Kamis, 01 Maret 2012

TEHNIK BEKERJA ALA LEBAH MADU

Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerjasama secara teratur dan terencana dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.

Kesulitan terbesar dalam pengorganisasian sekelompok orang untuk bekerja secara bersama adalah penyiapan jadwal kerja serta pembagian tugas dan tanggung jawab. Dalam sebuah pabrik, misalnya, terdapat struktur jabatan yang rapi di mana para pekerja melapor pada mandor, para mandor melapor pada insinyur, para insinyur melapor pada manajer pelaksana dan para manajer pelaksana melapor pada manajer umum. Pengoperasian pabrik yang efisien memerlukan banyak tenaga kerja dan dana; pembuatan rencana jangka panjang dan pendek; serta pengumpulan data statistik. Produksi dilakukan berdasarkan rencana produksi yang telah disiapkan sebelumnya, dan pengawasan kualitas dilakukan di setiap tahapannya. Setiap insinyur, manajer dan manajer pelaksana memperoleh pendidikan dan pelatihan khusus dalam jangka waktu tertentu sebelum ditempatkan pada posisi mereka masing-masing.

Akan tetapi, setelah segala persyaratan ini dipenuhi dan sistem organisasinya telah terbentuk, hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja bersama secara harmonis.

Demikianlah, pembentukan kerja sama di antara beberapa ratus manusia cerdas dengan gagasan mereka masing-masing memerlukan perencanaan yang rumit dan biaya mahal. Namun, puluhan ribu lebah mampu membangun sistem organisasi sempurna yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia.

Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun. Begitu lebah lahir, ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya. Karyawan pabrik bekerja untuk mendapatkan gaji pada akhir bulan. Sementara itu, seekor lebah tidak memperoleh keuntungan pribadi dari pekerjaan yang ia lakukan. Pekerjaan yang dilakukan karyawan pabrik, baik sebagai pekerja biasa ataupun manajer pelaksana, terbatas hanya pada jam kerja tertentu dan mereka berhak mendapatkan masa liburan. Sebaliknya, lebah bekerja sepanjang hidup, tanpa istirahat, demi kepentingan dan kebaikan sesamanya.

Tidak diragukan lagi, Allah, Dia-lah yang menjadikan masing-masing dari puluhan ribu lebah tersebut bekerja harmonis tanpa henti, layaknya roda-roda gigi dalam sebuah mesin. Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan manusia tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan ciptaan-Nya: “Dan Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat–manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. Yaasiin, 36:72-73).

Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.

Suatu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, pejantan dan ratu. Lebah pekerja boleh dikata mengerjakan seluruh tugas dalam sarang. Sejak saat dilahirkan, para lebah pekerja langsung mulai bekerja, dan selama hidup, mereka melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan yang terjadi dalam tubuh mereka. Mereka menghabiskan tiga hari pertama dalam hidup mereka dengan membersihkan sarang.
Kebersihan sarang sangatlah penting bagi kesehatan lebah dan larva dalam koloni. Lebah pekerja membuang seluruh bahan berlebih yang ada dalam sarang. Saat bertemu serangga penyusup yang tak mampu mereka keluarkan dari sarang, mereka pertama-tama membunuhnya. Kemudian mereka membungkusnya dengan cara menyerupai pembalseman mayat. Yang menarik di sini adalah dalam pengawetan ini lebah menggunakan bahan khusus yang disebut “propolis”. Propolis adalah suatu bahan istimewa karena sifatnya yang anti bakteri sehingga sangat baik digunakan sebagai pengawet.

Bagaimana lebah tahu bahan ini adalah yang terbaik sebagai pengawet, dan bagaimana mereka mampu menghasilkannya dalam tubuh mereka ?

Propolis adalah bahan yang hanya dapat dihasilkan dalam kondisi laboratorium dengan teknologi dan tingkat pengetahuan ilmu kimia yang cukup tinggi. Nyata bahwa lebah sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang ini, apalagi laboratorium dalam tubuhnya.

Lebih jauh lagi, lebah pekerja bertanggung jawab memeriksa sel–sel yang akan digunakan sang ratu untuk meletakkan telurnya. Selain itu, lebah pekerja juga bertugas mengumpulkan kotoran yang ada dalam sel-sel yang telah ditinggalkan oleh para larva yang telah lahir, serta membersihkan sel penyimpan makanan. Lebah–lebah tersebut juga mengatur kelembaban dan temperatur di dalam sarang, jika dibutuhkan, dengan kipasan angin melalui kepakan sayap mereka pada pintu masuk sarang.

Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan spesialisasi ini dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung jawab dalam kebersihan.

Lebah pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut dengan merawat para larva. Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar sekresi dalam tubuh mereka mulai berfungsi; ini memungkinkan mereka untuk merawat larva. Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini dikerjakan oleh lebah pekerja yamg berumur 3 sampai 10 hari. Mereka memberi makan sebagian larva dengan royal jelly, dan sebagian lagi dengan campuran madu-serbuk sari. Mahluk hidup yang baru lahir ini telah mengetahui tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan memiliki pengetahuan untuk mengerjakannya dengan cara yang sangat profesional.

Sang lebah berganti tugas saat ia tumbuh lebih dewasa. Ketika mencapai hari ke 10 dari masa hidupnya, kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja mendadak telah matang sehingga ia mampu menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja pembangun sel-sel penyimpan madu dengan menggunakan lilin.

Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin seekor makhluk hidup yang baru saja lahir, dan, lebih dari itu, yang tidak memiliki kecerdasan dan pengetahuan ini benar-benar memahami seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya? Bagaimana tubuh seekor hewan tiba–tiba dapat teradaptasikan untuk merawat dan memberi makan larva dengan berfungsinya beberapa kelenjar sekresi, padahal sesaat sebelumnya ia terprogram untuk melakukan tugas kebersihan? Bagaimana seekor lebah, yang 4 atau 5 hari sebelumnya adalah larva, dapat berpikir dan merencanakan segala tugasnya tersebut? Bagaimana tubuhnya dapat dengan tiba–tiba menghasilkan lilin dan berubah menjadi pekerja konstruksi? Padahal konstruksi bangunan ini didasarkan pada penghitungan rumit dan sangat tepat, yang tak akan mampu dilakukan oleh manusia sekalipun.

Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perhitungan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Mahaperkasa.

Sumber: Harun Yahya

Senin, 27 Februari 2012

JARAK KIAN JAUH


ada yg hilang
ketika mendung datang
iklim segera berubah
senyum bukan lagi
dari hati yang teduh
jarak kian jauh...
semua keikhlasan
seperti hilang percuma
tapi,
sudahlah...!
mari kita berdo'a;
agar mendung membawa
hujan penuh rahmat

Kota Juang, 27 Februari 2012 karya mukhlis abi fildza
kpd yang menjaga jarak...:-)

Sabtu, 25 Februari 2012

ASA YANG HILANG


ranting dan daun
jatuh satu per satu
ada yang berguguran
menjelang magrib
mata cukuplah jadi isyarat
bahwa asa kita kian hilang
laksana
padi yang sedang mekar
terserang hama wereng
dan terpaksa petani
menunggu musim tanam
berikutnya
itulah kisah kita...
yang gagal merawat cinta

Cot Gapu, 24 Februari 2012 karya mukhlis abi fildza
(khusus buat seorang teman baik saya di Pulo Ara, semoga kau menemukan cinta abadimu)

Rabu, 22 Februari 2012

SAJAK SETIA (TIGA)

kekasih...sungguh,
hujan badai dan kering kemarau
tak akan mampu merusak bunga
yang pernah kukirimkan pada mu
saat bulan purnama, pada awal musim
dan kalaulah ada,
angin yang lembab serta
debu tebal kotori daun,
itu hanyalah catatan alam...
tulis saja di kertas buram!
karenanya
tak akan mampu tinta pena
merusak lukisan
yang telah kita bingkai
dalam sebuah pigura, bertahun-tahun
sungguh, itu hanya khayalan...

mari...kita lewati saja
waktu demi waktu,
biarkan setiap jengkal cakrawala
pelangi mengibarkan warna
itu hanyalah dinamika alam,...
karena setiap sudut langit
ada catatan;
bunga cinta yang pernah ku kirim
hanya satu dan abadi...

Kota Juang, 21 Februari 2012 karya mukhlis abi fildza
(spesial buat isteri tercinta, jagalah si kembar kita...)

Senin, 20 Februari 2012

SAJAK UJUNG BELATI


perih, perih, perih...
terasa perih sekali

andai ujung pena
tak kau siram darah
tentu saja paragraf
yang kau tulis
tak akan menikam hati
perih, perih sekali...

serangkai kata,
laksana ujung belati
tertancap utuh
dan membunuh...!
semua karakter ku
hilang percuma
dan detak jantung terhenti
perih, perih sekali...

teganya kau?
tak cukupkah ombak laut
Ujong Blang menjadi saksi?
bahwa aku
bukanlah seorang maling
dan
tak akan pernah mencuri
sepotong hati yang bukan
menjadi milikku...

perih, perih sekali...
jantungku masih berdarah

Banda Sakti, 19 Februari 2012 karya mukhlis abi fildza
(inspirasi dari kisah teman saya, semoga besok ada jalan keluar dari perbedaan pemahaman antara kalian, peace...)

JANGAN TANAMI DIAM

gundah sepetak kebun
bila hanya diam
yang kau tanam...
sia-sia jutaan hujan
sebatang rindu dihatiku
dan
sebatang rindu di hatimu
tetap akan tumbuh layu
jangan biarkan
waktu kian resah..!
mari segera siram
semua rasa
agar cinta siap panen

Kota Juang, 18 Februari 2012 karya mukhlis abi fildza
(inspirasi dr seorang teman)

Selasa, 14 Februari 2012

KISAH BULAN BERJILBAB UNGU


senja yang hiruk pikuk
tidak ada yang peduli
bahwa dibalik senyum mu
ada harapan,
agar bulan sabit segera
beranjak
dan
purnama segera datang
tebarkan kegembiraan
untuk malam ini dan seterusnya
bersama seorang pria
dalam ikatan halal
begitulah....
kisah bulan berjilbab ungu
pada sebuah petang....

Kota Juang, 14 Februari 2012 karya mukhlis abi fildza
(inspirasi dari seorang teman di Bireuen, saya yakin akan datang purnama yang sempurna untuk mu...bersabar!)

Minggu, 12 Februari 2012

SAJAK BADUT (POLITIK)


berminggu-minggu sudah
mulut kalian berbuih
semua bicara; obral kata
tentang kesejahteraan
tentang kemakmuran
tentang marwah endatu
tentang damai yang harus
terus berlanjut...!
tentang apa pun yang bisa
kalian jadikan jargon
bahwa rakyat harus terus
menuai harap...!
pada kalian
tidak ada yang tahu?
atau kah semua tutup mata
di Simpang Empat
di emperan sebuah swalayan
di setiap cafe
berpuluh dhuafa membawa
tas sumbangan dan
selembar surat miskin...?
tidak adakah yang tahu
atau kalian tidak mau tahu?

di kampungku, juga di kampung kalian
puluhan anak masih belum
jelas mau apa nanti selepas petang
selain mengharap orangtua-nya
yang miskin membawa pulang
makanan
mereka tidak berharap banyak
selain hidup tenang....
dapat bersekolah besok pagi
adalah kegembiraan,
walau tanpa alas kaki...

di kampungku, juga di kampung kalian
ratusan pemuda hanya nongkrong
di sebuah pos jaga, sebelum mereka
mereka para belia yang
tak punya koneksi, tak punya saudara
para pejabat seperti kalian..
masih berharap dapat kerja
dengan keadilan....

disana, di sebuah dusun di kaki bukit
para petani masih berharap
harga jual hasil tani mereka
tidak di bohongi tengkulak..
adakah kalian peduli...?

berhari-hari lamanya, mereka berharap
kalian penuhi harapan yang
sederhana saja...
dapat hidup tenang dan makan
tiga kali sehari, dapat bersekolah
murah dan anak dapat mengaji
di balai depan rumah

kalian seperti badut..!
saat seperti ini, berbuih-buih mulut
janji sejuta janji
berharap kami memberi sebuah pilihan
pada saat pencoblosan...!!
kami tidak akan pilih kalian...
karena kalian adalah para badut
baju badut seakan terekam
kalian adalah tak lebih para
penghibur di sebuah taman
ibarat di Ancol....
begitulah... kalian badut..!

maaf, kami rakyat lelah sudah
badut tetaplah badut...
kami sudah punya pilihan;
tidak akan memilih badut

Kota Juang, 11 Februari 2012 karya mukhlis abi fildza
(mohon maaf kepada yg merasa tersinggung, tentu tidak semua kalian badut...., bagi yang merasa jangan koment, agar tidak ketahuan dengan kami, bahwa kalianlah; BADUT.....peace!)