mendapat kabar tentang kematian
aku terperanjat!
ternyata maut sangat dekat
sekejap mata, tawa akan jadi duka
kematian, akan menjadi lara nestapa
bagi sahabat dan sanak saudara
Bireuen, 3 April 2014 mukhlis aminullah
(Selamat Jalan Bang Doel CP Allisah)
Jumat, 04 April 2014
WUJUD SYUKUR
laksana menakar butiran garam
siapa yang mampu menghitung
kecuali mengambil sedikit
dan menyedekahkan
setidak-tidaknya jadi amalan
wujud syukur dari butiran rezeki
yang Allah limpahkan!
mari berbagi, untuk syurga kita nanti!
Bireuen, 2 April 2014 mukhlis aminullah
siapa yang mampu menghitung
kecuali mengambil sedikit
dan menyedekahkan
setidak-tidaknya jadi amalan
wujud syukur dari butiran rezeki
yang Allah limpahkan!
mari berbagi, untuk syurga kita nanti!
Bireuen, 2 April 2014 mukhlis aminullah
Sabtu, 29 Maret 2014
KEPALSUAN
ternyata
dunia kita penuh kepalsuan
suatu ketika
seseorang tersenyumpun
karena mengharap imbalan
kepalsuan akan berakhir
saat dunia menuju ke keranda
kematian
begitulah!
Banda Aceh, 29 Maret 2014 mukhlis aminullah
dunia kita penuh kepalsuan
suatu ketika
seseorang tersenyumpun
karena mengharap imbalan
kepalsuan akan berakhir
saat dunia menuju ke keranda
kematian
begitulah!
Banda Aceh, 29 Maret 2014 mukhlis aminullah
Senin, 24 Maret 2014
MANUSIA SEMAKIN BUAS
manusia semakin buas
kampungku bukan lagi
jadi tempat yang nyaman
bercak darah dimana-mana
menyedihkan!
(padahal perang telah lama berakhir)
Bireuen, 24 Maret 2014 mukhlis aminullah
kampungku bukan lagi
jadi tempat yang nyaman
bercak darah dimana-mana
menyedihkan!
(padahal perang telah lama berakhir)
Bireuen, 24 Maret 2014 mukhlis aminullah
Rabu, 19 Maret 2014
BENTUK-BENTUK KETIDAKADILAN GENDER
Bentuk-bentuknya adalah sebagai berikut :
- Marginalisasi (peminggiran) : Peminggiran terjadi dengan adanya asumsi perempuan lebih tidak mampu melakukan pekerjaan formal dibanding laki-laki.
- Subordinasi (penomorduaan): Perempuan dianggap lemah, tidak mampu memimpin, cengeng dan lain sebagainya, mengakibatkan perempuan ditempatkan menjadi nomor dua setelah laki-laki
- Stereotip (citra buruk) : Pandangan buruk terhadap perempuan. Misalnya perempuan yang pulang larut malam adalah pelacur, jalang dan berbagai sebutan buruk lainnya. Anehnya perlakuan ini juga dilakukan oleh sebagian besar kaum perempuan terhadap kaumnya sendiri.
- Violence (kekerasan), yaitu serangan fisik dan psikis. Perempuan adalah pihak paling rentan mengalami kekerasan. Perkosaan, pelecehan seksual atau perampokan contoh kekerasan paling banyak dialami perempuan.
- Beban kerja berlebihan: Perempuan dibebankan dengan pekerjaan berlebihan. Selain harus bekerja ekstra di rumah, juga ditambah beban membantu suami/keluarga dengan bekerja di luar rumah.
BELUM SIAP
merasakan dinginnya bulu kudukku
bukan karena angin
bayanganmu lewat selelebat saja
membuatku merinding
aku benar-benar takut!
takut bila engkau mengajakku
bersamamu
sementara aku belum siap
aku benar-benar takut, ayah!
Bireuen, 17 Maret 2014 mukhlis aminullah
(Merasakan kedatangan Ayahanda--imajiner)
bukan karena angin
bayanganmu lewat selelebat saja
membuatku merinding
aku benar-benar takut!
takut bila engkau mengajakku
bersamamu
sementara aku belum siap
aku benar-benar takut, ayah!
Bireuen, 17 Maret 2014 mukhlis aminullah
(Merasakan kedatangan Ayahanda--imajiner)
LURUH JUA
lambat laun akan luruh jua
kekuasaan dunia
tiada kekal adanya
manusia-manusia jumawa
akan terlempar ke jurang nista
meratapi kekalahannya
di tepian sungai air mata
menangis tersedu-sedu
tanpa rasa malu
lambat laun akan runtuh jua
kerajaanmu akan fana
bertaubatlah! bertaubatlah!
Bireuen, 18 Maret 2014 mukhlis aminullah
(Refleksi untuk semua, terutama bagi orang yg men-dewakan dunia)
kekuasaan dunia
tiada kekal adanya
manusia-manusia jumawa
akan terlempar ke jurang nista
meratapi kekalahannya
di tepian sungai air mata
menangis tersedu-sedu
tanpa rasa malu
lambat laun akan runtuh jua
kerajaanmu akan fana
bertaubatlah! bertaubatlah!
Bireuen, 18 Maret 2014 mukhlis aminullah
(Refleksi untuk semua, terutama bagi orang yg men-dewakan dunia)
Sabtu, 15 Maret 2014
KHIANAT (dua)
kami melihatmu
terbuang ke jurang
bukan karena perang
tetapi karena kau khianati
seluruh tumpah darah
yang pernah diberikan
oleh bangsamu
dan jurang itu adalah
adalah kehinaan dan caci maki!
Bireuen, 15 Maret 2014 mukhlis aminullah
(hanya karena kalian memaafkan para serdadu pemerkosa & pembunuh)
terbuang ke jurang
bukan karena perang
tetapi karena kau khianati
seluruh tumpah darah
yang pernah diberikan
oleh bangsamu
dan jurang itu adalah
adalah kehinaan dan caci maki!
Bireuen, 15 Maret 2014 mukhlis aminullah
(hanya karena kalian memaafkan para serdadu pemerkosa & pembunuh)
Langganan:
Postingan (Atom)