al-Qur’an. Secara bahasa, isra’, asri’ seperti tercantum dalam surat Al-Isra ayat 1:
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan (asra’) hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidilharam ke Al-Masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. 17:1)

Dari ayat di atas, istilah isra’ berarti memperjalankan di malam hari. Jadi secara bahasa, bani israil adalah kumpulan orang, bangsa (bani) yang sedang “diperjalankan” di malam hari. Bani israil dalam sejarahnya adalah umat Nabi Musa as. yang berada dalam ketertindasan oleh kekuasaan Fir’aun (pharaoh). Terbukti dengan deklarasi kekuasaan Fir’aun kepada rakyat Mesir: ‘Akulah Tuhanmu (Rabb) Yang Tertinggi’ (Q.S. 79:24).

Mari kita lihat sejenak perjalanan Bani Israil melalui beberapa pembabakan zaman. Pertama, zaman exodus, yakni pengejaran dan penindasan yang dilakukan oleh Fir’aun. Kedua, zaman mesada, yakni penindasan dan pembantaian di bukit Romawi oleh Imperium Romawi. Ketiga, zaman diaspora, yakni masa perantauan ke tanah Kan’an dan menyebar di segala penjuru dunia. Keempat, holocaust, masa-masa fasis dan hitler-isme.

Hingga akhirnya sampailah pada gagasan tentang sebuah kedaulatan Yahudi (konferensi di Basel, 1897) dalam bentuk Negara Israel. Cita-cita pendirian Negara ini pun didasari atas semangat zionis untuk menguasai dunia atau bahkan lebih tepatnya memperalat dengan segala rekayasanya.

Yahudi/Bani Israil hanya karena tujuan yang sifatnya duniawi ternyata mampu membangun sebuah konspirasi yang mengerikan (lihat : Holocaust Industry, Norman Finkelstein). Mereka mampu merekayasa dan mengarahkan rasa takut yang ada pada manusia sehingga jauh dari konsep Tauhid. Orientasi hidup manusia pun menjadi dunia (materi) lewat sistem yahudi yang sudah didesain hampir seabad lampau. Padahal dalam sejarahnya, bani Israil adalah bangsa yang selalu terusir. Akan tetapi kini nampaknya ide mereka begitu kuat tertancap di jantung-jantung dunia Islam.

Benarlah hadits yang diucapkan Rasulullah jauh-jauh hari: “Hampir-hampir ummat-ummat (di luar kalian) mengerumuni kalian sebagaimana orang-orang yang makan mengerumuni hidangannya. Ada yang bertanya kepada Nabi, “Apakah disebabkan jumlah kita sedikit pada saat itu?”. Rasulullah saw. menjawab, “Bahkan kalian pada hari itu jumlahnya banyak, akan tetapi hanyalah buih, seperti buih yang dibawa air banjir. Dan sungguh Allah akan mencabut dari dada musuh-musuh kalian rasa takut terhadap kalian dan Allah akan lemparkan ke dalam hati kalian “al-wahn”. Seseorang bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apakah al-wahn itu?”. Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati”. (H.R. Abu Daud)

Dan sabda Nabi kembali: Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, “Siapa ‘mereka’ yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani.” (H.R. Bukhari)

Dengan arahan-arahan yang dibuat-buat dan direkayasa oleh Yahudi dan antek-anteknya inilah yang menyebabkan umat hari ini seperti kehilangan gairah. Bebal pemikirannya dan sulit diajak berjuang. Pemahaman Islam pun luntur, orang-orang jauh dari ajaran agamanya sendiri. Sungguh pemandangan yang menyakitkan hati. Hanya dengan rasa takut umat Islam kepada Allah-lah yang dapat menjaga kita dari pengaruh isme-isme “

Sabtu, 26 April 2014

SINGGASANA

aku masih mencari!
dan belum kutemukan sebuah singgasana
yang kalian bangun dalam mimpi
tiga puluh delapan tahun lalu
yang kutemukan hanyalah permusuhan
antar sesama
dan darahpun tercecer dimana-mana
(hanya demi kelanjutan kekuasaan Majapahit)

Jakarta, 26 April 2014 mukhlis aminullah

PELACUR POLITIK

untuk apa kau melacurkan diri
dan menjual kehormatan demi jabatan
bukankah mencuri, memanipulasi
adalah permulaan dari runtuhnya
harga diri
melihat mukamu, aku seperti membaca
beberapa kisah Dolly
dalam sebuah novel!
kalian sama-sama pelacur

Bireuen, 24 April 2014 mukhlis aminullah
kepada:
kekuasaan yang hampir runtuh

Kamis, 24 April 2014

KEHORMATAN (SEMU)

aku terdiam
menyendiri disudut malam
merenungi
diam-diam kusadari
ternyata kehormatan dunia
adalah jabatan
oh, tidak!
aku tak mau
berada dalam kuadran ini

Bireuen, 24 April 2014 mukhlis aminullah

KECIL TAPI BERARTI

seperti berteriak
dalam barisan bisu
aku kehabisan kata
tetapi, seperti biasa;
kita tetap mewarnai
walau berada dalam
barisan apapun

Bireuen, 13 April 2014 mukhlis aminullah

ANDAI KALIAN BERI KESEMPATAN

menyampaikan kebenaran
kepada kalian seperti menawarkan
segenggam api yang membakar
padahal yang aku bawa
risalah ini adalah risalah lama
yang selama ini kalian baca
dan kalian fahami!
kalau kalian sedikit saja
memberi ruang
kalian pasti akan menemukan
sebuah sebuah keniscayaan
tentang konsep masa depan kita

yakinlah! kami akan ajak kalian
membangun peradaban berkeadilan
secara bersama-sama, sederajat
dan saling menghargai
kita akan meraih kesejahteraan
dengan cara simpatik dan santun
menjunjung tinggi kejujuran

andai saja kalian sedikit saja
memberi kesempatan
tiga jari kami akan putihkan negeri

Bireuen, 11 April 2014 mukhlis aminullah

Jumat, 04 April 2014

KABAR TENTANG KEMATIAN

mendapat kabar tentang kematian
aku terperanjat!
ternyata maut sangat dekat
sekejap mata, tawa akan jadi duka
kematian, akan menjadi lara nestapa
bagi sahabat dan sanak saudara

Bireuen, 3 April 2014 mukhlis aminullah
(Selamat Jalan Bang Doel CP Allisah)

WUJUD SYUKUR

laksana menakar butiran garam
siapa yang mampu menghitung
kecuali mengambil sedikit
dan menyedekahkan
setidak-tidaknya jadi amalan
wujud syukur dari butiran rezeki
yang Allah limpahkan!
mari berbagi, untuk syurga kita nanti!

Bireuen, 2 April 2014 mukhlis aminullah