melayang bersama hujan
basah kuyup
ada yang tersenyum
lalui sepertiga malam
Bireuen, 3 Desember 2013 mukhlis aminullah
Selasa, 03 Desember 2013
MEMAAFKAN
akulah kulit yang kau cubit
berkali-kali
dan sakit hati bukan lagi
jadi pemicu dendam
bilapun kau mencubit (lagi)
aku sudah memaafkannya
Bireuen, 2 Desember 2013 mukhlis aminullah
(Semoga Allah memaafkan orang-orang yang mendhalimi orang lain)
berkali-kali
dan sakit hati bukan lagi
jadi pemicu dendam
bilapun kau mencubit (lagi)
aku sudah memaafkannya
Bireuen, 2 Desember 2013 mukhlis aminullah
(Semoga Allah memaafkan orang-orang yang mendhalimi orang lain)
BERMIMPI MEMELUK MALAM
suasana sepi
bermimpi mendekap bulan
tersenyum sendiri
sesaat aku lupa ingatan
terbuai lalai
malampun mencium pagi
hmmm......hmmm
Bireuen, 3 Desember 2013 mukhlis aminullah
bermimpi mendekap bulan
tersenyum sendiri
sesaat aku lupa ingatan
terbuai lalai
malampun mencium pagi
hmmm......hmmm
Bireuen, 3 Desember 2013 mukhlis aminullah
Selasa, 26 November 2013
BERMIMPI TENTANG RAQIB & 'ATID
kami sembunyi di balik pekatnya malam
memandang ruh-ruh yang gentayangan
kesurupan dalam badan si pemangku maksiat
mereka terus saja menikmati malam
dalam hidup penuh kegelapan
biarkan kami mencatat diary ini
tentang semua dosa manusia durjana
yang suka menjual ayat-ayat agama
yang suka mengkonsumsi narkoba
yang suka memainkan perasaan wanita
yang sibuk korupsi uang negara
kami bersembunyi di balik gelapnya malam
melihat tingkah polah para penikmat dosa
mereka menghabiskan uangnya
dalam kobaran keringat di diskotek
bernyanyi ria dan berdansa hura-hura
kami mencatat dosa-dosa mereka
dosa mencuri harta negara
dosa menghabiskan uangnya di jalan neraka
kami bersembunyi disini di tempat sunyi
mencatat tingkah anak manusia
yang sibuk dengan dunia fana
bila waktu terlewati tanpa cahaya
rugilah kalian wahai penikmat dunia!
segeralah ke sajadahmu
agar kami segera bisa mengisi buku
tanpa catatan dosa
(aku berusaha berteriak tapi tak bisa bersuara
ternyata aku bermimpi tentang Raqib dan 'Atid
yang sedang menulis dosa-dosaku)
Bireuen, 26 November 2013 mukhlis aminullah
(ini hanya catatan imajiner tentang kisah dosa anak manusia, mohon maaf kalau ini salah!)
memandang ruh-ruh yang gentayangan
kesurupan dalam badan si pemangku maksiat
mereka terus saja menikmati malam
dalam hidup penuh kegelapan
biarkan kami mencatat diary ini
tentang semua dosa manusia durjana
yang suka menjual ayat-ayat agama
yang suka mengkonsumsi narkoba
yang suka memainkan perasaan wanita
yang sibuk korupsi uang negara
kami bersembunyi di balik gelapnya malam
melihat tingkah polah para penikmat dosa
mereka menghabiskan uangnya
dalam kobaran keringat di diskotek
bernyanyi ria dan berdansa hura-hura
kami mencatat dosa-dosa mereka
dosa mencuri harta negara
dosa menghabiskan uangnya di jalan neraka
kami bersembunyi disini di tempat sunyi
mencatat tingkah anak manusia
yang sibuk dengan dunia fana
bila waktu terlewati tanpa cahaya
rugilah kalian wahai penikmat dunia!
segeralah ke sajadahmu
agar kami segera bisa mengisi buku
tanpa catatan dosa
(aku berusaha berteriak tapi tak bisa bersuara
ternyata aku bermimpi tentang Raqib dan 'Atid
yang sedang menulis dosa-dosaku)
Bireuen, 26 November 2013 mukhlis aminullah
(ini hanya catatan imajiner tentang kisah dosa anak manusia, mohon maaf kalau ini salah!)
DUNIA MELALAIKAN
langit di kotaku mulai gelap
siang segera mencumbui malam
anak manusia masih sibuk
ternyata dunia melalaikan
apa jawaban ketika dalam kubur
ditanyakan waktumu kemana
kau gunakan...?
mari kita persiapkan jawaban!
masing-masing
agar gelap mendung dosa cukup
di dunia saja
menuju akhirat bersih dari dosa
Bireuen, 26 November 2013 mukhlis aminullah
siang segera mencumbui malam
anak manusia masih sibuk
ternyata dunia melalaikan
apa jawaban ketika dalam kubur
ditanyakan waktumu kemana
kau gunakan...?
mari kita persiapkan jawaban!
masing-masing
agar gelap mendung dosa cukup
di dunia saja
menuju akhirat bersih dari dosa
Bireuen, 26 November 2013 mukhlis aminullah
Senin, 25 November 2013
TERHEMPAS KE JURANG
aku terhempas ke jurang
ke dalam mata indahmu
senyummu menerkam
dan mencabik-cabik perasaan
masih seperti dulu
empat belas tahun lalu
aku gemetar saat
mengucapkan Ijab Kabul
Bireuen 25 November 2013 mukhlis aminullah
(kepada Ummi Fildza)
ke dalam mata indahmu
senyummu menerkam
dan mencabik-cabik perasaan
masih seperti dulu
empat belas tahun lalu
aku gemetar saat
mengucapkan Ijab Kabul
Bireuen 25 November 2013 mukhlis aminullah
(kepada Ummi Fildza)
TOPENG
topengmu sungguh menarik
berwarna-warni hiasannya
semua orang memuji
"Bapak Fulan orang baik...!"
aku tersenyum kecut
karena aku yakin, topeng itu
pinjaman dari Akil Mukhtar
Bireuen, 25 November 2013 mukhlis aminullah
(puisi ini saya persembahkan kepada kalian; para koruptor yang berlindung dibalik yayasan sosial, termasuk para koruptor yang sok suci dengan berlagak bersih di hadapan para pegiat anti korupsi)
berwarna-warni hiasannya
semua orang memuji
"Bapak Fulan orang baik...!"
aku tersenyum kecut
karena aku yakin, topeng itu
pinjaman dari Akil Mukhtar
Bireuen, 25 November 2013 mukhlis aminullah
(puisi ini saya persembahkan kepada kalian; para koruptor yang berlindung dibalik yayasan sosial, termasuk para koruptor yang sok suci dengan berlagak bersih di hadapan para pegiat anti korupsi)
Senin, 18 November 2013
RIWAYAT PENA
inilah riwayat pena
yang ingin kusampaikan kepadamu
agar semua orang mengerti
dan memahami bahwa pentingnya
keberadaanku delapan tahun lalu
akulah sang pena
penulis sejarah negerimu
setelah kalian bertengkar, berkelahi
saling hina, kemudian berperang
akhirnya kalian mencariku
mengajakku pergi bertahun-tahun
dalam saku baju jasmu
dan aku menjadi temanmu
menjadi sahabat setia dalam buku notes
kau ajak aku keliling dunia
mulai dari Stochklom sampai ke Genewa
di Aceh kau paksa aku bungkam
hanya bisa menonton perang
di Tokyo kau minta aku hanya diam
perundingan hanya jadi bumerang
kata damai masih impian
tiba-tiba bumi Allah diguncangkan
tsunami hentikan perang
aku tahu jantung kalian bergetar
hati menangis mata berbinar
akhirnya kalian sadar
apa untungnya kau ajak aku terus
keliling dunia dalam saku jasmu?
aku datang lagi ke Swedia
singgah di Genewa tak ada guna
akhirnya dunia benar-benar terpana
akulah sang pena paling berjasa
dua kutub bersatu warna
jabat tangan dua saudara
Mr.Martii menggoyang pena
Dr.Zaini menulis berita sukacita
akulah sang pena paling berjasa
masih ingatkah kalian pada sang pena?
aku tidak butuh bintang tanda jasa
aku tidak butuh lagi keliling dunia
aku hanya mengingatkan
jagalah damai dengan ikhlas
karena sangat ngeri bayangkan perang
cukup disini riwayat jasaku
semoga Aceh damai selalu
terima kasih, akulah pena damai
Bireuen, 18 November 2013 mukhlis aminullah
(kepersembahkan kepada para elite yang masih cinta damai)
yang ingin kusampaikan kepadamu
agar semua orang mengerti
dan memahami bahwa pentingnya
keberadaanku delapan tahun lalu
akulah sang pena
penulis sejarah negerimu
setelah kalian bertengkar, berkelahi
saling hina, kemudian berperang
akhirnya kalian mencariku
mengajakku pergi bertahun-tahun
dalam saku baju jasmu
dan aku menjadi temanmu
menjadi sahabat setia dalam buku notes
kau ajak aku keliling dunia
mulai dari Stochklom sampai ke Genewa
di Aceh kau paksa aku bungkam
hanya bisa menonton perang
di Tokyo kau minta aku hanya diam
perundingan hanya jadi bumerang
kata damai masih impian
tiba-tiba bumi Allah diguncangkan
tsunami hentikan perang
aku tahu jantung kalian bergetar
hati menangis mata berbinar
akhirnya kalian sadar
apa untungnya kau ajak aku terus
keliling dunia dalam saku jasmu?
aku datang lagi ke Swedia
singgah di Genewa tak ada guna
akhirnya dunia benar-benar terpana
akulah sang pena paling berjasa
dua kutub bersatu warna
jabat tangan dua saudara
Mr.Martii menggoyang pena
Dr.Zaini menulis berita sukacita
akulah sang pena paling berjasa
masih ingatkah kalian pada sang pena?
aku tidak butuh bintang tanda jasa
aku tidak butuh lagi keliling dunia
aku hanya mengingatkan
jagalah damai dengan ikhlas
karena sangat ngeri bayangkan perang
cukup disini riwayat jasaku
semoga Aceh damai selalu
terima kasih, akulah pena damai
Bireuen, 18 November 2013 mukhlis aminullah
(kepersembahkan kepada para elite yang masih cinta damai)
Langganan:
Postingan (Atom)