Minggu, 13 Januari 2013

WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DZAR

Puji syukur kehadirat Allah yang telah menurunkan utusan-Nya Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan petunjuk dan jalan paling terang kepada umat manusia di bumi ini, yaitu agama Islam. Pada diri Nabi Muhammad SAW dapat kita temukan suri tauladan terbaik bagi seluruh manusia. Tutur katanya, perilakunya, kebijaksanaannya, semua tingkah lakunya di dunia ini membawa kebaikan dan contoh yang baik bagi setiap manusia di bumi ini
.
Berkat kesabaran dan kasih sayang beliaulah kita sampai saat ini dapat menjadi seorang muslim seutuhnya yang bebas memeluk agama Islam secara merdeka. Perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam yang suci dan indah ini sudah tidak dapat diragukan lagi. Caci maki, kekerasan fisik dan psikis sering dialami beliau karena keikhlasan beliau dalam menyampaikan kebaikan. Cinta beliau kepada Allah dan para umat Islam membuat beliau lupa akan semua rasa perih dan sakit yang beliau terima dan rasakan.
Sebelum kepergiannya, beliau telah meninggalkan begitu banyak suri tauladan yang baik yang dapat kita jadikan pedoman hidup agar dapat menjadi seorang muslim yang kaffah dan seutuhnya. Salah satunya adalah ketujuh pesan beliau kepada salah seorang sahabat, Abu Dzar Al-Ghifari. Ketujuh wasiat tersebut adalah:

1. Mencintai orang miskin

Beliau memerintahkan kita seluruh umat Islam agar senantiasa untuk mencintai orang miskin. Orang-orang miskin yang beliau maksudkan adalah orang-orang yang hidupnya tidak berkecukupan dan tidak mempunyai harta untuk mencukupi kehidupannya, dan mereka tidak mau meminta-minta untuk mencukupi kebutuhan mereka.
Wasiat ini berlaku umum untuk seluruh umat Islam. Yang dimaksud dengan mencintai adalah lebih kepada sikap dan perlakuan kita terhadap orang-orang miskin. Kita dituntut untuk berlaku tawadhu, duduk bersama mereka, menolong mereka, serta turut bersabar bersama mereka. Menolong dan berbagi dengan mereka, adalah salah satu bukti paling nyata dan kongkret dari rasa cinta kita terhadap orang miskin. Berbagi dan menolong terhadap sesama tentu saja akan mendatangkan Ridha-Nya dan kasih sayang-Nya, seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW
Barangsiapa menghilangkan kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang-orang yang dililit utang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan di akhirat.
Ingin ditolong Allah pada hari akhir nanti? Maka bergiatlah untuk menolong sesama, terutama menolong orang-orang miskin, agar senantiasa mendapatkan pertolongan dan kasih sayang-Nya. Sesama hidupnya, Rasulullah SAW pun selalu mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka. Rasulullah pun selalu menghimbau dan mengajak para sahabatnya agar selalu mencintai mereka yang mengalami kekurangan dari segi ekonomi.
Dalam suatu riwayat Ibnu ‘Umar disebutkan pada satu hari bahwa salah seorang dari kaum Muhajirin yang miskin menceritakan kepada Rasulullah, betapa beruntungnya mereka yang memiliki kekayaan harta, karena dapat beribadah dan beramal lebih banyak melalui harta mereka. Mendengar hal itu, Rasulullah pun bersabda: “Wahai orang-orang yang miskin, aku akan memberikan kabar gembira kepada kalian, bahwa orang mukmin yang miskin akan lebih dahulu masuk surga daripada orang mukmin yang kaya, dengan tenggang waktu setengah hari, itu sama dengan lima ratus tahun. Bukankah Allah berfirman: Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”.
Lalu, bagaimana bisa seorang yang miskin akan lebih dahulu masuk surga? Padahal bisa dibilang orang yang memiliki hartalah yang lebih banyak beramal dan bersedekah. Rasulullah pun menjawab, orang-orang yang memiliki harta akan menyusul orang-orang miskin untuk memasuki surga, karena mereka harus melalui proses pertanggungjawaban dan perhitungan dari harta-harta yang mereka miliki dan mereka pakai selama mereka hidup di dunia ini. Maka, sungguh begitu banyak ladang amal yang telah Allah sediakan di muka bumi ini, salah satunya yaitu mengasihi dan menyayangi orang-orang miskin.

2. Melihat pada orang yang lebih rendah dalam hal materi dan penghidupan

Jauh dari syukur, itulah sifat dasar dari manusia, oleh karena itu Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk melihat kepada orang yang lebih rendah dalam hal materi dan penghidupan, agar kita senantiasa berterimakasih dan bersyukur atas segala sesuatu yang telah Allah berikan kepada kita. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih patut, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu” (HR. Bukhari)

Melalui hadits ini Rasulullah mengingatkan kita agar tidak melihat kepada orang-orang yang hidupnya berada di atas kita, orang-orang yang hidupnya bergelimang harta dan memiliki kekayaan yang melimpah, karena demi Allah, keindahan dan kenikmatan benar-benar menyilaukan dan memukau bagi siapa saja yang lupa untuk berterima kasih dan beriman kepada Allah SWT. Dengan melihat kepada orang yang berada di bawah kita, kita akan merasa berterima kasih dan menyadari begitu banyak nikmat yang telah diberikan-Nya sampai saat ini. Nikmat dan karunia sekecil apapun, jika disyukuri maka akan terasa begitu indah.

Namun, dalam hal beribadah justru sebaliknya, kita dianjurkan untuk melihat kepada mereka yang berada di atas kita, mereka yang ibadah dan akhlaknya lebih baik dari kita. Mengapa demikian? Hal ini akan memotivasi kita dan membuat kita senantiasa untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan meraih Ridha-Nya. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Dan untuk yang demikian itu, hendaknya orang berlomba-lomba” (QS. Al-Muthaffifin [83]: 26)

3. Menyambung silaturahim

Silaturahim adalah ibadah yang mulia dan memberikan banyak berkah bagi siapa pun yang melakukannya. Silaturahim merupakan fitrah dan kebutuhan manusia, karena seperti apa yang telah kita dapat dari pelajaran IPS semasa di sekolah, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, dan senantiasa berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesama manusia. Maka, silaturahim merupakan salah satu ibadah yang paling dianjurkan dan diwajibkan dalam Islam. Seperti peringatan dan ancaman-Nya dalam firman “Maka, apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (QS. Muhammad [47]: 22-23)

Maka, di zaman modern yang semakin memudahkan kita untuk berkomunikasi, rasanya tidak ada lagi alasan untuk tidak menyambung silaturahim kepada sesama saudara. Karena, menyambung tali silaturahim memiliki banyak manfaat, rahmat dan kebaikan dari Allah senantiasa tercurah kepada mereka yang senantiasa menyambung tali silaturahim, silaturahim juga merupakan sebab pentingnya seseorang masuk surga dan dijauhkan dari api neraka. Selain itu, silaturahim juga merupakan tanda ketaatan dan amalan yang mendekatkan seorang hamba kepada Tuhannya, Allah SWT.

4. Memperbanyak ucapan “La Haula Walaa Quwwata Illa Billah”

La haula walaa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dari pertolongan Allah), sebuah kalimat yang mengingatkan kita bahwa sudah semestinya sebagai hamba yang lemah kita senantiasa dan meyakini bahwa segala sesuatu yang kita lakukan terjadi karena kehendak dan kuasa-Nya. Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini, baik yang besar maupun kecil, semuanya terjadi karena kehendak-Nya, maka tidaklah pantas kita sebagai manusia merasa sombong dan takabur. Kalimat ini juga mengingatkan kita bahwa hanya Allah lah satu-satunya tempat kembali dan meminta, tiada daya dan kekuatan yang dapat menandingi atau menyamai kekuatan serta kehendak-Nya.

Ketika seorang hamba mengucapkan kalimat La haula walaa quwwata illa billah dengan sepenuh hati, berarti bahwa hamba tersebut telah mengakui ketidakberdayaan dan kelemahannya di hadapan Allah SWT, tiada kesombongan sedikit pun terbesit bagi mereka yang telah mengucapkan kalimat ini dengan sepenuh hati dan jiwa.

5. Berani berkata benar meskipun pahit

Berkata benar, terkadang memang terasa sulit, terlebih jika kebenaran tersebut adalah kebenaran yang terasa pahit untuk diucapkan dan disampaikan. Berbagai alasan pun melatarbelakangi hal ini, mulai dari rasa sungkan, atau rasa segan karena yang sedang kita hadapi adalah orang yang memiliki derajat atau kedudukan lebih tinggi. Hal ini, tentu saja bertentangan dengan apa yang Rasulullah sabdakan: “Jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat yang haq (benar) kepada penguasa yang zhalim”.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menyampaikan kebenaran kepada atasan, pemimpin atau penguasa yang bathil. Cara yang dilakukan secara perlahan dan baik-baik tentu akan lebih “ampuh” dibandingkan dengan cara kekerasan dan “kengototan” kita dalam menyampaikan kebenaran. Penyampaian secara persuasif akan jauh lebih efektif, karena Islam memberikan petunjuk tentang bagaimana cara menyampaikan nasihat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa, janganlah ia menampakkan dengan terang-terangan. Hendaklah ia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Kalau penguasa itu mau mendengar nasihat itu, maka itu yang terbaik. Dan bila si penguasa itu enggan (tidak mau menerima), maka sungguh ia telah menjalankan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya”.

6. Tidak takut celaan ketika berdakwah di jalan Allah

Berbagai cobaan dan siksaan yang menimpa Rasulullah ketika berdakwah tentu tidak diragukan lagi kebenarannya. Cobaan dan siksaan yang begitu perih dan pedih dialami oleh Rasulullah dan para sahabat-Nya dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam, namun hal itu tidak sedikit pun membuat mereka gentar dan takut, karena mereka percaya dengan janji Allah yang begitu manis dan indah.

Dakwah, sedari dulu, memang bukan hal yang mudah dan pasti akan mengalami banyak hambatan dan cobaan. Hambatan, rintangan, dan perlawanan tentu akan datang dari mereka yang tidak menyukai melihat Islam berjaya. Hambatan dan rintangan yang berat ini bukan tidak mungkin akan menyurutkan langkah kita dalam berdakwah, namun Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk tetap bersikap berani dan pantang menyerah dalam menyampaikan kebaikan (QS. Al-Ahzaab [33]: 39).

Allah begitu mencintai siapa pun yang mengutarakan kebenaran dari ajaran-Nya, seperti yang Allah sampaikan dalam surat Al-Maidah [5]: 54. Jaminan mendapatkan surga pun telah dijanjikan-Nya bagi siapa pun yang berdakwah di jalan-Nya. Dakwah memanglah tidak mudah, maka dakwah harus dilakukan semata untuk mendapatkan Ridha-Nya agar kita tidak dengan mudah berhenti dan keluar dari barisan dakwah yang begitu mulia ini.

7. Tidak meminta-minta

Meminta-minta adalah perbuatan yang sama sekali tidak mencerminkan sikap dan jiwa dari seorang muslim yang baik. Meminta-minta adalah haram hukumnya dalam Islam, karena Islam mengajarkan setiap umatnya untuk senantiasa berusaha dan berjuang untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Hidup memanglah tidak mudah dan membutuhkan perjuangan yang besar untuk dapat tetap bertahan, oleh karena itu Islam mengharamkan hal ini dan mendidik setiap umatnya agar dapat menjadi manusia yang tangguh dan tidak bermental “peminta-minta”.

Meminta-minta diperbolehkan jika untuk keperluan yang berkenaan dengan keperluan dan kepentingan umum umat Islam, seperti untuk pembangunan sarana peribadatan, pendidikan bantuan untuk fakir-miskin dan anak-anak yatim. Namun, semua hal tersebut pun harus dilakukan sesuai dengan prosedural yang berlaku, tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan tanpa aturan.

Mental seorang muslim adalah mental seorang muslim yang tangguh dan tidak mudah menyerah serta rela berjuang keras untuk mendapatkan dan mencapai impiannya, bukan dari meminta-minta dan sekedar berpangku tangan.

Demikian lah ke tujuh wasiat Rasulullah yang disampaikan kepada Abu Dzar Al-Ghifari, semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat. Semoga apa yang kita lakukan di dunia ini semuanya berdasar pada akhlak-akhlak Rasulullah SAW, agar di hari akhir dan di akhirat kelak, kita termasuk hamba-Nya yang mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Amin ya Rabbal Alamin.

Allahualam bisshawab.

 sumber : http://www.dakwatuna.com

MENGAPA DO'A TIDAK DIKABULKAN?

Allah telah menjanjikan bahwa Dia selalu akan mengkabulkan doa seorang mukmin yang berdoa kepada-Nya dan menetapkan beberapa syarat agar doa tersebut dikabulkan. selain syarat-syarat yang harus dipenuhi, Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga telah memeringatkan ummatnya akan hal-hal yang dapat menahan doa kita dan menjadikannya tidak diterima dan tidak pula dikabulkan


Adapun hal-hal yang dapat menahan doa kita dan menjadikannya tidak dikabulkan adalah sebagai berikut :

1. Kurangnya adab dalam berdoa kepada Allah. maksudnya berdoa kepada Allah akan hal-hal yang sebenarnya Allah membencinya, seperti berdoa untuk memutus tali silaturahmi, atau perkara yang dilarang. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

لا يزال يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم

Artinya : "Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selama tidak berdoa untuk suatu yang berdosa atau untuk memutus tali silaturahmi." (HR Muslim)

2. Berdoa dengan berteriak keras-keras, dan dengan kata-kata yang kurang layak diucapkan kepada Allah. menangis ketika berdoa adalah diperbolehkan, akan tetapi berlebihan dalam menangis tidaklah baik. Allah berfirman :

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya : "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al-A'raaf : 55)

3. Masuknya barang-barang yang haram kedalam rumah kita. seperti harta yang berasal dari pekerjaan haram, makanan dan minuman yang haram, atau barang-barang yang dibeli dengan uang haram. rumah, pakaian yang haram. dan juga pekerjaan yang haram.

4. Memakan makanan yang haram, meminum minuman yang haram, memakai pakaian yang haram, memakan harta haram bukan berarti menggunakan harta haram untuk makan saja, akan tetapi menggunakan untuk membeli barang-barang yang digunakan adalah termasuk memakan harta yang haram. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ قَالَ (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ ، وَقَدْ غُذِّىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ

Artinya : "Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. dan Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman sebagaimana yang diperintahkan kepada para rosul. beliau membaca, "Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." dan membaca, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu." kemudian beliau menyebutkan seseorang yang bepergian jauh, kucel dan acak-acakan, mengetadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata, "Ya Robb, ya Robb." sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan memakan barang yang haram, bagaimana mungkin akan dikabulkan?!" (HR Muslim)

5. Buru-buru agar doanya cepat dikabulkan. ini juga tidak baik, malahan ini termasuk yang menahan doa dan menyebabkan tidak dikabulkan. biasanya orang mengatakan, "saya sudah sering berdoa, tapi tidak dikabulkan juga." kata-kata inilah yang dimaksud buru-buru dalam doa. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

يستجاب لأحدكم ما لم يعجل ، يقول دعوت فلم يستجب لي
Artinya : "Akan dikabulkan doa seseorang jika tidak buru-buru, berkata : saya telah berdoa tapi belum dikabulkan juga." (HR Bukhori dan Muslim)

6. Menggantungkan dalam berdoa, seperti perkataan, "Ya Allah, ampunilah hamba jika Engkau berkehendak." atau "rahmatilah hamba jika Engkau mau." karena doa adalah pengharapan, permintaan yang ingin dikabulkan. jadi harus dengan kata-kata yang menunjukkan keyakinan tersebut. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

لا يقولن أحدكم اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ، ليعزم المسألة فإنه لا مستكره له

Artinya : "Jangan salah seorang diantara kalian mengatakan (dalam doanya) : Ya Allah, ampunilah hamba jika Engkau mau. ya Allah, rahmatilah hamba jika Engkau mau. agar menunjukkan keyakinan dalam doanya karena tidak ada yang memaksanya (untuk berdoa)." (HR Bukhori dan Muslim)

Tidak harus seseorang melakukan semua hal ini dan menyebabkan doanya tidak dikabulkan, akan tetapi cukup melakukan satu saja diantara 6 hal diatas, maka doanya tidak akan dikabulkan.

Sudahkah kita mengoreksi diri akan cara kita berdoa? bagaimana kita berdoa? kata-kata apa yang kita ucapkan? dan yang paling penting, keyakinan apa yang kita yakinin akan doa kita? kita harus luruskan kembali hal-hal yang masih bengkok dalam diri kita agar termasuk orang-orang dicintai Allah dan dikabulkan doanya..


sumber :nmmmmmmmm

BACAAN DZIKIR SETELAH SHALAT FARDHU


Setelah salam dari sholat fardhu, kita disunnahkan untuk berdzikir. adapun bacaan dzikir setelah sholat fardhu sesuai dengan sunnah Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- adalam sebagai berikut :

1.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (ثلاثا) اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Artinya : "Aku minta ampun kepada Allah," (3X). Kemudian membaca: "Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan." (HR Muslim 1/414)

2.
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Artinya : "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan." (HR Bukhori 1/255 dan Muslim 1/414)

3.
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Artinya : "Tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci." (HR. Muslim 1/415)

4.
سُبْحَانَ اللهِ (33 ×) الْحَمْدُ لِلَّهِ (33 ×) اللهُ أَكْبَرُ (33 ×) لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Artinya : "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah. Dan Allah Maha Besar. (Tiga puluh tiga kali). Tidak ada Tuhan (yang hak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR. Muslim 1/418)

5. Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat dhuhur, ashar dan isya' sebanyak 1X dan setelah sholat maghrib dan subuh sebanyak 3X. (HR. Abu Dawud 2/86, An-Nasai 3/68)

6. Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu. (HR. An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah No. 100 dan Ibnus Sinni no. 121, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ 5/329 dan Silsilah Hadits Shahih, 2/697 no. 972)

7.
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Artinya : "Tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. (Dibaca 10X setiap sesudah shalat Maghrib dan Subuh)" (HR. At-Tirmidzi 5/515, Ahmad 4/227)

8.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Artinya : "Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima. (Dibaca setelah salam shalat Subuh)" (HR Ibnu Majah 1/152)

sumber: www.artikelislami.com

Kamis, 10 Januari 2013

LANGKAH SEBELUM MENJADI CALEG

Selain 7 (tujuh) langkah yang sudah pernah kami posting sebelumnya, sebenarnya ada beberapa langkah lain yang bisa dilakukan, jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Pemilu, terutama menghadapi Pemilu 2014.


Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :

Pertama, berinteraksi di dunia maya (internet) sesering mungkin, baik melalui facebook, twitter, blog ataupun yang lainnya. Masuklah dalam semua komunitas atau grup yang bersifat positif. Untuk mempermudah orang lain mengenal anda, bisa anda pasang foto yang simpel, dalam artian bahwa ketika orang melihat foto anda, orang tsb akan dengan mudah ingat sama anda. Kalau perlu tampilkan foto yang agak sedikit “aneh” misalnya foto lucu, foto bareng Barrack Obama, ataupun yang lainnya. Tapi jangan sekali-kali terlihat sangat narsis.

Kedua, sering-seringlah ikut acara sosial atau kemasyarakatan di lingkungan anda. Kalau anda orang kaya, tidak ada salahnya sering memberi bantuan sosial ke orang-orang yang membutuhkan, seperti bantuan kepada orang miskin.  Sementara untuk kegiatan kemasyarakatan, anda bisa ikut segala aktivitas yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Misalnya, anda bisa aktif di acara gotong royong desa, acara peringatan 17-an, atau jadi panitia Maulid, atau acara lainnya yang berdampak langsung mendongkrak “popularitas” anda di lingkungan anda.

Ketiga, masuklah organisasi yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, seperti anggota LSM atau Ormas. Jangan masuk Ormas terlarang. Selain itu, bisa aktif dalam organisasi olah raga yang disukai banyak orang. Tak peduli anda tidak suka sepakbola, sebaiknya anda ikut aktif dalam kegiatan sepakbola di lingkungan anda. Beruntung kalau anda terpilih jadi Manager Tim Sepakbola di kota anda.

Keempat, bina hubungan baik dengan insan pers. Beruntung sekali kalau setiap ada moment penting atau kejadian yang menjadi perhatian publik, wartawan akan sealu meminta opini atau pendapat anda. Hubungan dengan rekan-rekan wartawan, memang gampang-gampang susah. Bukannya mereka menyulitkan, tapi harus ada trik-trik tersendiri, agar mereka tidak merasa anda “sangat” membutuhkan tulisan mereka tentang opini atau pendapat anda. Inti dari hubungan baik dengan pers adalah agar anda selalu diekspos di media.

Kelima, manfaatkan moment-moment penting untuk menampilkan diri anda.Jangan pelit dana untuk menyumbangkan sebuah Papan Bunga Ucapan Selamat. Manfaatkan moment penting untuk mengirimkan papan bunga, misalnya peresmian kantor baru sebuah perusahaan asuransi di kota anda. Atau selamat untuk pengantin baru anak seorang Pejabat di kota anda. Toh Cuma Rp 300.000,- tidak mahal. Selain itu juga, jangan lupa pasang baliho ucapan selamat pada acara-acara resmi di wilayah anda, atau minimal spanduk seharga Rp 150.000,-.  Kalau anda termasuk orang “berada” silahkan pasang iklan di media terkemuka. Cara-cara seperti ini mungkin terlihat narsis, tapi abaikan saja.
Ohya, bagi anda yang bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan banyak orang, boleh memasang baliho kegiatan sosial atau yang lainnya.

Beberapa trik di atas, mungkin lebih kepada sisi mempekenalkan diri kepada masyarakat, tapi anda harus ingat, kalau tidak dikenal, jangan harap orang akan memilih anda.

Mukhlis Aminullah, pemerhati politik, mantan Anggota KPU Bireuen.

7 LANGKAH STRATEGIS MERAIH SUARA


Ada tujuh langkah strategis yang dapat dilakukan oleh setiap Caleg dalam meraih suara pemilih pada Pemilu 9 April 2009.

Pertama, perkenalkanlah diri (wajah) caleg saudara kepada masyarakat pemilih, apakah langsung atau tidak langsung melalui media cetak, elektronik, media online. Bisa juga dengan menyebar informasi tentang dirinya melalui spanduk, leaflet, banner, baliho dan lainnya ataupun dengan kegiatan ilmiah, sosial serta kegiatan lainnya yang dapat memperkenalkan dirinya kepada publik.
Kegiatan ilmiah (kajian), seperti menjadi narasumber pada sebuah seminar, pengajian, diskusi, workshop atau menulis artikel di media dengan menyertakan foto diri sebagai caleg.
Kegiatan sosial (baksos) dapat dilakukan dari lingkungan dimana kita berada. Berbagai kegiatan sosial di lingkungan caleg harus diikuti apakah  acara suka maupun duka, di kelompok (marga) caleg, tempat kerja saudara dan lingkungan yang lebih luas lagi. 

Kedua, buatlah website atau blog. Pada era dunia maya sekarang ini, manfaat website atau blog sangat ampuh dalam meraih pemilih. Barack Obama telah membuktikannya dan kini menjadi Presiden Amerika dengan Facebook-nya.
Walaupun untuk di Indonesia bisa jadi cara ini belum akan banyak membantu, dengan alasan bahwa persentase masyarakat kita yang mampu dan mau mengakses dunia maya (internet) masih sangat rendah.
Namun, melalui cara ini orang akan semakin percaya terhadap kredibilitas sang caleg bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus saudara ikuti dan mampu beradaptasi.
Melalui website atau blog pribadi, para caleg dapat memajangkan foto dan menulis tentang apa saja yang dianggap bermanfaat bagi publik sebagai basis pemilih.
Dan segmen pemilih yang hendak diraih melalui website atau blog pribadi ini adalah para pemilih pemula, siswa SMA atau mahasiswa yang memang lebih besar frekwensinya dalam mengakses internet.
Karena mereka juga punya jaringan (milist) yang tentunya akan saling memberikan informasi kepada yang lain yang dapat saja adalah mereka yang ada pada dapil caleg bersangkutan. Mereka bisa dimanfaatkan menjadikan tim promosi yang tanpa diminta (sukarelawan) dari sukses kerja caleg.

Ketiga, bentuklah tim sukses (TS). Baik calon anggota legislatif (Caleg) DPR, DPRD maupun DPD wajib membentuk tim sukses. Terlebih lagi terhadap caleg DPR RI atau DPRD yang berasal dari Parpol yang menetapkan bahwa peraih suara terbanyaklah yang akan diajukan menjadi calon tetap Parpol.
Selain itu bantuan dari struktur partai setempat di tingkat Cabang dan Ranting menjadi penguat untuk caleg maju mengenalkan dirinya kepada para pemilihnya.

Keempat, bertatap mukalah dengan pemilih. Cara ini kelanjutan dari cara ketiga, yaitu bentuk tim sukses (TS). Setelah tim sukses dibentuk, maka mereka akan bekerja untuk memasarkan siapa diri caleg sesungguhnya.
Selain itu sasaran, program serta keinginan caleg yang besar untuk membantu para pemilih ini menjadi staretegi tersendiri yang dapat mengenalkan caleg kepada para pemilih
Sedapat mungkin caleg mengenal lebih dekat siapa yang akan dipilihnya, paling tidak wajah atau orangnya (silaturahmi atau kunjungan politik). Jadi, jangan hanya sekedar menyebarkan kartu nama, atau kegiatan lainnya.

Kelima, buatkah kartu nama. Kartu nama memang perlu, namun bukanlah cara yang paling efektif meskipun ada pengaruhnya. Kartu nama hanya sebagai alat bantu kecil saja. Jika caleg harus mencetak kartu nama, maka buatlah isinya yang sesuai dengan segmen pemilih

Keenam, buatlah spanduk atau baliho berjalan. Spanduk atau baliho model konvensional seperti menempelkan di pohon kayu atau dipajang di tempat tertentu sebenarnya sudah kurang efektif. Namun, tidak ada salahnya hal itu terus dicoba.  

Ketujuh, kerjasama dengan sesama Caleg satu Parpol yang berbeda sasaran (DPR RI dan DPRD). Maksudnya adalah bahwa untuk menekan biaya pengeluaran, saudara dapat bekerjasama dengan Caleg separtai yang tentunya berbeda sasaran dengan saudara.
Jika anda adalah Caleg untuk pusat (DPR RI), maka anda dapat bekerjasama dengan Caleg untuk provinsi yang berada pada satu dapil atau sebaliknya. Bentuk kerjasama dapat dilakukan dalam bentuk mencetak kartu nama, spanduk, banner atau baliho bersama. 

Semoga sukses,
dari Tim Sukses Caleg Triwisaksana

MENYESAL

sangat sepi!
alam diam, angin malam
istirahat menjelang pagi
masih saja terpaku disini
mengeja huruf demi huruf
entah demi siapa?
padahal sajadah sejak tadi
menunggu sujud!
arghhhh.... aku kesal
menyesal, sangat menyesal!

sangat sepi!
mari, mari lelap sekejap
untuk segera raih Tahajjud
dan lafalkan zikir demi zikir

Kota Juang, 10 Januari 2013 jam 00.30
karya mukhlis aminullah