Telur....!
RASANYA tak ada orang Indonesia yang tak kenal bahan makanan yang kaya protein ini. Hampir semua orang pernah menyantapnya dalam aneka hidangan lezat, seperti nasi goreng, aneka kue, mi, dan sebagainya. Malah ada sebagian besar dari masyarakat kita menjadikan telur sabagai menu favorit di meja makan. Telur adalah makanan yang sederhana, tidak mahal dan juga tidak terlalu murah. Telur merupakan makanan rakyat. Sedemikian merakyatnya telur ini sampai ada begitu banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai telur. Sebagian ada yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tapi tidak sedikit yang salah kaprah. Simak penjelasan mengenai mitos tersebut dari Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.
TELUR OMEGA3 BIKIN CERDAS
Informasi "bikin cerdas" ini tidak sepenuhnya salah karena kandungan omega dalam telur Omega3 memang 15 kali lipat lebih tinggi dibanding telur biasa. Mengapa demikian? Tak lain karena untuk menghasilkan produk telur yang kaya akan kandungan asam lemak Omega3, pakan ayam petelurnya pun khusus. Asam lemak Omega3 memang sangat penting untuk kecerdasan. Itulah sebabnya, telur Omega3 sangat baik dikonsumsi anak balita. Namun, harus diingat, kecerdasan seorang anak tidak hanya dipengaruhi faktor nutrisi, tapi juga ditentukan oleh faktor genetik dan sejauh mana stimulasi yang diberikan lingkungannya. Ketiga faktor ini saling menguatkan satu sama lain.
Selain itu, telur jenis ini juga memiliki kandungan kolesterol yang rendah. Ini karena kandungan telur Omega3 antara lain lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kadar kolesterol. Perlu diketahui, kadar kolesterol yang tinggi berpotensi menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan inilah yang akan menyebabkan terjadinya serangan jantung maupun stroke. Hingga tidak berlebihan bila dikatakan telur Omega3 merupakan pilihan makanan yang sangat cocok untuk mencegah penyakit jantung. Kandungan Omega3-nya pun mampu memperkuat otot-otot jantung.
TELUR MENTAH/SETENGAH MATANG LEBIH BERKHASIAT
Tidak sedikit orang yang sedemikian percaya bahwa mengonsumsi telur mentah atau telur setengah matang bisa meningkatkan stamina mereka. Anggapan mereka, telur mentah lebih fresh sehingga amat baik untuk dikonsumsi.
Tentu saja anggapan ini hanya mitos. Pasalnya, telur mentah dan setengah matang merupakan telur yang belum siap dicerna tubuh. Lo, kenapa? Karena dalam kondisi mentah maupun setengah matang, ikatan proteinnya masih begitu kuat. Tubuh sulit memecahnya menjadi asam amino sehingga proses untuk mencernanya pun berlangsung amat lambat. Makanya telur mentah mampu membuat yang bersangkutan merasa kenyang lebih lama. Boleh jadi berawal dari sinilah muncul mitos bahwa mengonsumsi telur membuat seseorang merasa lebih kuat beraktivitas, termasuk berolahraga.
Kebiasaan menambahkan madu ternyata memang membantu proses pencernaan. Madu mampu membantu telur agar bisa dicerna lebih baik oleh tubuh. Namun, orangtua tetap harus memerhatikan masalah keamanan pangan. Apalagi saat ini banyak penyakit yang timbul akibat bahan makanan yang tidak dimasak hingga matang, dari tifus sampai flu burung. Ingat, bakteri yang mungkin ada dalam telur mentah bisa saja masuk ke tubuh dan menyebabkan si kecil jatuh sakit. Terlebih jika daya tahan tubuhnya sedang buruk.
PUTIH TELUR SEBAIKNYA DIBUANG
Ditinjau dari kandungan gizinya, kuning telur lebih baik daripada putih telur. Semua jenis protein, kolesterol, lemak, vitamin A yang terkandung di kuning telur tidak dimiliki oleh putih telur. Selain itu, dalam kondisi mentah, putih telur memang bisa menghambat proses penyerapan vitamin A. Namun, meski kandungan gizinya tidak sebaik bagian kuning, putih telur tetap layak dikonsumsi asalkan dimasak matang. Lagi pula putih telur bisa dijadikan olahan lezat lainnya seperti kue. Sayang bukan jika dibuang?
TELUR AYAM KAMPUNG LEBIH BAIK DARIPADA TELUR AYAM NEGERI
Telur ayam kampung memang lebih baik karena mengandung asam amino yang lebih baik dan sekaligus lebih tinggi dibanding ayam ras maupun ayam negeri. Inilah yang menyebabkan semua kandungan gizi pada ayam telur kampung bisa diserap tubuh dengan lebih baik. Meski begitu, dari segi kandungan gizi, seperti lemak, kolesterol, vitamin, dan lainnya, tidak ada perbedaan mencolok antara telur ayam kampung dan ayam ras maupun ayam negeri.
TELUR MERUPAKAN MAKANAN TERBAIK SETELAH SUSU
Semua makanan mengandung protein tinggi atau rendah dalam 100 gramnya tergantung kadar airnya. Artinya, mengonsumsi susu sebanyak 100 cc dibanding telur ayam 100 gram, tentu saja nilai gizinya lebih baik telur ayam. Ini karena susu lebih banyak mengandung kadar air daripada telur. Sebagai gambaran, susu mengandung protein sekitar 3%, sedangkan telur sekitar 12%. Padahal harga 100 cc susu relatif jauh lebih mahal ketimbang 100 gram telur. Apalagi jika dibandingkan dengan daging. Karena itu, telur meru-pakan sumber protein hewani yang terbaik sekaligus termurah.
JANGAN MAKAN TELUR SETIAP HARI
Cukup banyak orangtua yang tak membolehkan anaknya mengonsumsi telur setiap hari. Mereka khawatir gara-gara hobi makan telur, kadar kolesterol dalam darah anaknya meningkat secara drastis dan menimbulkan gangguan/penyakit serius. Pandangan ini tentu saja keliru, apalagi jika diterapkan pada anak-anak Indonesia. Pasalnya, pola makan mayoritas anak Indonesia masih kurang bagus karena jarang minum susu, sementara makan daging pun belum tentu seminggu sekali. Nah, kalau telur pun dijauhi, maka sangat mungkin kekurangan gizi bakal menjadi masalah serius bagi generasi penerus.
Ini tentu amat berbeda dengan kondisi anak sebaya di negara-negara maju yang dalam menu sehari-harinya sering tersaji steak atau olahan daging lainnya dan secara teratur minum susu. Tak heran jika ada yang membatasi konsumsi telur hanya 4 butir dalam seminggu. Yang penting diingat, masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan. Agar tumbuh kembangnya optimal, kecukupan asupan nutrisi yang baik tentu saja harus diperhatikan. Selain itu, kalau asupan gizinya kurang baik bukan tidak mungkin kecerdasannya tak berkembang semestinya.
Masalah kolesterol umumnya justru banyak muncul kala seseorang berumur 40 tahun ke atas dan bukan di usia anak. Ini bisa dimaklumi karena di usia tersebut biasanya hidupnya lebih makmur. Mereka inilah yang justru harus membatasi asupan makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi. Kalau tidak, mereka akan terancam oleh gangguan jantung dan sejenisnya yang amat jarang dialami oleh anak-anak. Kalaupun ada, biasanya bukan karena hobi makan telur, melainkan karena faktor genetik
TELUR HAMBAT KEPIKUNAN
Kepikunan terjadi karena sel-sel otak mengalami kelaparan glukosa ataupun oksigen. Glukosa ini didapat dari sumber karbohidrat seperti nasi atau roti dan bukan dari protein seperti telur. Dengan demikian tidak ada kaitannya antara konsumsi telur dan kepikunan. Itulah mengapa, dengan sarapan nasi atau roti, otak seseorang akan lebih siap untuk bekerja. Selain itu, kepikunan juga terjadi jika kekurangan asupan oksigen. Entah karena aliran pembuluh darahnya banyak yang tersumbat atau sebab lain. Aliran darah yang terhambat inilah yang membuat indvidu bersangkutan sulit mencerna informasi.
TELUR MERUPAKAN KONDISIONER YANG BAIK
Kondisioner memang ada kaitannya dengan protein dan zinc seperti yang banyak diiklankan oleh banyak produk sampo. Kurangnya asupan protein akan memunculkan gangguan dan aneka masalah rambut, dari rambut rontok, bercabang, kemerah-merahan, mudah patah, dan sebagainya. Tidak heran bila orang yang melakukan diet ketat dengan membatasi asupan lemak dan protein, rambutnya jadi gampang rontok. Karena itu, konsumsilah telur supaya rambut sehat dan kuat.
Rabu, 21 Januari 2009
KARAKTER AMANAH
''Dan (orang-orang yang beriman itu adalah) orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.'' (QS Almukminun [23]: 8).
Sifat amanah yang sangat ditekankan dalam Islam begitu menguntungkan.
Tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang lain. Proses interaksi sosial yang kondusif dalam sebuah masyarakat hanya akan terwujud jika setiap individu memiliki komitmen yang baik terhadap kepercayaan, kejujuran, kesungguhan, keadilan, sportivitas, istikamah, serta tanggung jawab. Dan, semua itu lahir dari karakter amanah.
Rasulullah SAW adalah teladan paling sempurna dalam soal amanah. Beliau digelari al-amin, sosok yang tepercaya dan amanah. Sebelum dan sesudah pengutusan, orang-orang Quraisy biasa menitipkan barang-barangnya kepada Rasulullah. Saat beliau hijrah, Ali ibn Abi Thalib radhiallahu anhu yang saat disuruh mengembalikan barang-barang titipan tersebut kepada pemiliknya.
Kezaliman, dusta, manipulasi, permusuhan, dan berbagai pelanggaran moral yang terjadi di tengah masyarakat adalah ciri rendahnya komitmen amanah dan meruyaknya karakter khianat. Akibatnya, sendi-sendi agama, kehormatan, harta, ilmu, kekuasaan, penegakan hukum, dan lain sebagainya menjadi hancur. Rasulullah bersabda, ''Jika amanah diabaikan, maka tunggulah hari kiamat.'' (HR Bukhari).
Ibnu Al-Jauzi menyatakan, seperti yang dinukilkan dari sebagian ahli tafsir, bahwa terma amanah dalam Alquran meliputi tiga aspek perbuatan. Pertama, pelaksanaan kewajiban-kewajiban agama. Ini terdapat dalam firman Allah, ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.'' (QS Al-Anfal [8]: 27).
Ibadah berupa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah titipan amanah paling besar yang dibebankan kepada manusia. Allah berfirman, ''Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.'' (QS Adzdzariyat [51]: 56). Maka, jika manusia tidak mau beribadah kepada Allah, berarti ia telah berlaku khianat.
Kedua, penyampaian yang baik. Seperti dalam firman Allah, ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.'' (QS Annisa [4]: 58). Dan ketiga, penjagaan kepercayaan yang diberikan orang lain. Seperti dalam firman Allah, ''.... Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.'' (QS Al-Qashash [28]: 26). Semoga kita termasuk golongan yang mampu mengemban amanah.
ditulis Oleh Resa Gunarsa, termuat diharian Republika Des 2008.
Sifat amanah yang sangat ditekankan dalam Islam begitu menguntungkan.
Tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang lain. Proses interaksi sosial yang kondusif dalam sebuah masyarakat hanya akan terwujud jika setiap individu memiliki komitmen yang baik terhadap kepercayaan, kejujuran, kesungguhan, keadilan, sportivitas, istikamah, serta tanggung jawab. Dan, semua itu lahir dari karakter amanah.
Rasulullah SAW adalah teladan paling sempurna dalam soal amanah. Beliau digelari al-amin, sosok yang tepercaya dan amanah. Sebelum dan sesudah pengutusan, orang-orang Quraisy biasa menitipkan barang-barangnya kepada Rasulullah. Saat beliau hijrah, Ali ibn Abi Thalib radhiallahu anhu yang saat disuruh mengembalikan barang-barang titipan tersebut kepada pemiliknya.
Kezaliman, dusta, manipulasi, permusuhan, dan berbagai pelanggaran moral yang terjadi di tengah masyarakat adalah ciri rendahnya komitmen amanah dan meruyaknya karakter khianat. Akibatnya, sendi-sendi agama, kehormatan, harta, ilmu, kekuasaan, penegakan hukum, dan lain sebagainya menjadi hancur. Rasulullah bersabda, ''Jika amanah diabaikan, maka tunggulah hari kiamat.'' (HR Bukhari).
Ibnu Al-Jauzi menyatakan, seperti yang dinukilkan dari sebagian ahli tafsir, bahwa terma amanah dalam Alquran meliputi tiga aspek perbuatan. Pertama, pelaksanaan kewajiban-kewajiban agama. Ini terdapat dalam firman Allah, ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.'' (QS Al-Anfal [8]: 27).
Ibadah berupa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah titipan amanah paling besar yang dibebankan kepada manusia. Allah berfirman, ''Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.'' (QS Adzdzariyat [51]: 56). Maka, jika manusia tidak mau beribadah kepada Allah, berarti ia telah berlaku khianat.
Kedua, penyampaian yang baik. Seperti dalam firman Allah, ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.'' (QS Annisa [4]: 58). Dan ketiga, penjagaan kepercayaan yang diberikan orang lain. Seperti dalam firman Allah, ''.... Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.'' (QS Al-Qashash [28]: 26). Semoga kita termasuk golongan yang mampu mengemban amanah.
ditulis Oleh Resa Gunarsa, termuat diharian Republika Des 2008.
KEMATIAN

Masing-masing ummat beragama punya cara pandang tersendiri dalam memaknai Kematian. Bagi seorang Muslim punya ajaran agama Islam yang komplit tentang Kematian. Bergitu juga dengan ajaran agama Kristen, Yahudi, Konghucu, Hindu, Budha dll. Mereka semua punya pemahaman yang berbeda tentang Kematian, sehingga kita bisa melihat mengapa Ummat Konghucu sesudah meninggal tidak langsung dikebumikan, bisa beberapa hari diberi pengawet (formalin) sebelum dibawa ke kuburan. Jenazah kaum Hindu juga mesti di 'bakar' dulu sebelum abu pembakaran di 'kebumikan'. Tentu ada sebabnya sehingga antara kaum yang satu dengan kaum yang lain berbeda cara pandang tentang kematian.
Alkisah, belasan tahun yang lalu, terjadi dialog Delegasi Mesir yang berkunjung ke RRC dengan PM Zhou Enlai tentang penyebab kematian Presiden Nasser. Dalam suatu audiensi dengan PM Zhou Enlai, petinggi Cina itu dengan penasaran menanyakan sebab kematian Nasser. Ketika dijawab bahwa penyebabnya tidak dapat dipisahkan dari kehendak Tuhan, Zhou buru-buru menyergah dengan menyatakan, ''Jangan membawa-bawa Tuhan. Saya jauh lebih tua dan sampai sekarang ini saya sehat-sehat. Apalagi sebagai Presiden dia kan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.''
Hasanil Haikal, Menteri Penerangan Mesir pada masa Nasser menulis kisah ini dalam suatu biografi pemimpin besar Mesir itu. Zhou sendiri, yang telah dipersiapkan oleh Ketua Mao Zedong sebagai penggantinya, meninggal hanya beberapa tahun setelah Nasser, yang kemudian memaksa Mao merehabilitir Deng Zioping.
Berbeda dengan paham komunisme, Islam memandang bahwa kematian tidaklah berarti akhir dari perjalanan manusia, tapi awal dari suatu kehidupan yang kekal di akhirat. Alquran mengingatkan kita tentang hari kebangkitan itu dalam ratusan ayat dan sekaligus menepis keraguan tentangnya.
Islam berpendapat manusia adalah mahluk yang terdiri dari jiwa dan raga, atau badan dan ruh. Badan manusia sendiri senyawa materi dan tunduk pada materi. Keberadaannya terbatas pada waktu dan tempat, terpengaruh oleh cuaca - dan sebagaimana ditetapkan Allah suatu hari tubuh atau badan inipun hancur dan binasa. Tetapi tidak demikian dengan jiwa atau ruh.
Karena itulah Islam menegaskan kematian tidaklah berarti kita berhenti maujud. Kematian berarti jiwa manusia - yang tidak dapat musnah - memutuskan ikatannya dengaan tubuh jasmani, dan sekalipun badan itu hancur dengan kematian tapi jiwa melanjutkan kehidupananya sendiri.
''Dan mereka berkata: Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru. Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Tuhannya''. Katakanlah : ''Malaikat maut yang untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu: kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan'' (As-Sajdah 10-11). Rasulullah SAW sendiri menyatakan, ''Kamu tidaklah mati, namun kamu hanya dipindahkan dari satu tempat tinggal ketempat tinggal yang lain''.
Berdasarkan ayat itu, Islam memberi jaminan bahwa setelah kita mati dan hidup kekal dalam alam barzah - kita akan memperoleh kebahagiaan dan kesenangan apabila dalam hidup di dunia ini kita melakukan amal saleh. Tapi sebaliknya seseorang yang dalam hidupnya melakukan perbuatan-perbuatan jahat akan memperoleh siksa dari Allah.
Jadi, meminjam kata Muhammad Husain Haekal, pengarang sejarah Nabi Muhammad SAW, barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan baik, dengan imannya semacam itu, dia tidak pernah merasa takut, termasuk dalam menghadapi kematian. Dan iman semacam inilah yang membuat Nabi dan para sahabatnya tidak pernah gentar dalam situasi apa pun.
Wallahu'alam
Minggu, 11 Januari 2009
BANGGA DIRI (SOMBONG)
Beberapa waktu yang lalu, ketika bersih-bersih rumah, tanpa sengaja saya menemukan Majalah TEMPO keluaran tahun 1979. Majalah tersebut masih utuh, hanya saja halaman per halamannya sudah agak kusam. Walaupun begitu, sangat menarik hati saya, untuk membuka ''kehidupan'' masa lalu tentang kejadian demi kejadian di Republik ini.
Menarik sangat, apa lagi saya mendapatkan satu berita yang bisa menambah wawasan dan iman saya.
Alkisah, pada saat Pemakaman Ratmi B29 (Pemain Film Humor paling terkenal masa itu), ada seorang rekannya yang kebetulan berprofesi sebagai Pelawak, sebutlah, S.
Pada sesi pemakaman, S ini bertugas sebagai juru foto. Mungkin namanya kurang iman, tiba-tiba ybs bicara "Masih muda kok meninggal......?".
Tentu saja kalimat itu ditujukan kepada Almarhumah Ratmi B29 yang saat itu sedang siap-siap mau dimasukkan ke dalam liang kubur. Ucapan yang sangat sembrono dan tidak punya basic agama yang kokoh.
Bagi orang yang mempunyai iman ke-islaman yang kuat, tentu tidak akan menggugat garis yang sudah ditentukan Allah SWT, bukan.....
Namun tidak begitu dengan S,yang begitu mudahnya mengucapkan kalimat tidak pantas tsb. Sangat sombong dan membanggakan diri dihadapan kekuatan Allah SWT.....
Dan Allah tidak suka dengan orang yang sombong. Beberapa menit kemudian Allah menunjukkan kebesaranNya, tiba-tiba S terjatuh dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia. Masih dalam suasana hiruk pikuk pemakaman Ratmi B29. Dan semua orang yang berhadir disana, sangat shock dengan kejadian itu. Namun apa mau dikata, selain terkejut dengan kejadian itu, sebagian orang jadi sangat takut dengan yang namanya "mati"....
Itulah, orang sombong hanya bisa menyombongkan diri dengan sesama manusia, tidak dengan Tuhan.
Bagi saya pribadi, yang membaca kisah tersebut, 29 tahun kemudian, sangat menjadi cambuk agar saya berhati-hati dalam bersikap. Baik terhadap Allah, maupun terhadap orang lain sesama manusia.
Mudah-mudahan saya diberi kekuatan untuk menjadi orang yang rendah hati.
Karna persoalan 'tinggi hati' atau 'bangga diri' atau sombong adalh sifat makhluk yang paling tidak disukai Allah.
Berikut nasehat Rasulullah terkait dengan sifat bangga hati tersebut, mudah-mudahan jadi pegangan kita semua.
''Tidak ada kesendirian yang lebih mencekam daripada kesendirian yang dihasilkan oleh ujub,'' demikian nasihat Nabi SAW kepada Ali bin Abi Thalib menjelang wafatnya.Apakah ujub itu? Kata ujub satu akar kata dengan kata ajaib (hal-hal yang mengherankan) dan ta'aajub (sikap mengagumi). Dengan kata lain, ujub adalah sikap melihat diri sendiri sebagai ajaib dan menakjubkan.
Syekh Bahauddin al-Amili menjelaskan, ''Tidak ada keraguan ketika seseorang melakukan perbuatan baik, seperti berpuasa dan shalat pada malam hari. Ia akan merasakan semacam kenikmatan dan kesenangan. Kenikmatan dan kesenangan itu bukanlah ujub jika timbul dari perasaaan bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melimpahkan pemberian dan nikmat padanya berupa (dorongan untuk) melakukan perbuatan baik.''
Namun, jika kesenangan itu disebabkan keyakinan bahwa perbuatan baik itu sudah merupakan sifatnya dan dialah pelaku perbuatan itu, lalu ia mengagung-agungkan dan menyukainya, dan memandang dirinya bebas dari seluruh kekurangan sehingga seolah-olah telah memberi kebaikan kepada Allah dengan perbuatan itu; semua itu berubah menjadi ujub.
Bila dirumuskan, ujub adalah tindakan mengagung-agungkan dan membesar-besarkan perbuatan baik, perasaan puas dan senang dengannya, tersipu serta terkesima dengan perbuatan baik dirinya, dan merasa terbebas dari kekurangan.''Ada beberapa tingkatan ujub. Salah satunya adalah sifat buruk seseorang tampak baik baginya. Ia menganggapnya sebagai baik dan memuji dirinya, membayangkan ia melakukan perbuatan baik. Tingkat ujub lain tampak pada manusia yang beriman kepada Allah dan ia berpikir telah menguntungkan Allah sehingga mengungkit-ungkit kebaikan di hadapan Allah. Padahal, Allah-lah yang berbuat baik kepadanya (dengan memberinya keimanan itu),'' demikian penjelasan Ali bin Musa al-Ridha.
Bagaimana mendiagnosis jika kita mengidap ujub? Secara sederhana, indikasi ujub dalam diri adalah kegemaran untuk mengucapkan, baik secara batin maupun lisan, seperti, ''Kalau bukan saya, mana bisa!'' atau ''Untung ada saya!'' atau ''Siapa lagi kalau bukan saya!''''Katakanlah, 'Apakah kami beri tahukan kepadamu tentang orang-orang yang merugi perbuatannya?' Yaitu, orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan dan terhadap perjumpaan dengan-Nya. Maka, hapuslah amalan mereka dan kami tidak menghitung amalan tersebut pada hari kiamat.'' (QS Alkahfi [18]: 103-105).
Wallahu'alam,
Menarik sangat, apa lagi saya mendapatkan satu berita yang bisa menambah wawasan dan iman saya.
Alkisah, pada saat Pemakaman Ratmi B29 (Pemain Film Humor paling terkenal masa itu), ada seorang rekannya yang kebetulan berprofesi sebagai Pelawak, sebutlah, S.
Pada sesi pemakaman, S ini bertugas sebagai juru foto. Mungkin namanya kurang iman, tiba-tiba ybs bicara "Masih muda kok meninggal......?".
Tentu saja kalimat itu ditujukan kepada Almarhumah Ratmi B29 yang saat itu sedang siap-siap mau dimasukkan ke dalam liang kubur. Ucapan yang sangat sembrono dan tidak punya basic agama yang kokoh.
Bagi orang yang mempunyai iman ke-islaman yang kuat, tentu tidak akan menggugat garis yang sudah ditentukan Allah SWT, bukan.....
Namun tidak begitu dengan S,yang begitu mudahnya mengucapkan kalimat tidak pantas tsb. Sangat sombong dan membanggakan diri dihadapan kekuatan Allah SWT.....
Dan Allah tidak suka dengan orang yang sombong. Beberapa menit kemudian Allah menunjukkan kebesaranNya, tiba-tiba S terjatuh dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia. Masih dalam suasana hiruk pikuk pemakaman Ratmi B29. Dan semua orang yang berhadir disana, sangat shock dengan kejadian itu. Namun apa mau dikata, selain terkejut dengan kejadian itu, sebagian orang jadi sangat takut dengan yang namanya "mati"....
Itulah, orang sombong hanya bisa menyombongkan diri dengan sesama manusia, tidak dengan Tuhan.
Bagi saya pribadi, yang membaca kisah tersebut, 29 tahun kemudian, sangat menjadi cambuk agar saya berhati-hati dalam bersikap. Baik terhadap Allah, maupun terhadap orang lain sesama manusia.
Mudah-mudahan saya diberi kekuatan untuk menjadi orang yang rendah hati.
Karna persoalan 'tinggi hati' atau 'bangga diri' atau sombong adalh sifat makhluk yang paling tidak disukai Allah.
Berikut nasehat Rasulullah terkait dengan sifat bangga hati tersebut, mudah-mudahan jadi pegangan kita semua.
''Tidak ada kesendirian yang lebih mencekam daripada kesendirian yang dihasilkan oleh ujub,'' demikian nasihat Nabi SAW kepada Ali bin Abi Thalib menjelang wafatnya.Apakah ujub itu? Kata ujub satu akar kata dengan kata ajaib (hal-hal yang mengherankan) dan ta'aajub (sikap mengagumi). Dengan kata lain, ujub adalah sikap melihat diri sendiri sebagai ajaib dan menakjubkan.
Syekh Bahauddin al-Amili menjelaskan, ''Tidak ada keraguan ketika seseorang melakukan perbuatan baik, seperti berpuasa dan shalat pada malam hari. Ia akan merasakan semacam kenikmatan dan kesenangan. Kenikmatan dan kesenangan itu bukanlah ujub jika timbul dari perasaaan bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melimpahkan pemberian dan nikmat padanya berupa (dorongan untuk) melakukan perbuatan baik.''
Namun, jika kesenangan itu disebabkan keyakinan bahwa perbuatan baik itu sudah merupakan sifatnya dan dialah pelaku perbuatan itu, lalu ia mengagung-agungkan dan menyukainya, dan memandang dirinya bebas dari seluruh kekurangan sehingga seolah-olah telah memberi kebaikan kepada Allah dengan perbuatan itu; semua itu berubah menjadi ujub.
Bila dirumuskan, ujub adalah tindakan mengagung-agungkan dan membesar-besarkan perbuatan baik, perasaan puas dan senang dengannya, tersipu serta terkesima dengan perbuatan baik dirinya, dan merasa terbebas dari kekurangan.''Ada beberapa tingkatan ujub. Salah satunya adalah sifat buruk seseorang tampak baik baginya. Ia menganggapnya sebagai baik dan memuji dirinya, membayangkan ia melakukan perbuatan baik. Tingkat ujub lain tampak pada manusia yang beriman kepada Allah dan ia berpikir telah menguntungkan Allah sehingga mengungkit-ungkit kebaikan di hadapan Allah. Padahal, Allah-lah yang berbuat baik kepadanya (dengan memberinya keimanan itu),'' demikian penjelasan Ali bin Musa al-Ridha.
Bagaimana mendiagnosis jika kita mengidap ujub? Secara sederhana, indikasi ujub dalam diri adalah kegemaran untuk mengucapkan, baik secara batin maupun lisan, seperti, ''Kalau bukan saya, mana bisa!'' atau ''Untung ada saya!'' atau ''Siapa lagi kalau bukan saya!''''Katakanlah, 'Apakah kami beri tahukan kepadamu tentang orang-orang yang merugi perbuatannya?' Yaitu, orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan dan terhadap perjumpaan dengan-Nya. Maka, hapuslah amalan mereka dan kami tidak menghitung amalan tersebut pada hari kiamat.'' (QS Alkahfi [18]: 103-105).
Wallahu'alam,
YAHUDI KHIANATI NABI
Di Madinah, setelah hijrah dari Makkah, Rasulullah SAW mengadakan perjanjian nonagresi dan konsistensi damai dengan kaum Yahudi. Akan tetapi, bukannya menghormati perdamaian, sebaliknya Yahudi justru menghasut dan memecah belah kaum Muslim.
Pernah suatu ketika, Sayidina Abu Bakar RA mengajak salah satu suku Yahudi untuk masuk Islam. Namun, yang diajaknya menjawab ketus, ''Demi Allah, hai Abu Bakar, sebenarnya bukan kami yang butuh pada Allah. Tetapi, justru Allah yang membutuhkan kami. Bukan kami yang merayu-rayu Allah, tapi justru Allah yang merayu-rayu kami.
Kami tidak butuh kepada-Nya, tetapi Dia yang butuh kepada kami. Kalau benar Tuhan kalian kaya, pasti Dia tak akan meminta kami meminjamkan uang kami kepada-Nya, seperti yang dikatakan Muhammad sahabatmu.''Dengan ucapan itu, si Yahudi menyindir-nyindir firman Allah, ''Siapakah yang mau meminjami Allah dengan cara baik, maka Allah akan menggandakannya berlipat-lipat.'' (QS Albaqarah [2]: 245).
Mendengar ucapan tersebut, Abu Bakar yang terkenal lembut menjadi sangat marah. Sambil menampar si Yahudi, Abu Bakar berkata, ''Demi Allah, kalau tidak karena adanya perjanjian di antara kita, niscaya sudah aku penggal batang lehermu.''Kemudian, Abu Bakar mengadukan ucapan si Yahudi kepada Nabi. Lalu, turunlah ayat, ''Allah telah mendengar perkataan mereka yang berucap, 'Sesungguhnya Allah fakir, sedangkan kami kaya.' Akan Kami catat semua perkataan mereka dan tindakan mereka yang membunuh para Nabi tanpa hak serta Kami akan katakan kepada mereka, 'Rasakan siksaan azab pembakaran!'' (QS Ali Imran [3]: 181).
Sejarah Islam mencatat, telah berulang kali orang Yahudi menghasut suku-suku mereka yang telah masuk Islam untuk membangkitkan kembali dendam kesumat jahiliyah dahulu. Ada yang berpura-pura masuk Islam, setelah itu mengada-adakan hal yang tidak ada dalam Islam.Segolongan lain mencoba memojokkan Islam dengan memperdebatkan, menyebarluaskan prasangka, dan menyerang Islam dengan pertanyaan-pertanyaan, ''Apa itu Allah? Apa itu roh? Jika Allah menciptakan mahluknya, siapakah yang menciptakan Allah?''
Dalam peperangan Badar, untuk membuat kaum Muslim menjadi panik, kaum Yahudi mendesas-desuskan Nabi Muhammad SAW telah mati terbunuh. Setelah diketahui Nabi selamat, pihak Yahudi mengirimkan utusan ke Makkah untuk menghasut kafir Quraisy agar memerangi Muhammad kembali.Kini, di saat Israel melakukan tindakan biadab dan pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Palestina, kita diwajibkan untuk meringankan penderitaan mereka. Tiap Muslim itu bersaudara. Mereka adalah satu dalam tangan, hati, dan tujuan.
Pernah suatu ketika, Sayidina Abu Bakar RA mengajak salah satu suku Yahudi untuk masuk Islam. Namun, yang diajaknya menjawab ketus, ''Demi Allah, hai Abu Bakar, sebenarnya bukan kami yang butuh pada Allah. Tetapi, justru Allah yang membutuhkan kami. Bukan kami yang merayu-rayu Allah, tapi justru Allah yang merayu-rayu kami.
Kami tidak butuh kepada-Nya, tetapi Dia yang butuh kepada kami. Kalau benar Tuhan kalian kaya, pasti Dia tak akan meminta kami meminjamkan uang kami kepada-Nya, seperti yang dikatakan Muhammad sahabatmu.''Dengan ucapan itu, si Yahudi menyindir-nyindir firman Allah, ''Siapakah yang mau meminjami Allah dengan cara baik, maka Allah akan menggandakannya berlipat-lipat.'' (QS Albaqarah [2]: 245).
Mendengar ucapan tersebut, Abu Bakar yang terkenal lembut menjadi sangat marah. Sambil menampar si Yahudi, Abu Bakar berkata, ''Demi Allah, kalau tidak karena adanya perjanjian di antara kita, niscaya sudah aku penggal batang lehermu.''Kemudian, Abu Bakar mengadukan ucapan si Yahudi kepada Nabi. Lalu, turunlah ayat, ''Allah telah mendengar perkataan mereka yang berucap, 'Sesungguhnya Allah fakir, sedangkan kami kaya.' Akan Kami catat semua perkataan mereka dan tindakan mereka yang membunuh para Nabi tanpa hak serta Kami akan katakan kepada mereka, 'Rasakan siksaan azab pembakaran!'' (QS Ali Imran [3]: 181).
Sejarah Islam mencatat, telah berulang kali orang Yahudi menghasut suku-suku mereka yang telah masuk Islam untuk membangkitkan kembali dendam kesumat jahiliyah dahulu. Ada yang berpura-pura masuk Islam, setelah itu mengada-adakan hal yang tidak ada dalam Islam.Segolongan lain mencoba memojokkan Islam dengan memperdebatkan, menyebarluaskan prasangka, dan menyerang Islam dengan pertanyaan-pertanyaan, ''Apa itu Allah? Apa itu roh? Jika Allah menciptakan mahluknya, siapakah yang menciptakan Allah?''
Dalam peperangan Badar, untuk membuat kaum Muslim menjadi panik, kaum Yahudi mendesas-desuskan Nabi Muhammad SAW telah mati terbunuh. Setelah diketahui Nabi selamat, pihak Yahudi mengirimkan utusan ke Makkah untuk menghasut kafir Quraisy agar memerangi Muhammad kembali.Kini, di saat Israel melakukan tindakan biadab dan pembantaian terhadap saudara-saudara kita di Palestina, kita diwajibkan untuk meringankan penderitaan mereka. Tiap Muslim itu bersaudara. Mereka adalah satu dalam tangan, hati, dan tujuan.
Selasa, 23 Desember 2008
SEJARAH NABI MUSA
Ketika sebagian bangsa barat sedang gencar-gencarnya mencari kelemahan dan keburukan Islam, Allah memberi bukti kebesaran dan kebenaran Islam melalui berbagai hasil penelitianm yang ironisnya, malah ditemukan oleh mereka yang bukan Islam. Salah satunya adalah kisah Nabi Musa. ......
Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka,sekarang mari kita simak tulisan dibawah ini.
Seorang Arkeolog barat bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah.
Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya,selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah.
Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam,dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu,ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan,yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang,sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.
Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka.
Diantara beberapa bangkai kereta tadi,ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas.Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Pada bagian peta yang aq lingkari (lingkaran merah),menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.
Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab.
Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter.
Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter.
Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan,setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!!sungguh luar biasa,Allah Maha Besar.
Wallahu'alam
Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka,sekarang mari kita simak tulisan dibawah ini.
Seorang Arkeolog barat bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah.
Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya,selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah.
Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam,dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu,ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan,yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang,sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.
Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka.
Diantara beberapa bangkai kereta tadi,ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas.Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Pada bagian peta yang aq lingkari (lingkaran merah),menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.
Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab.
Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter.
Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter.
Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan,setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!!sungguh luar biasa,Allah Maha Besar.
Wallahu'alam
Minggu, 09 November 2008
Keutamaan Surah Al Fatihah
Teman-teman sekalian...
Sebagai seorang Muslim, tentu kita setiap hari mengerjakan shalat 5 waktu. Belum lagi bila kita mau mengerjakan amalan shalat sunat, niscaya hari-hari kita akan selalu dipenuhi dengan 'kedekatan' dengan Allah Sang Pencipta.
Nah, tentu saja dalam shalat kita secara otomatis juga akan selalu membaca Surat Al Fatihah. Paling kurang, sehari semalam kita akan membaca Al Fatihah sebanyak 17 kali. Belum lagi ditambah bila kita setiap hari juga mengaji Al Qur'an.
Intinya sebagai Muslim kita pasti hafal dan bisa surat Al Fatihah.
Namun, tidak sedikit pula yang tidak mengerti arti dan maknanya surat Al Fatihah, apalagi faham keutamaannya.
Hal itu terjadi karena kita sebagai Muslim turun temurun (keturunan), malas melakukan kajian agama. Malas membuka kitab-kitab yang menjadi acuan dalam Islam.
Kita hanya belajar agama secara dangkal. Sangat sedikit sekali dari kita yang mempelajari Islam (agama kita)secara mendalam.
Pembaca yang dirahmati Allah...
Mari kita bahas secara ringkas saja (semampu saya).
Nama-nama lain Al-Fatihah : Fatihatul-Kitab, Ummul Kitab, Ummul-Qur'an, as-Sab'ul-Matsani, al-Qur'anul-`Azhim,asy-Syifa, dan Assaul-Qur'an.
Imam Ahmad bin Hambal r.a. meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, "Rasulullah saw. Menemui Ubai bin Ka'ab, namun dia sedang shalat. Rasul berkata, `Hai Ubai.' Maka Ubai melirik, namun tidak menyahut. Nabi berkata, `Hai Ubai!' Lalu Ubai mempercepat shalatnya, kemudian beranjak menemui Rasulullah saw. Sambil berkata, `Asalamu'alaika, ya Rasulullah.' Rasul menjawab, `Wa'alaikassalam. Hai Ubai, mengapa kamu tidak menjawab ketika kupanggil?' Ubai menjawab, `Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sedang shalat.'
Nabi bersabda, `Apakah kamu tidak menemukan dalam ayat yang diwahyukan Allah Ta'ala kepadaku yang menyatakan, `Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.' (al-Anfal:24)
Ubai menjawab, `Ya Rasulullah, saya menemukan dan saya tidak akan mengulangi hal itu.' Rasul bersabda, `Sukakah kamu bila kuajari sebuah surat yang tidak diturunkan surat lain yang serupa dengannya di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan?' Ubai menjawab, `Saya suka, wahai Rasulullah.'
Rasulullah saw. Bersabda, `Sesungguhnya aku tidak mau keluar dari pintu ini sebelum aku mengajarkannya.' Ubai berkata, `Kemudian Rasulullah memegang tanganku sambil bercerita kepadaku. Saya memperlambat jalan karena khawatir beliau akan sampai di pintu sebelum menuntaskan pembicaraannya. Ketika kami sudah mendekati pintu, aku berkata, `Ya Rasulullah, surat apakah yang janjikan itu?' Beliau bertanya, `Apa yang kamu baca dalam shalat?' Ubai berkata, `Maka aku membacakan Ummul-Qur'an kepada beliau.'
Beliau bersabda, `Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya, Allah tidak menurunkan surat yang setara dengan itu baik dalam Taurat,Injil,Zabur,maupun al-Furqan. Ia merupakan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang.'
"Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dan Nasa'I meriwayatkan dalam sunannya dengan sanad dari Ibnu, dia berkata, "Suatu ketika Rasulullah saw. (sedang duduk) dan di sisinya ada Jibril. Tiba-tiba jibril mendengar suara dari atas. Maka dia mengarahkan pandangannya ke langit, lalu berkata, `Inilah pintu langit dibukakan, padahal sebelumnya tidak pernah.' Ibnu Abbas berkata, "Gembirakanlah (umatmu) dengan dua cahaya. Sungguh keduanya diberikan lepadamu dan tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, yaitu Fatihatul-Kitab dan beberapa ayat terakhir surat al-Baqarah. Tidakkah Anda membaca satu hurufpun darinya melainkan Anda akan diberi (pahalanya).'"
Mudah-mudahan ada tambahan lebih sempurna dari Pembaca sekalian.
Saleum seujahtera dari Kota Juang.......
Sebagai seorang Muslim, tentu kita setiap hari mengerjakan shalat 5 waktu. Belum lagi bila kita mau mengerjakan amalan shalat sunat, niscaya hari-hari kita akan selalu dipenuhi dengan 'kedekatan' dengan Allah Sang Pencipta.
Nah, tentu saja dalam shalat kita secara otomatis juga akan selalu membaca Surat Al Fatihah. Paling kurang, sehari semalam kita akan membaca Al Fatihah sebanyak 17 kali. Belum lagi ditambah bila kita setiap hari juga mengaji Al Qur'an.
Intinya sebagai Muslim kita pasti hafal dan bisa surat Al Fatihah.
Namun, tidak sedikit pula yang tidak mengerti arti dan maknanya surat Al Fatihah, apalagi faham keutamaannya.
Hal itu terjadi karena kita sebagai Muslim turun temurun (keturunan), malas melakukan kajian agama. Malas membuka kitab-kitab yang menjadi acuan dalam Islam.
Kita hanya belajar agama secara dangkal. Sangat sedikit sekali dari kita yang mempelajari Islam (agama kita)secara mendalam.
Pembaca yang dirahmati Allah...
Mari kita bahas secara ringkas saja (semampu saya).
Nama-nama lain Al-Fatihah : Fatihatul-Kitab, Ummul Kitab, Ummul-Qur'an, as-Sab'ul-Matsani, al-Qur'anul-`Azhim,asy-Syifa, dan Assaul-Qur'an.
Imam Ahmad bin Hambal r.a. meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, "Rasulullah saw. Menemui Ubai bin Ka'ab, namun dia sedang shalat. Rasul berkata, `Hai Ubai.' Maka Ubai melirik, namun tidak menyahut. Nabi berkata, `Hai Ubai!' Lalu Ubai mempercepat shalatnya, kemudian beranjak menemui Rasulullah saw. Sambil berkata, `Asalamu'alaika, ya Rasulullah.' Rasul menjawab, `Wa'alaikassalam. Hai Ubai, mengapa kamu tidak menjawab ketika kupanggil?' Ubai menjawab, `Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sedang shalat.'
Nabi bersabda, `Apakah kamu tidak menemukan dalam ayat yang diwahyukan Allah Ta'ala kepadaku yang menyatakan, `Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.' (al-Anfal:24)
Ubai menjawab, `Ya Rasulullah, saya menemukan dan saya tidak akan mengulangi hal itu.' Rasul bersabda, `Sukakah kamu bila kuajari sebuah surat yang tidak diturunkan surat lain yang serupa dengannya di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan?' Ubai menjawab, `Saya suka, wahai Rasulullah.'
Rasulullah saw. Bersabda, `Sesungguhnya aku tidak mau keluar dari pintu ini sebelum aku mengajarkannya.' Ubai berkata, `Kemudian Rasulullah memegang tanganku sambil bercerita kepadaku. Saya memperlambat jalan karena khawatir beliau akan sampai di pintu sebelum menuntaskan pembicaraannya. Ketika kami sudah mendekati pintu, aku berkata, `Ya Rasulullah, surat apakah yang janjikan itu?' Beliau bertanya, `Apa yang kamu baca dalam shalat?' Ubai berkata, `Maka aku membacakan Ummul-Qur'an kepada beliau.'
Beliau bersabda, `Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya, Allah tidak menurunkan surat yang setara dengan itu baik dalam Taurat,Injil,Zabur,maupun al-Furqan. Ia merupakan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang.'
"Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dan Nasa'I meriwayatkan dalam sunannya dengan sanad dari Ibnu, dia berkata, "Suatu ketika Rasulullah saw. (sedang duduk) dan di sisinya ada Jibril. Tiba-tiba jibril mendengar suara dari atas. Maka dia mengarahkan pandangannya ke langit, lalu berkata, `Inilah pintu langit dibukakan, padahal sebelumnya tidak pernah.' Ibnu Abbas berkata, "Gembirakanlah (umatmu) dengan dua cahaya. Sungguh keduanya diberikan lepadamu dan tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, yaitu Fatihatul-Kitab dan beberapa ayat terakhir surat al-Baqarah. Tidakkah Anda membaca satu hurufpun darinya melainkan Anda akan diberi (pahalanya).'"
Mudah-mudahan ada tambahan lebih sempurna dari Pembaca sekalian.
Saleum seujahtera dari Kota Juang.......
Racun itu bernama "SIARAN TV"
Hari ini,Minggu, 09 November 2008 genap 2 (dua) bulan rumah kami tidak ada siaran TV. Selama itu pula, kami akui, kami kehilangan sesuatu yaitu mis-informasi visual tentang berbagai perkembangan dan berbagai kejadian di tanah air. Kami tidak mengikuti secara detail proses Pemilu yang selalu disiarkan oleh TV One. Kami juga tidak bisa mendapatkan akses secara komplit proses Pemilu di USA yang 2 (dua) hari yang lalu baru saja dimenangkan Obama. Terakhir, tentu saja kami kehilangan moment “pembantaian” 3 (tiga) orang Muslim tertuduh sebagai pelaku pengebomam Diskotik di Kuta (terkenal sebagai Bom Bali I).
Bagi sebahagian rekan saya, tentu saja bertanya-tanya kenapa keluarga kami ‘bisa’ tidak menonton TV sampai 2 (dua) bulan…?
Pembaca yang budiman….
Kalau ada diantara Anda sudah mengenal kami, Anda juga pasti heran. Apa keluarga Mukhlis tidak sanggup membeli TV ? Atau malah sudah menjual TV-nya…..? (karena tidak punya uang, barangkali…)
Saya jawab : bukan itu sebabnya kami tidak nonton TV.
Sejak awal bulan puasa, kami sekeluarga sepakat tidak menonton siaran TV. Kebetulan saja pada hari Selasa, 09 September 2008, ada Saudara jauh kami yang berkunjung ke rumah, dengan tanpa sengaja merusak pesawat TV di rumah. Kami tidak marah. Dan kami harus bersyukur padanya, bahwa dengan begitu anak-anak saya terbebas dari ‘racun dunia yang menyesatkan.
Sebelumnya, sebagai orang tua dari 2 (dua) orang anak yang masih kecil, kami sangat khawatir dengan perkembangan siaran TV di Indonesia yang sangat tidak mendidik. Hampir semua stasiun TV mempunyai acara yang tidak mendidik. Ada TV yang ‘menjual’ sinetron mistik sebagai acara favorit. Ada juga yang menyiarkan sinetron-sinetron yang menjurus seks pada jam tayangan utama (prime time), yang seharusnya disiarkan pada jam 22.00 ke atas.
Dan sejak 2 (dua) bulan yang lalu, hati kami agak lega. Mudah-mudahan kami sekeluarga tetap komit bahwa di rumah kami “tidak ada siaran TV”
Mungkin saja bagi sebagian Pembaca, apa yang kami lakukan agak menjurus ‘radikal’ atau apapun nama lainnya. Silahkan saja berpikiran begitu, toh niat kami sangat tulus (bukan mencari sensasi) demi masa depan anak-anak kami.
Cukuplah kami mengikuti berita-berita faktual hanya melalui koran (kebetulan kami berlangganan Harian Kompas, sejak tahun 2001). Toh saya juga bisa mengakses internet tiap hari untuk mencari seagala informasi, tanpa harus mengorbankan ‘perkembangan jiwa’ anak-anak di rumah.
Pembaca yang budiman….
Hari ini saya mendapat berita gembira…! Malah, sangat gembira. Saya tidak sedang memenangkan kuis. Bukan itu…!! Tapi saya mendapat kabar bahwa KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) menghentikan program EMPAT MATA di Trans7.
Saya sudah lama ‘khawatir’ dengan EMPAT MATA. Bukan rahasia, Tukul Arwana,Host program tersebut berbicara dan bertingkah sangat vulgar dalam setiap episode. Bagi seorang Tukul, sangat mudah mengeluarkan statement-statement yang menjurus pornografi (kata-kata jorok). Dan juga seringkali bertingkah tidak sopan, seperti menegejek atau menghina Bintang Tamu, walaupun diakhir acara selalu meminta maaf dan menjelaskan bahwa semua yang diucapkan/dilakukan dalam acara EMPAT MATA tidak bermaksud menyakiti siapapun.
Namun tetap saja tidak mendidik….!!!
Saya sebagai masyarakat Indonesia sangat berterima kasih kepada KPI. Walaupun masih banyak program di stasiun TV lain yang juga perlu segera dihentikan, namun setidaknya ini merupakan langkah awal yang baik bagi KPI untuk menunjukkan ‘wibawa’nya sebagai Lembaga yang punya Power dalam menertibkan siaran-siaran TV di Indonesia.
Sekali lagi, saya harus memberi apresiasi positif. Mudah-mudahan hasil kerja KPI tidak saja menjadi prestasi bagi Lembaga, tapi juga mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT karena telah meng-eliminasi pengaruh ‘jelek’ terhadap generasi. Dan tentu saja apa yang sudah dilakukan bisa menjadi energy positif bagi para pembuat program, untuk tidak lagi membuat program yang ‘menjual mimpi’.
Pembaca yang saya hormati…
Tentu Anda bisa menarik benang merah, tindakan saya yang agak ‘radikal’ sejak 2 (dua) bulan lalu dengan kegembiraan saya atas tindakan KPI terhadap Trans7.
Terima kasih, bila ada diantara Anda yang mendukung sikap saya. Dan bagi yang tidak mendukung, silahkan saja…itu hak Anda.
Mungkin Anda punya cara sendiri untuk ‘menangkal’ pengaruh acara TV bagi keluarga Anda.
Bagi sebahagian rekan saya, tentu saja bertanya-tanya kenapa keluarga kami ‘bisa’ tidak menonton TV sampai 2 (dua) bulan…?
Pembaca yang budiman….
Kalau ada diantara Anda sudah mengenal kami, Anda juga pasti heran. Apa keluarga Mukhlis tidak sanggup membeli TV ? Atau malah sudah menjual TV-nya…..? (karena tidak punya uang, barangkali…)
Saya jawab : bukan itu sebabnya kami tidak nonton TV.
Sejak awal bulan puasa, kami sekeluarga sepakat tidak menonton siaran TV. Kebetulan saja pada hari Selasa, 09 September 2008, ada Saudara jauh kami yang berkunjung ke rumah, dengan tanpa sengaja merusak pesawat TV di rumah. Kami tidak marah. Dan kami harus bersyukur padanya, bahwa dengan begitu anak-anak saya terbebas dari ‘racun dunia yang menyesatkan.
Sebelumnya, sebagai orang tua dari 2 (dua) orang anak yang masih kecil, kami sangat khawatir dengan perkembangan siaran TV di Indonesia yang sangat tidak mendidik. Hampir semua stasiun TV mempunyai acara yang tidak mendidik. Ada TV yang ‘menjual’ sinetron mistik sebagai acara favorit. Ada juga yang menyiarkan sinetron-sinetron yang menjurus seks pada jam tayangan utama (prime time), yang seharusnya disiarkan pada jam 22.00 ke atas.
Dan sejak 2 (dua) bulan yang lalu, hati kami agak lega. Mudah-mudahan kami sekeluarga tetap komit bahwa di rumah kami “tidak ada siaran TV”
Mungkin saja bagi sebagian Pembaca, apa yang kami lakukan agak menjurus ‘radikal’ atau apapun nama lainnya. Silahkan saja berpikiran begitu, toh niat kami sangat tulus (bukan mencari sensasi) demi masa depan anak-anak kami.
Cukuplah kami mengikuti berita-berita faktual hanya melalui koran (kebetulan kami berlangganan Harian Kompas, sejak tahun 2001). Toh saya juga bisa mengakses internet tiap hari untuk mencari seagala informasi, tanpa harus mengorbankan ‘perkembangan jiwa’ anak-anak di rumah.
Pembaca yang budiman….
Hari ini saya mendapat berita gembira…! Malah, sangat gembira. Saya tidak sedang memenangkan kuis. Bukan itu…!! Tapi saya mendapat kabar bahwa KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) menghentikan program EMPAT MATA di Trans7.
Saya sudah lama ‘khawatir’ dengan EMPAT MATA. Bukan rahasia, Tukul Arwana,Host program tersebut berbicara dan bertingkah sangat vulgar dalam setiap episode. Bagi seorang Tukul, sangat mudah mengeluarkan statement-statement yang menjurus pornografi (kata-kata jorok). Dan juga seringkali bertingkah tidak sopan, seperti menegejek atau menghina Bintang Tamu, walaupun diakhir acara selalu meminta maaf dan menjelaskan bahwa semua yang diucapkan/dilakukan dalam acara EMPAT MATA tidak bermaksud menyakiti siapapun.
Namun tetap saja tidak mendidik….!!!
Saya sebagai masyarakat Indonesia sangat berterima kasih kepada KPI. Walaupun masih banyak program di stasiun TV lain yang juga perlu segera dihentikan, namun setidaknya ini merupakan langkah awal yang baik bagi KPI untuk menunjukkan ‘wibawa’nya sebagai Lembaga yang punya Power dalam menertibkan siaran-siaran TV di Indonesia.
Sekali lagi, saya harus memberi apresiasi positif. Mudah-mudahan hasil kerja KPI tidak saja menjadi prestasi bagi Lembaga, tapi juga mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT karena telah meng-eliminasi pengaruh ‘jelek’ terhadap generasi. Dan tentu saja apa yang sudah dilakukan bisa menjadi energy positif bagi para pembuat program, untuk tidak lagi membuat program yang ‘menjual mimpi’.
Pembaca yang saya hormati…
Tentu Anda bisa menarik benang merah, tindakan saya yang agak ‘radikal’ sejak 2 (dua) bulan lalu dengan kegembiraan saya atas tindakan KPI terhadap Trans7.
Terima kasih, bila ada diantara Anda yang mendukung sikap saya. Dan bagi yang tidak mendukung, silahkan saja…itu hak Anda.
Mungkin Anda punya cara sendiri untuk ‘menangkal’ pengaruh acara TV bagi keluarga Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)