Sabtu, 07 Februari 2009

PEMILU 2009, KLAIM DEMOKRAT & KRITIK MEGAWATI

Dalam sepuluh hari terakhir, suasana politik negara kita sedang memanas atau setidak-tidaknya bisa dikatakan ''menghangat''. Hal itu disebabkan oleh kritikan Megawati kepada Pemerintahan SBY pada acara Silaturrahmi Nasional PDIP di Jawa Tengah. Untuk kesekian kalinya, Bu Mega menyentil SBY. Kali ini beliau mengatakan Pemerintahan sekarang seperti main ''yoyo''. Tahun lalu di Palembang, beliau juga menyentil dengan menyebutkan Pemerintahan sekarang seperti Tarian ''Poco-poco''.
Tidak pernah bosannya Megawati mengkritik SBY.... Dan kritikan beliau dirasakan sungguh berbeda daripada kritikan yang disampaikan oleh Tokoh Nasional yang lain kepada SBY. Hal ini disebabkan beberapa hal, antara lain, bahwa Megawati selalu mengkritik secara tidak sehat alias menjelek-jelekkan tanpa solusi. Selain itu, sudah menjadi rahasia umum, Megawati tidak bertegur sapa dengan Presiden SBY sejak SBY keluar dari Kabinet Gotong Royong tahun 2003..., berlanjut setelah Pemilu 2004. Konon lagi, Megawati kalah telah pada Putaran Kedua Pemilu Presiden bulan September 2004.
Lengkap sudah ''dendam'' politiknya.....

Menjelang Pemilu 2009, suasana perseteruan kembali ''memanas''. Megawati sudah jelas dan sudah diproklamirkan oleh PDIP adalah Bakal Calon Presiden. SBY....??? Walaupun belum sekalipun mengeluarkan pernyataan resmi, namun dapat dipastikan akan maju kembali untuk menuntaskan pekerjaannya yang belum selesai. Hanya saja, Pihak Partai Demokrat belum mendeklarasikan, masih menunggu Hasil Pemilu legislatif April 2009.

Kembali ke perseteruan kedua Pemimpin bangsa tersebut di atas, rasanya kita sebagai rakyat kecil sangat bosan dengan jargon politik yang tidak jelas untungnya bagi iklim perpolitikan di tanah air. Pernyataan-pernyataan mereka malah membingungkan, terutama pernyataan Megawati yang sangat tidak berbobot (untuk orang sekelas mantan Presiden).
Begitu juga dengan reaksi dari SBY, rasanya agak ''berlebihan''. Seharusnya sebagai seorang Presiden yang masih menjabat dan mempunyai legitimasi yang tinggi (konon lagi beliau sangat berwibawa) tidak selayaknya membalas kritikan Megawati...
Dari sudut pandang kami, yang tidak terlalu paham trik-trik politik, Presiden SBY sangat ''gamang'' menghadapi Pemilu 2009.
Buktinya Partai Demokrat sangat gencar mengiklankan keberhasilan Pemerintahan SBY-JK dengan mengedepankan angka-angka stasistik. Partai Demokrat hampir menguasai media secara maksimal.....
Hari-hari kita masyarakat Indonesia dihiasi oleh pernyataan keberhasilan Pemerintah.
Memang, tidak kita pungkiri..... terlepas dari banyaknya kegagalan, kita juga mengakui sebagian keberhasilan Pemerintahan sekarang, dibandingkan apa yang sudah diperbuat oleh Megawati dan Gusdur pada periode sebelumnya. Namun, kita juga akan bosan, bila terus-terusan harus menikmati iklan politik, konon lagi hanya dari ''orang yang berkuasa'' dan ''oposisi'' saja.....

Memang benar,bahwa iklan politik adalah salah satu alat dalam pemasaran politik. Sebagai alat pemasaran politik, iklan politik jelas bertujuan mendongkrak jumlah suara pada saat pemilihan.

Karenanya makin dekat kita ke pemilihan makin sering kita terekspos oleh iklan politik melalui media cetak maupun media elektronik. Dalam banyak hal cara kerja iklan politik acap disamakan dengan iklan komersial. Demi meraih suara, iklan politik diharapkan mampu berfungsi seperti halnya iklan commercial goods dalam mendapatkan pangsa pasar.

Dalam periklanan commercial goods, klaim keberhasilan memang merupakan hal yang lazim kalau bukan suatu keharusan.Seperti telah menjadi konvensi di antara para pemasang iklan commercial goods,cerita sukses (success story) adalah hal biasa untuk meraih pangsa pasar.

Memang hak setiap Partai Politik untuk melakukan kampanye dengan model commercial goods, namun tentu kita juga akan bosan, bila yang muncul hanya itu-itu saja. Begitu juga dengan Calon Presiden, kita akan cepat bosan bila yang tersaji hanyalah SBY - Mega.... seolah-olah tidak lain SDM kita yang pantas menjadi RI-1 selain mereka.

Padahal banyak Tokoh lain yang sudah menyatakan siap maju. Ada Bang Yos, HB X, Marwah Daud, Yusril dll. Sudah seharusnya mereka juga harus ikut menyemarakkan dunia periklanan sekalian membantu biro-biro iklan.

Mari kita soroti sedikit lebih dalam tentang Incumbent. Artinya bukan hanya Demokrat saja...., ada Golkar sebagai Partai Besar. Semua tahu bahwa kedua partai ini bukan hanya incumbent, melainkan duo-incumbent. Tokoh kedua partai ini, SBY dan JK, adalah duet presiden dan wakil presiden yang bekerja sama atau setidaknya bekerja bersama dalam melaksanakan tugas dan program pemerintahannya.

Sukses atau gagalnya sebuah program adalah tanggung jawab bersama. Karena memang begitulah seharusnya cara kerja presiden dan wakil presiden menjalankan pemerintahan. Walhasil,klaim keberhasilan yang diangkat PD dalam iklannya mendapat reaksi dari mitranya,yakni PG.

Wakil Ketua Umum PG Agung Laksono, seperti dikutip dalam banyak media, mengatakan bahwa kampanye penurunan harga BBM sebagai prestasi Presiden SBY terlalu dibesarbesarkan. Kubu PD sendiri merasa berhak melakukan klaim keberhasilan itu dengan alasan untuk meluruskan fakta dan data dengan cara yang benar.

Paling tidak hal ini sempat diungkapkan oleh fungsionaris Partai Demokrat Andi Mallarangeng. Kalau ini yang menjadi argumen,kenapa tidak meliputi juga tema-tema perdamaian di Aceh,peningkatan mutu pertanian, peningkatan pendidikan, perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang menjadi klaim keberhasilan PG dalam iklan politiknya?

Apakah memang telah ada kesepakatan di antara dua partai untuk berbagi klaim keberhasilan? PD berfokus pada keberhasilan menurunkan BBM, pemberantasan korupsi, menaikkan anggaran pendidikan dan seterusnya; sedangkan PG memusatkan perhatian pada perdamaian di Aceh, peningkatan mutu pertanian,dan seterusnya.

Berlepas Tangan?

Iklan politik jelas berbeda dari iklan komersial. Boleh dikatakan iklan politik adalah beyond of advertisement. Iklan politik lebih dari sekadar menjual produk politik.Iklan politik memiliki fungsi komunikasi politik. Lebih-lebih dalam kerangka pemilu yang bertujuan menghasilkan pemimpin politik.

Sebagai bagian dari komunikasi politik, sejatinya iklan politik adalah pembicaraan politik yang dilakukan oleh elite politik (parpol/caleg/capres) kepada khalayak politik (konstituen). Dalam komunikasi politik, sekurang-kurangnya dikenal tiga jenis pembicaraan politik.

Pertama pembicaraan kekuasaan (power talk) yang sifatnya mengancam dan atau berjanji.Kedua, pembicaraan kewenangan (authority talks) yang bersifat memberi perintah dan atau larangan. Ketiga, pembicaraan pengaruh (influence talks) yang bersifat memberi nasihat, dorongan, permintaan dan atau peringatan.

Dari perspektif ini, jelas bahwa iklan politik juga hendaknya memuat pembicaraan politik.Kalau tidak berisi power talk, silakan pilih authority talks atau influence talks atau kombinasi di antara ketiganya. Dengan menghadirkan salah satu atau kombinasi pembicaraan politik ini, konstituen akan menjadi paham mengenai keinginan para elite.

Pada gilirannya nanti konstituen mampu menentukan sikap politik setelah terpapar oleh iklan-iklan politik. Ironisnya iklan-iklan para incumbent terkesan emohmenjadikan iklan politik mereka sebagai bagian dari komunikasi politik tersebut.Rupanya mereka juga tahu bahwa dengan menjadikan iklan politik sebagai pembicaraan politik, kelak rakyat akan menagih janji, menggugat larangan, dan atau meminta bukti kelak jika mereka terpilih kembali.

Harus diakui, beriklan dengan pendekatan pembicaraan politik memang berat; menuntut komitmen yang kuat. Karenanya,yang aman adalah sebatas mengungkap keberhasilan belaka, sebab tak memuat unsur kontrak politik dengan konstituen.

Kelak jika menang,apalagi kalah, elite bisa berlepas tangan terhadap apa yang diiklankannya. Karena iklan politik dengan pesan klaim keberhasilan bukan ancaman atau janji, perintah atau larangan, bahkan juga bukan imbauan atau anjuran, melainkan sekadar pemberitahuan.

Optimalisasi Pilihan

Politik di era reformasi ini bak batang hari yang tak pernah kering. Seperti air sungai yang tak dapat dicegah mengalir ke muara, kiasan ini kiranya berlaku pula bagi para elite yang berlaga dalam pemilu menuju kursi legislatif atau eksekutif.

Dalam situasi seperti itu iklan politik semakin deras menjelang pemilihan, walaupun dihujat sekalipun. Selaku konstituen,membanjirnya iklan politik justru seharusnya menjadi peluang bagi kita untuk mengoptimalisasi pilihan.

Semakin banyak iklan politik yang menampilkan partai dan caleg/capres sesungguhnya memberi kita semakin banyak alternatif yang akan dipilih. Hal ini sejalan dengan salah satu karakter iklan itu sendiri, yaitu: bentuk komunikasi yang memberi kita banyak pilihan.

Selasa, 27 Januari 2009

PREDIKSI PEMILU

Sudah lama saya tidak menulis tentang Pemilu 2009. Padahal dengan makin dekatnya hari Pemungutan suara, 9 April 2009, seyogianya banyak hal yang perlu ditulis. Konon lagi, suasana Pemilu di Aceh terasa lebih 'panas' daripada di daerah lain....
Saya yakin, sebahagian besar dari masyarakat Aceh sepakat dengan dengan penggunaan kata 'panas' oleh saya.....

Tidak bisa dipungkiri, bahwa proses Pemilu di Aceh berbeda dengan di daerah lainnya di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya Partai lokal sebagai kontestan Pemilu. Kehadiran Partai lokal diprediksikan akan memanaskan persaingan, malah sebagian orang berani berspekulasi ; Partai lokal akan menguasai Parlemen di Aceh.
Partai lokal yang mana...? Tidak ada yang menjawab.

Menilik ke belakang, pada saat Pilkada yang lalu, jelas bahwa Kepala Daerah yang terpilih sebagian besar berasal dari Calon Independen (perseorangan), dalam hal ini adalah Calon yang mendapat 'dukungan' dari mantan Anggota Gerakan Aceh Merdeka.
Artinya, dari semua calon yang didukung oleh mantan Anggota Gerakan Aceh Merdeka, sebahagiannya berhasil menduduki kursi sebagai Kepala Pemerintahan di daerah masing-masing.

Saya bukan bermaksud 'menggiring' opini Anda bahwa Pemilu lokal kali ini akan dimenangkan oleh para mantan combatan, yaitu Caleg dari Partai Aceh.... Bukan itu yang saya maksudkan!
Tapi marilah kita analisa secara sederhana saja, siapa yang akan memenangkan kursi terbanyak di Parlemen.

Pilkada Gubernur,dilaksanakan dalam suasana eforia masyarakat Aceh. Hal itu dikarenakan adanya MoU Helsinki antara Pemerintah Indonesia dengan GAM. Orang Aceh mengekspresikan diri secara positif yaitu mendatangi TPS dengan satu harapan yaitu memilih Pemimpin baru, yang akan membawa harapan baru bagi mereka setelah sekian tahun suasana damai milik mereka terenggut 'perang'.
Dan harapan baru telah rakyat bebankan pada para mantan Anggota GAM, di beberapa Kabupaten/Kota termasuk juga pada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.
Namun seiiring berjalannya waktu, kita semua bisa menilai, apa yang sudah diperbuat oleh mereka para Pemimpin pilihan rakyat (bukan hanya daerah yang dimenangi oleh GAM).....?

Bukan bermaksud mendiskreditkan, namun kita semua bisa menilai kinerja Pemimpin baru tersebut.

Nah...apanya yang terkait dengan Pemilu 2009....? itu dia..! Sebahagian dari masyarakat Aceh saat ini terlanjur mengaitkan hasil Pilkada dengan hasil Pemilu 2009.
Jelas persepsi yang keliru. Kita masih ingat tahun 2004, ketika 'pesona' SBY telah meruntuhkan prediksi banyak pihak. Saat itu sebahagian besar masyarakat menjagokan Megawati akan kembali menjadi Presiden, karena diusung oleh PDIP yang notabene adalah partainya wong cilik.
Partai Demokrat sebagai partai utama pengusung SBY sebagai Calon Presiden bukanlah Partai pemenang Pemilu legislatif. Benar, bahwa Golkar yang memenangi Pemilu Legislatif juga berperan mendongkrak suara SBY-Kalla..... Namun, hampir semua pengamat luar negeri sepakat bahwa kharisma SBY-Kalla jua-lah yang membuat mereka jadi Pemimpin negeri ini.

Mari kita lanjutkan, dalam konteks Aceh. Dan jangan kita persempit hanya pada daerah yang dikuasai oleh konstituen mantan GAM. Mari kita lihat juga peta politik dataran tinggi Gayo, yaitu Aceh Tengah dan Bener Meriah, termasuk juga Aceh Tenggara serta Gayo Lues. Keempat kabupaten itu dipimpin oleh orang yang sangat Nasionalis (Indonesia).
Adakah 'jaminam' Partai pengusung mereka saat Pilkada dulu, akan memenangkan Pemilu Legislatif....? Tentu tidak....!
Banyak hal, yang menjadikan Pemilu itu berbeda dengan Pilkada. Salah satu-nya adalah saat Pemilu sangat banyak Partai dan Calon Anggota DPRK sehingga dapat diyakini bahwa tidak bakal ada Partai mayoritas di DPRK. Selain harus bersaing dengan Caleg dari Partai lain, para calon ini harus saling berjibaku antar sesama Caleg. Sehingga akan mengetatkan persaingan...
Selain itu faktor kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tatacara memilih, juga akan jadi bumerang bagi kelangsungan Pemilu. Apalagi seandainya pada kertas suara hanya cukup sekali contreng..... akan banyak suara tidak sah. Dan otomatis suara sah akan berkurang.
Dan banyak variabel lainnya yang bisa mementahkan asumsi bahwa Pemilu 2009 hanya-lah Pilkada ulang. Salah satu variabel adalah penilaian terhadap kinerja Kepala daerah yang terpilih pada Pilkada 2006 dan 2007. Kinerja pemimpin pilihan rakyat saat itu akan disoroti oleh masyarakat, terutama juga akan di jadikan bahan 'black campaign' oleh lawan politik.

Dan dalam tempo waktu 2,5 bulan sebelum hari H, banyak kesempatan untuk berfikir sebelum benar-benar menjatuhkan pilihan.
Sebagai masyarakat, marilah kita dukung penyelenggaraan Pemilu berjalan dengan sukses. Siapa pun yang jadi pemenangnya bukan masalah, sejauh masyarakat memilih dengan kebebasan dan tanpa paksaan dari siapapun.
Pemenang sesungguhnya adalah masyarakat Aceh.

Salam,
mukhlis aminullah
Ketua Forum Pemuda Peduli Demokrasi

Rabu, 21 Januari 2009

MODAL MEMASUKI DUNIA KERJA



Saya ingin berbagi pengalaman dengan Anda.
Saya menamatkan Perguruan Tinggi, Sarjana Ekonomi, pada umur 23 Tahun. Pada saat itu, tahun 1996, menjadi Sarjana merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya (dan keluarga) dengan asa besar bahwa saya akan menjadi ikon dan contoh teladan bagi adik-adik sehingga mereka termotivasi untuk menamatkan kuliah.
Sebagai anak pertama dalam keluarga, saya dituntut "harus sukses" agar bisa membimbing adik-adik saya yang berjumlah 4 (empat) orang.
Nah, dengan keharusan seperti itu, mendapatkan pekerjaan yang layak adalah cita-cita yang "harus" saya gapai. Dan saya adalah tipe pekerja keras, artinya saya bukanlah orang yang suka duduk manis menunggu tercapainya cita-cita. Pada tahun pertama semenjak tamat kuliah, saya tetap tinggal di Banda Aceh. Kegiatan saya selain bergelut di organisasi, adalah menjadi pedagang martabak di Darussalam. Tentu saja, saya selalu berusaha untuk mendapatkan pekerjaan formal......
Instansi demi instansi menerima amplop lamaran kerja saya. Dan beberapa diantaranya berkenan membalas surat lamaran, walaupun tetap dengan kesimpulan yang sama : TIDAK ADA LOWONGAN....!
Namun saya tidak patah semangat, lamaran demi lamaran terus saya layangkan, sampai suatu ketika saya ditantang oleh Saudara saya untuk merantau ke Jambi tahun 1998. Nah,.... berangkatlah saya ke Jambi, dengan harapan di Jambi nasib saya akan berubah.

Ketika itu saya tidak mempunyai skill apapun, selain sedikit ilmu ekonomi yang saya dapatkan di kampus dan cara bicara saya yang komunikatif. Lain tidak....!

Sama seperti di Aceh, pada awalnya saya kesulitan mendapatkan pekerjaan. Persaingan pada bursa tenaga kerja sungguh berat, apalagi saat itu Indonesia adalah salah satu negara yang paling parah terkena dampak krisis Moneter. Walaupun pada akhirnya sayakan menadapatkan pekerjaan, namun saya harus berjuang tiada henti. Dan saya harus memulai "petualangan" di Jambi dengan menjadi Karyawan Plywood selama beberapa bulan, sebelum akhirnya saya dapatkan pekerjaan yang lumayan.

Begitulah....kisah itu saya rekam dengan baik dalam memory saya dan saya jadikan pelajaran sekaligus pengalaman untuk saya pribadi....! Dengan suatu kesimpulan bahwa untuk mendapatkan pekerjaan haruslah dengan bekerja keras dan selalu memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.....

Dan ketika saya habis masa jabatan sebagai Anggota KPU Bireuen, beberapa waktu yang lalu, saya tidak terlalu "panik" untuk segera mendapatkan pekerjaan baru. Saya terus berusaha dengan kepercayaan diri yang tinggi, bahwa dengan skill yang saya miliki saat ini, saya pasti akan mendapatkan pekerjaan yang layak. Cepat atau lambat...., dan tentu saja dengan selalu berdo'a kepada Sang Maha Pencipta agar dimudahkan....

Untuk Anda; adik2 yang sedang bersaing (akan bersaing) dalam bursa Tenaga Kerja, dapat kiranya mengambil hikmah dari kisah saya di atas. Bahwa untuk menang dalam persaingan di dunia kerja dan menjadi orang yang diandalkan, Anda perlu menguasai 7 keterampilan penting, yaitu sebagai berikut :

1. Komunikasi

Menurut Ruth Prochnow, konselor karier di University of Denver Career Center, komunikasi lisan dan tertulis sangat penting di lingkungan kerja. Meski Anda telah memiliki keahlian dan kemampuan dalam suatu bidang, belum lengkap tanpa adanya kemampuan berkomunikasi yang baik.

Pasalnya, keterampilan komunikasi secara personal sangat dibutuhkan dalam memuluskan tugas, seperti mengungkapkan ide, negosiasi, presentasi, lobbying, maupun networking.

2. Teknologi

Di masa kini, penguasaan teknologi tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang bekerja di bidang tertentu, seperti IT. Untuk orang yang bekerja di bidang nonteknis pun keterampilan dalam hal teknologi sangat penting. Dunia kerja sekarang menuntut Anda bekerja secara efektif dan efisien. Dan teknologi menjadi alat yang memungkinkan Anda melakukan hal itu.

3. Kepemimpinan

Dengan memiliki keterampilan kepemimpinan Anda dapat menghadapi orang lain lebih efektif. Keterampilan tersebut meliputi keterampilan dalam menilai orang lain, berkomunikasi, memotivasi, dan menyesuaikan diri. Beberapa tahun terakhir ini banyak perusahaan yang mencari kepemimpinan pada setiap level organisasi.

4. Kerja Tim

Mereka yang bisa bekerja dalam tim lebih banyak dicari daripada mereka yang terbiasa bekerja sendiri. Anda yang bisa bekerja dalam tim dianggap dapat menjalin hubungan baik dengan rekan kerja, memenuhi deadline, dan bersedia membantu penyelesaian proyek.

5. Mandiri

Di sisi lain, karyawan sekarang juga dituntut untuk dapat bekerja secara mandiri. Keterampilan ini dibutuhkan ketika Anda dihadapkan pada situasi yang mengharuskan Anda mengandalkan kemampuan sendiri.

6. Adaptasi

Di masa yang tidak pasti seperti sekarang ini, Anda dituntut untuk gampang beradaptasi dengan lingkungan dan perubahan yang terjadi. Mereka yang mampu beradaptasi tak akan pernah merasa gagap menghadapi situasi mengejutkan dan dapat bekerja secara optimal.

7. Manajemen Waktu

Industri saat ini bekerja sangat cepat. Makanya, yang dibutuhkan adalah orang-orang yang dapat bergerak sama cepatnya. Untuk dapat bergerak seirama dengan perusahaan, Anda mesti memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik sehingga Anda bisa bekerja sesuai target yang dikehendaki.

Semoga uraian di atas menjadi inspirasi.

MITOS SEPUTAR TELUR

Telur....!
RASANYA tak ada orang Indonesia yang tak kenal bahan makanan yang kaya protein ini. Hampir semua orang pernah menyantapnya dalam aneka hidangan lezat, seperti nasi goreng, aneka kue, mi, dan sebagainya. Malah ada sebagian besar dari masyarakat kita menjadikan telur sabagai menu favorit di meja makan. Telur adalah makanan yang sederhana, tidak mahal dan juga tidak terlalu murah. Telur merupakan makanan rakyat. Sedemikian merakyatnya telur ini sampai ada begitu banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai telur. Sebagian ada yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tapi tidak sedikit yang salah kaprah. Simak penjelasan mengenai mitos tersebut dari Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.

TELUR OMEGA3 BIKIN CERDAS

Informasi "bikin cerdas" ini tidak sepenuhnya salah karena kandungan omega dalam telur Omega3 memang 15 kali lipat lebih tinggi dibanding telur biasa. Mengapa demikian? Tak lain karena untuk menghasilkan produk telur yang kaya akan kandungan asam lemak Omega3, pakan ayam petelurnya pun khusus. Asam lemak Omega3 memang sangat penting untuk kecerdasan. Itulah sebabnya, telur Omega3 sangat baik dikonsumsi anak balita. Namun, harus diingat, kecerdasan seorang anak tidak hanya dipengaruhi faktor nutrisi, tapi juga ditentukan oleh faktor genetik dan sejauh mana stimulasi yang diberikan lingkungannya. Ketiga faktor ini saling menguatkan satu sama lain.

Selain itu, telur jenis ini juga memiliki kandungan kolesterol yang rendah. Ini karena kandungan telur Omega3 antara lain lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kadar kolesterol. Perlu diketahui, kadar kolesterol yang tinggi berpotensi menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan inilah yang akan menyebabkan terjadinya serangan jantung maupun stroke. Hingga tidak berlebihan bila dikatakan telur Omega3 merupakan pilihan makanan yang sangat cocok untuk mencegah penyakit jantung. Kandungan Omega3-nya pun mampu memperkuat otot-otot jantung.

TELUR MENTAH/SETENGAH MATANG LEBIH BERKHASIAT

Tidak sedikit orang yang sedemikian percaya bahwa mengonsumsi telur mentah atau telur setengah matang bisa meningkatkan stamina mereka. Anggapan mereka, telur mentah lebih fresh sehingga amat baik untuk dikonsumsi.

Tentu saja anggapan ini hanya mitos. Pasalnya, telur mentah dan setengah matang merupakan telur yang belum siap dicerna tubuh. Lo, kenapa? Karena dalam kondisi mentah maupun setengah matang, ikatan proteinnya masih begitu kuat. Tubuh sulit memecahnya menjadi asam amino sehingga proses untuk mencernanya pun berlangsung amat lambat. Makanya telur mentah mampu membuat yang bersangkutan merasa kenyang lebih lama. Boleh jadi berawal dari sinilah muncul mitos bahwa mengonsumsi telur membuat seseorang merasa lebih kuat beraktivitas, termasuk berolahraga.

Kebiasaan menambahkan madu ternyata memang membantu proses pencernaan. Madu mampu membantu telur agar bisa dicerna lebih baik oleh tubuh. Namun, orangtua tetap harus memerhatikan masalah keamanan pangan. Apalagi saat ini banyak penyakit yang timbul akibat bahan makanan yang tidak dimasak hingga matang, dari tifus sampai flu burung. Ingat, bakteri yang mungkin ada dalam telur mentah bisa saja masuk ke tubuh dan menyebabkan si kecil jatuh sakit. Terlebih jika daya tahan tubuhnya sedang buruk.

PUTIH TELUR SEBAIKNYA DIBUANG

Ditinjau dari kandungan gizinya, kuning telur lebih baik daripada putih telur. Semua jenis protein, kolesterol, lemak, vitamin A yang terkandung di kuning telur tidak dimiliki oleh putih telur. Selain itu, dalam kondisi mentah, putih telur memang bisa menghambat proses penyerapan vitamin A. Namun, meski kandungan gizinya tidak sebaik bagian kuning, putih telur tetap layak dikonsumsi asalkan dimasak matang. Lagi pula putih telur bisa dijadikan olahan lezat lainnya seperti kue. Sayang bukan jika dibuang?

TELUR AYAM KAMPUNG LEBIH BAIK DARIPADA TELUR AYAM NEGERI

Telur ayam kampung memang lebih baik karena mengandung asam amino yang lebih baik dan sekaligus lebih tinggi dibanding ayam ras maupun ayam negeri. Inilah yang menyebabkan semua kandungan gizi pada ayam telur kampung bisa diserap tubuh dengan lebih baik. Meski begitu, dari segi kandungan gizi, seperti lemak, kolesterol, vitamin, dan lainnya, tidak ada perbedaan mencolok antara telur ayam kampung dan ayam ras maupun ayam negeri.

TELUR MERUPAKAN MAKANAN TERBAIK SETELAH SUSU

Semua makanan mengandung protein tinggi atau rendah dalam 100 gramnya tergantung kadar airnya. Artinya, mengonsumsi susu sebanyak 100 cc dibanding telur ayam 100 gram, tentu saja nilai gizinya lebih baik telur ayam. Ini karena susu lebih banyak mengandung kadar air daripada telur. Sebagai gambaran, susu mengandung protein sekitar 3%, sedangkan telur sekitar 12%. Padahal harga 100 cc susu relatif jauh lebih mahal ketimbang 100 gram telur. Apalagi jika dibandingkan dengan daging. Karena itu, telur meru-pakan sumber protein hewani yang terbaik sekaligus termurah.

JANGAN MAKAN TELUR SETIAP HARI

Cukup banyak orangtua yang tak membolehkan anaknya mengonsumsi telur setiap hari. Mereka khawatir gara-gara hobi makan telur, kadar kolesterol dalam darah anaknya meningkat secara drastis dan menimbulkan gangguan/penyakit serius. Pandangan ini tentu saja keliru, apalagi jika diterapkan pada anak-anak Indonesia. Pasalnya, pola makan mayoritas anak Indonesia masih kurang bagus karena jarang minum susu, sementara makan daging pun belum tentu seminggu sekali. Nah, kalau telur pun dijauhi, maka sangat mungkin kekurangan gizi bakal menjadi masalah serius bagi generasi penerus.

Ini tentu amat berbeda dengan kondisi anak sebaya di negara-negara maju yang dalam menu sehari-harinya sering tersaji steak atau olahan daging lainnya dan secara teratur minum susu. Tak heran jika ada yang membatasi konsumsi telur hanya 4 butir dalam seminggu. Yang penting diingat, masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan. Agar tumbuh kembangnya optimal, kecukupan asupan nutrisi yang baik tentu saja harus diperhatikan. Selain itu, kalau asupan gizinya kurang baik bukan tidak mungkin kecerdasannya tak berkembang semestinya.

Masalah kolesterol umumnya justru banyak muncul kala seseorang berumur 40 tahun ke atas dan bukan di usia anak. Ini bisa dimaklumi karena di usia tersebut biasanya hidupnya lebih makmur. Mereka inilah yang justru harus membatasi asupan makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi. Kalau tidak, mereka akan terancam oleh gangguan jantung dan sejenisnya yang amat jarang dialami oleh anak-anak. Kalaupun ada, biasanya bukan karena hobi makan telur, melainkan karena faktor genetik

TELUR HAMBAT KEPIKUNAN

Kepikunan terjadi karena sel-sel otak mengalami kelaparan glukosa ataupun oksigen. Glukosa ini didapat dari sumber karbohidrat seperti nasi atau roti dan bukan dari protein seperti telur. Dengan demikian tidak ada kaitannya antara konsumsi telur dan kepikunan. Itulah mengapa, dengan sarapan nasi atau roti, otak seseorang akan lebih siap untuk bekerja. Selain itu, kepikunan juga terjadi jika kekurangan asupan oksigen. Entah karena aliran pembuluh darahnya banyak yang tersumbat atau sebab lain. Aliran darah yang terhambat inilah yang membuat indvidu bersangkutan sulit mencerna informasi.

TELUR MERUPAKAN KONDISIONER YANG BAIK

Kondisioner memang ada kaitannya dengan protein dan zinc seperti yang banyak diiklankan oleh banyak produk sampo. Kurangnya asupan protein akan memunculkan gangguan dan aneka masalah rambut, dari rambut rontok, bercabang, kemerah-merahan, mudah patah, dan sebagainya. Tidak heran bila orang yang melakukan diet ketat dengan membatasi asupan lemak dan protein, rambutnya jadi gampang rontok. Karena itu, konsumsilah telur supaya rambut sehat dan kuat.

KARAKTER AMANAH

''Dan (orang-orang yang beriman itu adalah) orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.'' (QS Almukminun [23]: 8).
Sifat amanah yang sangat ditekankan dalam Islam begitu menguntungkan.

Tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang lain. Proses interaksi sosial yang kondusif dalam sebuah masyarakat hanya akan terwujud jika setiap individu memiliki komitmen yang baik terhadap kepercayaan, kejujuran, kesungguhan, keadilan, sportivitas, istikamah, serta tanggung jawab. Dan, semua itu lahir dari karakter amanah.

Rasulullah SAW adalah teladan paling sempurna dalam soal amanah. Beliau digelari al-amin, sosok yang tepercaya dan amanah. Sebelum dan sesudah pengutusan, orang-orang Quraisy biasa menitipkan barang-barangnya kepada Rasulullah. Saat beliau hijrah, Ali ibn Abi Thalib radhiallahu anhu yang saat disuruh mengembalikan barang-barang titipan tersebut kepada pemiliknya.

Kezaliman, dusta, manipulasi, permusuhan, dan berbagai pelanggaran moral yang terjadi di tengah masyarakat adalah ciri rendahnya komitmen amanah dan meruyaknya karakter khianat. Akibatnya, sendi-sendi agama, kehormatan, harta, ilmu, kekuasaan, penegakan hukum, dan lain sebagainya menjadi hancur. Rasulullah bersabda, ''Jika amanah diabaikan, maka tunggulah hari kiamat.'' (HR Bukhari).

Ibnu Al-Jauzi menyatakan, seperti yang dinukilkan dari sebagian ahli tafsir, bahwa terma amanah dalam Alquran meliputi tiga aspek perbuatan. Pertama, pelaksanaan kewajiban-kewajiban agama. Ini terdapat dalam firman Allah, ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.'' (QS Al-Anfal [8]: 27).

Ibadah berupa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah titipan amanah paling besar yang dibebankan kepada manusia. Allah berfirman, ''Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.'' (QS Adzdzariyat [51]: 56). Maka, jika manusia tidak mau beribadah kepada Allah, berarti ia telah berlaku khianat.

Kedua, penyampaian yang baik. Seperti dalam firman Allah, ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.'' (QS Annisa [4]: 58). Dan ketiga, penjagaan kepercayaan yang diberikan orang lain. Seperti dalam firman Allah, ''.... Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.'' (QS Al-Qashash [28]: 26). Semoga kita termasuk golongan yang mampu mengemban amanah.

ditulis Oleh Resa Gunarsa, termuat diharian Republika Des 2008.

KEMATIAN



Masing-masing ummat beragama punya cara pandang tersendiri dalam memaknai Kematian. Bagi seorang Muslim punya ajaran agama Islam yang komplit tentang Kematian. Bergitu juga dengan ajaran agama Kristen, Yahudi, Konghucu, Hindu, Budha dll. Mereka semua punya pemahaman yang berbeda tentang Kematian, sehingga kita bisa melihat mengapa Ummat Konghucu sesudah meninggal tidak langsung dikebumikan, bisa beberapa hari diberi pengawet (formalin) sebelum dibawa ke kuburan. Jenazah kaum Hindu juga mesti di 'bakar' dulu sebelum abu pembakaran di 'kebumikan'. Tentu ada sebabnya sehingga antara kaum yang satu dengan kaum yang lain berbeda cara pandang tentang kematian.

Alkisah, belasan tahun yang lalu, terjadi dialog Delegasi Mesir yang berkunjung ke RRC dengan PM Zhou Enlai tentang penyebab kematian Presiden Nasser. Dalam suatu audiensi dengan PM Zhou Enlai, petinggi Cina itu dengan penasaran menanyakan sebab kematian Nasser. Ketika dijawab bahwa penyebabnya tidak dapat dipisahkan dari kehendak Tuhan, Zhou buru-buru menyergah dengan menyatakan, ''Jangan membawa-bawa Tuhan. Saya jauh lebih tua dan sampai sekarang ini saya sehat-sehat. Apalagi sebagai Presiden dia kan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.''

Hasanil Haikal, Menteri Penerangan Mesir pada masa Nasser menulis kisah ini dalam suatu biografi pemimpin besar Mesir itu. Zhou sendiri, yang telah dipersiapkan oleh Ketua Mao Zedong sebagai penggantinya, meninggal hanya beberapa tahun setelah Nasser, yang kemudian memaksa Mao merehabilitir Deng Zioping.

Berbeda dengan paham komunisme, Islam memandang bahwa kematian tidaklah berarti akhir dari perjalanan manusia, tapi awal dari suatu kehidupan yang kekal di akhirat. Alquran mengingatkan kita tentang hari kebangkitan itu dalam ratusan ayat dan sekaligus menepis keraguan tentangnya.

Islam berpendapat manusia adalah mahluk yang terdiri dari jiwa dan raga, atau badan dan ruh. Badan manusia sendiri senyawa materi dan tunduk pada materi. Keberadaannya terbatas pada waktu dan tempat, terpengaruh oleh cuaca - dan sebagaimana ditetapkan Allah suatu hari tubuh atau badan inipun hancur dan binasa. Tetapi tidak demikian dengan jiwa atau ruh.

Karena itulah Islam menegaskan kematian tidaklah berarti kita berhenti maujud. Kematian berarti jiwa manusia - yang tidak dapat musnah - memutuskan ikatannya dengaan tubuh jasmani, dan sekalipun badan itu hancur dengan kematian tapi jiwa melanjutkan kehidupananya sendiri.

''Dan mereka berkata: Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru. Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Tuhannya''. Katakanlah : ''Malaikat maut yang untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu: kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan'' (As-Sajdah 10-11). Rasulullah SAW sendiri menyatakan, ''Kamu tidaklah mati, namun kamu hanya dipindahkan dari satu tempat tinggal ketempat tinggal yang lain''.

Berdasarkan ayat itu, Islam memberi jaminan bahwa setelah kita mati dan hidup kekal dalam alam barzah - kita akan memperoleh kebahagiaan dan kesenangan apabila dalam hidup di dunia ini kita melakukan amal saleh. Tapi sebaliknya seseorang yang dalam hidupnya melakukan perbuatan-perbuatan jahat akan memperoleh siksa dari Allah.

Jadi, meminjam kata Muhammad Husain Haekal, pengarang sejarah Nabi Muhammad SAW, barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan baik, dengan imannya semacam itu, dia tidak pernah merasa takut, termasuk dalam menghadapi kematian. Dan iman semacam inilah yang membuat Nabi dan para sahabatnya tidak pernah gentar dalam situasi apa pun.

Wallahu'alam

Minggu, 11 Januari 2009

BANGGA DIRI (SOMBONG)

Beberapa waktu yang lalu, ketika bersih-bersih rumah, tanpa sengaja saya menemukan Majalah TEMPO keluaran tahun 1979. Majalah tersebut masih utuh, hanya saja halaman per halamannya sudah agak kusam. Walaupun begitu, sangat menarik hati saya, untuk membuka ''kehidupan'' masa lalu tentang kejadian demi kejadian di Republik ini.
Menarik sangat, apa lagi saya mendapatkan satu berita yang bisa menambah wawasan dan iman saya.

Alkisah, pada saat Pemakaman Ratmi B29 (Pemain Film Humor paling terkenal masa itu), ada seorang rekannya yang kebetulan berprofesi sebagai Pelawak, sebutlah, S.
Pada sesi pemakaman, S ini bertugas sebagai juru foto. Mungkin namanya kurang iman, tiba-tiba ybs bicara "Masih muda kok meninggal......?".
Tentu saja kalimat itu ditujukan kepada Almarhumah Ratmi B29 yang saat itu sedang siap-siap mau dimasukkan ke dalam liang kubur. Ucapan yang sangat sembrono dan tidak punya basic agama yang kokoh.
Bagi orang yang mempunyai iman ke-islaman yang kuat, tentu tidak akan menggugat garis yang sudah ditentukan Allah SWT, bukan.....

Namun tidak begitu dengan S,yang begitu mudahnya mengucapkan kalimat tidak pantas tsb. Sangat sombong dan membanggakan diri dihadapan kekuatan Allah SWT.....

Dan Allah tidak suka dengan orang yang sombong. Beberapa menit kemudian Allah menunjukkan kebesaranNya, tiba-tiba S terjatuh dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia. Masih dalam suasana hiruk pikuk pemakaman Ratmi B29. Dan semua orang yang berhadir disana, sangat shock dengan kejadian itu. Namun apa mau dikata, selain terkejut dengan kejadian itu, sebagian orang jadi sangat takut dengan yang namanya "mati"....

Itulah, orang sombong hanya bisa menyombongkan diri dengan sesama manusia, tidak dengan Tuhan.

Bagi saya pribadi, yang membaca kisah tersebut, 29 tahun kemudian, sangat menjadi cambuk agar saya berhati-hati dalam bersikap. Baik terhadap Allah, maupun terhadap orang lain sesama manusia.
Mudah-mudahan saya diberi kekuatan untuk menjadi orang yang rendah hati.

Karna persoalan 'tinggi hati' atau 'bangga diri' atau sombong adalh sifat makhluk yang paling tidak disukai Allah.
Berikut nasehat Rasulullah terkait dengan sifat bangga hati tersebut, mudah-mudahan jadi pegangan kita semua.

''Tidak ada kesendirian yang lebih mencekam daripada kesendirian yang dihasilkan oleh ujub,'' demikian nasihat Nabi SAW kepada Ali bin Abi Thalib menjelang wafatnya.Apakah ujub itu? Kata ujub satu akar kata dengan kata ajaib (hal-hal yang mengherankan) dan ta'aajub (sikap mengagumi). Dengan kata lain, ujub adalah sikap melihat diri sendiri sebagai ajaib dan menakjubkan.

Syekh Bahauddin al-Amili menjelaskan, ''Tidak ada keraguan ketika seseorang melakukan perbuatan baik, seperti berpuasa dan shalat pada malam hari. Ia akan merasakan semacam kenikmatan dan kesenangan. Kenikmatan dan kesenangan itu bukanlah ujub jika timbul dari perasaaan bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melimpahkan pemberian dan nikmat padanya berupa (dorongan untuk) melakukan perbuatan baik.''

Namun, jika kesenangan itu disebabkan keyakinan bahwa perbuatan baik itu sudah merupakan sifatnya dan dialah pelaku perbuatan itu, lalu ia mengagung-agungkan dan menyukainya, dan memandang dirinya bebas dari seluruh kekurangan sehingga seolah-olah telah memberi kebaikan kepada Allah dengan perbuatan itu; semua itu berubah menjadi ujub.

Bila dirumuskan, ujub adalah tindakan mengagung-agungkan dan membesar-besarkan perbuatan baik, perasaan puas dan senang dengannya, tersipu serta terkesima dengan perbuatan baik dirinya, dan merasa terbebas dari kekurangan.''Ada beberapa tingkatan ujub. Salah satunya adalah sifat buruk seseorang tampak baik baginya. Ia menganggapnya sebagai baik dan memuji dirinya, membayangkan ia melakukan perbuatan baik. Tingkat ujub lain tampak pada manusia yang beriman kepada Allah dan ia berpikir telah menguntungkan Allah sehingga mengungkit-ungkit kebaikan di hadapan Allah. Padahal, Allah-lah yang berbuat baik kepadanya (dengan memberinya keimanan itu),'' demikian penjelasan Ali bin Musa al-Ridha.

Bagaimana mendiagnosis jika kita mengidap ujub? Secara sederhana, indikasi ujub dalam diri adalah kegemaran untuk mengucapkan, baik secara batin maupun lisan, seperti, ''Kalau bukan saya, mana bisa!'' atau ''Untung ada saya!'' atau ''Siapa lagi kalau bukan saya!''''Katakanlah, 'Apakah kami beri tahukan kepadamu tentang orang-orang yang merugi perbuatannya?' Yaitu, orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan dan terhadap perjumpaan dengan-Nya. Maka, hapuslah amalan mereka dan kami tidak menghitung amalan tersebut pada hari kiamat.'' (QS Alkahfi [18]: 103-105).

Wallahu'alam,

YAHUDI KHIANATI NABI

Di Madinah, setelah hijrah dari Makkah, Rasulullah SAW mengadakan perjanjian nonagresi dan konsistensi damai dengan kaum Yahudi. Akan tetapi, bukannya menghormati perdamaian, sebaliknya Yahudi justru menghasut dan memecah belah kaum Muslim.

Pernah suatu ketika, Sayidina Abu Bakar RA mengajak salah satu suku Yahudi untuk masuk Islam. Namun, yang diajaknya menjawab ketus, ''Demi Allah, hai Abu Bakar, sebenarnya bukan kami yang butuh pada Allah. Tetapi, justru Allah yang membutuhkan kami. Bukan kami yang merayu-rayu Allah, tapi justru Allah yang merayu-rayu kami.

Kami tidak butuh kepada-Nya, tetapi Dia yang butuh kepada kami. Kalau benar Tuhan kalian kaya, pasti Dia tak akan meminta kami meminjamkan uang kami kepada-Nya, seperti yang dikatakan Muhammad sahabatmu.''Dengan ucapan itu, si Yahudi menyindir-nyindir firman Allah, ''Siapakah yang mau meminjami Allah dengan cara baik, maka Allah akan menggandakannya berlipat-lipat.'' (QS Albaqarah [2]: 245).

Mendengar ucapan tersebut, Abu Bakar yang terkenal lembut menjadi sangat marah. Sambil menampar si Yahudi, Abu Bakar berkata, ''Demi Allah, kalau tidak karena adanya perjanjian di antara kita, niscaya sudah aku penggal batang lehermu.''Kemudian, Abu Bakar mengadukan ucapan si Yahudi kepada Nabi. Lalu, turunlah ayat, ''Allah telah mendengar perkataan mereka yang berucap, 'Sesungguhnya Allah fakir, sedangkan kami kaya.' Akan Kami catat semua perkataan mereka dan tindakan mereka yang membunuh para Nabi tanpa hak serta Kami akan katakan kepada mereka, 'Rasakan siksaan azab pembakaran!'' (QS Ali Imran [3]: 181).

Sejarah Islam mencatat, telah berulang kali orang Yahudi menghasut suku-suku mereka yang telah masuk Islam untuk membangkitkan kembali dendam kesumat jahiliyah dahulu. Ada yang berpura-pura masuk Islam, setelah itu mengada-adakan hal yang tidak ada dalam Islam.Segolongan lain mencoba memojokkan Islam dengan memperdebatkan, menyebarluaskan prasangka, dan menyerang Islam dengan pertanyaan-pertanyaan, ''Apa itu Allah? Apa itu roh? Jika Allah menciptakan mahluknya, siapakah yang menciptakan Allah?''

Dalam peperangan Badar, untuk membuat kaum Muslim menjadi panik, kaum Yahudi mendesas-desuskan Nabi Muhammad SAW telah mati terbunuh. Setelah diketahui Nabi selamat, pihak Yahudi mengirimkan utusan ke Makkah untuk menghasut kafir Quraisy agar memerangi Muhammad kembali.Kini, di saat Israel melakukan tindakan biadab dan pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Palestina, kita diwajibkan untuk meringankan penderitaan mereka. Tiap Muslim itu bersaudara. Mereka adalah satu dalam tangan, hati, dan tujuan.