Selasa, 10 Desember 2013

MENGGUGAT VONIS PIDANA

kepada tuan hakim yang mulia
haruskah kami rakyat jelata berduka, atau
haruskah kami bersorak sorai bergembira
ketika dua toga terhormat diam seribu bahasa
dua hakim tak berdaya, tiga lagi berjaya
ada apakah gerangan hai hakim yang mulia
haruskah kami curiga?
kami bukan pembela para koruptor
walaupun terpaksa tengah malam sepi
kami harus menulis pledoi ini

kepada tuan hakim yang mulia
bagaimana mungkin hukum jadi panglima
bila vonis pidana menurut selera anda
bukankah semua terdakwa sama haknya
apakah tuan hakim yang mulia punya nurani
menghukum maling 200 M 10 Tahun
menghukum terduga 1 M 16 Tahun
bagaimana mungkin wahai yang mulia?
putusan pidana seperti memilih Raja
suara terbanyak itulah pemenangnya
bagaimana mungkin semua kesaksian
tiada gunanya
haruskah semua pembelaan
ditumpahkan dalam tong sampah

kepada tuan hakim yang mulia
dimana keadilan yang kami cari?
haruskah kami rakyat jelata menggugat
kezhaliman anda dengan kesabaran?
ataukah kami harus turun ke jalan
menyumpah serapah kebiadaban
kepada tuan hakim yang mulia
kami juga anti korupsi seperti anda
tetapi tidak mengalahkan kejahatan
dengan super power kejahatan

kepada tuan hakim yang mulia
jangan katakan vonis pidana ini
adalah pesanan istana!
(kami yakin itu bukan pesanan)

Bireuen, 11 Desember 2013 mukhlis aminullah

Gugatan ini tidak semata-mata bermaksud membela LHI.
INDONESIA negeri aneh. Vonis Angelina Sondakh atau Angie yang dijerat 4 tahun (diperberat kasasi MA menjadi 14 tahun) di Pengadilan Tipikor terkait korupsi Rp 30 miliar. Lalu vonis Nazaruddin 4 tahun terkait korupsi Rp 37 miliar. Irjen Djoko Susilo divonis 10 tahun terkait korupsi Rp 32 miliar. Selain itu, politikus Partai Amanat Nasional Wa Ode Nurhayati yang divonis 6 tahun penjara karena suap sebesar Rp 6,25 miliar.
Sementara, vonis untuk LHI justru sangat janggal. Pasalnya uang suap yang dituduhkan diberikan oleh Fathanah belum sama sekali diterima oleh Luthfi, justru divonis 16 tahun & semua hartanya disita untuk negara.
Saatnya Komisi Yudisial memeriksa Hakim Tipikor, terutama yang 3 orang. Dua orang lagi Desenting Opinion (pendapat berbeda---tdk sepakat menghukum LHI)

PUISI TENTANG NEGERI KAMI

inilah Nanggroe kami
warisan endatu sangat Islami
nenek moyang kami Pahlawan
tak pernah kalah dalam perang
sejarah ditulis dengan tinta emas
penjajah kalah mengaku kalah
kami adalah Nanggroe
kami berdaulat atas syariat
kami merdeka atas peradaban
kami bebas dari kolonialism
kami adalah Nanggroe
yang menjunjung tinggi norma
kami membangun negeri
demokrasi tanpa korupsi
inilah Nanggroe kami

itulah proklamasi mimpi
yang pernah kami kumandangkan
di lembah Panton Peuerelak

kini
semua angan sudah tergadai
sungguh ironi!
syariat Islam hanya dalam Qanun
Nanggroe tidak bebas korupsi
penjajahan bukan dengan senjata
kami dijajah dengan media
demokrasi hanya mimpi
berbeda pendapat itu khianat
pemimpin mudah berjanji
dan mudah pula melupakan
(kecuali janji membangun kroni)

kini,
semua sungguh ironi!
aku malu
aku sungguh malu

(membaca lagi proklamasi mimpi terpaksa
kulakukan di kamar mandi, sendiri)

Bireuen, 9 Desember 2013 mukhlis aminullah
SEALAMAT MEMPERINGATI HARI ANTI KORUPSI

Senin, 09 Desember 2013

RINDU SUARAMU

semua terdiam
aku tak menemukan suaramu
yang biasanya menyapaku
aku rindu
datanglah sesekali
walau hanya dalam mimpi

Bireuen, 8 Desember 2013 mukhlis aminullah

Selasa, 03 Desember 2013

MELAYANG

melayang bersama hujan
basah kuyup
ada yang tersenyum
lalui sepertiga malam

Bireuen, 3 Desember 2013 mukhlis aminullah

MEMAAFKAN

akulah kulit yang kau cubit
berkali-kali
dan sakit hati bukan lagi
jadi pemicu dendam
bilapun kau mencubit (lagi)
aku sudah memaafkannya

Bireuen, 2 Desember 2013 mukhlis aminullah
(Semoga Allah memaafkan orang-orang yang mendhalimi orang lain)

BERMIMPI MEMELUK MALAM

suasana sepi
bermimpi mendekap bulan
tersenyum sendiri
sesaat aku lupa ingatan
terbuai lalai
malampun mencium pagi
hmmm......hmmm

Bireuen, 3 Desember 2013 mukhlis aminullah

Selasa, 26 November 2013

BERMIMPI TENTANG RAQIB & 'ATID

kami sembunyi di balik pekatnya malam
memandang ruh-ruh yang gentayangan
kesurupan dalam badan si pemangku maksiat
mereka terus saja menikmati malam
dalam hidup penuh kegelapan
biarkan kami mencatat diary ini
tentang semua dosa manusia durjana
yang suka menjual ayat-ayat agama
yang suka mengkonsumsi narkoba
yang suka memainkan perasaan wanita
yang sibuk korupsi uang negara

kami bersembunyi di balik gelapnya malam
melihat tingkah polah para penikmat dosa
mereka menghabiskan uangnya
dalam kobaran keringat di diskotek
bernyanyi ria dan berdansa hura-hura
kami mencatat dosa-dosa mereka
dosa mencuri harta negara
dosa menghabiskan uangnya di jalan neraka

kami bersembunyi disini di tempat sunyi
mencatat tingkah anak manusia
yang sibuk dengan dunia fana
bila waktu terlewati tanpa cahaya
rugilah kalian wahai penikmat dunia!
segeralah ke sajadahmu
agar kami segera bisa mengisi buku
tanpa catatan dosa

(aku berusaha berteriak tapi tak bisa bersuara
ternyata aku bermimpi tentang Raqib dan 'Atid
yang sedang menulis dosa-dosaku)

Bireuen, 26 November 2013 mukhlis aminullah
(ini hanya catatan imajiner tentang kisah dosa anak manusia, mohon maaf kalau ini salah!)

DUNIA MELALAIKAN

langit di kotaku mulai gelap
siang segera mencumbui malam
anak manusia masih sibuk
ternyata dunia melalaikan
apa jawaban ketika dalam kubur
ditanyakan waktumu kemana
kau gunakan...?
mari kita persiapkan jawaban!
masing-masing
agar gelap mendung dosa cukup
di dunia saja
menuju akhirat bersih dari dosa

Bireuen, 26 November 2013 mukhlis aminullah