Andai bintang-bintang di langit
tidak dapat lagi menemani
biarlah ku nikmati kesunyian ini...
Andai puisi indah di hati
tidak dapat lagi mewakili
biarlah ku nikmati kehampaan ini...
Dalamnya sepi jadi ukuran
tentang sebuah keputusan
bahwa kita sendiri yang memilih:
untuk memulai masing-masing
dalam kesendirian...
pada hujan gerimis menjelang pagi
mari kita ucapkan salam....
Semoga kerinduan akan segera berakhir
dan marilah sambut harapan yang lain...
kota juang, 13 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
Selasa, 13 Desember 2011
Senin, 12 Desember 2011
PUTUS 2
Ketika ku bersandar di kaki langit
Bayanganmu lewat berlalu
Saat sepi seperti ini
Aku hanya diam gagu
Tak tau lagi...??
pada siapa lagi rindu ini harus ku tuju
sedangkan
sejarah kita telah putus tadi sore
manjelang azan magrib...
kota juang, 11 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
(dari sebuah cerita imajiner --khayalan)
Bayanganmu lewat berlalu
Saat sepi seperti ini
Aku hanya diam gagu
Tak tau lagi...??
pada siapa lagi rindu ini harus ku tuju
sedangkan
sejarah kita telah putus tadi sore
manjelang azan magrib...
kota juang, 11 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
(dari sebuah cerita imajiner --khayalan)
Minggu, 11 Desember 2011
5 POIN PENTING PRAKTIK KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
Menjadi pemimpin bukanlah sebuah ego pribadi, karena menjadi pemimpin artinya kita harus bersama dengan orang lain untuk maju.
Seorang pemimpin yang tidak memperhatikan orang yang dia pimpin tidak akan mempunyai siapapun untuk dipimpin. Jika Anda gagal untuk menghargai orang lain, maka mereka akan gagal untuk menghargai Anda. Sayangnya, tidak banyak orang yang terlatih untuk mengontrol orang lain.
Kisah sukses para pemimpin dunia selalu dipenuhi juga dengan kisah keberhasilan mereka untuk memikat orang-orang yang menjadi pengikutnya. Begitulah hakikat pemimpin, berhasil mendorong orang lain yang dia pimpin untuk mencapai visi bersama.
Untuk mengetahui bagaimana menjadi pemimpin yang berhasil, berbagai penelitian dan kajian telah dilakukan untuk dapat mengintisarikan keberhasilan pemimpin tersebut dalam mendorong orang-orang yang mereka pimpin. Dalam buku yang berjudul ‘Leadership Challenge’, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner menuliskan betapa berat tugas seorang pemimpin.
‘The Leadership Challenge is about how leaders mobilize others to want to get extraordinary things done in an organization. Its about the practice leaders use to transform values into actions, visions into realities, obstacles into innovation, separateness into solidarity, and risks into rewards. It’s about leadership that creates the climate in which people turn challenging opportunities into remarkable successes.’
Untuk membentuk iklim yang mendukung seluruh anggota organisasi memperoleh kesuksesan adalah tugas seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang ingin disebut pemimpin harus mempunyai pondasi kepemimpinan yang kuat. Pondasi itulah yang membangun kepercayaan orang-orang yang dia pimpin. Pondasi –pondasi tersebut adalah sikap jujur, berorientasi ke depan, kompeten, dan membangun semangat. Keempat pondasi tersebut harus menancap kuat dalam diri seorang pemimpin. Beruntunglah karena kesemuanya bisa dipelajari dan dilatih. Selain pondasi tersebut, Kouzes dan Posner juga telah membuat ramuan best practice untuk menjadi pemimpin dalam 5 poin penting praktik kepemimpinan yang bisa kita coba.
Mencontohkan karyanya
Seorang pemimpin yang just talk no do akan menjadi cibiran orang-orang yang dia pimpin. Bagaimana mungkin kepercayaan bawahan akan tumbuh jika atasannya tidak pernah menunjukkan performa yang bisa mereka contoh. Itu hanya akan menjadi boomerang bagi pemimpin, meminta orang lain melakukan lebih, padahal dia sendiri tidak mempunyai karya yang bisa ditampilkan.
Untuk itu, seorang pemimpin harus mampu menilai dirinya sendiri, dia berada di titik mana dan bagaimana perbandingannya dengan bawahan. Bukan berarti seorang pemimpin harus menguasai segalanya, tetapi pemimpin harus bisa mendeklarasikan diri sebagai orang yang mempunyai nilai. Dengan begitu, bawahan pun akan merasa yakin terhadap atasannya. Selain itu, pemimpin juga harus mengekspresikan dirinya kepada bawahan. Bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk memupuk kepercayaan bawahan.
Menantang proses
Melalui sebuah tantangan dengan melibatkan banyak orang tentu saja membutuhkan keahlian khusus. Contohnya, untuk melalui badai yang kencang nahkoda kapal harus mengkoordinasikan seluruh awaknya, pada saat itu para awak mungkin saja dalam keadaan yang sangat bervariatif, ada yang kehausan, ada yang kelaparan, ada yang masih bersemangat, namun kesemuanya harus mempunyai satu tujuan, menyelamatkan kapal dari badai. Di saat-saat seperti ini seorang pemimpin harus mengambil inisiatif, membuat tantangan menjadi berarti, berinovasi dan menciptakan ide-ide segar untuk membuat seluruh awak kapal optimis.
Pemimpin yang tidak mempunyai insiatif apapun tidak akan pernah mendapat kepercayaan bawahan. Mereka akan berpikir bahwa pemimpin tidak tanggap terhadap keadaan dan tidak mampu menghadapinya. Menantang proses adalah langkah yang harus diambil untuk menunjukkan bahwa Andalah pemimpinnya.
Menginspirasikan visi bersama
Visi organisasi diibaratkan sebagai tujuan akhir dari sebuah perjalanan. Visi yang menginspirasi dapat diibaratkan sebagai sebuah tempat tujuan yang menarik bagi seluruh rombongan perjalanan. Visi tidak akan tercapai jika ada terlalu banyak perbedaan tempat tujuan, ini yang harus dihindari oleh seorang pemimpin. Untuk memutuskan tempat tujuan, seorang pemimpin harus melihat berbagai probabilitas dan melibatkan orang-orang yang akan diajak untuk mencapai visi tersebut. Visi organisasi yang tidak merangkum visi para bawahannya hanya akan menjadi sebuah tulisan di atas kertas.
Memungkinkan orang lain bertindak
Untuk menempuh tujuan yang telah ditetapkan bersama, seorang pemimpin harus membagi step-step pencapaian untuk masing-masing bawahan sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Anda bukan seorang pemimpin jika melakukan segalanya sendiri, sehebat apapun Anda, menghargai bawahan dengan mengapresiasi kemampuannya adalah cara terbaik untuk memikat mereka. Oleh karena itu, beri kesempatan untuk mereka menunjukkan kemampuan. Ajak mereka memecahkan tantangan-tantangan bersama, bangun kesolidan mereka dengan menghadapi tantangan bersama. Pemimpin yang terlalu kaku dalam memperlakukan bawahan, membatasi gerak tanpa memberi kesempatan untuk bertindak akan segera ditinggalkan, tekanannya terlalu berat, padahal setiap orang butuh diakui eksistensinya.
Seluruh bawahan adalah amunisi yang seharusnya diberdayakan oleh pimpinan untuk menembak sasaran, sesuai dengan strategi yang telah dibuat bersama. Jangan menyia-nyiakan kekuatan yang kita miliki hanya karena kita tidak melihat kekuatan mereka untuk mendukung kesuksesan organisasi.
Menyemangati jiwa
Dalam perjalanan mencapai tujuan, tantangan dan proses yang dilalui tidak selalu bisa mempertahankan semangat orang-orang yang kita pimpin, pun terkadang kita sendiri sebagai pemimpin menemui kejenuhan. Pemimpin terbaik selalu melihat sinyal ini dan melakukan berbagai cara untuk mengobarkan optimisme di dada para bawahan.
Semangat pegawai bisa menurun karena banyak faktor, kondisi kerja yang tidak nyaman, sistem kerja yang tidak jelas, tidak adanya pengakuan atas prestasi, pemimpin yang acuh tak acuh, kesemuanya bisa mengurangi semangat bahkan sampai titik yang sangat kritis, bawahan memilih keluar. Masih beruntung jika yang memilih keluar adalah pegawai yang tidak mempunyai performa bagus. organisasi akan menderita kerugian yang sangat besar jika ternyata yang memutuskan untuk keluar adalah pegawai yang menjadi aset organisasi, mempunyai kompetensi tinggi serta etos kerja terjaga namun akhirnya menyerah karena tidak ada motivasi.
Untuk menghindari keadaan seperti ini seorang pemimpin harus segera mengambil sikap.
Pertama, membuat standar yang jelas. Standar kerja yang jelas akan menjadi acuan bagi bawahan untuk mengatur strategi terbaik yang bisa mereka lakukan. Hal ini akan meningkatkan daya juang mereka untuk mencapai target sesuai stndar. Reward dan punishment akan menjadi faktor yang cukup berpengaruh. Karena seperti halnya manusia biasa, setiap bawahan kita selalu menyukai reward dan menghindari punishment. Hal tersebut akan menjaga mereka untuk menepati standar yang telah ditentukan, untuk itu, standarnya harus jelas.
Kedua, mengharapkan yang terbaik dari bawahan. Dengan memperlihatkan harapan kita kepada para bawahan, itu akan membuat para bawahan merasa dihargai dan diperlukan. Orang yang merasa dihargai dan diperlukan akan melakukan apapun yang diminta oleh yang mengharapkan, apalagi jika kita juga memberi harapan atas hasil kerja mereka, gaji yang lebih baik, fasilitas yang lebih banyak, atau kenaikan pangkat jika memungkinkan.
Ketiga, seorang pemimpin harus memberikan perhatian kepada bawahannya. Perhatian ini bisa berkaitan dengan pekerjaan ataupun kehidupan pribadi bawahan. Namun, tentu saja untuk hal pribadi harus masih dalam batas kewajaran. Perhatian akan menumbuhkan semangat bagi bawahan untuk memberikan yang terbaik, tidak bisa tidak karena seorang bawahan hakikatnya mengharapkan pimpinan percaya terhadap kemampuannya dan mengharapkan hasil terbaik atas pekerjaannya.
Keempat, seorang pemimpin harus mempersonalisasi pengakuan. Pada berbagai organisasi besar, pengakuan terhadap pegawai terbaik dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pemilihan pegawai teladan. Transjakarta Busway melakukannya setiap bulan, foto-foto pegawai terbaik dipajang di seluruh shelter. Bagi pegawai Transjakarta, hal tersebut merupakan pengalaman tak terlupakan yang akan selalu membekas dan memotivasi. Tentu ada banyak cara untuk mempersonalisasi pengakuan, tidak harus seperti Transjakarta. Yang jelas, dengan mempersonalisasi pengakuan, pegawai menjadi terpicu untuk menduduki posisi terbaik di organisasi. Persaingan yang sehat tentu juga harus dibangun agar tidak terjadi perpecahan hanya karena sikap iri yang antar pegawai.
Akhirnya, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner pun menyimpulkan dalam pengantar buku mereka ini mengenai konteks ‘The Leadership Challenge’.
‘What we have discovered and rediscovered, is that the leadership is not the private reserve of a few charismatic men and women. It is a process ordinary people use when they are bringing forth the best from themselves and others. What we’ve discovered is that people make extraordinary things happen by liberating the leader within everyone.’
Pemimpin dimanapun, pada era apapun adalah orang biasa. Namun mereka adalah orang biasa yang mampu menggali yang terbaik dari dirinya dan orang-orang di sekitarnya untuk memperoleh extraordinary thing that they are wanted. Lima best practice untuk pemimpin di atas adalah sarana kita untuk terus belajar menjadi pemimpin yang terbaik dimanapun kita berada yang diintasarikan dari pengalaman pemimpin-pemimpin dari berbagai tempat dan era. (Reference : Kouzes , James M dan Posner, Barry Z. The Leadership Challenge, third edition. Jossey-Bass : 2002)
sumber: Kompasiana
Seorang pemimpin yang tidak memperhatikan orang yang dia pimpin tidak akan mempunyai siapapun untuk dipimpin. Jika Anda gagal untuk menghargai orang lain, maka mereka akan gagal untuk menghargai Anda. Sayangnya, tidak banyak orang yang terlatih untuk mengontrol orang lain.
Kisah sukses para pemimpin dunia selalu dipenuhi juga dengan kisah keberhasilan mereka untuk memikat orang-orang yang menjadi pengikutnya. Begitulah hakikat pemimpin, berhasil mendorong orang lain yang dia pimpin untuk mencapai visi bersama.
Untuk mengetahui bagaimana menjadi pemimpin yang berhasil, berbagai penelitian dan kajian telah dilakukan untuk dapat mengintisarikan keberhasilan pemimpin tersebut dalam mendorong orang-orang yang mereka pimpin. Dalam buku yang berjudul ‘Leadership Challenge’, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner menuliskan betapa berat tugas seorang pemimpin.
‘The Leadership Challenge is about how leaders mobilize others to want to get extraordinary things done in an organization. Its about the practice leaders use to transform values into actions, visions into realities, obstacles into innovation, separateness into solidarity, and risks into rewards. It’s about leadership that creates the climate in which people turn challenging opportunities into remarkable successes.’
Untuk membentuk iklim yang mendukung seluruh anggota organisasi memperoleh kesuksesan adalah tugas seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang ingin disebut pemimpin harus mempunyai pondasi kepemimpinan yang kuat. Pondasi itulah yang membangun kepercayaan orang-orang yang dia pimpin. Pondasi –pondasi tersebut adalah sikap jujur, berorientasi ke depan, kompeten, dan membangun semangat. Keempat pondasi tersebut harus menancap kuat dalam diri seorang pemimpin. Beruntunglah karena kesemuanya bisa dipelajari dan dilatih. Selain pondasi tersebut, Kouzes dan Posner juga telah membuat ramuan best practice untuk menjadi pemimpin dalam 5 poin penting praktik kepemimpinan yang bisa kita coba.
Mencontohkan karyanya
Seorang pemimpin yang just talk no do akan menjadi cibiran orang-orang yang dia pimpin. Bagaimana mungkin kepercayaan bawahan akan tumbuh jika atasannya tidak pernah menunjukkan performa yang bisa mereka contoh. Itu hanya akan menjadi boomerang bagi pemimpin, meminta orang lain melakukan lebih, padahal dia sendiri tidak mempunyai karya yang bisa ditampilkan.
Untuk itu, seorang pemimpin harus mampu menilai dirinya sendiri, dia berada di titik mana dan bagaimana perbandingannya dengan bawahan. Bukan berarti seorang pemimpin harus menguasai segalanya, tetapi pemimpin harus bisa mendeklarasikan diri sebagai orang yang mempunyai nilai. Dengan begitu, bawahan pun akan merasa yakin terhadap atasannya. Selain itu, pemimpin juga harus mengekspresikan dirinya kepada bawahan. Bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk memupuk kepercayaan bawahan.
Menantang proses
Melalui sebuah tantangan dengan melibatkan banyak orang tentu saja membutuhkan keahlian khusus. Contohnya, untuk melalui badai yang kencang nahkoda kapal harus mengkoordinasikan seluruh awaknya, pada saat itu para awak mungkin saja dalam keadaan yang sangat bervariatif, ada yang kehausan, ada yang kelaparan, ada yang masih bersemangat, namun kesemuanya harus mempunyai satu tujuan, menyelamatkan kapal dari badai. Di saat-saat seperti ini seorang pemimpin harus mengambil inisiatif, membuat tantangan menjadi berarti, berinovasi dan menciptakan ide-ide segar untuk membuat seluruh awak kapal optimis.
Pemimpin yang tidak mempunyai insiatif apapun tidak akan pernah mendapat kepercayaan bawahan. Mereka akan berpikir bahwa pemimpin tidak tanggap terhadap keadaan dan tidak mampu menghadapinya. Menantang proses adalah langkah yang harus diambil untuk menunjukkan bahwa Andalah pemimpinnya.
Menginspirasikan visi bersama
Visi organisasi diibaratkan sebagai tujuan akhir dari sebuah perjalanan. Visi yang menginspirasi dapat diibaratkan sebagai sebuah tempat tujuan yang menarik bagi seluruh rombongan perjalanan. Visi tidak akan tercapai jika ada terlalu banyak perbedaan tempat tujuan, ini yang harus dihindari oleh seorang pemimpin. Untuk memutuskan tempat tujuan, seorang pemimpin harus melihat berbagai probabilitas dan melibatkan orang-orang yang akan diajak untuk mencapai visi tersebut. Visi organisasi yang tidak merangkum visi para bawahannya hanya akan menjadi sebuah tulisan di atas kertas.
Memungkinkan orang lain bertindak
Untuk menempuh tujuan yang telah ditetapkan bersama, seorang pemimpin harus membagi step-step pencapaian untuk masing-masing bawahan sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Anda bukan seorang pemimpin jika melakukan segalanya sendiri, sehebat apapun Anda, menghargai bawahan dengan mengapresiasi kemampuannya adalah cara terbaik untuk memikat mereka. Oleh karena itu, beri kesempatan untuk mereka menunjukkan kemampuan. Ajak mereka memecahkan tantangan-tantangan bersama, bangun kesolidan mereka dengan menghadapi tantangan bersama. Pemimpin yang terlalu kaku dalam memperlakukan bawahan, membatasi gerak tanpa memberi kesempatan untuk bertindak akan segera ditinggalkan, tekanannya terlalu berat, padahal setiap orang butuh diakui eksistensinya.
Seluruh bawahan adalah amunisi yang seharusnya diberdayakan oleh pimpinan untuk menembak sasaran, sesuai dengan strategi yang telah dibuat bersama. Jangan menyia-nyiakan kekuatan yang kita miliki hanya karena kita tidak melihat kekuatan mereka untuk mendukung kesuksesan organisasi.
Menyemangati jiwa
Dalam perjalanan mencapai tujuan, tantangan dan proses yang dilalui tidak selalu bisa mempertahankan semangat orang-orang yang kita pimpin, pun terkadang kita sendiri sebagai pemimpin menemui kejenuhan. Pemimpin terbaik selalu melihat sinyal ini dan melakukan berbagai cara untuk mengobarkan optimisme di dada para bawahan.
Semangat pegawai bisa menurun karena banyak faktor, kondisi kerja yang tidak nyaman, sistem kerja yang tidak jelas, tidak adanya pengakuan atas prestasi, pemimpin yang acuh tak acuh, kesemuanya bisa mengurangi semangat bahkan sampai titik yang sangat kritis, bawahan memilih keluar. Masih beruntung jika yang memilih keluar adalah pegawai yang tidak mempunyai performa bagus. organisasi akan menderita kerugian yang sangat besar jika ternyata yang memutuskan untuk keluar adalah pegawai yang menjadi aset organisasi, mempunyai kompetensi tinggi serta etos kerja terjaga namun akhirnya menyerah karena tidak ada motivasi.
Untuk menghindari keadaan seperti ini seorang pemimpin harus segera mengambil sikap.
Pertama, membuat standar yang jelas. Standar kerja yang jelas akan menjadi acuan bagi bawahan untuk mengatur strategi terbaik yang bisa mereka lakukan. Hal ini akan meningkatkan daya juang mereka untuk mencapai target sesuai stndar. Reward dan punishment akan menjadi faktor yang cukup berpengaruh. Karena seperti halnya manusia biasa, setiap bawahan kita selalu menyukai reward dan menghindari punishment. Hal tersebut akan menjaga mereka untuk menepati standar yang telah ditentukan, untuk itu, standarnya harus jelas.
Kedua, mengharapkan yang terbaik dari bawahan. Dengan memperlihatkan harapan kita kepada para bawahan, itu akan membuat para bawahan merasa dihargai dan diperlukan. Orang yang merasa dihargai dan diperlukan akan melakukan apapun yang diminta oleh yang mengharapkan, apalagi jika kita juga memberi harapan atas hasil kerja mereka, gaji yang lebih baik, fasilitas yang lebih banyak, atau kenaikan pangkat jika memungkinkan.
Ketiga, seorang pemimpin harus memberikan perhatian kepada bawahannya. Perhatian ini bisa berkaitan dengan pekerjaan ataupun kehidupan pribadi bawahan. Namun, tentu saja untuk hal pribadi harus masih dalam batas kewajaran. Perhatian akan menumbuhkan semangat bagi bawahan untuk memberikan yang terbaik, tidak bisa tidak karena seorang bawahan hakikatnya mengharapkan pimpinan percaya terhadap kemampuannya dan mengharapkan hasil terbaik atas pekerjaannya.
Keempat, seorang pemimpin harus mempersonalisasi pengakuan. Pada berbagai organisasi besar, pengakuan terhadap pegawai terbaik dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pemilihan pegawai teladan. Transjakarta Busway melakukannya setiap bulan, foto-foto pegawai terbaik dipajang di seluruh shelter. Bagi pegawai Transjakarta, hal tersebut merupakan pengalaman tak terlupakan yang akan selalu membekas dan memotivasi. Tentu ada banyak cara untuk mempersonalisasi pengakuan, tidak harus seperti Transjakarta. Yang jelas, dengan mempersonalisasi pengakuan, pegawai menjadi terpicu untuk menduduki posisi terbaik di organisasi. Persaingan yang sehat tentu juga harus dibangun agar tidak terjadi perpecahan hanya karena sikap iri yang antar pegawai.
Akhirnya, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner pun menyimpulkan dalam pengantar buku mereka ini mengenai konteks ‘The Leadership Challenge’.
‘What we have discovered and rediscovered, is that the leadership is not the private reserve of a few charismatic men and women. It is a process ordinary people use when they are bringing forth the best from themselves and others. What we’ve discovered is that people make extraordinary things happen by liberating the leader within everyone.’
Pemimpin dimanapun, pada era apapun adalah orang biasa. Namun mereka adalah orang biasa yang mampu menggali yang terbaik dari dirinya dan orang-orang di sekitarnya untuk memperoleh extraordinary thing that they are wanted. Lima best practice untuk pemimpin di atas adalah sarana kita untuk terus belajar menjadi pemimpin yang terbaik dimanapun kita berada yang diintasarikan dari pengalaman pemimpin-pemimpin dari berbagai tempat dan era. (Reference : Kouzes , James M dan Posner, Barry Z. The Leadership Challenge, third edition. Jossey-Bass : 2002)
sumber: Kompasiana
5 Leadership’s Best Practice
Menjadi pemimpin bukanlah sebuah ego pribadi, karena menjadi pemimpin artinya kita harus bersama dengan orang lain untuk maju.
Seorang pemimpin yang tidak memperhatikan orang yang dia pimpin tidak akan mempunyai siapapun untuk dipimpin. Jika Anda gagal untuk menghargai orang lain, maka mereka akan gagal untuk menghargai Anda. Sayangnya, tidak banyak orang yang terlatih untuk mengontrol orang lain.
Kisah sukses para pemimpin dunia selalu dipenuhi juga dengan kisah keberhasilan mereka untuk memikat orang-orang yang menjadi pengikutnya. Begitulah hakikat pemimpin, berhasil mendorong orang lain yang dia pimpin untuk mencapai visi bersama.
Untuk mengetahui bagaimana menjadi pemimpin yang berhasil, berbagai penelitian dan kajian telah dilakukan untuk dapat mengintisarikan keberhasilan pemimpin tersebut dalam mendorong orang-orang yang mereka pimpin. Dalam buku yang berjudul ‘Leadership Challenge’, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner menuliskan betapa berat tugas seorang pemimpin.
‘The Leadership Challenge is about how leaders mobilize others to want to get extraordinary things done in an organization. Its about the practice leaders use to transform values into actions, visions into realities, obstacles into innovation, separateness into solidarity, and risks into rewards. It’s about leadership that creates the climate in which people turn challenging opportunities into remarkable successes.’
Untuk membentuk iklim yang mendukung seluruh anggota organisasi memperoleh kesuksesan adalah tugas seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang ingin disebut pemimpin harus mempunyai pondasi kepemimpinan yang kuat. Pondasi itulah yang membangun kepercayaan orang-orang yang dia pimpin. Pondasi –pondasi tersebut adalah sikap jujur, berorientasi ke depan, kompeten, dan membangun semangat. Keempat pondasi tersebut harus menancap kuat dalam diri seorang pemimpin. Beruntunglah karena kesemuanya bisa dipelajari dan dilatih. Selain pondasi tersebut, Kouzes dan Posner juga telah membuat ramuan best practice untuk menjadi pemimpin dalam 5 poin penting praktik kepemimpinan yang bisa kita coba.
Mencontohkan karyanya
Seorang pemimpin yang just talk no do akan menjadi cibiran orang-orang yang dia pimpin. Bagaimana mungkin kepercayaan bawahan akan tumbuh jika atasannya tidak pernah menunjukkan performa yang bisa mereka contoh. Itu hanya akan menjadi boomerang bagi pemimpin, meminta orang lain melakukan lebih, padahal dia sendiri tidak mempunyai karya yang bisa ditampilkan.
Untuk itu, seorang pemimpin harus mampu menilai dirinya sendiri, dia berada di titik mana dan bagaimana perbandingannya dengan bawahan. Bukan berarti seorang pemimpin harus menguasai segalanya, tetapi pemimpin harus bisa mendeklarasikan diri sebagai orang yang mempunyai nilai. Dengan begitu, bawahan pun akan merasa yakin terhadap atasannya. Selain itu, pemimpin juga harus mengekspresikan dirinya kepada bawahan. Bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk memupuk kepercayaan bawahan.
Menantang proses
Melalui sebuah tantangan dengan melibatkan banyak orang tentu saja membutuhkan keahlian khusus. Contohnya, untuk melalui badai yang kencang nahkoda kapal harus mengkoordinasikan seluruh awaknya, pada saat itu para awak mungkin saja dalam keadaan yang sangat bervariatif, ada yang kehausan, ada yang kelaparan, ada yang masih bersemangat, namun kesemuanya harus mempunyai satu tujuan, menyelamatkan kapal dari badai. Di saat-saat seperti ini seorang pemimpin harus mengambil inisiatif, membuat tantangan menjadi berarti, berinovasi dan menciptakan ide-ide segar untuk membuat seluruh awak kapal optimis.
Pemimpin yang tidak mempunyai insiatif apapun tidak akan pernah mendapat kepercayaan bawahan. Mereka akan berpikir bahwa pemimpin tidak tanggap terhadap keadaan dan tidak mampu menghadapinya. Menantang proses adalah langkah yang harus diambil untuk menunjukkan bahwa Andalah pemimpinnya.
Menginspirasikan visi bersama
Visi organisasi diibaratkan sebagai tujuan akhir dari sebuah perjalanan. Visi yang menginspirasi dapat diibaratkan sebagai sebuah tempat tujuan yang menarik bagi seluruh rombongan perjalanan. Visi tidak akan tercapai jika ada terlalu banyak perbedaan tempat tujuan, ini yang harus dihindari oleh seorang pemimpin. Untuk memutuskan tempat tujuan, seorang pemimpin harus melihat berbagai probabilitas dan melibatkan orang-orang yang akan diajak untuk mencapai visi tersebut. Visi organisasi yang tidak merangkum visi para bawahannya hanya akan menjadi sebuah tulisan di atas kertas.
Memungkinkan orang lain bertindak
Untuk menempuh tujuan yang telah ditetapkan bersama, seorang pemimpin harus membagi step-step pencapaian untuk masing-masing bawahan sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Anda bukan seorang pemimpin jika melakukan segalanya sendiri, sehebat apapun Anda, menghargai bawahan dengan mengapresiasi kemampuannya adalah cara terbaik untuk memikat mereka. Oleh karena itu, beri kesempatan untuk mereka menunjukkan kemampuan. Ajak mereka memecahkan tantangan-tantangan bersama, bangun kesolidan mereka dengan menghadapi tantangan bersama. Pemimpin yang terlalu kaku dalam memperlakukan bawahan, membatasi gerak tanpa memberi kesempatan untuk bertindak akan segera ditinggalkan, tekanannya terlalu berat, padahal setiap orang butuh diakui eksistensinya.
Seluruh bawahan adalah amunisi yang seharusnya diberdayakan oleh pimpinan untuk menembak sasaran, sesuai dengan strategi yang telah dibuat bersama. Jangan menyia-nyiakan kekuatan yang kita miliki hanya karena kita tidak melihat kekuatan mereka untuk mendukung kesuksesan organisasi.
Menyemangati jiwa
Dalam perjalanan mencapai tujuan, tantangan dan proses yang dilalui tidak selalu bisa mempertahankan semangat orang-orang yang kita pimpin, pun terkadang kita sendiri sebagai pemimpin menemui kejenuhan. Pemimpin terbaik selalu melihat sinyal ini dan melakukan berbagai cara untuk mengobarkan optimisme di dada para bawahan.
Semangat pegawai bisa menurun karena banyak faktor, kondisi kerja yang tidak nyaman, sistem kerja yang tidak jelas, tidak adanya pengakuan atas prestasi, pemimpin yang acuh tak acuh, kesemuanya bisa mengurangi semangat bahkan sampai titik yang sangat kritis, bawahan memilih keluar. Masih beruntung jika yang memilih keluar adalah pegawai yang tidak mempunyai performa bagus. organisasi akan menderita kerugian yang sangat besar jika ternyata yang memutuskan untuk keluar adalah pegawai yang menjadi aset organisasi, mempunyai kompetensi tinggi serta etos kerja terjaga namun akhirnya menyerah karena tidak ada motivasi. Untuk menghindari keadaan seperti ini seorang pemimpin harus segera mengambil sikap. Pertama, membuat standar yang jelas. Standar kerja yang jelas akan menjadi acuan bagi bawahan untuk mengatur strategi terbaik yang bisa mereka lakukan. Hal ini akan meningkatkan daya juang mereka untuk mencapai target sesuai stndar. Reward dan punishment akan menjadi faktor yang cukup berpengaruh. Karena seperti halnya manusia biasa, setiap bawahan kita selalu menyukai reward dan menghindari punishment. Hal tersebut akan menjaga mereka untuk menepati standar yang telah ditentukan, untuk itu, standarnya harus jelas.
Kedua, mengharapkan yang terbaik dari bawahan. Dengan memperlihatkan harapan kita kepada para bawahan, itu akan membuat para bawahan merasa dihargai dan diperlukan. Orang yang merasa dihargai dan diperlukan akan melakukan apapun yang diminta oleh yang mengharapkan, apalagi jika kita juga memberi harapan atas hasil kerja mereka, gaji yang lebih baik, fasilitas yang lebih banyak, atau kenaikan pangkat jika memungkinkan.
Ketiga, seorang pemimpin harus memberikan perhatian kepada bawahannya. Perhatian ini bisa berkaitan dengan pekerjaan ataupun kehidupan pribadi bawahan. Namun, tentu saja untuk hal pribadi harus masih dalam batas kewajaran. Perhatian akan menumbuhkan semangat bagi bawahan untuk memberikan yang terbaik, tidak bisa tidak karena seorang bawahan hakikatnya mengharapkan pimpinan percaya terhadap kemampuannya dan mengharapkan hasil terbaik atas pekerjaannya.
Keempat dan terakhir, seorang pemimpin harus mempersonalisasi pengakuan. Pada berbagai organisasi besar, pengakuan terhadap pegawai terbaik dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pemilihan pegawai teladan. Transjakarta Busway melakukannya setiap bulan, foto-foto pegawai terbaik dipajang di seluruh shelter. Bagi pegawai Transjakarta, hal tersebut merupakan pengalaman tak terlupakan yang akan selalu membekas dan memotivasi. Tentu ada banyak cara untuk mempersonalisasi pengakuan, tidak harus seperti Transjakarta. Yang jelas, dengan mempersonalisasi pengakuan, pegawai menjadi terpicu untuk menduduki posisi terbaik di organisasi. Persaingan yang sehat tentu juga harus dibangun agar tidak terjadi perpecahan hanya karena sikap iri yang antar pegawai.
Akhirnya, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner pun menyimpulkan dalam pengantar buku mereka ini mengenai konteks ‘The Leadership Challenge’.
‘What we have discovered and rediscovered, is that the leadership is not the private reserve of a few charismatic men and women. It is a process ordinary people use when they are bringing forth the best from themselves and others. What we’ve discovered is that people make extraordinary things happen by liberating the leader within everyone.’
Pemimpin dimanapun, pada era apapun adalah orang biasa. Namun mereka adalah orang biasa yang mampu menggali yang terbaik dari dirinya dan orang-orang di sekitarnya untuk memperoleh extraordinary thing that they are wanted. Lima best practice untuk pemimpin di atas adalah sarana kita untuk terus belajar menjadi pemimpin yang terbaik dimanapun kita berada yang diintasarikan dari pengalaman pemimpin-pemimpin dari berbagai tempat dan era. (Reference : Kouzes , James M dan Posner, Barry Z. The Leadership Challenge, third edition. Jossey-Bass : 2002)
sumber: Kompasiana
Seorang pemimpin yang tidak memperhatikan orang yang dia pimpin tidak akan mempunyai siapapun untuk dipimpin. Jika Anda gagal untuk menghargai orang lain, maka mereka akan gagal untuk menghargai Anda. Sayangnya, tidak banyak orang yang terlatih untuk mengontrol orang lain.
Kisah sukses para pemimpin dunia selalu dipenuhi juga dengan kisah keberhasilan mereka untuk memikat orang-orang yang menjadi pengikutnya. Begitulah hakikat pemimpin, berhasil mendorong orang lain yang dia pimpin untuk mencapai visi bersama.
Untuk mengetahui bagaimana menjadi pemimpin yang berhasil, berbagai penelitian dan kajian telah dilakukan untuk dapat mengintisarikan keberhasilan pemimpin tersebut dalam mendorong orang-orang yang mereka pimpin. Dalam buku yang berjudul ‘Leadership Challenge’, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner menuliskan betapa berat tugas seorang pemimpin.
‘The Leadership Challenge is about how leaders mobilize others to want to get extraordinary things done in an organization. Its about the practice leaders use to transform values into actions, visions into realities, obstacles into innovation, separateness into solidarity, and risks into rewards. It’s about leadership that creates the climate in which people turn challenging opportunities into remarkable successes.’
Untuk membentuk iklim yang mendukung seluruh anggota organisasi memperoleh kesuksesan adalah tugas seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang ingin disebut pemimpin harus mempunyai pondasi kepemimpinan yang kuat. Pondasi itulah yang membangun kepercayaan orang-orang yang dia pimpin. Pondasi –pondasi tersebut adalah sikap jujur, berorientasi ke depan, kompeten, dan membangun semangat. Keempat pondasi tersebut harus menancap kuat dalam diri seorang pemimpin. Beruntunglah karena kesemuanya bisa dipelajari dan dilatih. Selain pondasi tersebut, Kouzes dan Posner juga telah membuat ramuan best practice untuk menjadi pemimpin dalam 5 poin penting praktik kepemimpinan yang bisa kita coba.
Mencontohkan karyanya
Seorang pemimpin yang just talk no do akan menjadi cibiran orang-orang yang dia pimpin. Bagaimana mungkin kepercayaan bawahan akan tumbuh jika atasannya tidak pernah menunjukkan performa yang bisa mereka contoh. Itu hanya akan menjadi boomerang bagi pemimpin, meminta orang lain melakukan lebih, padahal dia sendiri tidak mempunyai karya yang bisa ditampilkan.
Untuk itu, seorang pemimpin harus mampu menilai dirinya sendiri, dia berada di titik mana dan bagaimana perbandingannya dengan bawahan. Bukan berarti seorang pemimpin harus menguasai segalanya, tetapi pemimpin harus bisa mendeklarasikan diri sebagai orang yang mempunyai nilai. Dengan begitu, bawahan pun akan merasa yakin terhadap atasannya. Selain itu, pemimpin juga harus mengekspresikan dirinya kepada bawahan. Bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk memupuk kepercayaan bawahan.
Menantang proses
Melalui sebuah tantangan dengan melibatkan banyak orang tentu saja membutuhkan keahlian khusus. Contohnya, untuk melalui badai yang kencang nahkoda kapal harus mengkoordinasikan seluruh awaknya, pada saat itu para awak mungkin saja dalam keadaan yang sangat bervariatif, ada yang kehausan, ada yang kelaparan, ada yang masih bersemangat, namun kesemuanya harus mempunyai satu tujuan, menyelamatkan kapal dari badai. Di saat-saat seperti ini seorang pemimpin harus mengambil inisiatif, membuat tantangan menjadi berarti, berinovasi dan menciptakan ide-ide segar untuk membuat seluruh awak kapal optimis.
Pemimpin yang tidak mempunyai insiatif apapun tidak akan pernah mendapat kepercayaan bawahan. Mereka akan berpikir bahwa pemimpin tidak tanggap terhadap keadaan dan tidak mampu menghadapinya. Menantang proses adalah langkah yang harus diambil untuk menunjukkan bahwa Andalah pemimpinnya.
Menginspirasikan visi bersama
Visi organisasi diibaratkan sebagai tujuan akhir dari sebuah perjalanan. Visi yang menginspirasi dapat diibaratkan sebagai sebuah tempat tujuan yang menarik bagi seluruh rombongan perjalanan. Visi tidak akan tercapai jika ada terlalu banyak perbedaan tempat tujuan, ini yang harus dihindari oleh seorang pemimpin. Untuk memutuskan tempat tujuan, seorang pemimpin harus melihat berbagai probabilitas dan melibatkan orang-orang yang akan diajak untuk mencapai visi tersebut. Visi organisasi yang tidak merangkum visi para bawahannya hanya akan menjadi sebuah tulisan di atas kertas.
Memungkinkan orang lain bertindak
Untuk menempuh tujuan yang telah ditetapkan bersama, seorang pemimpin harus membagi step-step pencapaian untuk masing-masing bawahan sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Anda bukan seorang pemimpin jika melakukan segalanya sendiri, sehebat apapun Anda, menghargai bawahan dengan mengapresiasi kemampuannya adalah cara terbaik untuk memikat mereka. Oleh karena itu, beri kesempatan untuk mereka menunjukkan kemampuan. Ajak mereka memecahkan tantangan-tantangan bersama, bangun kesolidan mereka dengan menghadapi tantangan bersama. Pemimpin yang terlalu kaku dalam memperlakukan bawahan, membatasi gerak tanpa memberi kesempatan untuk bertindak akan segera ditinggalkan, tekanannya terlalu berat, padahal setiap orang butuh diakui eksistensinya.
Seluruh bawahan adalah amunisi yang seharusnya diberdayakan oleh pimpinan untuk menembak sasaran, sesuai dengan strategi yang telah dibuat bersama. Jangan menyia-nyiakan kekuatan yang kita miliki hanya karena kita tidak melihat kekuatan mereka untuk mendukung kesuksesan organisasi.
Menyemangati jiwa
Dalam perjalanan mencapai tujuan, tantangan dan proses yang dilalui tidak selalu bisa mempertahankan semangat orang-orang yang kita pimpin, pun terkadang kita sendiri sebagai pemimpin menemui kejenuhan. Pemimpin terbaik selalu melihat sinyal ini dan melakukan berbagai cara untuk mengobarkan optimisme di dada para bawahan.
Semangat pegawai bisa menurun karena banyak faktor, kondisi kerja yang tidak nyaman, sistem kerja yang tidak jelas, tidak adanya pengakuan atas prestasi, pemimpin yang acuh tak acuh, kesemuanya bisa mengurangi semangat bahkan sampai titik yang sangat kritis, bawahan memilih keluar. Masih beruntung jika yang memilih keluar adalah pegawai yang tidak mempunyai performa bagus. organisasi akan menderita kerugian yang sangat besar jika ternyata yang memutuskan untuk keluar adalah pegawai yang menjadi aset organisasi, mempunyai kompetensi tinggi serta etos kerja terjaga namun akhirnya menyerah karena tidak ada motivasi. Untuk menghindari keadaan seperti ini seorang pemimpin harus segera mengambil sikap. Pertama, membuat standar yang jelas. Standar kerja yang jelas akan menjadi acuan bagi bawahan untuk mengatur strategi terbaik yang bisa mereka lakukan. Hal ini akan meningkatkan daya juang mereka untuk mencapai target sesuai stndar. Reward dan punishment akan menjadi faktor yang cukup berpengaruh. Karena seperti halnya manusia biasa, setiap bawahan kita selalu menyukai reward dan menghindari punishment. Hal tersebut akan menjaga mereka untuk menepati standar yang telah ditentukan, untuk itu, standarnya harus jelas.
Kedua, mengharapkan yang terbaik dari bawahan. Dengan memperlihatkan harapan kita kepada para bawahan, itu akan membuat para bawahan merasa dihargai dan diperlukan. Orang yang merasa dihargai dan diperlukan akan melakukan apapun yang diminta oleh yang mengharapkan, apalagi jika kita juga memberi harapan atas hasil kerja mereka, gaji yang lebih baik, fasilitas yang lebih banyak, atau kenaikan pangkat jika memungkinkan.
Ketiga, seorang pemimpin harus memberikan perhatian kepada bawahannya. Perhatian ini bisa berkaitan dengan pekerjaan ataupun kehidupan pribadi bawahan. Namun, tentu saja untuk hal pribadi harus masih dalam batas kewajaran. Perhatian akan menumbuhkan semangat bagi bawahan untuk memberikan yang terbaik, tidak bisa tidak karena seorang bawahan hakikatnya mengharapkan pimpinan percaya terhadap kemampuannya dan mengharapkan hasil terbaik atas pekerjaannya.
Keempat dan terakhir, seorang pemimpin harus mempersonalisasi pengakuan. Pada berbagai organisasi besar, pengakuan terhadap pegawai terbaik dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pemilihan pegawai teladan. Transjakarta Busway melakukannya setiap bulan, foto-foto pegawai terbaik dipajang di seluruh shelter. Bagi pegawai Transjakarta, hal tersebut merupakan pengalaman tak terlupakan yang akan selalu membekas dan memotivasi. Tentu ada banyak cara untuk mempersonalisasi pengakuan, tidak harus seperti Transjakarta. Yang jelas, dengan mempersonalisasi pengakuan, pegawai menjadi terpicu untuk menduduki posisi terbaik di organisasi. Persaingan yang sehat tentu juga harus dibangun agar tidak terjadi perpecahan hanya karena sikap iri yang antar pegawai.
Akhirnya, James M. Kouzes dan Barry Z. Posner pun menyimpulkan dalam pengantar buku mereka ini mengenai konteks ‘The Leadership Challenge’.
‘What we have discovered and rediscovered, is that the leadership is not the private reserve of a few charismatic men and women. It is a process ordinary people use when they are bringing forth the best from themselves and others. What we’ve discovered is that people make extraordinary things happen by liberating the leader within everyone.’
Pemimpin dimanapun, pada era apapun adalah orang biasa. Namun mereka adalah orang biasa yang mampu menggali yang terbaik dari dirinya dan orang-orang di sekitarnya untuk memperoleh extraordinary thing that they are wanted. Lima best practice untuk pemimpin di atas adalah sarana kita untuk terus belajar menjadi pemimpin yang terbaik dimanapun kita berada yang diintasarikan dari pengalaman pemimpin-pemimpin dari berbagai tempat dan era. (Reference : Kouzes , James M dan Posner, Barry Z. The Leadership Challenge, third edition. Jossey-Bass : 2002)
sumber: Kompasiana
Jumat, 02 Desember 2011
5 HAL YANG MEMBUAT RAMBUT CEPAT BERUBAN..!
Uban memang merupakan salah satu gejala penuaan. Namun saat ini, anak SMA pun sudah banyak yang beruban. Bahkan, si uban tersebut dengan pedenya sudah menjulur-julur keluar dari antara rambut hitamnya. Bila tak lebih dari 10 lembar sih, Anda mungkin akan langsung mencabutnya. Tetapi bila uban Anda sudah mulai menyemak meski usia Anda baru awal 30-an, tentu Anda hanya bisa pasrah.
Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa kita sekarang lebih cepat beruban. Ada faktor-faktor yang tak dapat dicegah, namun ada pula yang masih bisa diatasi. Anda mungkin tahu beberapa di antaranya:
Usia.
Faktor "U" memang tidak bisa ditolak; maka jangan menunjukkan sikap denial bila Anda mengalaminya. Siklus pertumbuhan rambut terjadi setiap 3-6 tahun, kata Paradi Mirmirani, MD, seorang ahli dermatologi di Vallejo, CA. Ketika rambut Anda tumbuh dalam setiap siklus, cenderung semakin ada yang salah dengan pigmennya. Sebagian orang bisa saja melalui tujuh atau delapan siklus sebelum mereka mengamati ada uban yang muncul. Menurut Mirmirani, pasiennya kebanyakan sudah mulai beruban di usia 30-an, namun ada juga yang sudah beruban di usia 8 atau 9 tahun! Nah, keuntungannya, meskipun uban merupakan salah satu tanda penuaan, Anda masih bisa menutupinya dengan mengecat rambut.
Genetik.
Fenomena tubuh Anda sebagian Anda dapatkan dari orangtua, termasuk dalam hal warna rambut. Jika salah satu dari orangtua Anda cepat beruban, maka Anda pun cenderung mengalami hal yang sama. Faktor genetik memang memegang peran penting mengenai kapan Anda akan kehilangan pigmen. “Kalau kedua orangtua Anda mendapatkan uban secara prematur, maka Anda pun bisa lebih cepat beruban daripada teman-teman (seusia) Anda," papar Carolyn Jacob, MD, ahli bedah kosmetik dan dermatologis di Chicago. Dan, orang yang rambutnya hitam legam cenderung lebih cepat beruban daripada yang warna rambutnya kecoklatan atau pirang.
Merokok.
Beberapa studi observasi dalam skala kecil menemukan hubungan antara merokok dan tumbuhnya uban, demikian menurut Mirmirani. Penyebabnya kemungkinan adalah radikal bebas yang diproduksi ketika seseorang merokok. Seperti kita tahu, asap rokok juga bisa menyebabkan tumbuhnya keriput dan gigi yang menguning. "Begitu banyak pengaruh membahayakan dari merokok, saya yakin uban juga salah satu di antaranya," katanya.
Stres.
Stres yang dialami dari hari ke hari mungkin tidak mempengaruhi warna rambut Anda, tetapi rasa gelisah atau tegang yang sangat kuat bisa menyebabkannya. Belum ada penjelasan dari ilmu pasti mengenai hal ini, namun Mirmirani mengatakan bahwa peristiwa besar yang stressful bisa memberikan pengaruh fisiologis. Hal ini kemudian bisa saja menimbulkan perubahan dalam pigmentasi dan siklus rambut.
Kondisi medis.
Kasusnya mungkin terbilang jarang, namun kondisi metabolik tertentu, kekurangan beberapa zat nutrisi, dan kelainan genetik juga bisa menyebabkan rambut beruban. Selain itu juga ada beberapa pengobatan kemoterapi untuk pasien kanker yang dapat mempengaruhi mekanisme pembuatan pigmen. Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir. Setelah pengobatan usai, rambut Anda akan kembali ke warna aslinya.
Sumber: Prevention
Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa kita sekarang lebih cepat beruban. Ada faktor-faktor yang tak dapat dicegah, namun ada pula yang masih bisa diatasi. Anda mungkin tahu beberapa di antaranya:
Usia.
Faktor "U" memang tidak bisa ditolak; maka jangan menunjukkan sikap denial bila Anda mengalaminya. Siklus pertumbuhan rambut terjadi setiap 3-6 tahun, kata Paradi Mirmirani, MD, seorang ahli dermatologi di Vallejo, CA. Ketika rambut Anda tumbuh dalam setiap siklus, cenderung semakin ada yang salah dengan pigmennya. Sebagian orang bisa saja melalui tujuh atau delapan siklus sebelum mereka mengamati ada uban yang muncul. Menurut Mirmirani, pasiennya kebanyakan sudah mulai beruban di usia 30-an, namun ada juga yang sudah beruban di usia 8 atau 9 tahun! Nah, keuntungannya, meskipun uban merupakan salah satu tanda penuaan, Anda masih bisa menutupinya dengan mengecat rambut.
Genetik.
Fenomena tubuh Anda sebagian Anda dapatkan dari orangtua, termasuk dalam hal warna rambut. Jika salah satu dari orangtua Anda cepat beruban, maka Anda pun cenderung mengalami hal yang sama. Faktor genetik memang memegang peran penting mengenai kapan Anda akan kehilangan pigmen. “Kalau kedua orangtua Anda mendapatkan uban secara prematur, maka Anda pun bisa lebih cepat beruban daripada teman-teman (seusia) Anda," papar Carolyn Jacob, MD, ahli bedah kosmetik dan dermatologis di Chicago. Dan, orang yang rambutnya hitam legam cenderung lebih cepat beruban daripada yang warna rambutnya kecoklatan atau pirang.
Merokok.
Beberapa studi observasi dalam skala kecil menemukan hubungan antara merokok dan tumbuhnya uban, demikian menurut Mirmirani. Penyebabnya kemungkinan adalah radikal bebas yang diproduksi ketika seseorang merokok. Seperti kita tahu, asap rokok juga bisa menyebabkan tumbuhnya keriput dan gigi yang menguning. "Begitu banyak pengaruh membahayakan dari merokok, saya yakin uban juga salah satu di antaranya," katanya.
Stres.
Stres yang dialami dari hari ke hari mungkin tidak mempengaruhi warna rambut Anda, tetapi rasa gelisah atau tegang yang sangat kuat bisa menyebabkannya. Belum ada penjelasan dari ilmu pasti mengenai hal ini, namun Mirmirani mengatakan bahwa peristiwa besar yang stressful bisa memberikan pengaruh fisiologis. Hal ini kemudian bisa saja menimbulkan perubahan dalam pigmentasi dan siklus rambut.
Kondisi medis.
Kasusnya mungkin terbilang jarang, namun kondisi metabolik tertentu, kekurangan beberapa zat nutrisi, dan kelainan genetik juga bisa menyebabkan rambut beruban. Selain itu juga ada beberapa pengobatan kemoterapi untuk pasien kanker yang dapat mempengaruhi mekanisme pembuatan pigmen. Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir. Setelah pengobatan usai, rambut Anda akan kembali ke warna aslinya.
Sumber: Prevention
7 TANDA AWAL SERANGAN STRES
Stres tak selalu ditandai dengan wajah yang muram, kosong, menangis terus-menerus, cepat marah, atau frustrasi. Benar, gejala tersebut memang dialami oleh beberapa orang yang sedang stres. Namun sebelum mencapai tahap tersebut ada gejala yang menjadi pertanda awal dari serangan stres.
1.Sulit tidur.
Berhati-hatilah jika Anda merasa sulit tidur tanpa alasan yang tepat. Banyak orang yang kesulitan tidur di malam hari karena mereka terus-menerus memikirkan berbagai hal yang mungkin tidak berjalan sempurna, dan terus menyesalinya. Tak jarang juga mereka terbangun di tengah malam, dan sulit untuk kembali tertidur.
2.Nyeri dan sakit.
Penelitian membuktikan bahwa satu pikiran stres dapat menyebabkan perubahan pada semua proses yang terjadi dalam tubuh manusia. Rasa sakit dan nyeri yang dialami sebenarnya merupakan reaksi dari tubuh terhadap rasa lelah yang dihadapi. Jika sudah merasakan hal ini, sebaiknya Anda berhati-hati agar tidak stres dan jatuh sakit.
3.Tak bersemangat.
Semangat merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas. Stres tak hanya mempengaruhi proses dalam tubuh manusia, tapi juga pada sistem regenerasi sel tubuh. Sel yang terhambat regenerasinya, akan membutuhkan lebih banyak energi untuk meregenerasi sel baru. Akibatnya, energi untuk beraktivitas fisik pun menjadi lebih sedikit.
4.Tidak fokus.
Stres sangat mempengaruhi pikiran Anda, termasuk dalam berfokus pada sesuatu hal. Pernahkah Anda merasa memikirkan banyak hal sekaligus dalam satu waktu? Misalnya, Anda sedang memikirkan sebuah pekerjaan baru, dan 2 menit kemudian Anda sudah memikirkan hal lain lagi sebelum menyelesaikan perkerjaan pertama. Perilaku ini tidak hanya akan membuat Anda stres karena pekerjaan Anda belum selesai, tetapi juga akan memecahkan konsentrasi banyak pekerjaan yang menumpuk. Jika tak diatasi, bisa menyebabkan tingkat stres yang tinggi.
5.Berpikir tidak jernih.
Pernahkan Anda kebingungan untuk mengungkapkan suatu hal dalam kata-kata atau menuliskan laporan? Atau sering bingung untuk memulai suatu pekerjaan? Hal ini merupakan suatu pertanda bahwa Anda terserang stres. Kadar adrenalin dan kortisol dalam aliran sistem otak Anda berada pada tingkat yang berlebihan, atau disebut inhibisi kortisol, yang berarti kita tidak bisa mengakses bagian otak yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan berpikir kreatif.
6.Kehilangan selera humor.
Ketika Anda berada dalam gejala stres, Anda menjadi terlalu memikirkan segala sesuatunya dengan serius. Ingatlah saat-saat Anda bisa menertawakan semua kesalahan yang Anda lakukan, dan ketika Anda bisa tersenyum dengan spontan karena berbagai hal yang menggembirakan. Ketika sedang stres, sudut pandang kita mulai menyempit dan kita mulai melihat segala sesuatunya dari sisi serius.
7.Berpikir negatif.
Bisakah Anda melihat berbagai kebaikan dalam diri orang lain? Jika Anda lebih sering menilai seseorang dari sisi negatifnya, maka berhati-hatilah. Banyak orang tak menyadari bahwa kecenderungan ini sebenarnya merupakan gejala awal stres. Ketika stres, pikiran kita menjadi tidak jernih dan cenderung berpikir tentang segala sesuatu yang buruk tentang orang lain.
Ada baiknya, kenali tanda-tanda ini agar Anda segera menyadari bahwa Anda sedang mengalami stres. Jika sudah terlanjur mengalami stres, tariklah nafas dalam-dalam, dan rehat sejenak dari aktivitas yang Anda lakukan sekarang. Setelah pikiran kembali jernih, kembalilah ke aktivitas Anda sebelumnya.
sumber : Kompas
1.Sulit tidur.
Berhati-hatilah jika Anda merasa sulit tidur tanpa alasan yang tepat. Banyak orang yang kesulitan tidur di malam hari karena mereka terus-menerus memikirkan berbagai hal yang mungkin tidak berjalan sempurna, dan terus menyesalinya. Tak jarang juga mereka terbangun di tengah malam, dan sulit untuk kembali tertidur.
2.Nyeri dan sakit.
Penelitian membuktikan bahwa satu pikiran stres dapat menyebabkan perubahan pada semua proses yang terjadi dalam tubuh manusia. Rasa sakit dan nyeri yang dialami sebenarnya merupakan reaksi dari tubuh terhadap rasa lelah yang dihadapi. Jika sudah merasakan hal ini, sebaiknya Anda berhati-hati agar tidak stres dan jatuh sakit.
3.Tak bersemangat.
Semangat merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas. Stres tak hanya mempengaruhi proses dalam tubuh manusia, tapi juga pada sistem regenerasi sel tubuh. Sel yang terhambat regenerasinya, akan membutuhkan lebih banyak energi untuk meregenerasi sel baru. Akibatnya, energi untuk beraktivitas fisik pun menjadi lebih sedikit.
4.Tidak fokus.
Stres sangat mempengaruhi pikiran Anda, termasuk dalam berfokus pada sesuatu hal. Pernahkah Anda merasa memikirkan banyak hal sekaligus dalam satu waktu? Misalnya, Anda sedang memikirkan sebuah pekerjaan baru, dan 2 menit kemudian Anda sudah memikirkan hal lain lagi sebelum menyelesaikan perkerjaan pertama. Perilaku ini tidak hanya akan membuat Anda stres karena pekerjaan Anda belum selesai, tetapi juga akan memecahkan konsentrasi banyak pekerjaan yang menumpuk. Jika tak diatasi, bisa menyebabkan tingkat stres yang tinggi.
5.Berpikir tidak jernih.
Pernahkan Anda kebingungan untuk mengungkapkan suatu hal dalam kata-kata atau menuliskan laporan? Atau sering bingung untuk memulai suatu pekerjaan? Hal ini merupakan suatu pertanda bahwa Anda terserang stres. Kadar adrenalin dan kortisol dalam aliran sistem otak Anda berada pada tingkat yang berlebihan, atau disebut inhibisi kortisol, yang berarti kita tidak bisa mengakses bagian otak yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan berpikir kreatif.
6.Kehilangan selera humor.
Ketika Anda berada dalam gejala stres, Anda menjadi terlalu memikirkan segala sesuatunya dengan serius. Ingatlah saat-saat Anda bisa menertawakan semua kesalahan yang Anda lakukan, dan ketika Anda bisa tersenyum dengan spontan karena berbagai hal yang menggembirakan. Ketika sedang stres, sudut pandang kita mulai menyempit dan kita mulai melihat segala sesuatunya dari sisi serius.
7.Berpikir negatif.
Bisakah Anda melihat berbagai kebaikan dalam diri orang lain? Jika Anda lebih sering menilai seseorang dari sisi negatifnya, maka berhati-hatilah. Banyak orang tak menyadari bahwa kecenderungan ini sebenarnya merupakan gejala awal stres. Ketika stres, pikiran kita menjadi tidak jernih dan cenderung berpikir tentang segala sesuatu yang buruk tentang orang lain.
Ada baiknya, kenali tanda-tanda ini agar Anda segera menyadari bahwa Anda sedang mengalami stres. Jika sudah terlanjur mengalami stres, tariklah nafas dalam-dalam, dan rehat sejenak dari aktivitas yang Anda lakukan sekarang. Setelah pikiran kembali jernih, kembalilah ke aktivitas Anda sebelumnya.
sumber : Kompas
Kamis, 01 Desember 2011
SETIA 3
Hatimu laksana telaga bening
air mengalir menyuburkan rasa
tiada henti...
dan dari lubuk-lubuknya dalam
disanalah bersemayam cinta
untuk dua jiwa yang tenang
aku akan terus setia
menyelam di dasarnya
kota juang, 1 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
air mengalir menyuburkan rasa
tiada henti...
dan dari lubuk-lubuknya dalam
disanalah bersemayam cinta
untuk dua jiwa yang tenang
aku akan terus setia
menyelam di dasarnya
kota juang, 1 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
SETIA 2
Adalah kamu
sebuah kuas cantik
menari-nari di atas kanvas putih
semoga menjadi sebuah lukisan
yang indah dan sedap dipandang
setiap tarikan nafas pelukis
ada sebuah goresan
dan kamu adalah
satu-satunya lukisan yang aku punya
selamanya....
kota juang, 1 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
sebuah kuas cantik
menari-nari di atas kanvas putih
semoga menjadi sebuah lukisan
yang indah dan sedap dipandang
setiap tarikan nafas pelukis
ada sebuah goresan
dan kamu adalah
satu-satunya lukisan yang aku punya
selamanya....
kota juang, 1 Desember 2011 karya mukhlis abi fildza
Langganan:
Postingan (Atom)